NovelToon NovelToon
TIRAKAT 3

TIRAKAT 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata
.
.
.
SERIES KE TIGA DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Pondok pesantren Ustadz Furqon di Kediri, Jawa Timur, menjadi lembaran baru hidupku. Aku meninggalkan rumah dan Bapakku untuk mengemban tugas dari Sang Ustadz sebagai pembina asrama putri di sana.

Waktu akan menjadi saksi bisu segala perjalananku selanjutnya...

DISCLAIMER!
Jika terdapat kesamaan detail nama tokoh, latar tempat, seni, budaya, agama, dan jenis laku tirakat tertentu dengan para pembaca, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 SEBUAH PERTEMUAN (Bagian Pertama)

Seorang lelaki berusia sekitar 27 tahun, sedang menunggu sebuah kereta. Dia duduk santai di kursi paling ujung peron stasiun itu. Sesekali memandang ke sekitar, menengok ke kanan dan ke kiri.

Penampilannya yang cukup rapi dengan aroma parfum yang wangi tapi tetap halus di hidung, wajahnya yang bersih, rambutnya yang hitam pendek tertata rapi, dan juga bentuk bibirnya yang sedikit tipis, membuat beberapa calon penumpang kereta lainnya (terutama wanita muda seumuran dengannya) mudah untuk melirik ke arahnya.

Di sela-sela waktu, sambil dia menunggu kereta yang hendak dinaiki, lelaki itu sesekali bermain HP. Menonton beberapa video di aplikasi Youtube. Muncul diberanda Youtubenya beberapa video lucu, beberapa juga di antaranya kumpulan ceramah dari tokoh agama favoritnya.

Ketika ia bosan menonton, ditaruhlah HP miliknya ke dalam tas berukuran cukup besar. Alih-alih dirinya melamun, dia justru mengeluarkan sebuah kitab suci Al-Quran dari dalam tasnya itu.

Dan semua itu, sedikit banyak menjadi daya tarik bagi beberapa wanita muda lain di sekitarnya. Bahkan, ada beberapa obrolan dari mereka yang sampai terdengar ke telinganya.

"Eh, liat deh, cowok itu ganteng banget tau!"

"Duh, udah gitu keliatan alim banget lagi."

"Jadi pengen kenalan gue rasanya sama dia..."

Seperti itulah beberapa kalimat yang terdengar olehnya. Namun, lelaki itu tetap santai, tak bergeming, tak juga merasa percaya diri lalu sengaja menampilkan pesonanya kepada para wanita yang sedang membicarakannya.

Beberapa saat kemudian, dia terlihat sedikit kehausan. Dia refleks memegang tenggorokannya sebentar. Lalu berdiri dan menuju ke sebuah area yang menjual berbagai jenis minuman dingin, tak jauh dari kursi dia duduk itu.

Dia berjalan dengan menggenggam kitab suci Al-Quran di tangan kanannya. Ketika sampai, dia membeli sebotol air mineral, sebotol minuman teh dingin, satu sachet teh celup, dan juga memesan dua buah gelas plastik.

Selang beberapa lama, terdengarlah suara petugas stasiun memberikan pengumuman bahwa kereta yang akan dinaiki oleh lelaki muda itu akan segera tiba, tepat pada jalur yang ada di hadapannya.

Kemudian ia segera membayar semuanya, lalu bergegas kembali ke tempat di mana ia menunggu kereta barusan. Ia letakkan kembali kitab suci Al-Quran ke dalam tasnya, memeriksa sekali lagi seluruh barang bawaannya supaya tak ada yang tertinggal satu pun.

Tapi... Ada satu hal yang cukup ganjil dari dirinya...

Dan sudah bisa dipastikan bahwa semua orang di sekitarnya tak ada satu pun yang menyadari keganjilan itu.

Ketika kereta yang menjadi tumpangannya mulai tampak di kejauhan, hendak memasuki area stasiun, kedua bibir tipisnya terlihat berkomat-kamit sebentar.

Bukan hanya membaca doa umum ketika hendak naik kendaraan, tetapi dirinya juga membaca sebuah mantra atau rapalan tertentu, di mana hanya dirinya seorang yang mengetahuinya...

Dan, akhirnya kereta yang dimaksud tiba di hadapannya. Seluruh penumpang dari stasiun ini pun masuk gerbong satu persatu. Lelaki muda itu tetap sabar menunggu giliran di depan pintu gerbong. Dia tak ingin beradu senggol dengan penumpang lain saat masuk.

Tak ada rasa takut akan ketinggalan kereta, tak ada rasa ingin masuk duluan, bahkan ada seorang ibu-ibu yang sampai dia bantu untuk naik ke atas gerbong. Sungguh seorang lelaki muda yang sangat beradab dan baik sikapnya.

Akan tetapi...

Saat dirinya hendak naik sebagai penumpang terakhir yang masih di luar gerbong, mulutnya mengucapkan sesuatu...

Dengan samar dan halus...

Dengan nada yang lembut...

...

...

...

...

...

"Ayok kita berangkat, SEKAR MAYANG..."

1
Yeni Yeni
penasaran aku mbak🤭
SecretS
Lanjut kak👍👍👍😊😊
SecretS
👍👍👍lanjut kak, berarti sekar mayang bisa liat masa depan kayak Dayang Putri ah, menurut ku sekar mayang terlalu jahil ngak seperti Dayang Putri 😁
SecretS
Lanjut kak, 👍👍👍😁😁😁 ternyata wanita dekat toilet itu sekar mayang toh aku kira kuntilanak penunggu 😅
SecretS
Ooh, jadi ya buat tiket Nisa hilang itu sekar mayang toh. Buat yang punya kebingungan nyari tiket nya untung tuanya mau mbalikin dan kejadian nya sebelum Dayang Putri datang kalau ngak.... 😅😅 buat tuanya malu aja sekar mayang, pasti karena sekar mayang Zaki bayarin makanan nisa😁sedikit merasa bersalah akibat perewangannya. Lanjut kak 👍👍👍👍
Yeni Yeni: kodam zaki usil
total 1 replies
SecretS
Cover nya kok buat yang baca merinding ya kak 😅😅, tapi lanjutanya bagus 👍👍👍semangat 😀
Deni Komarullah: Hehehe... Terima kasih Kak atas dukungan dan komentarnya... 😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!