NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor

Status: tamat
Genre:Poligami / POV Pelakor / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:658.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Shan_Neen

Berawal dari pertemuan kembali di acara reuni SMA, Sarah Amalia berjumpa dengan cinta pertamanya, setelah sekian lama mereka berpisah.

Kedekatan mereka pun kembali terjalin, dan kabar gembira pun datang, setelah beberapa bulan mereka menjalin hubungan.

"Maukah kau menjadi istriku?" tanya Miko, cinta pertama Sarah.

Dengan mata berkaca-kaca, perempuan itu pun mengiyakan ajakan kekasihnya.

Pernikahan pun terjadi. Setelah beberapa bulan, tiba-tiba datang seorang wanita ke hadapannya.

"Perkenalkan, saya istri pertama suamimu."

Bagai disambar petir, Sarah harus menerima kenyataan pahit itu, dikala dirinya tengah mengandung buah cintanya dengan Miko.

Bagaimana kelanjutan kisah ini? Akankah Sarah tetap bersama Miko? Atau justru menemukan cinta yang lain? Mari kita simak selengkapnya😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan_Neen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menggoda

"Mbak, mau tanya dong." kataku saat telah berhadapan dengan si mbak SPG itu.

"Iya, Kak. Ada yang bisa dibantu?" sahutnya.

"Ehm … itu … eng … anu …," entah kenapa aku mendadak gugup dan ragu untuk bertanya.

"Kakak sedang butuh sesuatu?" tanyanya saat melihat aku kebingungan.

"Iya … ehm … itu … li-nge-ry. Saya lagi cari itu," ucapku sambil mengeja kata yang sangat asing itu.

"Oh … Silakan ikut saya, Kak," ucapnya yang kemudian menunjukkan ke sebuah stand, di mana terdapat banyak sekali baju-baju dengan bahan transparan dan minim kain.

Aku mengernyitkan alis melihat baju-baju itu. Kenapa mbak SPG-nya membawaku kemari? Baju-bajunya sangat mengerikan.

"Silakan, Kak. Bisa dipilih, mau yang seperti apa," ucapnya sambil menunjuk ke deretan baju transparan itu.

"Hah?!" aku menganga dibuatnya.

"Mbak, saya carinya li-nge-ry. Kenapa malah dikasih lihat baju transparan begini?" keluhku pada SPG itu.

"Maaf, Kak. Tapi yang namanya lingery ya yang seperti ini. Memangnya kakak belum pernah lihat bentuknya?" tanyanya yang langsung membuatku diam.

Hah? Yang benar saja. Dasar si Murni mesum. Masa aku harus pakai baju seperti ini di depan suamiku. Malu lah.

Aku hanya diam sambil melihat ke kiri dan kanan, di mana banyak sekali model dan jenis dari baju yang katanya seksi itu.

"Bagaimana, Kak? Sudah ada pilihan atau masih mau melihat-lihat dulu?" tanya SPG itu lagi, dan membuatku tersadar dari pikiranku.

"Ehm … boleh saya pilih-pilih dulu, Mbak?" tanyaku yang sebenarnya masih ragu.

"Boleh, silakan. Kalau sudah dipilih, nanti bawa ke sana ya, Kak," ucapnya sambil menunjuk ke arah tempatnya berdiri tadi.

"I … iya, baik," sahutku.

Mbak SPG itu pun lalu pergi meninggalkan aku yang masih kebingungan, antara menunaikan niatku atau membatalkannya saja.

Namun, setelah teringat omongan Murni kemarin, aku pun jadi ikut penasaran dengan alasan suamiku, yang terus membuatku menjadi seorang perawan yang bersuami.

Akhirnya dengan gamang, aku pun memilih satu yang berwarna hitam. Setidaknya jika hitam, akan tersamar di dalam kegelapan dan tidak terlalu terlihat.

"Baiklah. Aku ambil yang ini saja,"

Aku pun mengambil sebuah lingery hitam, lengkap dengan g-string-nya yang saat itu kukira tali rambut, karena ukurannya yang sangat kecil dan tipis.

Setelah membayarnya, aku pun pulang.

Kebetulan, setelah menikah aku hanya tinggal berdua dengan suamiku di rumah yang kami kontrak.

Aku tak pernah mempertanyakan ke mana gajinya selama ini, sampai ia tak memiliki tabungan untuk membeli sebuah rumah.

Aku hanya ingin berusaha menjadi istri yang tak banyak tanya, dan menerima saja apa yang diberikan oleh suamiku.

Toh, selama ini dia selalu memberi uang belanja yang sangat cukup, hingga aku bisa menabung sisanya untuk keperluan pribadiku.

Aku membuka tas belanjaan yang berisi benda yang lebih mirip seperti jaring ikan itu, dan membentangkannya di atas tempat tidur.

Kufoto, lalu kukirimkan ke nomor Murni.

"Bebs, ini bener yang namanya lingery itu? Kok kaya jaring ikan gini sih?"

Sejenak kemudian, masuklah pesan balasan dari Murni.

"🤣🤣🤣🤣 pinter juga milihnya. Iya bener yang itu. Coba ntra malem langsung pake. Sama itu juga dipake yah," dia mengirim balik foto yang kukirim, dengan melingkari benda yang kukira tali rambut itu.

"Emang itu apaan?" tanyaku.

"Itu salah satu peralatan tempur. Makenya kaya kamu pake ****** ***** gitu," jawabnya.

Gila! Masa aku harus pakai beginian juga? Ternyata benda aneh ini dipakai di bawah? Ya ampun! Kenapa harus seaneh ini sih caranya.

"Kamu nggak lagi ngerjain aku kan, Mur?" tanyaku memastikan.

"Ngapain juga aku ngerjain kamu. Udah sana siap-siap. Mandi yang bersih biar wangi. Terus tunggu suami pulang. Jangan lupa, pas pake itu, kamu juga kudu pake lipstik yang warnanya merah merona, biar tambah uwow," kata Murni.

Aku yakin saat ini dia sedang menertawakanku di sana. Dasar si mesum akut.

Aku tak membalas chat-nya lagi. Tapi, dia kembali mengirimkan chat padaku.

"Good luck, ya. Cepet bunting juga🤣"

Hah … aku tidak tahu apa ini akan berhasil atau tidak. Tapi, sepertinya semua ini memang perlu dilakukan untuk memastikan kondisi suamiku.

Sore pun menjelang. Kini semburat jingga di ujung barat menghias cakrawala, yang membuat suasana begitu indah.

Aku menantikan suamiku pulang, dengan duduk di kursi teras depan.

Miko biasanya pulang sebelum magrib, dan itu sebentar lagi. Aku merasa deg-degan, apalagi saat mobil yang ia kendarai telah masuk ke pekarangan rumah.

Suamiku selalu memakai mobil yang katanya inventaris kantor, dan lagi-lagi aku tak pernah bertanya, kenapa tak ambil kredit mobil sendiri saja. Sebagai seorang kepala cabang dari salah satu kantor asuransi ternama di kota ini, bukan hal mustahil jika dia bisa membeli mobil sendiri.

Tak sadar, rupanya Miko sudah berdiri di depanku.

"Assalamualaikum," sapanya sambil mengulurkan tangan ke arahku.

"Ehm … waalaikumsalam, Mas. Kamu udah pulang?" sahutku yang terlihat sangat gugup.

Aku menyambut uluran tangannya dan mencium punggung tangan suamiku itu.

"Kamu sakit?" tanyanya sambil menyentuh keningku.

Aku hanya menggeleng pelan sambil tersenyum.

"Ya sudah. Yuk masuk! Udaranya semakin dingin di luar," ajaknya sambil merangkul pundakku.

Seperti yang ku katakan, dia sangat lembut dan sopan padaku. Aku pun bertanya-tanya, kenapa dia sama sekali tak mau memberi hakku sebagai istrinya.

Seusai mandi, Miko dan aku Shalat magrib berjamaah, dan kemudian kami bersantai di ruang tengah sambil menonton TV, menunggu waktu Shalat isya datang.

Selepas shalat isya berjamaah, kami pun makan malam bersama. Saat itu, aku mulai kembali gugup memikirkan apa yang akan kulakukan setelah ini.

Setelah makan malam, aku langsung masuk kamar, sedangkan Miko, seperti biasa dia selalu menonton TV hingga malam.

Aku mondar mandir di dalam kamar. Apa aku batalkan saja niatku itu. Rasanya sangat malu saat membayangkan diriku, hanya terbalut baju transparan yang jauh dari kata layak pakai itu.

Namun, perkataan Murni kembali mengusikku. Aku menarik nafas dalam, sambil menutup mata. Kuambil tas belanja yang tadi siang, dan segera masuk ke dalam kamar mandi.

Kupandang benda menerawang itu, dengan 'bismillah' aku niatkan untuk ibadah dan menunaikan tugasku sebagai seorang istri.

Malam mulai merangkak. Sudah sekitar pukul sepuluh malam, tapi Miko belum juga masuk ke kamar.

Aku masih menunggunya dengan was-was, sembari duduk di bibir ranjang. Akhirnya, aku pun keluar kamar. Beruntung, lampu-lampu sudah kumatikan sebelumnya, sehingga hanya ada cahaya dari layar TV saja yang menyinari ruang tengah.

Aku berjalan perlahan mendekati Miko.

"Mas," panggilku lirih dengan suara yang terdengar gemetar.

Miko menoleh, dan aku bisa melihat netranya membulat penuh.

Aku menunduk karena malu, sembari menutupi dadaku yang hanya terhalang kain jaring itu, tanpa ada apa pun di baliknya.

Miko mematikan TV-nya, dan itu membuat ku mengangkat kepala seketika.

Kulihat, Miko berjalan ke arahku dan melewatiku begitu saja. Hatiku mencelos, mendapati reaksinya yang seperti tak menyukai hal gila yang kulakukan ini.

.

.

.

.

Jika kamu suka, silakan like dan komen di bawah🙏😊

1
Jmath
Tidak bisa seratus persen menyalahkan Miko, jika Sarah tidak mulai meladeni Miko juga semua ini tidak akan terjadi
Jmath
kurang nya perhatian istri membuat Miko akhirnya mencari perhatian itu dari wanita lain
Jmath
laki-laki yang tidak bersyukur
Jmath
miko adalah laki-laki yang wajib dihindari
Surati
ceritanya bagus 👍🙏🏻semangat thor 💪
Bundanya Pandu Pharamadina
otw di mari mbak Author
Windarti08
yg punya lobang bukannya ngusir tikusnya, tapi malah keenakan Thor... 🙈🙈🙈
🐌KANG MAGERAN🐌: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Windarti08
aku tuh lugu dan polos Thor... jadi gak tau "Dia yg udah bangun" itu siapa?
kasih penjelasan dong Thor... jangan digantung kek jemuran di musim hujan gitu🤭😆
🐌KANG MAGERAN🐌: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Windarti08
woles Mas Tino... jangan nge_gas gitu ah, wong adikmu maunya cuma sama Pak duda yg kamu panggil berengsek dan badjingan itu, gimana dong😅😅
Windarti08
hukuman untuk Lidya dibayar kontan... dulu dia menolak untuk hamil dan menjadi Ibu demi karir yang sedang melejit, sekarang... dia divonis kena kanker ovarium stadium lanjut dan terancam diangkat rahimnya. hmmmm.....miris sekali
Windarti08
mamam tuh hasil dari keegoisanmu Lidya... jangan nyalahin Miko doang, kau pun punya andil yg besar dalam kehancuran rumah tanggamu.
bukannya dulu kau yg nantangin Miko buat nikah lagi saat Miko minta kau untuk hamil, knapa jadi kau salahkan Miko jahat karena dia nikah sm Sarah? mengapa batas sekarang kau mau berubah untuk menjerat Miko kembali padamu lagi? udah telat Lidya!
sekarang saatnya kau instropeksi diri
Windarti08
jadi, sebenarnya Miko sadar kalo bayi perempuan itu bukan anak kandungnya...
Windarti08
Jefry Budiawan siapa ya Thor... maaf, apa ada yg aku lewatkan?🤔
Windarti08
mungkin emang lebih baik si jabang bayi gak selamat, Allah lebih sayang dia, jadi diambil lagi oleh pemilik yg sesungguhnya, daripada ia hidup menjadi rebutan dan orang tuanya gak utuh lagi
Windarti08
hadeh... apa sih maunya Sarah ini... kalo bisa menghindari pertemuan dengan Lidya, knapa ini malah ngejar Lidya? ntar ujung-ujungnya sakit hati karena lidah tajam Lidya beserta teman-temannya, kram lagi tuh perut😏😏
Windarti08
perasaan dokter Fadil luang banget waktunya... selalu bisa ketemu saat Sarah menenangkan diri di taman RS
Windarti08
ntar kalo udah lahiran Miko masih gak tegas dengan pernikahan poligaminya pisah aja Sar, gugat cerai Miko.
ngapain masih bertahan dengan laki-laki gak punya pendirian seperti Miko.
dia yg salah, Sarah yg dihujat ibu-ibu bermulut pedas
Windarti08
mungkin yang dimaksud author IGD kali ya...😅✌
🐌KANG MAGERAN🐌: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
ℒ⃝esℽαͦ°᭄🐾
dih othor ngeprenkk nih
🐌KANG MAGERAN🐌: maaf kan othor yang iseng ini 😅
total 1 replies
ℒ⃝esℽαͦ°᭄🐾
puber kedua si miko, salah lidya jg sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!