NovelToon NovelToon
Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Romansa / Aksi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Peringatan Misi Kematian! Sisa waktu: 10 menit.

​Tugas: Hadapi Dewi Kuno, atau jantungmu meledak.

​Sebagai murid buangan yang tertindas, Lin Huang mendadak memiliki kekuasaan instan berkat "Tanda Batas Batil" di pergelangan tangannya. Tidak butuh waktu ratusan tahun, kultivasinya meningkat eksponensial dalam hitungan detik—tetapi harganya adalah risiko nyawa yang mengerikan!

​Setiap detik adalah pertarungan. Setiap misi adalah perjudian.

​Fast-Paced Xianxia | Kultivasi Ekstrem | Romansa Paksaan Dewi

​Rasakan adrenalin tanpa jeda di setiap bab!

​"Ini bukan tentang menjadi abadi, ini tentang bertahan hidup di detik berikutnya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjamuan Istana Gales

​Istana Gales berdiri megah di pusat kota, kontras dengan bangunan sekitarnya yang kumuh dan berdebu. Dindingnya terbuat dari batu granit hitam, dijaga ketat oleh barisan prajurit berbaju zirah lengkap dengan tombak berkilau. Malam itu, lampu-lampu minyak spiritual berjejer di sepanjang aula utama, memancarkan cahaya keemasan yang mewah.

​Lin Huang berjalan melewati koridor utama dengan tenang. Jubah hitam barunya tampak pas di tubuhnya yang tegap, memberikan kesan misterius namun gagah. Dia terpaksa datang sendiri. Di halaman kecil tempat mereka bersembunyi, Ye Qingyue sedang berada dalam fase paling kritis untuk menyerap Tanaman Sembilan Jiwa Ice. Hawa dingin yang memancar dari kamar sang Dewi begitu pekat hingga Lin Huang harus memasang formasi pengalih perhatian sederhana agar tidak memicu kecurigaan penduduk kota.

​"Tuan Lin Huang, silakan masuk. Tuan Besar Gao sudah menunggu Anda," kata Zhao Jiong, pria tua bermata satu dari Paviliun Harta Karun, sambil membungkuk hormat di depan pintu jati raksasa aula perjamuan.

​Begitu pintu terbuka, aroma arak spiritual yang kuat dan gelak tawa puluhan orang langsung menyergap indra pendengaran Lin Huang. Aula itu dipenuhi oleh meja-meja perjamuan yang sarat akan makanan mewah. Di sana duduk para jawara lokal, pemimpin faksi tentara bayaran, dan kultivator mandiri yang memiliki pengaruh di Kota Gales.

​Namun, begitu Lin Huang melangkah masuk, atmosfer di dalam ruangan seketika berubah. Tawa riang yang tadinya membahana perlahan mereda, digantikan oleh bisikan-bisikan tajam dan tatapan mata yang dipenuhi selidik, intimidasi, serta rasa tidak percaya.

​"Jadi ini bocah yang membantai Kadal Api Tingkat 3 sendirian?"

​"Kultivasinya... hanya di Ranah Kondensasi Qi? Lelucon macam apa ini?!"

​"Pasti Zhao Jiong melebih-lebihkan ceritanya demi menutupi ketidakbecusan penjaganya."

​Lin Huang mengabaikan semua cibiran itu. Matanya lurus menatap ke ujung aula, di mana sebuah kursi megah yang dilapisi kulit harimau monster diduduki oleh seorang pria bertubuh raksasa dengan janggut tebal dan mata yang tajam seperti elang. Dialah Tuan Besar Gao, penguasa bawah tanah Kota Gales yang berada di Ranah Inti Emas tingkat rendah.

​Di samping kursi Tuan Besar Gao, berdiri dua orang pengawal kembar berwajah dingin yang memancarkan aura Ranah Fondasi Jiwa tingkat tinggi. Tekanan spiritual di sekitar mereka sengaja dilepaskan, menekan udara di dalam aula hingga terasa berat.

​"Lin Huang," Tuan Besar Gao membuka suara, suaranya menggelegar seperti guntur rendah, membuat beberapa cangkir arak di meja terdekat bergetar. Dia tidak bangkit dari kursinya, melainkan menatap Lin Huang dari atas ke bawah dengan pandangan meremehkan. "Kau punya keberanian yang besar untuk merusak tokohku dan membunuh monster peliharaanku, lalu datang ke sini dengan kepala tegak."

​Lin Huang berjalan ke tengah aula, lalu menarik sebuah kursi kosong dengan santai dan duduk di atasnya, menyilangkan kakinya tanpa ada rasa takut sedikit pun. Tindakan lancangnya ini membuat beberapa pemimpin faksi di sekitarnya menggebrak meja dengan marah.

​"Tuan Besar Gao mengundangku ke sini untuk minum arak, atau untuk pamer kekuatan?" Lin Huang menyeringai tebal, menatap langsung ke mata sang penguasa bawah tanah. "Jika hanya untuk pamer, kurasa dua pengawal di sampingmu itu masih terlalu lemah untuk membuatku terkesan."

​"Sombong!" salah satu pemimpin tentara bayaran bertubuh kekar bangkit berdiri, menunjuk Lin Huang dengan kapak besarnya. "Bocah ingusan, berani sekali kau bicara seperti itu di depan Tuan Besar Gao! Berlutut dan minta maaf, atau aku akan memotong kakimu!"

​Tuan Besar Gao mengangkat tangannya, mengisyaratkan bawahannya untuk diam. Dia menuangkan arak spiritual ke dalam cangkir emasnya sendiri, lalu tersenyum dingin. "Gales adalah kota yang menghormati kekuatan, Lin Huang. Kau membunuh Kadal Api milikku, yang berarti kau menghancurkan salah satu aset pertahananku. Aku bisa memaafkanmu, bahkan menjadikanmu Wakil Penguasa di istana ini..."

​Gao jeda sejenak, matanya menyipit penuh keserakahan. "...asalkan kau menyerahkan teknik bela diri fisik yang kau gunakan, dan... wanita berambut perak yang bersamamu kemarin."

​Mendengar kata "wanita berambut perak", kilatan dingin yang teramat tajam meledak di mata Lin Huang. Ye Qingyue adalah miliknya—atau setidaknya, wanita yang jiwanya terikat dengannya. Mendengar babi berjanggut ini berani mengincar sang Dewi membuat darah Lin Huang mendidih.

​Deg!

​Tepat pada detik itu, pergelangan tangan kiri Lin Huang mendadak memanas seperti disengat api. Pendaran cahaya hijau siaga di tatonya seketika lenyap, berganti menjadi warna merah darah yang berkedip dengan kecepatan yang mengerikan di dalam lautan kesadarannya.

​[00:02:59]

​[00:02:58]

​Lin Huang mengumpat dalam hati. Sialan! Keparat ini benar-benar tahu kapan harus memicu kegilaan!

​[Peringatan! Tugas Kematian Kelima telah dipicu!]

[Deskripsi: Penguasa Bawah Tanah, Tuan Besar Gao, telah menghina martabat Anda dan berniat merebut hak milik takdir Anda (Dewi Ye Qingyue).]

[Tugas: Tampar cangkir arak emas dari tangan Tuan Besar Gao, remukkan kesombongannya di depan umum, dan paksa dia menyerahkan 'Peta Rahasia Makam Dewa Kuno'!]

[Waktu Tersisa: 3 Menit.]

[Hukuman: Gagal menyelesaikan dalam batas waktu \= Jantung meledak, jiwa hancur total.]

​Tiga menit! Tugas kali ini tidak memberikan ruang untuk bernapas sedikit pun. Angka digital di kepalanya terus menyusut dengan kejam.

​[00:02:30]

​Lin Huang perlahan bangkit dari kursinya. Seringai tebal yang biasanya menghiasi wajahnya kini hilang, digantikan oleh ekspresi dingin yang dipenuhi kegilaan raksasa seoranti anti-hero yang disudutkan oleh maut.

​"Tuan Besar Gao," Lin Huang melangkah maju, membiarkan energi Ranah Kondensasi Qi Tingkat 9 Sempurna miliknya meledak keluar secara masif, menciptakan gelombang angin yang membalikkan beberapa meja perjamuan di dekatnya. "Kau baru saja mengatakan dua hal yang paling membuatku muak di dunia ini."

​Tuan Besar Gao mengerutkan kening, tangannya yang memegang cangkir emas membeku di udara. Dia merasakan ada yang tidak beres dengan perubahan aura Lin Huang yang tiba-tiba menjadi sangat menekan. "Apa maksudmu?"

​"Pertama, kau menyuruhku menyerahkan teknikku," Lin Huang mempercepat langkahnya, pendaran warna perunggu keemasan dari Tubuh Perunggu Kuno mulai menyelimuti seluruh kulitnya, menembus kain jubah hitamnya. "Dan kedua... kau berani menyebut-nyebut tentang wanitaku dengan mulut kotormu itu!"

​[00:01:45]

​"Cari mati! Habisi dia!" Tuan Besar Gao meraung, merasakan ancaman bahaya yang nyata.

​Kedua pengawal kembar di sampingnya bergerak secara bersamaan. Mereka menarik pedang kembar mereka, melepaskan aura Ranah Fondasi Jiwa yang tajam, menerjang ke arah Lin Huang bagai dua kilatan cahaya hitam yang mematikan.

​"Minggir dari jalanku, bangsat!" Lin Huang berteriak gila.

​Tanpa menghindar sedikit pun, Lin Huang melayangkan kedua tinju perunggunya ke depan untuk menyambut bilah pedang kedua pengawal tersebut. Dia tidak punya waktu untuk taktik bela diri yang indah; hitungan mundur di matanya sudah menyentuh angka satu menit!

​PRANG!!!

​Dua bilah pedang baja tingkat tinggi hancur berkeping-keping menjadi serpihan logam saat bersentuhan dengan kepalan tangan Lin Huang. Tidak berhenti di situ, sisa momentum tinju Lin Huang menghantam dada kedua pengawal kembar itu dengan telak.

​Brak!

​Suara retakan tulang rusuk terdengar jelas. Kedua pengawal Ranah Fondasi Jiwa itu memuntahkan darah segar di udara, tubuh mereka terbang lurus ke belakang menabrak pilar granit utama aula hingga retak, sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri.

​Seluruh aula perjamuan seketika menjadi sunyi senyap seolah-olah waktu telah berhenti. Para kultivator lokal yang tadi menghina Lin Huang kini membatu di kursi mereka, tubuh mereka gemetar hebat melihat dua ahli hebat ditumbangkan dalam satu detik oleh seorang remaja.

​[00:00:30]

​[00:00:29]

​Lin Huang tidak membuang waktu satu detik pun untuk melihat korbannya. Dengan satu lompatan nekat, dia melompati meja perjamuan utama, menerjang langsung ke arah Tuan Besar Gao yang kini matanya membelalak ngeri penuh keterkejutan.

​Gao mencoba mengaktifkan pelindung Qi Ranah Inti Emas miliknya, sebuah perisai cahaya merah menyala yang tebal. Namun, di depan keputusasaan Lin Huang yang dikejar oleh detak kematian, perisai itu tidak ada artinya!

​Lin Huang menyatukan jari tangan kanannya, memicu Teknik Pedang Pembelah Langit dengan seluruh sisa energinya. Bilah cahaya perak raksasa memadat di jarinya dan langsung menebas perisai tersebut.

​IKLAN—BOOM!

​Perisai Inti Emas hancur berkeping-keping. Sebelum Gao sempat menarik senjata simpanannya, tangan kiri Lin Huang yang berkilau warna perunggu sudah melesat maju seperti ular kobra.

​Plak!!!

​Satu tamparan mentah yang luar biasa keras menghantam tangan Tuan Besar Gao, membuat cangkir arak emasnya terlepas dan terbang di udara sebelum hancur menabrak langit-langit aula. Tidak berhenti di situ, Lin Huang mencengkeram kerah baju Gao, membanting tubuh raksasa penguasa bawah tanah itu ke lantai hingga batu granit di bawahnya hancur membentuk kawah kecil.

​Brak!

​Lin Huang menginjak dada Tuan Besar Gao dengan kaki kanannya, sementara jari pedang perak yang tajam ditudongkan tepat di sela-sela tenggorokan Gao yang gemetar.

​[00:00:05]

​[00:00:04]

​"Peta Makam Dewa Kuno... serahkan sekarang, atau kepalamu akan menggelinding di lantai ini dalam tiga detik!" Lin Huang meraung dengan mata merah padam penuh kegilaan sejati.

​"D-Di dalam... cincin spasialku... ambil saja!" Gao berteriak histeris, nyalinya menciut total di depan tatapan mata Lin Huang yang tampak seperti iblis pencabut nyawa.

​Lin Huang dengan cepat menarik cincin perak dari jari Gao, menggunakan kesadarannya untuk membongkar paksa isinya, dan langsung menemukan sebuah gulungan kulit tua yang memancarkan aura kuno yang aneh.

​[Tugas Selesai!]

[Keberhasilan 100%. Anda telah meremukkan kesombongan Tuan Besar Gao dan mendapatkan Peta Makam Dewa Kuno!]

[Tanda Batas Batil beralih ke mode siaga. Status Nyawa: AMAN.]

​Lin Huang mengembuskan napas lega yang teramat dalam, menurunkan kakinya dari dada Gao yang terengah-engah. Namun, sebelum dia sempat berbalik untuk meninggalkan aula yang penuh dengan ketakutan itu, seluruh Istana Gales tiba-tiba bergetar hebat.

​RUMBLEEEE!!!

​Bukan getaran gempa bumi biasa. Detik berikutnya, sebuah gelombang energi dingin yang teramat masif, murni, dan membekukan meledak dari arah sudut barat kota—tepat di mana penginapan tempat Ye Qingyue berada. Langit malam Kota Gales yang tadinya bersih seketika tertutup oleh awan salju raksasa, dan suhu udara di dalam aula perjamuan merosot tajam hingga dinding-dinding batu mulai dilapisi es biru.

​Wajah Lin Huang langsung memucat. Ikatan Jiwa! Dia bisa merasakan inti jiwanya berdenyut kesakitan, tanda bahwa Ye Qingyue sedang menghadapi ancaman yang bisa menghancurkan hidup mereka berdua.

​"Sialan! Ada yang tidak beres dengan pembongkaran segelnya!" Lin Huang berteriak panik di dalam hati. Tanpa memedulikan Tuan Besar Gao atau orang-orang di aula, dia berbalik dan melompat menerobos jendela kaca aula, melesat kembali ke arah penginapan dengan kecepatan penuh menembus badai es yang tiba-tiba melanda kota.

1
Luthfi Aamiin
👰👰👰👰👰5🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👰🤔💪👰🐉🐉👰💪💪💪💪🐉👰🐉👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉👰💪💪💪
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉7
Luthfi Aamiin
9🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉👰
Luthfi Aamiin
8👰👰👰👰👰👰🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉🐉🐉👰👰👰👰👰👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰
Tanto Casper
bagus sekali...lanjut thor
Danzo28: "Terima kasih banyak ya dukungannya! Pasti lanjut terus, pantengin terus ya!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!