Liburan yang harus nya bahagia, harus berakhir duka saat Renata Di jebak oleh sahabat dan calon suami nya. Renata tidak menyangka jika hari itu ia harus menikah dengan seorang pengangguran. Dengan mahar Seribu rupiah yang di miliki oleh pria asing itu, mereka pun akhirnya sah di mata para masyarakat.
Renata tidak pernah semalu itu. Ia di anggap berzina dan akhirnya di paksa menikahi pria asing.
Orang tua nya tidak tahu. Ia sendirian di sana. Mereka semua telah meninggal kan nya di desa terpencil itu.
Akan kah Renata bisa bangkit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di gerebek warga
"Dobrak pintu nya! Ayo! Cepat dobrak!" Suara salah satu warga terdengar dari luar rumah.
Saat itu, dengan mata yang berkunang-kunang dan kepala yang masih sedikit pusing, Renata mencoba untuk bangkit dari tempat tidur nya.
Kamar itu sangat gelap, Renata harus meraba-raba dinding supaya bisa menemukan dimana letak sakelar lampu yang ada di dalam kamar tersebut.
Akan tetapi, suara yang sangat berisik membuat nya bertanya-tanya. Apa yang sedang terjadi diluar sana. Mengapa keributan itu rasa nya terlalu dekat.
Saat Renata hampir sampai, sebuah tendangan mengenai pintu kamar. Ia terkejut karena tiba-tiba saja di depan mata nya sudah ramai para warga yang membawa obor.
Brak...
"Ini dia perempuan nya. Cepat cari mana pasangan nya. Jangan sampai kabur."
Renata masih bingung dengan ucapan salah satu warga. Semua serba cepat. Ia langsung di dorong dengan kuat dan juga tangan nya di tarik hingga tubuh nya berulang kali terbentur tembok.
"Apa yang terjadi? Mau apa kalian? Jangan macam-macam sama saya." Ucap Renata terbata-bata.
"Masih berani ngomong, kamu! Dasar tidak tahu malu. Sudah berbuat zina di desa kami tapi masih saja sombong."
"Zina? Saya tidak berzina. Saya datang ke sini dengan teman-teman dan juga calon suami saya yang dari kota. Saya...."
Belum lagi Renata selesai bicara. Seorang pria tanpa mengenakan atasan di perlakukan sama dengan nya. Renata sama sekali tidak mengenal pria itu. Bagaimana mungkin ia bisa berada di dalam kamar yang sama dengan nya.
"Kamu bilang tidak berzina? Lalu ini apa? Dia adalah laki-laki yang kami temukan di dalam kamar mu."
"Tidak mungkin! Saya sama sekali tidak mengenal laki-laki ini. Siapa dia!" Mata Renata bahkan sampai melotot saat mengatakan hal itu.
"Ah, banyak bicara. Cepat bawa mereka keluar dan kita arak keliling kampung. Biar jadi pelajaran untuk kita semua."
"Tidak! Aku tidak mau. Marisaaaaa..... Varooooo. Angel... Teman-teman... Kalian dimana? Tolong aku." Renata terus berteriak dan memanggil nama-nama teman dan juga calon suami nya.
Namun, berapa kali pun ia berteriak dan memanggil nama mereka, tidak ada satupun yang keluar dari rumah yang selama beberapa hari itu mereka tempati. Mereka semua seakan menghilang dan meninggalkan Renata sendirian di desa itu.
"Udah deh. Nggak usah teriak-teriak. Sekarang ikut kami."
Renata tidak berdaya. Tangan nya di tarik dan sesekali ia mendapatkan tam-paran dari salah satu ibu-ibu yang ada di sana. Bagaikan mimpi. Renata malah mengalami hal yang sangat memalukan sepanjang hidupnya.
Selama ini ia benar-benar menjaga harga diri nya. Bahkan calon suami nya saja tidak pernah menyentuh nya. Akan tetapi saat itu, ia malah di tuduh berzina dengan laki-laki asing yang sama sekali tidak pernah ia temui dalam hidup nya.
Renata hanya bisa menangis tersedu-sedu. Ia jadi teringat Mama dan Papa nya yang ada di kota. Jika saja saat itu ia mendengarkan mereka, pasti saat ini tidak akan mengalami hal yang begitu memalukan.
Ia dan laki-laki itu di arak keliling kampung. Hal yang tidak pernah ia alami seumur hidupnya. Cacian dan makian dari warga desa terus terdengar. Bahkan ada juga yang melempari mereka dengan telur busuk dan kotoran sapi.
Renata tidak bisa lagi berkata-kata. Laki-laki yang ada di samping nya pun hanya diam seribu biasa. Entah dia bisu. Sehingga tidak mengatakan apapun terkait masalah yang menimpa mereka saat itu.
"Maaa,, Pa,,, tolong Rena. Renata takut. Levarooo, Marisaa,, kalian kemana.. Kenapa kalian tega meninggal kan aku sendirian di desa ini."
Huhuhuhu.....
Renata sudah tidak lagi memperdulikan sekitar nya. Ia terus saja menangis sejadi-jadinya.
"Tidak perlu menangis. Apapun yang kita lakukan dan kita katakan, mereka tidak akan mendengar kan kita. Dan kamu, apa kamu tidak sadar? Ini semua karena ulah teman-teman mu yang dari kota itu."
Akhirnya laki-laki itu bicara. Ternyata ia tidak bisu dan berbicara banyak pada Renata. Dan yang membuat Renata kesal, ia masih berani menuduh calon suami dan juga sahabat terbaik nya Renata.
"Aku tidak percaya. Jangan coba-coba kamu menuduh mereka."
"Terserah jika kamu tidak percaya."
Mereka kini di bawa ke balai desa. Semua orang sudah berkumpul disana. Dan seperti nya, berita tentang Renata sudah menyebar layak nya virus. Semua warga yang penasaran datang berbondong-bondong untuk menyaksikan kejadian itu.
Renata dan laki-laki asing itu berdiri di tengah-tengah kerumunan. Sedangkan para warga menyaksikan mereka layak nya hiburan gratis.
"Bagaimana pak kades? Apa penghulu nya sudah tiba? Kita harus menikah kan mereka sekarang juga."
"Apa? Menikah?" Renata dan laki-laki itu berteriak secara bersamaan. Bagaimana mungkin ia menikah dengan laki-laki asing sedangkan ia sudah memiliki calon suami.
"Tidak perlu kaget begitu. Kalian sudah berzina. Jadi, mau atau tidak mau, kalian harus menikah saat ini juga agar desa kami tidak tertimpa sial."
"Aku tidak mau. Aku sudah memiliki calon suami. Berikan aku waktu sebentar saja untuk menghubungi nya." Renata mencoba mencari dimana ponsel nya. Ia lupa jika saat di tarik paksa tadi, ia tidak sempat mengambil ponsel milik nya.
"Tidak bisa di tunda pak kades. Wanita ini tidak boleh di biarkan. Jika tidak, desa kita yang makmur ini akan terkena sial." Seorang laki-laki yang sejak tadi terus bicara, membuat Renata heran.
"Baiklah. Kita akan mulai untuk menikah kan pasangan zina ini yang di saksikan oleh warga yang ada di sini. Bagaimana para warga, apa kalian bersedia?"
"Bersedia...!"
Suara mereka membuat Renata bergetar. Ia seakan masuk ke dunia lain. Semua serba cepat sampai ia mendengar suara laki-laki itu yang menyebutkan nama nya dengan lengkap dan juga nama Papa nya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Renata binti Marles Sharka dengan mas kawin seribu rupiah di bayar tunai!"
"Apa? Seribu rupiah? Bagaimana mungkin aku menikah dengan mahar hanya seribu rupiah? Dan kau, bagaimana mungkin kau tahu nama lengkap papaku? Cepat katakan apa maksudmu? Atau jangan-jangan, ini semua adalah rencana mu?"
Tanpa banyak bicara, laki-laki itu memberikan secarik kertas pada Renata. Di sana tertulis nama lengkap Renata dan juga Papa nya.
"Sudah di baca?"
"Ya tapi.. Ini darimana?"
"Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba aja kertas itu sudah ada di hadapan ku saat kita menikah tadi."
"Menikah? Kita sudah menikah?"
"Ya. Kamu sudah sah menjadi istri ku dengan mahar Seribu rupiah."
Huaaaaaaaaaa
"Paaaapaaaaa.... Mamaaaaa......."
kasih racun saja tuh 🤣🤣🤣🤣
aduh kan ya gmn masa iya krn uang bnyk trus bnyk istri kan ya kasihan istri sah pertamnya kan
tinggal ngu aja kapan itu datang
weeekkk
ahahaha soookorrrrr
ben kapok
perlu di tiadakan itu
jangan2 fuad anak jenius tp krn kecelakaan jd kek gtu
pasti trauma yg buat dya sprti anak kecil stop di memori di situ juga
ringan dan bisa belajar dari ketulusan berteman it seperti apa