Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perpisahan
Siang ya terik, kota bandung dengan cuaca sangat terik. Matahari bersinar dengan benderang tapi tidak dengan suasana hati tiga orang gadis yang sedang bersedih.
" Kenapa sih Mami dan Papi harus bertengkar terus?" tanya Farah
" Apa mungkin lebih baik kita pergi aja ya dari rumah ini biar kita nggak mendengarkan pertengkaran itu." ucap Gabriella
" Nanti kalau kita pergi dari rumah ini justru hal itu akan mengancam pertengkaran yang lebih hebat, Apa kalian ingin kedua orang tua kita pisah?" ucap Galuh
" Lalu apa yang harus kita lakukan, setiap hari di rumah ini selalu aja ada peperangan antara Mami dan juga Papi." ucap Farah yang sudah bosan dengan pertengkaran itu.
" Sepertinya kita harus berusaha agar Mami dan juga Papi tidak akan bertengkar Lagi, jujur saja aku sudah muak dengan keadaan rumah ini yang selalu saja ada pertengkaran." ucap Gabriella
" Tapi apa yang harus kita lakukan agar Mami dan juga Papi tidak akan bertengkar Lagi, mereka berdua selalu saja bertengkar." ucap Galuh
" Kita harus memikirkan cara tersebut agar kedua orang tua kita tidak bertengkar, agar keluarga kita tetap utuh. Tapi jika memang usaha kita tidak membuahkan hasil, maka aku tidak akan memilih untuk ikut Mami ataupun Papi." jelas Farah.
" Aku juga tidak akan memilih ikut untuk mami ataupun Papi, aku akan memilih hidupku sendiri yang jelas tanpa ada pertengkaran." jelas Gabriela.
" Baiklah kalau begitu kita sepakat untuk menyatukan Mami dan juga Papi lagi, tetapi jika kita gagal maka kita tidak akan memilih untuk ikut salah satu diantara mereka. Dan kita semua akan memiliki kehidupan kita masing-masing, tentunya akan berkaitan atau tidak itu tergantung nantinya." jelas Galu dan keduanya pun mengganggu.
Mereka pun akhirnya menyusun rencana, Mereka melihat tanggal di kalender yang sebentar lagi menunjukkan tanggal anniversary pernikahan kedua orang tuanya yang ke-25. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengadakan dinner romantis, dan mereka berharap rencana mereka itu akan berjalan dengan sangat lancar. Sebab mereka sangat tidak ingin orang tuanya berpisah, dan pastinya setelah itu kehidupan mereka tanpa arah dan juga tujuan.
Mereka telah menyiapkan tempat yang sudah di desain sebaik mungkin, kemudian Gabriela dan juga Galuh menghubungi Mami dan juga papinya untuk datang ke tempat tersebut. Mereka pun memantau dari kejauhan, mereka berharap rencana mereka ini akan berjalan dengan lancar. Tapi sayangnya rencana mereka tidak berjalan dengan lancar, mereka justru melihat pertengkaran antara keduanya.
" Kau kira dengan mengadakan acara seperti ini aku akan luluh, jawabannya tidak."
" Aku kira kau yang mengadakan ini, Tapi sayangnya Ini semua tidak mempan."
" Aku sudah mutlak memutuskan kalau kita akan berpisah."
" Oke baiklah kita akan berpisah, tapi anak-anak akan ikut aku."
" Tidak anak-anak akan ikut aku."
Keduanya terus saja bertengkar di tempat tersebut, tentunya hal itu membuat tiga anak kembar itu menjadi sangat bersedih. Mereka bertiga akhirnya muncul di hadapan kedua orang tuanya itu, dan kemudian dengan lantang menolak keinginan kedua orang tuanya.
" Aku tidak ingin ikut dengan Mami ataupun Papi." ucap Farah
" Lalu kalau kau tidak ikut di antara kami maka kau akan tinggal bersama dengan siapa Farah?" tanya sama papi
" Kalian tidak usah memperdulikan ku, sejak awal kalian sekali saja bertengkar dan tidak pernah memikirkan kebahagiaan kami." ucap Gabriella
" Jangan bilang kalau kau dan juga Galuh juga tidak ingin ikut dengan kami?" tanya wanita paruh baya itu.
" Tidak ada satupun dari kami yang akan ikut dengan Mami ataupun Papi, awalnya kami berharap dengan merencanakan hal ini maka Mami dan juga Papi akan kebaikan. Tapi sayangnya Mami dan juga Papi bukannya baikan, tapi mami dan Papi justru ingin bercerai." ucap Galuh dengan derai yang menetes.
" Hubungan Mami dan juga Papi sudah tidak sama lagi seperti dulu, Mami dan juga Papi sudah tidak bisa menjalani hari yang sama seperti dulu lagi. Kami berdua sudah tidak cocok anak-anak, tapi memohon kalian pilih untuk ikut salah satu diantara Mami dan juga Papi." ucap sang Mami yang khawatir akan terjadi sesuatu pada putri-putrinya itu.
" Aku tahu mami pasti mengkhawatirkan kami, tapi mental kami telah hancur dengan pertengkaran yang dilakukan oleh Mami dan Papi selama ini. Dan perpisahan ini telah menghancurkan kami, dan kami juga merasa tidak sanggup jika harus melihat Mami dan Papi bersama dengan pasangan masing-masing." ucap Farah
" Papi mohon kepadamu Farah, tolong bujuk adik-adikmu untuk ikut tinggal bersama dengan Mami ataupun Papi. Kau adalah yang paling dewasa di sini, dan Tapi harap kau berpikir secara dewasa." ucapnya
" Aku tidak akan membujuk mereka untuk ikut di antara Mami ataupun Papi, karena aku juga tidak akan ikut di antara Mami ataupun Papi." ucap Farah.
" Lalu bagaimana dengan kehidupan kalian nantinya?"
" Untuk apa kalian memperdulikan kami, sudah beberapa tahun belakangan ini saja kalian berdua tidak pernah memperdulikan kami dan hanya sibuk dengan urusan masing-masing. Dan jika kalian berada di rumah pastinya kalian akan bertengkar, tidak pernahkah kalian memikirkan mental kami bertiga?" ucap Gabriel.
" Maafkan kami anak-anak." ucap keduanya serentak.
" Sudahlah kalian tidak perlu meminta maaf kepada kami, karena kami rasa itu semua hanyalah sia-sia saja." ucap Galuh
Kedua pasangan paruh baya itu ditinggal pergi oleh ketiga anak kembarnya, tentunya mereka sangat bersedih mendapatkan respon seperti itu dari ketiga anak kembar nya. Mereka sangat tidak menyangka kalau ketiga anak kembarnya sampai berpendapat seperti itu tentang mereka, mereka tentunya sadar kalau apa yang mereka lakukan selama ini pastinya menyakiti anak-anaknya. Tetapi mereka sangat tidak menyangka kalau hal itu menyakiti anak-anaknya sampai terlalu dalam, hingga akhirnya tidak ada satupun dari anak-anaknya yang mau ikut dengan mereka.
Pasangan baru baya itu dan memikirkan mengenai kondisi anak-anaknya, mereka tentunya khawatir kalau anak-anaknya itu akan salah jalan. Akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah, karena mereka yakin kalau anak-anaknya itu saat ini pasti ada di rumah. Dan mereka akan berusaha membujuk anak-anaknya untuk ikut salah satu diantara mereka, karena mereka berdua memang sudah tidak mungkin bersatu lagi.
Saat ini mereka sudah sampai di rumahnya, pasangan suami istri itu langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamar putrinya. Tentunya mereka sangat terkejut melihat ketika putrinya yang sudah merapikan kopernya, dan tentunya mereka tampak tidak hanya merapikan satu koper saja. Hal itu membuat mereka sangat terkejut karena putrinya tampak seperti ingin pergi jauh, dan dari barang bawaannya seperti tidak akan kembali lagi ke rumah tersebut.
" Kalian bertiga ingin pergi ke mana sampai merapikan begitu banyak koper?" tanya pria paruh baya itu.