Avelin, seorang gadis muda yang menikah dengan pria matang bernama Zayn, kini harus menelan pil pahit ketika ia mendapati sang suami telah berselingkuh dengan cinta pertamanya.
Bukannya melabrak, Avelin justru menyusun rencana untuk membalas perbuatan mereka dengan cara yang lebih kejam.
Setelah ia mendapati wanita itu memiliki anak seusianya, ia menjadikan putra satu satunya wanita itu sebagai alat balas dendamnya.
" Velin, aku tahu kamu mendekati aku hanya sebagai alat balas dendammu kepada ibuku. Aku terima semua itu asalkan aku bisa tetap bersamamu. Aku mencintaimu Velin, maukah kau tetap bersamaku meskipun hanya sebagai pionmu?"
Apakah kedekatan mereka selama ini mampu menumbuhkan perasaan cinta di dalam hati Avelin, atau justru hanya kebencian yang mendarah daging dalam dirinya?
Yuk dukung kisah mereka hanya di sini!
Di sarankan membaca dari awal sampai akhir agar tidak mempengaruhi performa karya ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LUKA YANG MENYAYAT HATI
Di dalam ruang tamu bergaya klasik, Avelin Angelista menatap kue di depannya dengan tiga lilin yang masih menyala. Rupanya hari ini adalah hari anniversary pernikahannya yang ketiga. Sudah satu jam lamanya ia menanti sang suami tercinta namun belum kunjung datang juga.
" Mas, kamu dimana sih? Selalu saja begini." Gerutu wanita muda berusia dua puluh tahun itu. Ia mengambil ponselnya lalu menelepon suaminya.
" Halo mas, kamu dimana? Kamu kapan pulang? Aku sudah menunggumu dari tadi lho." Cerocos Velin setelah sang suami di sebrang sana mengangkat panggilannya.
" Sayang, mas tidak pulang hari ini. Mendadak mas ada dinas ke luar kota. Maaf ya, mas lupa mengabarimu tadi."
Velin menghela nafas dalam dalam. Entah mengapa akhir akhir ini Zayn Anderson, suaminya sering dinas keluar kota tiba tiba.
" Maaf ya sayang, besok kalau mas pulang mas ajak kamu jalan jalan sebagai ganti malam ini, gimana?" Imbuh Zayn, pria berusia empat puluh tahun yang kini menjadi pemimpin perusahaan Anderson Grup.
" Ya udah deh mau gimana lagi, mas kan terlalu sibuk sampai sampai lupa waktu. Bahkan mas pasti lupa kalau hari ini hari aniversary kita." Sahut Velin pasrah. Sudah menjadi konsekuensi seorang istri bos besar seperti Zayn.
" Tidak sayang, mas tidak lupa tapi mau bagaimana lagi semua ini karena tuntutan pekerjaan. Mas melakukan ini juga demi masa depan kita sayang. Terima kasih sayang kamu selalu pengertian kepada mas. Mas ucapkan happy anniversary untuk kita berdua." Ucap Zayn merasa bersalah pada sang istri.
" Selamat untukmu juga mas."
" Om Zayn sini! Mama mau tiup lilinnya."
Deg..
Jantung Velin berdegup kencang ketika mendengar suara seseorang di sebrang sana yang memanggil nama suaminya. Bukan kah suaminya sedang dinas? Lalu kenapa ada kata kata tiup lilin? Sebenarnya apa yang sedang di lakukan suaminya? Berbagai pikiran buruk memenuhi kepala Velin.
" Mas si... "
" Sayang, mas tutup teleponnya ya. Mas mencintaimu."
Bip..
Belum selesai ucapan Velin, Zayn sudah menutup teleponnya.
" Apa kau sedang bermain peran di belakangku mas?" Gumam Velin menatap layar ponselnya. Ia mengotak atik ponselnya sejenak.
" Restoran VIP." Gumam Velin setelah menemukan titik lokasi suaminya. Zayn tidak tahu kalau Velin memasang GPS di ponselnya yang terhubung dengan ponsel Velin.
" Rupanya kau tidak keluar kota mas. Ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku. Baiklah kalau begitu, mari kita lihat apa yang kau lakukan di sana."
Velin segera menuju restoran yang ada di pusat kota. Ia hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk sampai di sana. Ia berdiri di depan restoran bergaya mewah dengan kaca sebagai dindingnya membuat Velin bisa melihat kegiatan tiga orang beda usia di dalam sana. Ya, hanya tiga orang karena Zayn telah membooking restoran itu. Bahkan Velin pun tidak bisa masuk.
Nampak Zayn, satu wanita seusia dengannya dan satu orang pria seumuran dengan Velin tertawa bersama. Mereka nampak seperti keluarga bahagia yang sedang merayakan momen penting.
Velin hanya bisa menatap kebahagiaan mereka dari luar saja.
" Om ayo foto bareng sama mama buat kenang kenangan." Ujar pria itu.
" Oke." Sahut Zayn.
Zayn dan wanita itu segera berpose mesra layaknya pasangan kekasih.
" Oke siap. Satu dua tiga."
Cekrek cekrek..
Berbagai pose yang Zayn lakukan dengan wanita itu membuat hati Velin terasa nyeri. Sungguh tega sang suami membohonginya. Apakah kedua orang itu begitu penting di dalam hidup Zayn? Meskipun Velin tidak tahu siapa mereka namun Velin sudah bisa menebaknya. Entah tebakannya salah atau benar ia tidak memusingkan hal itu.
Setelah selesai berfoto, Zayn berdiri di hadapan wanita lalu.
" Selamat ulang tahun sayang." Ucap Zayn mengecup kening wanita itu.
Deg...
Tentu saja pemandangan itu bagaikan bom molotov yang meruntuhkan seluruh tulang tulang sendi Velin saat ini. Bahkan hatinya hancur berkeping keping. Sakit.. Hati siapa yang tidak sakit melihat sang suami berkhianat di depan mata kepalanya sendiri. Ia mengepalkan erat tangannya menahan sesak di dalam dadanya yang siap meledak. Velin tidak menangis, karena baginya air matanya terlalu berharga hanya untuk menangisi pria tak setia seperti Zayn.
Velin tidak menyangka jika hari ini akan tiba. Hari pengkhianatan terbesar suaminya. Masih teringat jelas di dalam ingatannya tentang bagaimana Zayn mengejar cintanya selama delapan tahun ini.
Velin, anak dari pemilik perusahaan Wijaya grup yang sering ikut ayahnya dalam pertemuan bisnis maupun jamuan lainnya membuatnya menjadi wanita terkenal di kalangan para pengusaha. Beberapa pertemuan dengan Zayn pun membuat Zayn jatuh cinta.
Velin yang memiliki sifat pendiam, sangat sulit untuk di dekati. Butuh waktu lima tahun untuk Zayn menunjukkan cintanya hingga akhirnya tiga tahun lalu Velin menerima lamarannya.
Tangan Velin masih mengepal menahan emosi di dadanya.
" Akan aku buat kalian menyesali pengkhianatan ini. Lihat saja mas, baik kau maupun wanita itu akan sama sama merasa kehilangan seperti yang aku rasakan saat ini."
Velin tidak menyalahkan wanita itu, karena baginya perselingkuhan di lakukan oleh kedua pihak. Maka keduanya sama sama bersalah. Mau di goda seperti apapun jika sang suami memiliki kesetiaan yang teguh, maka ia tidak akan goyah. Velin merasa terbantu dengan hadirnya wanita itu, ia jadi tahu kualisi sang suami yang sebenarnya.
Tidak mau larut dalam kesedihan, Velin segera meninggalkan tempat yang mampu membuat goresan luka di dalam hatinya.
" Tunggu pembalasanku mas!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tidak butuh waktu lama bagi penerus keluarga Wijaya untuk mendapatkan informasi tentang wanita yang bersama Zayn saat itu.
" Siska Raharja, cinta pertama mas Zayn memiliki seorang putra berusia dua puluh satu tahun yang bernama Zayn Mahardika?" Velin mengerutkan keningnya ketika membaca pesan yang di kirimkan oleh asisten ayahnya.
" Namanya sama dengan nama mas Zayn, apakah dia anaknya mas Zayn?" Gumam Velin menduga duga.
" Ah tidak tidak. Itu tidak mungkin kan? Umurnya dua puluh satu tahun, berarti dia lahir saat Mas Zayn usia sembilan belas tahun. Saat itu mas Zayn baru masuk universitas. Apa mungkin itu anaknya mas Zayn?" Velin mencoba berpikir realitis.
" Tapi kan mas Zayn menjalin hubungan dengannya sejak SMA. Berarti kemungkinan itu bisa terjadi. Pasti waktu mereka pacaran, mereka melakukan hal terlarang itu. Kenapa Siska tidak memberitahunya? Kenapa dia baru kembali sekarang? Atau mungkin sebelumnya mereka menjalin hubungan? Itu berarti gue orang ketiga donk! Tapi kenapa mas Zayn mengejar aku waktu itu? Ah pusing gue mikirnya."
Velin kembali membaca pesan tersebut.
" Universitas xx, semester akhir. Dia kuliah di sana rupanya. Aku harus turun tangan untuk menemukan kebenarannya. Aku tidak akan terima jika sampai benar dia anak kamu mas. Aku harus cari cara supaya aku bisa melakukan tes DNA tanpa membuat mereka curiga. Kalau sampai ketahuan dia anakmu, maka kau harus siap siap jadi gelandangan mas." Monolog Velin.
Ketika ia sedang bergelut dengan pemikirannya sendiri, tiba tiba seseorang memeluknya dari belakang.
Grep..
" Sayang sedang apa sih kok serius banget. Mas kangen banget sayang." Bisik pria yang rupanya Zayn.
Dulu kata kata itu mampu membuat hati Velin berbunga bunga. Namun kali ini, justru membuatnya muak. Velin langsung menyembunyikan ponselnya.
" Lepas mas!" Velin mencoba menjauhkan tangan Zayn dari perutnya.
" Biarkan seperti ini sayang. Mas sangat merindukanmu." Sahut Zayn menempelkan dagunya ke pundak Velin.
" Heh, benarkah mas merindukan aku?" Kekeh Velin. Ia tidak bertanya kenapa tiba tiba suaminya pulang. Hatinya cukup memanas mengingat kejadian yang ia lihat beberapa waktu lalu.
" Tentu saja sayang. Kalau tidak, mana mungkin mas buru buru pulang dari dinas hanya untuk menemanimu hmm." Sahut Zayn.
" Ayo kita potong kue! Mas lihat kuenya masih di meja." Ujar Zayn mencium pipi Velin. Sungguh Velin merasa risih.
" Nggak usah mas, waktunya udah lewat. Aku capek mau istirahat saja." Sahut Velin yang sudah tidak berniat merayakan hari jadi mereka.
" Maafkan mas yang akhir akhir ini sering mengabaikanmu sayang, seandainya mas tidak sibuk pasti kita sudah merayakan anivversarry kita dengan romantis." Ucap Zayn. Memeluk Velin membuatnya merasa nyaman dan damai.
" Aku yakin tidak hanya sekarang, tapi kedepannya mas pasti akan lebih sering meninggalkan aku karena alasan sibuk yang entah sibuk apa itu hanya mas sendiri yang tahu." Sindir Velin.
" Maafkan mas sayang. Mas benar benar sibuk. Banyak pekerjaan yang harus mas selesaikan." Ucap Zayn.
" Ya, sibuk dengan selingkuhan kamu mas." Sahut Velin dalam hati.
" Besok mas akan ambil cuti, mas mau menghabiskan waktu denganmu. Apa kamu mau ke suatu tempat biar mas antar?" Tanya Zayn masih memeluk Velin.
" Aku mau ke Siska spa mas."
Deg..
Zayn melepas pelukannya, ia memutar badan Velin menghadapnya.
" Ke.. Kemana sayang?" Tanya Zayn memastikan.
" Siska spa." Sahut Velin singkat.
" Kenapa harus ke sana? Bukannya kamu punya langganan spa?" Mendadak Zayn terlihat gelisah.
" Itu rekomendasi temanku. Katanya tempat itu baru buka tiga bulan yang lalu. Dan spa di sana bikin badan nyaman mas karena terapisnya yang begitu profesional, beda sama tempat spa langganan aku. Jadi aku mau coba sendiri." Ujar Velin. Ia menatap sang suami, " Kenapa? Apa kamu nggak mau nganterin aku?" Imbuh Velin. Ia tersenyum sinis melihat reaksi sang suami.
" Ah tentu saja tidak sayang. Kemanapun kamu mau, mas pasti akan menurutinya." Sahut Zayn mengatur nafas.
" Oke besok jam sembilan kita ke sana." Ujar Velin.
" Baiklah kalau kamu mau ke sana, besok mas antar. Sekarang kita istirahat dulu ya, atau mau melakukan hal yang lainnya?" Sambung Zayn penuh arti.
" Mau tidur aja mas, aku capek." Sahut Velin.
" Baiklah ayo!" Sahut Zayn.
Keduanya berbaring di atas ranjang. Velin memunggungi Zayn, sedangkan Zayn memeluk Velin dari belakang.
" Selamat malam sayang, istirahat lah dengan baik. Mas mencintaimu." Bisik Zayn mencium pucuk kepala Velin.
" Kalau kamu mencintaiku, lalu kenapa kau mengkhianatiku mas? Apa arti cinta yang kamu ucapkan selama ini? Rupanya memang benar kata orang, kalau suami selingkuh dia akan bersikap lebih romantis kepada istrinya. Dan sekarang aku merasakannya. Kita lihat saja apa yang akan aku lakukan besok mas."
TBC...