NovelToon NovelToon
Dikejar Mafia, Tapi Gue Cuma Mau Lulus Skripsi

Dikejar Mafia, Tapi Gue Cuma Mau Lulus Skripsi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Komedi
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nisaicha

Target gue cuma satu,Lulus Skripsi. Tapi, gara-gara Abang kurir salah kirim paket barang ilegal, gue malah berurusan sama Arka, bos mafia paling ditakuti.
Bukannya dihabisin, gue malah disandera dan dipaksa jadi asisten pribadinya dengan ancaman gila, "selesaikan skripsimu, atau hidupmu tamat detik ini juga!"
Asli, kepala gue rasanya mau pecah, udah pusing mikirin revisian dosen killer, ditambah harus ngadepin bestie halu, Bara si bodyguard sedingin kanebo kering, dan Dino yang otaknya suka buffering pas lagi genting.
"Mas, tolong dong, mas.."Suara gue bergetar nahan nangis."Gue cuma mau revisi, bukan mau cari mati."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisaicha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Skripsi atau Nyawa

"Ya Allah, capek banget. Skripsi tuh fix kayak hubungan toxic. Capek hati, capek pikiran, tapi tetep harus dijalanin," rutuk gue sambil ngusap muka.

Huft, Udah empat jam gue melototin layar laptop, tapi kursornya kedap-kedip doang bikin gue makin pusing.

Gue ngelirik tumpukan kertas lecek di sudut meja. Semuanya penuh coretan tinta merah mahakarya Pak Baskoro. Asal lo tau aja, ini udah revisi kelima belas.

Pas lagi stres mikirin itu, HP di meja mendadak getar. Layarnya nampilin tulisan 'MAMA'. Gue narik napas panjang sebelum neken tombol hijau.

"Halo, Ma?" Suara gue langsung pelan.

"Ra, gimana bab empatnya? ACC kan hari ini? Mama udah mulai milih kebaya buat wisuda bulan depan. Jangan bikin malu Mama, anaknya Tante Yuni udah lulus duluan tuh."

Denger itu, rasanya pengen nangis. "Iya, Ma, ini lagi direvisi kok. Doain aja besok pagi Pak Baskoro khilaf, terus langsung tanda tangan."

"Pokoknya Mama nggak mau tau. Harus lulus!"

Tut tut tut

Telepon ditutup gitu aja. Gue naruh HP lagi ke meja. Sumpah, pengen ngilang aja rasanya.

Baru aja gue mau nutup muka pakai bantal leher, ada pesan masuk dari nomor nggak dikenal.

"Mbak, paket dari JNE udah saya taruh di meja pojok ya. Tadi Mbaknya lagi ke toilet. Terima kasih."

Gue ngernyit. Paket? Boro-boro belanja online, saldo ATM aja sisa gocap. Sambil ngedumel pelan, gue jalan ngecek ke meja pojok kafe yang agak sepi.

Di atas meja itu, ada koper kulit hitam legam. Saking capeknya mikirin revisi, gue udah nggak kepikiran buat curiga. Tanpa pikir panjang, gue langsung narik pengaitnya.

Klik.

Begitu koper itu kebuka, napas gue terasa sesak. Tangan gue yang masih megang risleting langsung dingin dan gemeteran.

Di dalamnya, tergeletak gepokan uang seratus ribuan, map tebal bertuliskan 'RAHASIA', dan satu pistol hitam legam lengkap sama peredamnya.

Kecium bau besi campur mesiu. Pikiran gue mendadak kosong. Ini bukan mainan. Ini senjata beneran.

Belum sempat nutup koper itu, HP di saku celana bunyi. Tangan gue yang masih gemetaran asal pencet tombol, niatnya mau dimatiin, eh malah kepencet speaker.

"Woy, Ra! Lo di mana sih? Gue mau cerita"

"Beb!" potong gue panik, suara gue udah getar semua. "Gue salah buka koper orang. Ada pistolnya! Sumpah, Beb, ada pistol"

BRAK!

Pintu kaca kafe didobrak kencang sampai retak.

Gue kaget, HP lepas dari tangan dan jatuh ke lantai. Tiga pria berbadan tegap dan berjas gelap nerobos masuk. Langkah mereka berat, ngawal satu pria di depan yang hawanya bikin merinding.

Suasana kafe mendadak hening total. Pelayan di kasir bahkan langsung ngumpet di bawah meja.

Pria yang di depan itu berhenti tepat di hadapan gue. Dia natap gue tajem banget, seakan nyawa gue tuh nggak ada harganya sama sekali.

"Kau baru saja membuka koper yang seharusnya membuatmu mati malam ini."

Suaranya datar dan dingin.

Lutut gue lemes banget sampai akhirnya jatuh duduk di lantai. Tenggorokan kerasa kekunci, boro-boro bisa teriak minta tolong. Ini beneran nyata. Nyawa taruhannya.

Pria itu sama sekali nggak ngeluarin senjata, tapi tatapannya sukses bikin gue mati kutu. Saking syoknya, akal gue beneran macet. Di tengah tangis, mata gue malah nggak sengaja nangkep tumpukan kertas revisian di meja sana.

Air mata ngalir, tapi mulut gue tetep nggak bisa dikontrol. "Mas, tolong, Jangan bunuh gue"

Dia cuma naikin sebelah alisnya.

"Gue cuma mau revisi, bukan mau cari mati." Napas gue tersengal-sengal, ngomong pun meracau nggak karuan. "Besok jam delapan pagi ada penentuan ACC. Kalo gue mati sekarang, skripsi gue batal, Mama udah keburu beli kebaya"

Dia diem, cuma merhatiin gue yang nangis sesenggukan di bawah kakinya.

"Bawa dia. Dan ambil semua barangnya."

Suaranya pelan, tapi tegas.

Detik berikutnya, dua bodyguard di belakangnya langsung maju. Mereka nyengkeram lengan gue kasar, narik gue paksa buat berdiri.

"Ampun, lepasin! Tolong!" jerit gue histeris. Gue nyoba berontak, tapi tenaga mereka nggak ngotak.

Salah satu dari mereka ngambil laptop dan tas ransel gue, sementara gue diseret paksa keluar kafe. Kaki bahkan sampai terseret di lantai saking nggak berdayanya.

"Laptop gue! Jangan dibanting, draf skripsinya di situ semua!" racau gue sambil nangis kejer, udah nggak peduli lagi dilihatin orang.

Gue didorong paksa sampai nyungsep ke jok belakang SUV hitam di luar. Pintu dibanting keras. Pria tadi sekarang duduk di sebelah gue, natap lurus ke depan dengan muka kaku.

"Jalan," perintahnya ke supir di depan.

Mobil langsung tancap gas. Gue cuma bisa meringkuk di pojok jok, meluk lutut sambil terus gemeteran. Keringat dingin udah bikin baju gue lepek. Air mata juga nggak mau berhenti.

Pria di sebelah nengok. Tatapannya yang datar itu sukses bikin nyali gue makin ciut.

"Buka laptopmu," perintahnya pelan, tapi jelas banget ngancem.

Gue geleng pelan sambil nahan sesenggukan. "Buat, apa?"

Dia agak maju, natap mata gue. "Kerjakan skripsimu. Kalau kau berhenti mengetik sebelum kita sampai di markas, kau mati malam ini juga."

1
beybi T.Halim
ya Allah gak ada tenang nya 1 hr pun ,neng rara apa gak tauma berat itu waduh..,mana mau sidang lagi kudu konsentrasi🙈laa ini malah tembak2an ,kejar2an haih saket dadaku
nischa: Hahaha maafkan Rara ya kak, Ujian hidupnya emang paket komplit, urusan skripsi bonus kejar-kejaran mafia 😭 Makasih banyak ya udah ikutan gregetan sama ceritanya
total 1 replies
beybi T.Halim
🤣🤣🤣🤣kocak ini
beybi T.Halim
kita mampir.,suka karakter ceweknya di awal sedikit penakut tapii bar bar👍kita lanjutkan
nischa: makasih kak✨
total 1 replies
Yuyum Yunengsih
lanjut Thor pengen baca bab selanjutnya
Yuyum Yunengsih
mulai seru nih, interaksi antar tokohnya dapet banget
Yuyum Yunengsih
wah, awal cerita yang langsung bikin penasaran sama karakternya😍
Yuyum Yunengsih
keren banget ceritanya, nggak nyesel ikutan baca dari awal. pertahankan terus kualitas tulisannya author
nischa: makasih kak✨
total 1 replies
Yuyum Yunengsih
semangat💪cerita nya seru😍
Winna Yun
wah wahh seru ni ka, lanjut ka
nischa: siap,ka😍
total 1 replies
Erni Saputri
lama kali upnya Thor🥺
Erni Saputri: ok semangat💪💪💪
total 2 replies
Suzie
💪 mangatt
nischa: siap,makasih🤩
total 1 replies
Cilia
Ceritanya enteng banget! Enak buat dibaca pas lagi ngisi waktu kosong. Vibesnya berasa lagi baca AU yang target audience nya emang nyari bacaan pas lagi penat😆
nischa: Makasih banyak ya! Senang banget kalau ceritanya bisa jadi teman pas lagi santai atau penat. Enjoy terus ya bacanya! ✨
total 1 replies
partini
lucu banget ini mahasiswi
nischa: terimakasih kak sudah mampir😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!