NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:259.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara yang sebelumnya mengejarnya karena tak terima diputuskan malah berbalik pergi setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Dukun Beranak atau Pawang Ular?

Sedan hitam dengan plat nomor cantik itu melaju di jalanan yang diapit persawahan. Padi yang menguning terbentang luas bak hamparan emas.

Di samping kursi kemudi, pemuda dengan kemeja yang lengannya digulung, duduk dengan tenang. Setidaknya itu yang terlihat dari luar. Kini usianya genap dua puluh tujuh tahun. Pria dengan tinggi seratus delapan puluh lima sentimeter itu memiliki alis yang tebal, hidung tinggi, mata kelam bak langit malam, garis rahang tegas dan belahan halus di dagunya.

Jordi, sahabat sekaligus asisten pribadinya duduk di balik kemudi. Rambut pemuda itu ikal, wajahnya cukup tampan, nggak malu-maluin kalau diajak kondangan.

Ryu mendengus kesal. "Kemana saja sih dana yang digelontorkan pemerintah? Masa jalan utama masuk desa kayak begini?"

"Kalau semua pejabat jujur.." sahut Jordi sambil mengatur kecepatan di jalan yang tidak rata. "...negara kita bakal jadi negara makmur, Bos."

Ryuhan hanya berdecak tanpa menanggapi, karena apa yang dikatakan Jordi memang benar.

"Btw Bos," Jordi melirik Ryu sekilas. "...kita ke desa ini mau ngapain?"

"Nggak usah banyak tanya," ketus Ryu. "nyetir aja yang bener." Tubuhnya bergoyang bukan karena musik yang diputar di dalam mobil, tapi karena jalan yang berlubang.

"Nasib jadi bawahan," gumam Jordi. Namun keningnya berkerut saat melihat jalan di depan sana.

Ryu memalingkan wajahnya ke arah hamparan sawah, tapi ingatannya justru kembali pada percakapannya dengan neneknya.

 

Langit telah sepenuhnya gelap ketika Ryuhan Kai Zander berdiri di dekat jendela ruang kerjanya.

Di balik meja kayu jati, seorang wanita tua menatapnya tanpa berkedip.

“Ryu,” suara Nyonya Hanifah Zander terdengar tenang, tapi tegas. “Nenek sudah memutuskan. Kamu akan menikah dengan cucu sahabat Nenek.”

Ryu terkekeh pendek, nyaris tidak percaya.

“Menikah?” ulangnya. Ia menoleh, garis wajahnya menegang samar. “Aku sudah punya Clara, Nek," katanya tanpa ragu. “Kami saling mencintai. Kami juga sudah berjanji akan menikah.”

Nyonya Hanifah hanya menatap Ryu dalam, seolah melihat sesuatu yang tidak bisa dijelaskan lewat kata.

“Sekarang, Clara sedang di Singapura bukan?” Kalimat itu lebih seperti konfirmasi daripada pertanyaan.

“Kontraknya sebagai analis investasi belum selesai. Entah berapa lama dia akan kembali. Dan sampai hari ini, dia belum mau kamu ajak menikah, 'kan?”

“Itu pilihan kami, Nek,” potong Ryu dingin. “Aku tidak keberatan menunggu.”

“Menunggu seseorang yang saat ini tidak memilihmu?”

Ryu menahan napas, tapi tidak mundur. “Dia bukan seperti yang Nenek pikirkan.”

Nyonya Hanifah menyandarkan tubuh rentanya.

“Lalu seperti apa?" tanya Nyonya Hanifah. "Bukan wanita materialistis?" Wanita tua itu tersenyum, tapi tak sampai ke mata. "Perasaan Nenek mengatakan sebaliknya. Gadis itu terlalu menghitung. Terlalu menyukai kenyamanan.”

Ryu tersenyum tipis, sinis. “Semua orang butuh uang, Nek. Tanpa itu, siapa yang bisa hidup enak?”

“Wajar,” balas Nyonya Hanifah. “Tapi kalau segalanya diukur dengan uang… itu tidak normal.”

“Aku tetap tidak akan menikah dengan pilihan Nenek," sahut Ryu, tak sedikitpun goyah. Kalimatnya bukan sekadar pernyataan, tapi garis tegas.

Sorot mata Nyonya Hanifah berubah lebih tajam dari sebelumnya. “Kalau begitu,” suaranya turun, tak memberi ruang untuk menawar, “...jangan panggil lagi aku nenek.”

Mata Ryu melebar.

“Dan jangan pernah muncul di hadapanku…" lanjut Nyonya Hanifah dingin. "...selamanya.”

Jemari Ryu mengepal perlahan. "Apa istimewanya gadis itu hingga Nenek sampai sejauh ini?"

Nyonya Hanifah tidak menjawab. Ia beranjak dari duduknya, lalu melangkah dengan bantuan tongkatnya. Pintu terbuka, tapi ia berhenti di ambang. Lalu tanpa menoleh ia berkata,

"Jemput gadis itu besok. Atau... kemasi barang-barangmu. Aku lebih suka menyumbangkan hartaku untuk pendidikan atau panti asuhan daripada ke cucu pembangkang." tanpa menunggu respon, Nyonya Hanifah keluar dari ruangan itu.

BUK!

Kepalan tangan Ryu menghantam dinding, giginya mengatup rapat. "Baik," katanya dengan suara rendah. "Aku ingin lihat, seperti apa gadis itu."

 

"Bos," panggil Jordi membuyarkan lamunan Ryu. "Di depan ada pertigaan. Kita belok kiri apa kanan nih?"

Ryu tak langsung menjawab. Ia ikut melihat ke depan. "Nenek gak bilang apa-apa selain alamat desanya. "

"Ya ini sudah ke arah desa itu, Bos." Jordi menghentikan mobil tepat di depan persimpangan. "Kata kakek-kakek tadi 'kan arahnya memang ke sini. Tapi gak bilang kalau ada pertigaan."

"Tanya si Mbah," sahut Ryu enteng.

"Mbah mana lagi?"

"Google," ketus Ryu. "Siapa lagi?"

Jordi tertawa pendek tanpa humor. "Bos amnesia? Sejak masuk desa ini 'kan sinyalnya susah? Kalau nggak, ngapain kita nanya sama kakek-kakek tadi?"

Ryu mengembuskan napas kasar, lalu keluar dari mobil. "Gadis seperti apa yang nenek jodohkan denganku? Tinggalnya aja di desa terpencil kayak gini," gumamnya frustrasi.

Jordi ikut turun. Ia membentangkan tangannya sambil menghirup udara dalam-dalam. "Jam segini udaranya masih segar. Desa emang beda. Semua serba segar," gumamnya saat matanya jatuh pada pematang sawah. Di pinggir pematang, kacang panjang menjuntai, daunnya hijau, buahnya lebat.

Deru suara motor yang mendekat membuat keduanya menoleh.

"Aku harap ini bisa jadi penunjuk jalan," gumam Jordi penuh harap.

"Itu motor apa sepeda sih?" sinis Ryu karena motor itu melaju lambat.

"Yee ile, Bos. Jalannya 'kan banyak lubang. Mana bisa ngebut kayak Rosi. Kecuali pengen nyungsep."

Setelah menunggu dengan kesabaran tingkat dewa, akhirnya motor itu mendekat. Seorang pria paruh baya dengan perut buncit dan topi anyaman lebar mengendarai motor bebek tua.

"Pak! Pak!" seru Jordi sambil melambaikan tangannya. "Numpang nanya sebentar, Pak."

Motor yang usianya kemungkinan lebih tua dari pengendaranya itu berhenti. Pria paruh baya yang duduk di atasnya menatap Ryu dan Jordi bergantian. Lalu pandangannya beralih ke arah mobil hitam yang mengkilap, tapi sayangnya ban dan body bagian bawahnya sudah penuh dengan lumpur.

"Kalian dari kota, ya?" tanyanya sebelum Ryu dan Jordi membuka mulut.

"Iya, Pak," sahut Jordi ramah. "Kami mau ke desa Sukatani. Tapi bingung mau belok ke kiri atau kanan."

"Oh..," gumam pria paruh baya itu. "Baik ke kiri maupun ke kanan, itu semua menuju desa Sukatani. Cuma..." Ia menunjuk ke arah jalan. "yang sebelah kanan kampung Lumbung Padi, dan yang sebelah kiri kampung Asri." Matanya kembali ke dua pemuda di depannya. "Kalian mau ke kampung mana?"

Jordi spontan menoleh ke Ryuhan. "Bos, kita ke kampung yang mana?"

Ryu akhirnya bersuara. "Kami mau ke rumah Seroja, Pak. Apa Bapak kenal?"

"Kenal," sahut pria itu mantap.

"Ah, syukurlah," ucap Ryuhan sedikit lega. "Kalau begitu, Bapak pasti tahu kampung tempat tinggal Seroja 'kan?"

"Seroja yang mana?" pria paruh baya itu malah balik bertanya.

"Memangnya, di desa ini ada berapa wanita yang namanya Seroja, Pak?" tanya Jordi.

"Ada dua orang," sahut pria itu. "Kalian mencari Seroja yang mana? Yang dukun beranak atau yang pawang ular?"

"Hah?!" Mulut Ryu terbuka. Ekspresinya jelas syok.

Ia yang seorang CEO dijodohkan dengan gadis desa yang berprofesi...

 

...🔸🔸🔸...

..."Kadang, takdir datang bukan dalam bentuk yang diinginkan… melainkan dalam bentuk yang paling diremehkan."...

..."Ryuhan mengira ia hanya sedang menjemput calon istri. Ia tidak tahu bahwa ia sedang berjalan menuju seseorang yang kelak menghancurkan kesombongannya."...

..."Nana 17 Oktober "...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Anonim
Ryu akhirnya tahu kalau Seroja ditampar Ibunya Clara dari Jordi.

Bagus Ryu - lapor polisi, tuntut Ibunya Clara biar sekalian masuk penjara.

Jordi sudah mendapatkan salinan rekaman CCTV peristiwa Seroja ditampar Ibunya Clara.

Flashdisk rekaman CCTV diserahkan kepada Ryu.

Tinggal melaporkan ke polisi biar segera ditangkap tuh Ibunya Clara.
Anonim
Ryu membahayakan kesehatannya sendiri dengan menarik tubuh Seroja. Seroja jatuh dipangkuannya. Berat kan tubuh Seroja menimpa Ryu yang duduk di kursi roda dalam kondosinya seperti itu.

Mungkin Ryu tidak merasakan berat atau kesakitan. Kondisinya baru tidak bisa merasakan. Seperti kata Seroja - tidak bagus untuk keshatannya. Bisa saja kondisinya semakin buruk.

Aneh-aneh Ryu ini. Tak mau menurunkan Seroja dari pangkuannya. Kursi rodanya terus menggelinding menuju ruang rawat.

Baru setelah Seroja menasehati - untuk menjaga tubuhnya sampai hari operasi nanti, Ryu menghentikan kursi rodanya di depan ruang rawat. Seroja buru-buru turun dari pangkuan Ryu.
Anonim
Ibunya Clara kerasukan setan dari mana ini. Menampar Seroja, marah dengan bicara teriak-teriak seakan benar apa yang diteriakkan.

Setan telah menguasai Ibunya Clara. Seroja yang masih dengan tenang menghadapi - dengan suara lembut mencoba bicara.

Ibunya Clara tetap menuduh Seroja merebut Ryu dari Clara.

Semakin emosi, menuduh Seroja pelakor, perusak hubungan orang. Semakin menjadi - teriak-teriak mempermalukan Seroja.
Anonim
Ayah dan Ibu Clara dua manusia tidak tahu diri. Minta Ryu mencabut tututannya terhadap Clara.

Mereka berdua tidak paham dengan bahasa manusia. Tidak paham dengan apa yang dikatakan Ryu.

Ryu menderita lahir dan batin seperti itu, mereka masih saja merengek minta dikasihani Ryu.

Mereka orang-orang egois yang hanya mementingkan nasib putrinya. Tidak peduli dengan penderitaan orang lain.

Waduuuuuh....Seroja ditampar Ibunya Clara. Dituduh merebut Ryu dari anaknya.
Anonim
Memang begitu kalau menyembuhkan orang tidak mematok harga. Ilmu dari turun temurun keluarga kan pemberian Allah dengan cuma-cuma. Mereka yang mendapatkan ilmu itu benar-benar orang terpilih. Apa yang dikatakan Seroja memang nyatanya ada seperti itu.

Seroja bisa jadi ngidam nih - pingin seblak. Siapa tahu bibit Ryu yang waktu itu tertanam di rahim Seroja tumbuh subur menjadi calon bayi.
Anonim
Dengan dukungan Seroja sebagai istri yang sangat peduli pada kesembuhan suaminya, semoga Ryu bisa berjalan kembali. Pijitan Seroja juga bisa menyembuhkan kejantanan Ryu.
Anonim
Seroja sudah berdiskusi dengan beberapa dokter ahli bedah saraf dan tulang belakang, baik dari dalam maupun luar negeri. Ryu dioperasi oleh Profesor Ilham di sini.

Disela-sela pembicaraan serius, mereka berdua bisa saling menggoda, tertawa bersama.

Saatnya Seroja memijat Ryu, supaya peredaran darahnya lancar.

Ryu merasakan pijitan Seroja ada rasa sensasi samar. Walau sedikit.

Bagi Seroja sebagai seorang dokter, perubahan sekecil apapun tetap berarti.
Anonim
Seroja sudah berdiskusi dengan beberapa dokter bedah saraf.

Mereka menduga masih ada jaringan parut yang menekan saraf tulang belakang Ryu.

Kalau dugaan mereka benar, Ryu akan menjalani operasi revisi. Operasi besar.

Seroja menerangkan, kalau operasi nanti dilakukan. Resiko pasca operasi. Lama penyembuhannya.

Peluangnya lebih baik dibanding tidak operasi.

Mendengar semua penjelasan dari Seroja, kalau ujungnya bisa berjalan - Ryu mau mencoba.

Ryu ingin suatu hari nanti bisa berjalan sambil menggandeng tangan istrinya lagi.
irala
trmksih juga kk nana🥰
semangaat berkarya teruss y kk nana💪💪
boleh minta bonchapny kk🤩
꧁꒰✨N̊ån̊å K̊i̊år̊å✨ ꒱꧂: Sama-sama, Kak🤗🙏🙏
total 1 replies
Anonim
Akhirnya Evan bisa bertemu dengan Ryu, duduk bersama.

Ini mah pembicaraan tingkat tinggi dua laki-laki sejati. Saling bicara. Saling bertanya. Saling menjawab. Tak ada nada permusuhan.

Evan semakin sadar siapa dirinya. Siapa Ryu bagi Seroja.

Seroja berusaha terus mencari solusi untuk kesembuhan Ryu.

Semoga usaha Seroja membawa hasil baik untuk kesembuhan suaminya.
Anonim
Evan masih penasaran dengan Ryu yang dipilih Seroja sebagai suaminya. Bukan dia yang dipilih.

Mendengar percakapan Ryu dengan Jordi, kini Ervan merasa kalah dengan lapang dada.

Evan baru tahu tanpa disengaja kalau Ryu adalah CEO Kai Zander Group.
Anonim
Seroja akan mempraktekkan keahliannya pada Ryu, teknik pijat tertentu yang diturunkan dari keluarganya.

Semoga alat reproduksi Ryu bisa sembuh dengan ketelatenan Seroja dalam memijit titik-titik simpul syarafnya nanti.

Evan mengakui merasa dirinya masokis banget, didepan adiknya. Alvaro juga tidak jauh berbeda dengan kakaknya waktu itu.

Sadar saja kalau Seroja bukan jodohnya kamu, Evan. Ryu dan Seroja sudah berjodoh sejak kecil. Bahkan sejak Seroja masih dalam kandungan. Ryu memiliki banyak kelebihan, Evan belum tahu saja.
Anonim
Sembarangan dokter PPDS mengatain Ryu pasien tersesat 😄. Akhirnya malu sendiri setelah mengetahui si pasien tersesat itu siapa.

Melihat dan mendengar interaksi sepasang suami istri di depan matanya - Evan mundur teratur. Lebih baik begitu.

Boro-boro memberi celah sedikit. Mana ada Seroja memikirkan Evan. Ngga Ada.
Anonim
Evan belum menyerah, masih berharap ada kesempatan untuk memiliki wanita yang sudah menarik hatinya.

Mendengar penjelasan dari Seroja, seorang Ibu hamil yang bayinya sungsang, tampak sedikit lega.

Seroja dokter yang bisa membikin pasiennya merasa tenang dari rasa khawatir ketika mengetahui bayi dalam kandungan dinyatakan sungsang.

Suami pasien juga tidak begitu tegang lagi.

Ibu mertua pasien juga bisa bernapas lega mengetahui menantunya tidak harus operasi sekarang.
Anonim
Evan sudah berada di rumah sakit tempat Seroja menjalani pendidikan klinis.

Langkahnya menuju ruang rawat suami Seroja.

Langkahnya terhenti ketika dilihatnya seorang pria dengan kursi roda baru saja keluar dari ruang rawat VVIP.

Evan yang baru kali ini melihat Ryu - sudah bisa menilai Ryu bukan pria biasa.

Evan melihat Seroja berjalan mendekati suaminya. Dilihatnya Seroja tersenyum lepas. Senyum yang belum pernah dia lihat.

Seroja sudah berbahagia bersama suaminya dalam kondisi apapun. Evan sudah melihat sendiri interaksi suami istri itu. Jadi jangan coba menjadi pebinor wkwkwk.
Puji Hastuti
terimakasih kk,udah menghibur kami dg karya² yg bagus,jangan bosan ya kk
꧁꒰✨N̊ån̊å K̊i̊år̊å✨ ꒱꧂: Sama-sama, Kak🤗🙏🙏
total 1 replies
Muzaata Alenmiyu
terimakasih juga othor,, sukses, sehat selalu dan tetap semangaattt 💪💪💪 ditunggu up nya novel baru si suami mafia yaa 🤭🙏🏼
꧁꒰✨N̊ån̊å K̊i̊år̊å✨ ꒱꧂: Aamiin. Semoga KK sekeluarga juga diberkahi kesehatan dan kesuksesan.🙏
total 2 replies
Anitha
Terimakasih kembali kak Nana....
semoga Sukses dan sehat selalu..

Happy ending Ryuh dan Seroja
lanjut di lapak sebelah
꧁꒰✨N̊ån̊å K̊i̊år̊å✨ ꒱꧂: Aamiin. 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
Sri Wahyuni
belum rela berpisah dengan Seroja dan Ryu.....
lanjut kak othor sampe mereka punya anak
Fadillah Ahmad: Tenang Kak... Aku yakin kok, nanti pasti ada Sequel-nya Kok... 😁😁😁 Tapi nggk tau kapannya Ksk 😁😁😁 Karena, Novel ini Novel yang sangat Sukses... Jadi pastilah akan ada Seqiel-nya Kak 😂😂😂
total 1 replies
Sugiharti Rusli
thor ini karya baru kah, berarti ada dua judul yah yang baru, tapi belum ada di display
꧁꒰✨N̊ån̊å K̊i̊år̊å✨ ꒱꧂: Ya, Kak. Dua judul, tapi satunya di akun dengan nama pena Dhanaa724
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!