NovelToon NovelToon
Menatap Senja

Menatap Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Chicklit / Tamat
Popularitas:120.4k
Nilai: 5.2
Nama Author: winda siregar

Bismillah... Kisah ini aku ambil dari beberapa orang yang memiliki pengalaman yang sama. Aku menggabungkannya menjadi sebuah kisah yang mungkin banyak sekali terjadi di kehidupan ini.

Gerd Anxiety adalah Masalah pencernaan, seperti heartburn, mual, dan sakit perut adalah gejala umum yang bisa ditimbulkan baik oleh GERD maupun anxiety. Kalau di masyarakat lebih di kenal dengan sakit asam lambung akut.

Novel ini bercerita tentang perjuangan seorang wanita yang ingin sembuh dari penyakit yang dia derita. Berbagai cobaan hidup, jatuh bangun dalam menghadapi kehidupan ini hingga dia akhirnya sembuh dan sukses.

Jangan lupa pilih menu Favorit ya sebelum dibaca 🥰🥰

*****

Deg.. deg.. deg..

Tiba - tiba saja aku merasa sesak dan kesulitan bernafas. Aku segera meraba dadaku, jantungku sangat kencang sekali berdetak. Keringat dingin mulai membasahi tubuhku. Pakaianku mulai basah karenanya.

Lututku bergetar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

Aku dan suami kembali pulang ke rumah. Begitu motor kami sampai di depan rumah pintu langsung terbuka. Aku melihat wajah lega dari anak - anakku.

"Ayah.. katanya Kakek Nenek mau datang, tapi kami tunggu - tunggu tidak ada datang?" tanya Shifa.

"Maaf ya sayang ayah lupa menghubungi Kakek karena membantu Bunda di periksa dokter" jawab Suamiku merasa bersalah.

Si bungsu Rayyan menggenggam tanganku.

"Bunda sudah sembuh?" tanyanya khawatir.

Aku berusaha tersenyum untuk menghilangkan ke khawatirannya.

"Alhamdulillah sudah membaik sayang. Yuk kita masuk" ajakku.

Kami masuk ke dalam rumah, suami juga memasukkan motor dan mengunci pintu.

"Yaaah aku masih lemas, aku langsung ke kamar ya" ucapku pada suamiku.

"Iya Bun" jawab Suamiku.

Aku dan anak - anak masuk ke dalam kamar. Kami bersiap - siap untuk tidur. Kedua anak - anakku sudah naik ke atas kasur mereka yang berada di samping tempat tidur kami.

Aku adalah pegawai di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa yaitu asuransi. Pekerjaanku sehari - hari menerima keluhan nasabah. Jadi bisa dibayangkan apa yang aku hadapi sehari - harinya.

Suami bekerja sebagai marketing di perusahaan terkenal yang bergerak dibidang makanan. Kehidupan rumah tangga kami sederhana dan pas - pasan saja.

Tapi aku masih sangat bersyukur walaupun tidak bisa hidup mewah setidaknya tidak pernah merasa kekurangan. Apapun yang anak - anak inginkan InsyaAllah bisa dipenuhi.

Kami tinggal di rumah kontrakan dan hanya mampu membeli satu AC sehingga karena alasan itu anak - anakku masih tidur satu kamar dengan kami dan mereka tidur di kasur yang berbeda.

Aku menatap kedua anak - anakku yang mulai lelap tertidur. Mungkin mereka sudah mengantuk dari tadi tapi pasti rasa kantuk mereka terkalahkan oleh rasa takut karena di tinggal berdua di rumah.

Tadi adalah pengalaman pertama aku merasakan sakit yang seperti itu. Memang sudah lama aku menderita sakit asam lambung, kalau aku ingat - ingat sejak SMU dulu aku sudah mengidap penyakit itu.

Awalnya aku akan merasa pusing kalau perutku terasa lapar. Hanya saja karena aku sekolah dan pulangnya lama aku sering telat makan.

Ingatanku kembali melayang kembali saat aku sekolah dulu. Aku sekolah di Ibukota, orang tuaku sangat keras untuk pendidikan. Dia bersikeras kalau sudah SMU anaknya harus meninggalkan kampung dan sekolah di Ibukota.

Menurut orang tuaku kalau SMU sudah tinggal di Ibukota maka peluang untuk masuk universitas negeri lebih besar. Oleh sebab itu orang tuaku mengirim kami ke Ibukota setelah tamat SMP.

Karena aku tinggal di kos - kosan itu membuat hidupku terlebih waktu makanku berantakan. Ditambah lagi aku harus ekstra belajar untuk mengejar kekuranganku dibanding teman - temanku. Maklum aku adalah anak kampung. Aku merasa ilmuku jauh tertinggal dibanding teman - temanku di kelas.

Gejala awal yang aku rasakan dengan penyakitku ini aku sering merasa pusing, kemudian sakit perut dan ingin buang air besar. Saat BAB hanya air saja yang keluar, setelah itu baru muncul rasa mual dan akhirnya aku muntah - muntah.

Dulu aku tidak mengerti dengan penyakit asam lambung. Yang aku tau aku merasa pusing. Sehingga obat yang aku minum hanya obat pusing dan tidur. Dan alhamdulillah setelah itu aku merasa sehat kembali.

Suamiku masuk ke kamar dengan membawa segelas air hangat. Aku tersadar dari lamunanku.

"Bun diminum obatnya, biar malam ini bunda bisa tidur dengan tenang" ucap suamiku.

"Iya Yah" sahutku.

Aku menerima gelas yang diberikan suamiku dan meminum obat - obatan yang diresepkan dokter tadi.

"Bunda sudah Shalat Isya?" tanya Suamiku.

"Sudah yah" jawabku.

"Kalau begitu istirahat dan tidurlah. Jangan pikirkan yang macem - macem" perintah suamiku.

Aku hanya menganggukkan kepalaku dan mulai menarik selimutku. Aku kembali teringat saat tadi aku mulai merasakan sakit di dadaku. Ayahku mengidap penyakit jantung dan sudah pasang ring.

Aku merasa dadaku kembali merasakan detak jantungku yang sudah normal berdetak.

Apakah seperti itu yang Ayah rasakan dulu saat dia terkena serangan jantung? Apa seperti itukah nanti saat kita sakratul maut?

Tanganku jadi berkeringat dingin. Ada rasa takut untuk mati. Aku kembali menatap anak - anakku yang sudah tidur dengan nyenyaknya.

Ya Allah, kalau aku mati bagaimana hidup kedua anak - anakku? Apakah mereka bisa hidup, bisa makan dan bersekolah? Ya Allah aku belum sanggup untuk meninggalkan mereka. Mereka masih terlalu kecil dan masih membutuhkan aku. Tolong sembuhkan penyakit ini ya Allah. Doa ku dalam hati.

Air mataku mengalir dari sudut mataku.

"Bunda kenapa nangis? Pasti sedang mikir yang tidak - tidak?" tebak suamiku.

"Yah kalau seandainya bunda meninggal, Bagaimana dengan kalian? Ayah kan masih muda, pasti ayah akan menikah lagi? Tapi bagaimana dengan anak - anak? Mereka akan punya ibu tiri. Apa Ibu Tiri mereka bisa menerima dan menyayangi mereka? Kalau mereka disakiti dan dipukuli bagaimana Yah?" tanyaku.

Air mataku semakin deras mengalir. Suamiku tampak menarik nafas panjang.

"Bunda jangan mikirin yang aneh - aneh. Ngapain di pikirin sesuatu yang belum pasti terjadi. Hidup mati seseorang siapa yang tau? Belum tentu Bunda yang duluan meninggal. Bisa jadi malah ayah duluan" jawab suamiku.

"Kalau ayah yang lebih dulu meninggal Bunda akan membesarkan anak - anak seorang diri. Bunda akan menyekolahkan mereka dengan sekuat tenaga Bunda. Bunda gak mau menikah lagi" ucapku masih menangis.

"Bunda jangan terlalu jauh mikirnya. Serahkan semua kepada Allah. Kalau Bunda yang lebih dulu meninggal kami akan tetap hidup. Bunda tidak bisa lagi memikirkan kami di dunia ini karena alamnya sudah berbeda. Jadi jangan dipikirkan lagi ya. Nanti kumat lagi sakitnya, sudah malam. Kalau Bunda dibawa ke Rumah Sakit lagi berarti Bunda gak sayang pada kami. Bunda tega meninggalkan kami?" tanya Suamiku.

Aku menggelengkan kepala kemudian menghapus air mataku. Aku kembali merebahkan tubuhku dan menarik selimut. Setelah itu aku mulai memejamkan mataku mencoba untuk mengosongkan pikiranku.

Berbagai pemikiran terus berseliweran di kepalaku tapi aku harus tidur, harus. Aku membayangkan saat - saat aku merasa sangat mengantuk sehingga berat sekali untuk membuka mata. Perlahan - lahan aku pun tidur dan terlelap.

****

Beberapa bulan kemudian.

"Mbak saya mau mengambil uang saya. Saya ingin menutup asuransi saya" ucap seorang nasabah kepadaku.

"Baik Bu, silahkan isi formulir ini" jawabku.

Wanita itu segera mengisi formulir yang aku berikan kepadanya. Setelah selesai mengisinya wanita itu mengembalikannya lagi kepadaku. Aku meraih formulirnya dan mulai memproses permintaan wanita itu.

Kemudian aku menyerahkan hasil pengajuan kepada nasabah itu.

"Cuma segini yang saya terima?" tanya wanita itu dengan nada tinggi.

Wanita itu terlihat sangat terkejut dan marah.

"Iya Bu" jawabku.

"Saya tidak terima, saya mau semua uang yang sudah saya setor dikembalikan semua. Saya tidak mau tau. Saat ini juga uangnya harus saya terima" ucap wanita itu dengan sangat marah.

Kepalaku mulai berdenyut, keringat mulai bercucuran, lututku mulai lemas dan aku mulai kesulitan bernafas.

"Tu.. tunggu sebentar ya Bu" ucapku pada wanita itu.

Aku segera meninggalkan nasabah itu dan menemui atasanku.

"Mbak tolong donk bantuin aku. Sepertinya asam lambung ku kumat. Tolong jelaskan kepada nasabahnya mengenai asuransinya" pintaku dengan wajah memelas.

Karena melihat wajahku sudah pucat dan berkeringat akhirnya atasanku merasa kasihan kepadaku. Dia segera mengambil alih nasabah tadi.

Aku segera berjalan menuju pantry. Mengambil segelas air hangat dan meminum obat asam lambung dengan segera. Setelah itu aku duduk sebentar dan meraba dadaku yang berdetak sangat kencang.

Aku tarik nafas dalam - dalam dan mulai memejamkan mata. Mencoba untuk menenangkan pikiranku dan menormalkan detak jantungku yang sangat kencang.

.

.

BERSAMBUNG

1
Andi
banyak pelajaran hidup yang bisa kita petik
nonelnya seperti kehidupan kita sehari'', benar'' hidup seperti nyata kita alami,
luar biasa sekali pengalaman yang bisa kita petik
Masfaah Emah
terima kasih Thor smoga sukses d karya selanjutnya 👍,aku suka ceritanya bagus malah ni kisah nyata bukan halu,aku dah baca karya k Winda pernikahan yg 2, play boy insyaf,kita yg berbeda,n menatap senja sekarang mu mampir yg lain nya , karya k Winda emang the best smoga sukses d karya yg lain nya 🤲👍👍
Masfaah Emah
Alhamdulillah buah dari kesabaran Anggi jdi sukses 👍 smoga lancar usahanya, ni benar2 kisah nya seperti aku, yg pindah rumah baru setahun, karena korona usaha nya jdi merosot,aku jga bikin rumah uang nya separo pinjam dri bank selama 4thn , Alhamdulillah sekarang jga dah lunas walaupun dgn terseok-seok k uanganku, emang benar kata suamiku bahagia nya ga punya utang, karena untuk yg pertama x nya aku punya utang itupun demi ingin punya rumah sendiri, cuman yg beda aku blum bisa mengumpul kan uang untuk menjalankan rukun Islam yang kelima, karena usaha nya makin sulit, mungkin karena banyak nya saingan, tapi Alhamdulillah cukup lah buat makan mah ga susah2 amat, terimakasih ya Thor novel nya banyak pelajaran d kisah ini karena ni bukan kisah halu tpi nyata smoga sukses d cerita berikut nya 🤲🤲🤲👍👍🖕💪💪💪
Masfaah Emah
sma seperti orang tua ku klau berdoa 8 nama anaknya d sebut satu persatu, smoga lancar usahanya, itu kta orang tua ku 🤲
Masfaah Emah
ni novel cerita nya bukan dunia halu, ceritanya seperti nyata, ada kesamaan nya dengan kehidupan ku,
Masfaah Emah
ya Allah ni salah siapa,,? salah didikan nya apa,,? atau salah pergaulan,,? anaknya ga ada hati tuk membantu nenek n kakeknya padahal yg mengurus dia n memberi makan sedari kecil,,,?
Masfaah Emah
Allah memberikan Wati kesempatan untuk menjadi orang yang baik
Masfaah Emah
cobaan demi cobaan telah mereka lalui, tapi blum jga mereka bahagia
Masfaah Emah
Alhamdulillah,, smoga cepat sembuh n seperti sedia kala
Masfaah Emah
npa sih novel ini kaya kisah aku,aku jga yg slalu mengalah,aku 8 bersaudara,kamar ada 7 yg stu ortu kakak rumah nya deket jdi ga pernah nginep klau lgi kumpul aku slalu ga kebagian kamar,aku jga slalu ngalah ska tidur d ruang tv kadang aku jga suka sedih,
Masfaah Emah
seperti bapak ku,pke HP nya yg jadul,ga mau katanya yg sekarang pusing,ga ngerti 🤦😅
Masfaah Emah
emang pada saat itu penuh ketegangan, klau mau keluar takut soal nya d sana sini banyak yg meninggal
Masfaah Emah
emang d waktu itu sakit sedikit ja takut bgt kena covid
Masfaah Emah
bener2 ni anak ngeyel bgt hadeeeh 🤦 harus d gimanain ni anak 🙈
Masfaah Emah
terima kasih Thor benar2 ini pelajaran buat aku cara mendidik anak perempuan Yg susah d atur, pa lgi ni anak tiri susah d kasih taunya d marahin g mna ga d marahin g mna jga, padahal kita ngasih tau tuh sayang sma dia bukan nya benci toh buat kebaikan nya jga, eeh tanggapan nya apa coba,,,?
Masfaah Emah
emang klau punya anak perempuan khawatir bgt, apalagi anaknya yang yg susah d nasihati,klau kata orang Sunda mah seperti nanggey telor d tangan takut jatoh
Masfaah Emah
jadi ingat aku jga, waktu pertama x pindah rumah, awal nya usaha ku jg maju,pas baru setahun pindah rumah kena kofit akhirnya usaha ku menurun, malah waktu pertama kofit ga boleh jualan dan akhirnya usaha ku merosot n suamiku menyalahkan sejak pindah rumah usaha kita menurun, suami ku bilang mungkin rmh ini ga bwa hoki n slalu menyalahkan aku karena aku yg ingin cepat pindah rumah, padahal waktu kita ngontrak usaha kita bagus ,pas pindah ja usaha kita begini , kisah ini persis bgt kaya aku,pasbikin rumah aku ga mau pinjam k orang karna aku jga anti pinjam k orang, karena aku punya ga punya slalu diam, maka angpan orang itu aku slalu punya,
Masfaah Emah
gara2 covit banyak sanak saudara, temen kita yg meninggal, hampir tiap hari dengar orang meninggal d sana sini,aku juga sampai takut 🙈
Masfaah Emah
ya Allah cobaan nya bertubi-tubi, istilah nya sudah jatuh tertimpa tangga,, sabar ya Gi,,,!
Masfaah Emah
🤲🤲🤲,,, walaupun aku terlambat bacanya karena aku baru tau kalo ada novel yg bagus ceritanya 👍,ni padahal pengetahuan cara menyembuhkan penyakit macam Anggi yg d kira penyakit jantung,,..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!