Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.
ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan
"Kepada calon mempelai wanita dipersilahkan memasuki ruang acara"
suara MC menggelegar mengisi seluruh ruangan dengan dekorasi yang sangat mewah. tentu saja, hari ini adalah acara pernikahan antara freya sasmita nugroho dan juga aksa dirga wardana.
keduanya merupakan anak dari salah satu pengusaha kaya raya dan juga pejabat daerah di negara I. pernikahan ini didasarkan pada perjanjian antara kedua pihak orang tua yang memiliki tujuan masing-masing.
"ayo nak, calon suami mu pasti sudah tak sabar menunggu" Ria , adalah ibu dari calon mempelai pria yang mendampingi calon menantunya bersama calon besan.
"iya tante" freya sedikit gugup tapi coba ditepis. pernikahan yang terjadi bukan karena keingannya tapi juga bukan keterpaksaan untuk dilakukannya. semua mengalir begitu saja dan atas kesepakatan kedua calon pasangan pengantin juga yang memang setuju untuk menikah setelah beberapa minggu pendekatan dan tunangan. tak lama setelah itu memutuskan untuk menikah saja karena memang tak ada halangan dan juga tak ada yang harus ditunggu
usia freya saat ini adalah 25 tahun, usia yang sudah cukup matang untuk wanita menikah. sedangkan aksa sendiri juga sudah berusia 27 tahun dan keduanya tak berbeda jauh sehingga banyak kecocokan meski belum saling mencinta satu sama lain. dan keduanya jujur akan hal itu
"cantik sekali calon istriku, bagaimana ini aku nervous banget sekarang" aksa mencoba menenangkan diri tapi yang datang justru membuatnya semakin tak tenang karena takut jika sampai salah nantinya
"tenanglah, kau tak akan dipenjara hanya karena salah berucap" freya memberikan semangat pada aksa yang saat ini sudah mengatakan siap untuk acara penyatuan ikatan dua insan
"bagaimana para saksi?"
"Sah, pak"
"sah"
semua berteriak dengan kompak mengatakan bahwa aksa sudah melakukan dengan baik dan dalam satu kali tanpa ada pengulangan.
aksa tersenyum pada wanita cantik disampingnya yang kini telah sah untuk dibawa pulang dan tinggal satu atap dengannya. sebagai seorang yang bekerja didunia politik mengikuti jejak sang ayah yang merupakan pejabat daerah. tentu saja aksa menginginkan wanita yang sempurna untuk mendampinginya.
begitu pun dengan freya yang sudah hidup bergelimangan harta sejak kecil, baginya yang paling penting adalah tidak kekurangan uang. karena itulah keduanya menikah karena merasa akan saling melengkapi.
"ayo pakai kan cincinnya, kalau mau yang lain nanti malam saja" ucap alin, adik bungsu aksa yang sudah menikah lebih dulu dibandingkan kakak-kakaknya yang masih betah membujang
"lin, kamu membuat kakak iparmu malu" tegur aksa yang memang sikapnya sangat lembut dan hangat
"iya maaf" alin menyerahkan kotak berisi cincin pernikahan untuk kakak dan kakak iparnya
tangan freya dan aksa sudah melingkar cincin yang artinya keduanya sudah bukan single lagi saat ini. setelah ucapan dari keluarga dan juga saudara dekat karena memang acara akadnya hanya dihadiri oleh keluarga inti saja. barulah nanti saat resepsi mengundang banyak tamu dari rekan bisnis maupun teman dan saudara jauh
"Kakak kemana lin?" aksa tak melihat kakak pertamanya sejak tadi, atau memang dirinya yang tak fokus
"ada tadi kak" alin mendekat pada aksa "sama papi suruh nyiapin kamar khusus untuk kalian biar kakak juga tergoda untuk menikah kata papi" bisik alin
"ehem" freya sedikit mendangarkan ucapan adik iparnya dan membuatnya kembali gugup. biar bagaimana pun dalam pernikahan freya tau apa kewajiban sebagai istri dan itu membuatnya gelisah
"maaf kak, ayo kita foto sebelum ganti baju resepsi" ajak alin yang paling semangat. karena sejak kecil freya adalah anak sahabat papinya yang paling sering ditemuinya dan usianya juga tak beda jauh
"oke" freya beranjak dan menghampiri keluarga yang sudah berkumpul untuk mengabadikan momen indah hari ini, acara foto-foto pun berakhir dan para saudara menikmati makanan yang sudah tersedia dan akan segera bersiap untuk acara resepsi yang akan diadakan setelah jam makan siang nanti sampai sore hari
freya mendekati maminya.
"mi, jangan nangis terus" freya menghapus air mata ibunya yang sejak tadi masih saja tak bisa berhenti karena haru dan juga sedih anaknya tak akan ada lagi setiap hari lagi di rumah
"maaf sayang, mami terlalu bahagia" sasmita sedikit berbohong tapi juga tak sepenuhnya, karena memang ada kebahagian tersendiri melihat anak sulungnya menikah dengan orang yang tepat dan sudah tau bibit bobotnya sejak dulu
"tentu saja mami harus bahagia" freya mengecup pipi sasmita
"kak, kau tau aku pun sangat bahagia karena tak ada saingan lagi di rumah" acha menjulurkan lidahnya, meledek freya yang pastinya akan kesal dengan adik bungsunya
"jangan harap" freya tak mau mengalah
"kakak ipar segera bawa istrimu setelah ini ya, aku akan jadi anak tunggal di rumah" acha meminta pada aksa agar membawa kakaknya pindah,
"dek" freya menjitak kening acha karena kesal
"aman cha, kamu segera jadi anak tunggal" aksa juga bukan orang yang kaku, tentu saja karena pekerjaan yang mengharuskannya bertemu banyak orang dan bersikap ramah
"thank you, dan selamat menjaga bocah tua yang sangat manja itu" acha memang suka sekali membuat kakanya kesal. dan keduanya selalu saja bertengkar saat bertemu
"cha sudah!" nugroho memisahkan dua anak perempuan kesayangannya
"sayang, kamu ke kamar sama alin dan acha dulu ya, aku ada urusan dulu sebentar" aksa meminta istrinya beristirahat lebih dulu sebelum acara selanjutnya, sedangkan aksa, mertua dan papinya akan mengobrol
"iya" pertama kali freya dipanggil sayang oleh suaminya. dia senang tapi anehnya seperti biasa saja tak ada yang istimewa baginya
freya tak begitu peduli, dia mengajak adik dan iparnya membantunya ke kamar
"pelan-pelan kak" alin berusaha memegang tangan freya agar tak jatuh tapi
"aaaaaa" freya hampir saja tersungkur karena menginjak gaunnya sendiri
"lain kali hati-hati" seorang pria menyelamatkannya di hari pentingnya. jika tidak mungkin saja freya tak bisa berjalan atau melanjutkan resepsinya nanti
"terima kasih"
"kak, kamu baik-baik saja kan?" acha membantu freya berjalan pelan bersama alin sampai tiba di kamar
"aduh dek, kaki kakak bengkak nih, kayaknya susah pake sepatu" freya sangat sedih karena kakinya terkilir dan cidera. padahal sudah memesan sepatu yang mahal dan limited edition brand favoritnya
"kak jangan nangis" acha memeluk kakaknya, meski sering bertengkar tapi dia juga sangat menyayangi freya
suara ketukan pintu terdengar " aku aja" alin berjalan membukakan pintu
"ada apa kak?"
"kakinya sepertinya cidera, berikan salep ini dan oleskan"
"iya kak"
alin kembali kembali ke kamar memberikan obat untuk freya dan membantu mengobatinya. "ganti baju dulu kak, lalu istirahat masih ada waktu dua jam sampai persiapan make up kedua nanti" ucap alin
"iya, kalian juga istirahatlah tapi disini" freya takut hal tak diinginkan terjadi nantinya. tentu saja biar bagaimana pun aksa pria dewasa dan freya juga istrinya, pikirannya mulai berkelana dan membuatnya kesulitan untuk tidur
"mau makan kak?" tanya acha yang melihat kakaknya sedikit pucat
"engga, aku ngga laper dek" freya menolak karena tak berfikir tentang makan sedikit pun saat ini
"oh, aku tau pasti lagi mikirin malam pertama sama kak aksa ya" acha menggoda freya
bug "rasain, kakak bilangin papi ya biar dinikahin sekalian kamu nanti ngga usah sekolah" ancam freya pada adiknya
acha masih kelas tiga SMA saat ini. memang jarak usianya dengan kakaknya cukup jauh