Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.
Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.
Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.
Salah satunya adalah kakek Shen yifan.
Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 : Belajar bersama membuat pil Part 4
Nangong yue merasa senang karena berhasil memaksa Flame devouring untuk menstabilkan apinya.
"Yi fan. Lihat, aku berhasil di tahap peleburan!"
"Syukurlah. Tapi jangan senang dulu, masih ada beberapa tahapan yang harus menstabilkan api nya." sahut Shen yifan.
"Oke!" jawab Nangong yue. Ekpresi nya mulai berubah lagi, ia dalam keadaan serius.
Shen yifan terus mengawasi, sekarang ada di tahap ketiga yaitu pemadatan. Tahap ini esensi yang sudah menyatu mulai dipadatkan menjadi bentuk pil. Cairan mulai berubah menjadi bola pil.
"Yue, kecilkan apinya!" sahut Shen yifan.
"Siap!"
Nangong Yue dengan hati-hati mengecilkan nyala Flame Devouring, menjaga agar panasnya tetap stabil tanpa mengganggu kendali energi spiritualnya.
Berbeda dengan tahap peleburan yang penuh risiko, tahap pemadatan tidak terlalu sulit. Selama bentuk pil telah berhasil terbentuk dan nyala api tetap stabil, proses ini hanya membutuhkan kesabaran serta kendali yang halus. Shen Yifan mengangguk pelan melihat pergerakan tangan Yue yang semakin tenang. Bola pil di dalam tungku sedikit demi sedikit menjadi semakin bulat dan padat, pertanda bahwa tahap pemadatan berjalan dengan sempurna.
Nangong Yue mempertahankan nyala Flame Devouring sekecil mungkin. Api merah itu kini tidak lagi bergolak liar seperti sebelumnya, melainkan menyelimuti satu butir pil di dalam tungku dengan lembut. Bola pil yang semula masih kasar perlahan berubah semakin bulat. Permukaannya mulai mengilap, sementara aroma herbal yang lembut memenuhi seluruh ruangan.
Shen Yifan mengangguk pelan.
"Bagus. Tahap pemadatan sudah selesai. Sekarang tinggal tahap terakhir, penyempurnaan."
Nangong Yue menghela napas lega. Untuk pertama kalinya sejak mencoba membuat pil grade tiga, ia merasa semuanya berjalan begitu lancar.
Di dalam tungku, hanya satu butir pil berputar perlahan mengikuti aliran energi spiritual. Cahaya hijau kebiruan sesekali memancar dari permukaannya, menandakan kualitas pil terus meningkat.
"Pertahankan saja seperti itu," ujar Shen Yifan pelan. "Jangan terburu-buru."
Yue mengangguk sambil terus mengendalikan api dengan hati-hati.
Suasana di dalam ruangan menjadi begitu tenang. Hanya suara bara api dan dengungan lembut tungku yang terdengar.
Namun beberapa saat kemudian.
Alis Shen Yifan tiba-tiba berkerut.
"Yue."
"Hm?"
"Lihat nyala apimu."
Yue segera mengalihkan sebagian kesadarannya ke dalam tungku. Seketika wajahnya berubah pucat.
Nyala Flame Devouring yang semula stabil perlahan berubah sifat. Api merah itu tidak lagi hanya menyelimuti pil, melainkan mulai menggigit permukaannya sedikit demi sedikit, seolah-olah sedang melahap energi spiritual yang berada di dalam pil.
Cahaya pil itu mulai meredup.
"Tidak...!" Yue panik. "Kenapa jadi begini?"
"Jangan tambah apinya!" Shen Yifan langsung memperingatkan.
"Semakin besar apinya, semakin cepat Flame Devouring melahap energi pil!"
Yue menggertakkan giginya. Ia berusaha menekan sifat liar api spiritualnya, tetapi semakin ia menahannya, nyala merah itu justru semakin bergejolak.
Pada saat yang sama. Seluruh tungku mulai bergetar, dengungan rendah memenuhi ruangan. Rune-rune kuno di permukaan tungku berkedip tidak beraturan. Cahaya keemasan yang semula stabil kini mulai meredup satu per satu.
Sebuah retakan tipis muncul di salah satu kaki tungku. Mata Shen Yifan langsung membelalak.
"Bukan hanya pilnya!"
Retakan-retakan lain mulai menjalar ke seluruh permukaan tungku.
Aura spiritual di dalamnya menjadi semakin liar, seolah tekanan dari Flame Devouring telah melampaui batas yang sanggup ditahan tungku itu.
(Ini tidak baik, tungku itu akan hancur. Aku harus melakukan sesuatu.) Pikir Shen yifan di dalam batinnya.
"Yi fan." Nangong yue tidak bisa menahannya. Ia mulai meneteskan air matanya.
(Kalau energi murniku bertabrakan dengan energi spiritual Yue. Apa yang akan terjadi?)
Shen yifan emang kelihatan tenang, namun dalam hatinya berkecamuk. Di tambah dalam tahap ini Shen yifan butuh banyak konsumsi Energi spiritual murni. Sedangkan Energi spiritual murni Yifan seharusnya tidak cukup untuk menekan Pil grade 3 ini. Tanpa banyak pikir lagi.
"Yi fan-" tangisan Nangong yue.
Namun beberapa saat, tangisan itu mendadak berhenti karena,
"Maaf yue... Aku akan membantumu sedikit!"
Tanpa menunggu jawaban, ia melangkah ke belakang Yue. Dengan hati-hati, kedua tangannya meraih pergelangan tangan gadis itu, membimbing setiap gerakan segel yang mulai kehilangan kendali. Tubuh mereka kini hanya terpisah sejengkal, cukup dekat hingga Shen dapat merasakan napas Yue yang mulai tidak beraturan.
Yue sedikit terkejut. Tubuhnya menegang sesaat, namun ia tidak berani bergerak sedikit pun. Sedikit kesalahan saja dapat membuat pil meledak.
"Tetap fokus pada tungku," bisik Shen pelan di samping telinganya.
Yue mengangguk kecil.
Saat kedua tangan mereka saling bersentuhan, aliran energi spiritual murni milik Shen yifan perlahan mengalir melalui telapak tangannya. Energi spiritual murni Shen yifan sempat bertabrakan dengan energi spiritual Yue. Seluruh tungku kembali bergetar hebat. Wajah Shen langsung memucat, sementara darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Namun beberapa detik kemudian, kedua energi itu perlahan beresonansi, seolah menemukan irama yang sama.
Api merah yang hampir melahap pil itu kian kembali jinak, seolah menemukan sesuatu yang selama ini dicarinya.
Yue dapat merasakan kehangatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Bukan panas dari api spiritual, melainkan aliran energi yang begitu murni hingga membuat seluruh tubuhnya terasa ringan. Bahkan gemetar di kedua tangannya perlahan menghilang.
Shen sendiri tidak menyadari bahwa jarak mereka begitu dekat. Seluruh perhatiannya tertuju pada tungku dan satu butir pil yang sedang disempurnakan.
"Sedikit lagi." ucap Shen yifan pelan.
Yue menatap kedua tangan yang kini dibimbing oleh Shen yifan. Tanpa sadar, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis sebelum kembali memusatkan seluruh pikirannya pada proses penyempurnaan pil.
Nyala api tidak lagi melahap permukaan pil, melainkan menyelimutinya dengan lembut. Impuritas terakhir yang tersisa perlahan menguap menjadi asap hitam tipis, sementara permukaan pil itu berubah semakin halus dan berkilau.
Shen yifan menghela napas lega.
"Bagus. Terus pertahankan."
Yue memejamkan matanya. Dengan bimbingan Shen yifan, kedua tangannya bergerak semakin stabil. Segel demi segel terbentuk dengan sempurna, sementara pil di dalam tungku mulai berputar perlahan mengikuti irama energi spiritual mereka berdua.
Dengungan tungku yang semula tidak stabil kini berubah tenang.
Retakan-retakan yang hampir menjalar lebih jauh akhirnya berhenti.
Cahaya keemasan memenuhi seluruh bagian dalam tungku.
aroma obat yang begitu lembut menyebar ke seluruh ruangan. Harumnya tidak menusuk hidung, melainkan memberikan sensasi hangat yang menenangkan jiwa. Hanya dengan menghirup aromanya, pil itu bahkan membuat rasa lelah Shen Yifan perlahan menghilang.
Beberapa saat kemudian. Sebuah suara nyaring terdengar dari dalam tungku.
Mata Shen yifan dan Yue langsung terbuka bersamaan.
Tutup tungku bergetar pelan, lalu terbuka dengan sendirinya.
Satu butir pil berwarna hijau giok berangsur melayang keluar, dikelilingi kabut spiritual tipis. Permukaannya bulat sempurna tanpa sedikit pun retakan, sementara aroma hangat yang dipancarkannya membuat energi spiritual di dalam ruangan menjadi jauh lebih pekat.
Shen Yifan memandang pil itu cukup lama.
Sudut bibirnya perlahan terangkat.
"...."
(Berhasil.) batin Shen yifan.
Nangong Yue menatap pil itu dengan mata berkaca-kaca. Selama bertahun-tahun, inilah pertama kalinya ia benar-benar berhasil menyempurnakan Pil grade 3.
Nangong yue menggunakan energi spiritualnya untuk mengambil pil yang melayang di atas.
Dengan kedua tangan yang masih gemetar, Nangong Yue perlahan menerima pil itu dari udara. Jemarinya menggenggamnya dengan sangat hati-hati, seolah takut semua ini hanyalah mimpi.
Ia segera mengalirkan sedikit energi spiritual ke dalam pil untuk memeriksanya.
Beberapa saat kemudian. Tubuh Yue membeku, Bibirnya sedikit bergetar, sementara kedua matanya perlahan memerah.
"Grade... Tiga."
Suaranya terdengar lirih. Ia kembali memastikan sekali lagi, takut telah salah merasakan. Namun hasilnya tetap sama.
Pil itu bukan hanya berhasil mencapai grade tiga, melainkan telah menyentuh grade tiga tahap menengah.
Air mata perlahan memenuhi kedua matanya.
"Yi Fan."
Ia menoleh ke arah Shen Yifan. Senyum dan tangis bercampur menjadi satu, membuat wajahnya dipenuhi rasa haru yang selama ini ia pendam.
"Yi Fan... Aku berhasil!!!"
Tanpa sempat berpikir panjang, Yue berlari beberapa langkah lalu memeluk Shen Yifan dengan erat.
"Aku benar-benar berhasil."
Suaranya bergetar hebat. Air mata yang selama bertahun-tahun ia tahan akhirnya jatuh tanpa bisa dihentikan lagi, membasahi bahu Shen Yifan.
Shen Yifan sempat terpaku. Kedua tangannya menggantung canggung di udara, tidak menyangka Yue akan memeluknya secara tiba-tiba.
Namun perlahan, ia tersenyum hangat. Dengan pelan, ia menepuk punggung Yue beberapa kali.
"Iya... kamu berhasil, Yue. Bukan karena aku, karena kamu tidak menyerah."
Mendengar kalimat sederhana itu, tangis Yue justru pecah semakin deras.
Selama ini ia memikul begitu banyak tekanan—harapan keluarga, impiannya menjadi alkemis, dan rasa frustrasi karena selalu gagal bertahap-tahap. Hari ini, semua beban itu seolah runtuh bersama air mata yang terus mengalir.
Di luar ruangan, Bingxue yang merasakan aroma pil grade tiga, Bingxue juga meneteskan air mata bahagia.
"Akhirnya..."
Ia tahu, adiknya bukan sedang menangis karena sedih.
Melainkan karena untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia berhasil menggapai impian yang selalu dikejarnya.
Jian Chen menatap pintu yang masih tertutup rapat. "Senior Bingxue. Kalau kabar ini sampai keluar."
"Seluruh dunia alkemis akan berubah."
Baru Bingxue tersenyum kecil. "Karena itu. Jangan sampai siapa pun mengetahui apa yang baru saja terjadi."