NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Gadis Somplak

Kisah Cinta Gadis Somplak

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Rita Tatha

Dibalik sikap ceroboh dan somplak di antara ketiga sahabatnya, Zahra menyimpan kisah hidup yang cukup memilukan. Masa kecil bersama Yudha di sebuah Panti Asuhan, membuat Zahra menganggap Yudha sebagai kakak bahkan Zahra sangat mengagumi lelaki itu dan berharap bisa menjadi pendamping hidup Yudha selamanya—kelak.

Di satu sisi, Zahra berusaha menghindar dari Arga karena tidak ingin 'sial' jika berada di dekat lelaki itu. Setelah sebuah penolakan terlontar dari mulut Zahra, Arga memilih untuk pergi.

Namun, bagaimana jika sebuah rahasia tentang Yudha terkuak dan hal itu membuat Zahra kecewa? Akankah Zahra bisa memaafkan Yudha, atau mengejar cinta Arga yang pernah dia tolak sebelumnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

02

Ketika Zahra berbalik, dia terkejut saat melihat Arga sedang berdiri dengan sudut bibir tertarik membentuk senyuman tipis. Arga baru saja hendak ke rumah pribadi milik Pandu untuk menjemput atasannya tersebut. Namun, dia menghentikan mobilnya saat melihat Zahra yang sedang berdiri di samping motor.

"Pantesan gue sial ternyata ada Tuan Arga di sini," gumam Zahra.

"Kamu bilang apa?"

"Ti-tidak, Tuan." Zahra tergagap saat mendengar suara Arga yang begitu tegas. Bahkan, membuat tubuh Zahra seketika menciut.

"Hari ini adalah hari pertama kamu bekerja. Ingat! Kalau sampai terlambat maka Tuan Pandu tidak akan segan-segan memecatmu meski kamu adalah sahabat Nona Rasya!"

Zahra menelan ludah kasar saat mendengar omelan Arga yang panjangnya seperti rel kereta api. Apalagi saat melihat senyum Arga yang begitu meledeknya.

"Tapi, Tuan ... motor saya bannya bocor." Zahra memasang wajah memelas untuk menarik simpati, tetapi Arga tidak peduli.

Arga justru masuk ke mobil begitu saja. Zahra yang melihatnya pun tak kuasa menahan emosi. Berbagai umpatan keluar saat melihat mobil Arga perlahan menjauh.

"Gue sumpahin Tuan Arga kalau buang air besar kakinya ditekuk alias jongkok!" serapah Zahra.

"Neng, dimana-mana orang kalau buang air besar pasti jongkok kecuali closet duduk," timpal seorang warga yang berdiri di belakang Zahra.

"Eh iya, ya. Kenapa gue jadi kaya orang bod*h gini?" Zahra menonyor kepalanya sendiri hingga membuat orang tadi tertawa saat melihatnya.

Zahra pun dengan terpaksa mendorong motor yang beruntungnya berjarak tidak cukup jauh dari tempatnya tadi. Ketika baru saja di bengkel, Zahra terdiam saat melihat seseorang berhenti di sampingnya. Namun, saat melihat siapa orang itu, senyum Zahra merekah sempurna.

"Mas Yudha!" pekik Zahra.

Yudha melepas helm lalu turun dari motor, "Motormu kenapa?" tanya Yudha.

"Bocor." Zahra menjawab manja.

"Astaga, kalau begitu taruh motormu di sini aja dan kamu berangkat sama aku." Yudha menawari. Tanpa menunggu lama, Zahra langsung menyanggupi. Dia tidak menyangka kalau akan bertemu lelaki yang dia kagumi dan selalu menjadi malaikat penolong untuknya.

Setelah Zahra duduk membonceng, Yudha pun segera melajukan motornya menuju ke Perusahaan ADS Group. Yudha sedikit mempercepat lajunya karena waktu yang sudah sangat mepet.

Sepuluh menit berada dalam perjalanan, Yudha memarkirkan motornya di parkiran, sedangkan Zahra bernapas lega karena dirinya tidak jadi terlambat. Zahra pun menghubungi Margaretha untuk mengambil motornya di tukang tambal ban tadi.

"Ayo, Ra. Kita masuk." Yudha hendak menggandeng tangan Zahra, tetapi baru saja Zahra hendak meraihnya, Yudha sudah menarik tangannya kembali. Dia baru mengingat kalau saat ini sedang di area kantor dan Yudha tidak ingin ada gosip beredar tentang dirinya yang notabene masih anak baru.

Zahra mendesis kecewa. Padahal baru saja dia akan bergandengan tangan dengan Yudha, tetapi lelaki itu sudah keburu menarik tangannya.

"Aku naik dulu, Ra. Kamu di lantai bawah?" tanya Yudha saat mereka sudah memasuki lobby.

"Iya, Mas. Hati-hati." Zahra berkata gugup. Yudha hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan Zahra.

Sementara Zahra, mendekati seorang lelaki yang memakai seragam yang sama dengan dirinya. Zahra pun menghela napas lega karena lelaki tersebut merupakan office boy yang berada di satu bagian dengannya. Dengan langkah antusias, Zahra mengikuti lelaki tersebut menuju ke ruangan khusus untuk mereka. Zahra tidak mengetahui kalau jauh di belakangnya ada seorang lelaki yang sedang mengepalkan tangan saat melihat Zahra berjalan dengan lelaki lain.

1
Dulah Keweh
hai
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
Rita Juwita
luar biasa...
kaki novel
/Good//Good//Heart//Heart/
falea sezi
kok be kena aids
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙮𝙪𝙙𝙖, 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙜𝙖 𝙘𝙗 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙢𝙗𝙪𝙝 𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙟𝙜𝙣 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙨𝙜𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩𝙢𝙪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙪𝙙𝙝𝙖 𝙟𝙙 𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙤 𝙢𝙪 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙪𝙙𝙖𝙝2𝙖𝙣 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙮𝙜 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙡𝙖𝙜𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙪𝙙𝙖𝙝𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙞𝙣 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙙𝙧𝙥𝙙 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙙𝙞𝙗𝙚𝙣𝙘𝙞 𝙙𝙞𝙖 𝙡𝙧𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙣𝙪𝙙𝙪𝙝 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙡𝙖𝙝 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙜𝙖𝙨𝙨 𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙪𝙢𝙥𝙪𝙣𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙟𝙡𝙨 𝙟𝙜 𝙩𝙖𝙧 𝙜𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗𝙖𝙣 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙟𝙙 𝙥𝙚𝙣𝙚𝙣𝙩𝙪 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙚𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙤𝙙𝙪𝙨𝙨 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙢𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙟𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖 𝙠𝙚𝙙𝙪𝙡𝙪𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙩𝙧𝙨 𝙩𝙖𝙠𝙪𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙘𝙚𝙬𝙖𝙞𝙣 𝙡𝙜 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙖𝙣 𝙜𝙖 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙣𝙤𝙡𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙢𝙪.
Marlina Malla Cessa
bagusss cerita nyah ga ngebosenin 🥰🥰
pipi gemoy
👍🏼👏🏼☕🙏🏼
pipi gemoy
congrats Arga n Zainab 🌹
pipi gemoy
😆😆😆😆😆😆😆
pipi gemoy
Arga mulai baper seperti si panu😆😆😆👻
pipi gemoy
ya ampun nih si Zainab minta di sleding 😂😂😂😂😂
pipi gemoy
ortu Arga noh👍🏼👏🏼🌹
pipi gemoy
Yudha memenuhi janjinya dengan menjaga Zahra sampai akhir hayat 🥀
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
sempat sempat menjadikan Arga tumbal setan👻👻👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!