Autumn Isabella, dua puluh dua tahun, memiliki profesi sebagai dokter hewan dan merupakan seorang ahli botani, dibunuh secara brutal oleh tunangannya yang berselingkuh.
Jasper Herasio, dua puluh enam tahun, seorang CEO yang tewas di tangan adik laki-lakinya karena masalah hak waris.
Keduanya, dalam takdir yang saling terikat, terlahir kembali di dalam sebuah novel yang berjudul "Enchanted Rose". Autumn, menjadi villainess utama dalam cerita: Amorette Ysandre Elowen. Jasper, menjadi villain utama dalam cerita: Algernon Leandor Remington.
Pertemuan dari takdir itu memaksa mereka untuk bertahan hidup bersama, sekaligus mengungkap kebusukan para tokoh utama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hyacinthus Rainwood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prologue
Udara di dalam ruang sidang istana terasa berat dan penuh dengan ketegangan. Di tengah ruangan itu, seorang wanita muda dengan rambut pirang keemasan dan mata berwarna zamrud sedang berdiri dengan tangan terikat ringan di depan tubuhnya. Wajahnya pucat, namun ada kilatan keterkejutan yang mendalam di dalam tatapannya—bukan karena rasa bersalah, melainkan karena kesadaran yang baru saja ia dapat, diikuti dengan memori-memori yang menari di dalam kepalanya.
Autumn Isabella, yang beberapa saat yang lalu masih bernapas terakhir di dunia lamanya sebagai dokter hewan dan ahli botani yang dibunuh dengan kejam, kini terbangun dan mendapati dirinya menjadi Amorette Ysandre Elowen, penjahat utama dalam novel Enchanted Rose. Dan situasi yang ia hadapi saat ini adalah momen yang sangat ia ingat dari alur cerita—saat Amorette disidang oleh seluruh keluarga kerajaan karena tuduhan mencelakai adik tirinya, Putri Elarise Lunaria Elowen, untuk yang kesekian kalinya.
Di hadapannya, duduk Raja dengan wajah penuh kekecewaan dan Ratu yang menyeringai penuh makna, sementara Elarise—sosok wanita utama yang lembut dan malang dalam cerita—berdiri di samping mereka dengan mata merah dan luka-luka kecil di lengannya, seolah-olah benar-benar menjadi korban kejahatan Amorette.
"Putri Amorette," suara Raja bergema dingin, "apa lagi yang ingin kau katakan? Bukti sudah jelas, dan tindakanmu ini sudah melampaui batas kesabaran kami."
Hening menyelimuti ruangan. Semua orang menunggu penyangkalan liar atau kemarahan yang biasa dikeluarkan oleh Amorette yang asli. Namun, wanita itu hanya menarik napas dalam-dalam, menatap lurus ke arah ayahnya dengan ketenangan yang tak terduga.
"Ayahanda, jika aku benar-benar ingin menyakiti Elarise, akankah aku melakukannya di tempat terbuka di mana banyak orang bisa melihat? Atau meninggalkan jejak yang begitu mudah ditemukan hingga langsung dibawa ke hadapan Ayahanda?" suaranya tenang, terukur, dan penuh logika. "Selama ini, setiap kali ada hal buruk yang menimpa Elarise, aku selalu menjadi tersangka pertama tanpa pemeriksaan yang teliti. Lihatlah luka di lengannya—bekasnya dangkal dan tidak berbahaya, seolah-olah dibuat hanya cukup untuk terlihat menyedihkan. Apakah menurut kalian aku akan bertindak seceroboh itu jika benar-benar berniat jahat?"
Kata-katanya menusuk tepat ke akar masalah. Argumen yang masuk akal itu membuat ruangan menjadi bisu. Tidak ada yang pernah mendengar Amorette berbicara sejelas, setenang, dan sebernalar ini sebelumnya. Raja dan Ratu saling bertukar pandang, keraguan mulai tumbuh di mata mereka. Tuduhan-tuduhan sebelumnya memang selalu terasa terlalu mudah dan terlalu jelas, seolah-olah semuanya diatur agar Amorette selalu terlihat bersalah.
Akhirnya, Raja menghela napas panjang. "Pembelaanmu... masuk akal. Untuk kali ini, kami akan melepaskanmu. Namun ingat, Amorette, satu kesalahan saja lagi—sedikit saja bukti bahwa kau menyakiti adikmu—dan kami tidak akan lagi bersabar."
Autumn—atau Amorette—hanya menundukkan kepalanya sebagai tanda terima kasih, meski di dalam hatinya ia sudah tahu bahwa ini baru permulaan. Saat ia berbalik untuk pergi, sosok tinggi besar berdiri di dekat pintu menghalangi jalannya. Itu adalah Pangeran Cornelius Elowen, kakak laki-lakinya, pria yang dalam cerita sangat membenci Amorette dan memuja Elarise. Wajahnya keras dan dingin, dan saat ia berbicara, suaranya rendah namun penuh ancaman yang mematikan.
"Dengar baik-baik," bisiknya tajam, matanya menatap tajam tepat ke dalam manik mata Amorette. "Aku tidak peduli apa alasanmu hari ini, atau apa trik yang kau gunakan untuk memanipulasi Ayah dan Ibu. Tapi jika sampai Elarise terluka sedikit saja lagi—aku sendiri yang akan memastikan kau tidak akan hidup satu detik pun lebih lama. Ingatlah itu baik-baik."
Ia mendorong bahu Amorette kasar saat melewatinya, meninggalkan wanita itu berdiri sendiri di lorong istana yang dingin.
Di sisi lain kerajaan, di sebuah kediaman megah namun suram milik keluarga Kerajaan Remington, seorang pria muda terbangun dengan rasa sakit yang berdenyut di kepalanya. Jasper Herasio, mantan CEO yang tewas dibunuh oleh saudaranya sendiri demi kekuasaan, membuka matanya perlahan. Pandangannya kabur sejenak, sebelum ingatan-ingatan baru mengalir masuk ke dalam benaknya.
Ia sekarang adalah Algernon Leandor Remington—penjahat utama pria dalam cerita yang sama, sosok yang dikenal seluruh negeri sebagai pangeran yang tidak berguna, lemah, dan tidak memiliki bakat apa pun selain membawa aib bagi nama keluarganya.
Dan di sudut ruangan, tergeletak secangkir teh yang baru saja tumpah, dan di luar jendela, samar-samar terdengar bisik-bisik pelayan yang membicarakan betapa tidak berharganya Tuan Muda Algernon ini bagi keluarga besar Remington.
Di titik ini, permainan apa yang akan diberikan oleh takdir untuk mereka berdua?