NovelToon NovelToon
I Travel, I Love

I Travel, I Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:233.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: PimCherry

Giovan Sebastian, melarikan diri dari pernikahan yang disiapkan oleh kedua orang tuanya. Ia memutuskan hubungan dengan keluarganya dan pergi berkeliling untuk melepas penat dan stres yang ia hadapi.

Di perjalanan, ia bertemu dengan seorang wanita yang sangat menyebalkan. Namun hidupnya menjadi sangat berwarna setelah bertemu dengan wanita itu.

Apakah Giovan berhasil ditarik pulang dan kembali dinikahkan dengan wanita pilihan keluarganya? ataukah ia akan bersama dengan wanita pilihannya? atau ia akan tetap memilih sendiri sesuai keputusan awalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PimCherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KABUR

Dengan menggunakan rambut palsu dan kacamata hitam, Lynn berjalan di sebuah dermaga. Ia sedang menunggu keberangkatan kapal menuju ke Singapura. Jika ia menggunakan pesawat, maka akan dengan mudah kedua orang tuanya mencari, maka ia mencari jalur yang lain.

Ia kembali tersenyum saat melihat tas ransel miliknya, juga sebuah ATM baru. Kini ia tak akan takut lagi terlacak oleh keluarganya. Ia masih muda dan tak ingin siapapun mengatur kehidupannya, terutama untuk pasangan hidupnya.

* Flashback on

"Cepat berikan sisa uangnya," ucap Lynn dengan memamerkan sebuah kunci mobil di tangannya.

"Ckk ...," decak sahabatnya yang juga memiliki sebuah showroom mobil pun akhirnya memberikan uang dalam jumlah yang besar pada Lynn. Tentu saja hal itu membuat Lynn tersenyum.

"Pantas saja kamu tidak mengundangku ke acara pernikahanmu, ternyata kamu berencana kabur?" ucap Dennis.

"Ishh ... lagipula kamu juga tahu kan kalau aku tidak pernah setuju dengan perjodohan, apalagi jadi membuatku terkurung dalam sebuah pernikahan."

"Ini hanya sebagian dan sebagian lagi sudah kutransfer ke rekeningmu yang baru. Ini kartunya," Dennis memberikan sebuah kartu ATM atas namanya dan sebuah ransel berisi uang cash. Uang itu adalah hasil penjualan mobil milik Lynn yang biasa ia pakai sehari-hari.

"Sekarang pesankan aku taksi online. Aku sudah membuang sim card ku," pinta Lynn.

"Kamu itu benar benar merepotkan ya, untung cantik," gerutu Dennis.

"Jangan marah marah, nanti cepet tua loh. Kalau tua, nanti Lisa tidak suka lagi padamu," goda Lynn.

"Kata siapa? Lisa menyukaiku apa adanya, tidak sepertimu yang dekat dekat kalau ada maunya!"

pletakkk!!

"Ishhh, sudah cepat! Kalau tidak mereka akan keburu menemukanku."

"Biarin aja, biar dinikahin sama om om," ucap Dennis kesal sambil menatap layar ponselnya.

"Ahhh Dennis!!!"

"Udah nyampe tuh di depan, sampai pelabuhan ya. Hati hati di jalan, kalau bisa jangan balik lagi, ngerepotin!" ungkap Dennis kesal.

"Terima kasih Dennis, mudah mudahan Lisa cepet tahu kalau kamu itu NYEBELINN!!" Lynn langsung berlari keluar sambil menarik koper kecilnya.

Beberapa hari sebelumnya, ia sudah merapikan beberapa pakaian dan barang barang yang ia perlukan ke dalam koper, lalu memasukkan koper itu ke dalam mobil. Ia juga menguras isi ATM nya dan memindahkannya ke rekening Dennis. Lynn memarkirkan mobilnya tak jauh dari butik, agar semua sesuai dengan rencananya.

* Flashback off

Lynn mencari tempat duduk karena ia sudah lelah berdiri dan menunggu. Matanya berbinar ketika menemukan sebuah kursi kosong di antara padatnya penumpang yang akan menaiki kapal.

Ia langsung berlari sambil memegang rambut palsunya dan menarik kopernya. Baru saja ia akan sampai, ia melihat sosok pria bertubuh tinggi dengan kacamata hitam dan menggunakan masker mengambil tempatnya. Lynn yang berlari dengan kecepatan tinggi tak mampu mengerem tubuhnya.

bruggg

"Aduhh!!!" teriak Lynn sambil memegang bokongnya yang langsung terkena lantai beton. Kepalanya juga sakit karena menabrak sesuatu yang keras.

"Kamu nggak punya mata apa?!" tanya seseorang dengan suara yang sudah meninggi.

"Punya lah, nggak lihat apa nih ... masih nempel nih mata di sini," jawab Lynn sambil menunjuk ke matanya.

"Kalau punya mata kenapa main tabrak aja? dasar banteng!"

"Enak aja ngatain banteng, nggak lihat apa cewe cantik begini," ucap Lynn kesal. Ia sudah lelah, letih, lesu, kepanasan pula, eh ditambah harus menghadapi pria rese di hadapannya.

"Kamu itu ambil tempat dudukku, jadi aku harus cepat," ucap Lynn lagi.

"Tempat dudukmu? sejak kapan? Emang ini tempat duduk ada namanya ya?"

"Aku nggak mau tahu, pokoknya aku harus duduk disitu. Kamu kan baru datang, jangan main asal serobot," jawab Lynn.

"Nggak bisa, siapa cepat dia dapat!" pria itu pun tidak mau kalah. Ia tetap duduk di kursi itu dan melipat kedua tangannya di depan dada.

Lynn membersihkan celananya kemudian bangkit. Ia sangat kesal saat ini. Tanpa banyak bicara lagi, ia pun duduk di pangkuan pria itu dengan posisi saling berhadapan.

"Jika kamu tidak mau pindah, maka aku akan duduk di sini," hal itu sontak membuat pria itu kaget dan langsung bangkit, membuat Lynn kembali terkungkal ke belakang.

"Aduhh!!!" kini Lynn mengaduh kesakitan karena siku tangannya langsung terkena lantai beton dan membuatnya berdarah. Pria itu menghela nafasnya pelan kemudian berjongkok.

"Sini kubantu," pada akhirnya pria itu memberikan tempat duduknya pada Lynn, kemudian pergi dari sana. Tak lama ia datang kembali sambil membawa sebuah kantong plastik.

Ia menarik tangan Lynn dan mengeluarkan obat yang baru saja ia beli. Dengan perlahan ia membersihkan, kemudian memberikan antiseptik, lalu menutupnya dengan plester. Lynn tak banyak bicara, ia hanya memperhatikan semua yang pria itu lakukan.

"Sudah selesai. Ini untukmu, ganti plesternya lagi nanti," kemudian pria itu pun pergi meninggalkan Lynn sambil membawa ranselnya.

Ahh, dia baik juga mau mengobatiku. Ehh, stop Lynn, stopp!! Kamu ini mau kabur, bukan mau cari cowo. - Lynn memukul kepalanya pelan untuk menghilangkan pikiran absurbnya.

Ia melihat ke arah pintu kapal yang sudah begitu ramai dengan penumpang yang ingin naik. Ia langsung bangkit dan ikut berdesakan. Ia tak ingin tertinggal, apalagi tertangkap oleh anak buah Daddynya, ngeri!!

*****

Di kediaman keluarga Thomas, mulai terjadi kericuhan seperti yang telah terjadi di kediaman keluarga Sebastian sebelumnya.

"Bagaimana bisa dia kabur lagi?! Kamu tidak menunggunya hingga ia selesai?" tanya Dad Stanley pada istrinya, Jane.

"Tentu saja tidak. Aku sedang di make-up, masa harus menunggunya?"

"Sekarang dia kabur, apa gunanya lagi make-up mu itu," ungkap Dad Stanley yang kesal karena ia harus berhadapan dengan keluarga mempelai pria.

"Anak itu selalu saja membuat kekacauan di hari pernikahannya. Ini sudah ketiga kalinya, bisa bisa dia dapat teko karena terlalu sering," gerutu Mom Jane.

"Bagaimana, apa kamu sudah tahu ke mana dia pergi?" tanya Dad Stanley pada Michael, putra pertamanya. Michael hanya menggelengkan kepalanya.

"Kalau begitu, kita harus segera bertemu dengan calon besan kita. Kita harus mengatakan semua sejujurnya," ucap Dad Stanley yang sudah mulai terbiasa dengan ini semua.

Dad Stanley, Mom Jane, dan Michael pun akhirnya meninggalkan kediamannya dan mengunjungi kediaman calon mempelai pria. Mereka tak ingin dianggap berbohong dan membuat keluarga mempelai pria malu.

"Apa kita harus selalu seperti ini tiap kali akan menikahkannya? Lebih baik aku menghadiahinya teko saja atas pencapaiannya. 3 kali! 3 kali dia membuat kita harus menahan malu di depan keluarga calon besan kita," ungkap Mom Jane kesal.

"Sudahlah, Mom. Sebaiknya kita biarkan saja ia memilih pasangan hidupnya sendiri. Ia sudah dewasa," ucap Michael.

"Kalau begitu, kamu bersiaplah untuk menerima perjodohan dari kami. Kamu juga belum menikah di usiamu yang sudah 27 tahun," goda Dad Stanley.

"Aku masih melanjutkan pendidikanku, Dad. Mau dikasih makan apa nanti istriku," Michael berusaha mengelak.

"Tenang saja masalah itu. Daddy dan Mommy yang akan memberinya makan," Dad Stanley dan Mom Jane saling melirik satu sama lain dan tersenyum karena sudah berhasil menggoda putranya, sementara Michael mencebik kesal.

🧡 🧡 🧡

1
Sri Ariyanti
ok
Rita Juwita
selalu luar biasa..
Ririn Nursisminingsih
yg a suka dari karyamu thor ndak bertele satset langsung seleseai🤩🤩
Ririn Nursisminingsih
cowok kok plinplan seenaknya
Ririn Nursisminingsih
lyin jg jatuh cinta dulu sama bass ..biar dia yg ngejar2 kmu🤗🤗
Ririn Nursisminingsih
rasain kmu bass salah sendiiri bilang klau gay...🤣🤣
Ririn Nursisminingsih
bucin kmu nanti bas sama lyin
Ririn Nursisminingsih
kedua pengantin yg sama2 melarikan diri akhirnya ketemu🤣🤣
ms. yati74
Luar biasa
Ari_nurin
bukannya ini pagi ya .. mereka bangun tidur pagi hr .. kok trs jd malam ya ??
Ari_nurin
dg Lynn kamu dpt perawan..coba klu kmu nekad mengejar Alexa kamu cuma dapat bekas Darren
udah tau Alexa spt masih aja cinta dulu ..
Ari_nurin
sontoloyo emang kamu giovan .. pengen misuh tp kok ga enak nulis disini. klu aku jd lynn mending tinggal pergi aja. laki laki pecundang ya spt ini .. ga ada gentle nya blas Alias banci
Vina Vina: Nggak jadi baca lah...🤣
total 1 replies
Ari_nurin
lah kamu sendiri aja br saja ketemu Alexa .. laki laki pecundang kamu ternyata giovan .. Eman Eman Lyn dpt kamu
Ari_nurin
betul banget Lyn .. enak di dia ga enak di kamu .. jangan mau Lyn pdhal emng dia yg dijodohkan ama kamu 🤣🤣🤣
Ari_nurin
selamat dtg di dunia orang bodoh .. sdh tau Alexa mencintai laki laki lain kok masih dipelihara rasa cinta klu ga orang bodoh ga ada tuh 😂😂
Arie
Luar biasa
Alexa Juliana
Sepertinya Abas junior lg otw niihhh
Alexa Juliana
Cemburu ya Abas melihat Lynn tertawa dgn pria lain? Laaahh bagaimana dgn perasaan Lynn yg melihatmu bahagia juga saat sedang bersama Alexa yg notabene adalah calon istri orang..
Alexa Juliana
Kau mulai merasakan kehadiran Lynn sangat mempengaruhimu, dan saat Lynn ga ada kau merasakan kehilangan..
Alexa Juliana
Benar Lynn..Orang sabar rezekinya lancar...😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!