NovelToon NovelToon
My Teacher My Mate

My Teacher My Mate

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:827.3k
Nilai: 5
Nama Author: Distinguish

Ayyas dipaksa menikahi perempuan pilihan orang tuanya. Padahal dia sangat ingin menikah dengan perempuan pilihannya sendiri.

"Kata mama Yuyun yang bakal nikah. Kenapa jadi Ayyas ma?"

"Itu cuman akal-akalan mama. Kalau mama bilang kamu yang nikah, kamu pasti sudah kabur duluan kembali ke rumah. Salah kamu juga, umur sudah 33 tapi belum menikah juga. Mama tidak mau tahu, pokoknya kamu harus menikah besok! Bisa malu kita sama tetangga kalau pernikahannya dibatalkan," ucap ibu pak Ayyas dengan tegas.

Akankah pak Ayyas bahagia dengan perjodohan itu? Atau justru berakhir bercerai dengan perempuan yang dijodohkan dengannya?

Ikuti terus untuk tahu jawabannya!

JANGAN LUPA DILIKE YA DI SETIAP EPISODENYA😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Distinguish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecemasan Nisa

Bel istirahat berbunyi. Sahabat Nisa mengajaknya ke perpustakaan untuk membaca buku.

Nisa awalnya tak ingin ikut bergabung akhirnya ikut juga setelah diajak berulang kali.

Nisa sebenarnya malas membaca buku. Ia lebih menyenangi mengeksplor artikel di internet. Informasi terkini yang dikemas sangat sempurna lebih menarik untuk dibaca. Berbeda dengan sahabat-sahabatnya yang sangat suka membaca buku.

Nisa sedang asyik membaca buku di samping Juliana, Fina, dan Dania. Tiba-tiba Zulfitri menepuk bahu Nisa dari belakang. Spontan ia kaget.

Ternyata Zulfitri mengajaknya ke kantin bersama Saleha dan Nuraida. Nisa menolak dengan alasan telah sarapan di rumah. Nisa memang selalu sarapan di rumah sebelum berangkat ke sekolah. Sarapan bersama telah menjadi tradisi pagi hari di keluarganya.

Beberapa menit kemudian, mereka mulai merasa bosan. Mereka pun saling bercerita mengenai jurusan apa yang akan dipilih setelah lulus sekolah nanti.

Saat sedang asyik bercerita, seseorang menepuk pundak Nisa dengan buku.

"Kirain kalian sudah pergi. Ternyata belum toh. Saya kan sudah bilang saya sudah sarapan di rumah, guys. Jadi kalian pergi sajalah,” pinta Nisa kesal.

Siswa yang lain menatapnya dengan raut muka ketakutan. Melihat ekspresi mereka, Nisa langsung berbalik.

Di belakang ternyata ada pak Ayyas yang tengah berdiri sambil memegang buku yang digunakan tadi untuk menepuk Nisa.

“Ini perpustakaan, tolong jangan ribut!” pinta pak Ayyas dengan lembut.

“Iya Pak.” Nisa menunduk malu.

Ditegur langsung oleh guru adalah hal yang memalukan baginya. Untung saja cara menegur pak Ayyas lembut.

Segera ia menyimpan buku yang baru saja dibaca dan kembali ke kelas dengan langkah yang dipercepat.

Pekan selanjutnya, pak Ayyas akan mengajar di kelas Nisa lagi.

Nisa tak bisa tenang malam itu, yah malam sebelum pak Ayyas akan mengajar besok. Ia masih merasa sangat malu atas tindakannya tempo hari di perpustakaan.

Ditambah lagi ia merasa sangat cemas kalau besok pak Ayyas akan membahas materi adab. Bisa saja ia disinggung karena tidak mematuhi adab di perpustakaan.

Hal yang dikhawatirkan benar-benar terjadi.

Keesokan harinya, pak Ayyas memulai kelasnya dengan sebuah pertanyaan. “Di sini siapa yang sering ke perpustakaan?”

Banyak siswa yang tidak mengacungkan tangan, termasuk Nisa.

Pak Ayyas lalu bertanya kepada Nisa. “Kamu jarang ke perpus ya?”

“Iya Pak”, jawabnya malu.

“Pantas saja kamu tidak tahu aturan yang harus ditaati oleh pengunjung perpus”.

"Guru ini benar-benar kurang ajar, bisanya cuma membuat orang lain malu saja." Nisa menggerutu dalam hati.

“Saran untuk siswa yang lain tolong kalau masuk perpus itu jangan ribut ya!”

“Iya Pak.” Nisa ikut menjawab.

Bel berbunyi.

Pak Ayyas meminta semua siswa untuk mengumpulkan tugasnya ke Nisa. Kemudian berkata, “Nisa, tolong bawa tugas teman-temanmu ke ruangan saya nanti”.

Setelah berkata seperti itu, ia mengakhiri kelas dengan salam dan langsung melenggang keluar.

"Guru ini betul-betul merepotkan, untuk membawa buku saja harus siswa yang bawakan."

Dengan terpaksa Nisa mengumpulkan tugas teman-teman dan membawanya ke ruangan pak Ayyas. Tentunya ia tak ingin pergi sendiri, ia mengajak Juliana dan Aida.

Setibanya di ruang guru, pak Ayyas memberikan lembaran kunci jawaban dari soal-soal pilihan ganda yang diberikan di kelas tadi.

“Kalian bertiga tolong periksa tugas teman-teman kalian, nanti biar saya yang memberikan nilai.”

Setelah itu ia berlalu begitu saja meninggalkan ketiga siswanya ini.

*Jangan lupa tinggalkan jejak kakak

1
Eliani Elly
Yasalam Nisa, nilai sich penting tapi gak harus smpe segitunya juga x, nyiksa diri sendiri banget itu mah
Eliani Elly
Ibunya Pak Ayyas juga salah, masak membiarkan Susan juga nginap
Raiiiuka AboIzozaksk
ll
Raiiiuka AboIzozaksk
a
Raiiiuka AboIzozaksk
osos
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
novita suwandi
lah pak guru kok pacaran???kan paham klo itu haram...
Novi Lyani
manggilnya mamah apa ibu nisa tuh thor...agak bingung aku
AR Althafunisa
Alhamdulillah... smoga ga ujian yg berhubungan dgn ulat gatel 🤭
AR Althafunisa
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
AR Althafunisa
benar kata Nisa, ngapain lama2 nunggu ujung2nya ga berjodoh. kaya Iyyas yg bodoh 😭
AR Althafunisa
aku juga kecewa seperti Nisa 😭
AR Althafunisa
ah Nisa 😭😭😭
AR Althafunisa
ah Nisa 😭😭😭
AR Althafunisa
koq aku sedih ya, istri yg tidak dicintai malah mencintai wanita dimasa lalunya 🥲🥲🥲
Sidarmin Sidarmin
bagus ko novelnya semangat 💪💪 thoor y,, berkarya
Author SUPERSTAR: Ma kasih🤗🤗
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Mungkin pak Ayyas udah tau ya kalo Nisa itu yg di jodohkan dengan nya..
Ayu Wardhanii
.
Bunda satria
guru agama kok pelakor malu maluin aja
Author SUPERSTAR: Iya, pak Ayyas & bu Susan mmg akhlakless kak 🤦🤦
total 1 replies
Bunda satria
bener bisa Ama Syam aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!