"Hai guys! Biar petualangan MC kita makin epic dan nggak banyak gangguan kata-kata typo, Thor memutuskan untuk melakukan revisi dan perbaikan total pada bab-bab novel ini. Mohon ditunggu sebentar ya, Thor lagi ngebut mempercantik ceritanya!
Sembari nunggu novelnya selesai diperbaiki, yuk bantu amankan posisi novel kita dengan tetap klik LIKE, ramaikan KOMEN, dan klik FOLLOW profilku. Jangan lupa juga buat kasih rating BINTANG 5 di halaman depan, ya! Sampai jumpa di versi novel yang lebih mantap! 🚀"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjamuan Istana Gales
Istana Gales berdiri megah di pusat kota. Lampu-lampu minyak spiritual memancarkan cahaya keemasan yang mewah.
Lin Huang berjalan melewati koridor utama dengan tenang mengenakan jubah hitam baru yang gagah. Dia terpaksa datang sendiri karena Ye Qingyue sedang berada dalam fase paling kritis untuk menyerap Tanaman Sembilan Jiwa Ice.
Begitu pintu jati raksasa dibuka, aroma arak spiritual dan gelak tawa puluhan orang langsung menyergap. Aula itu dipenuhi oleh para jawara lokal dan pemimpin faksi tentara bayaran. Namun, begitu Lin Huang melangkah masuk, atmosfer ruangan seketika berubah digantikan bisikan tajam.
"Kultivasinya... hanya di Ranah Kondensasi Qi? Lelucon macam apa ini?!"
Lin Huang menarik sebuah kursi kosong dengan santai dan duduk di atasnya, menyilangkan kaki tanpa rasa takut. Di ujung aula, duduk seorang pria bertubuh raksasa dengan janggut tebal dan mata setajam elang: Tuan Besar Gao, seorang ahli Ranah Inti Emas tingkat rendah.
"Lin Huang," Tuan Besar Gao membuka suara menggelegar. "Kau punya keberanian besar datang ke sini dengan kepala tegak."
"Tuan Besar Gao mengundangku ke sini untuk minum arak, atau untuk pamer kekuatan?" Lin Huang menyeringai tebal.
"Sombong!" salah satu pemimpin tentara bayaran bangkit berdiri menunjuk Lin Huang dengan kapak besarnya.
Tuan Besar Gao mengangkat tangan, mengisyaratkan bawahannya untuk diam. "Aku bisa memaafkanmu, bahkan menjadikanmu Wakil Penguasa di istana ini... asalkan kau menyerahkan teknik bela diri fisikmu, dan... wanita berambut perak yang bersamamu kemarin."
Mendengar babi berjanggut ini berani mengincar sang Dewi membuat darah Lin Huang mendidih seketika.
Deg!
Pergelangan tangan kiri Lin Huang mendadak memanas, beralih menjadi warna merah darah yang berkedip dengan kecepatan mengerikan.
Lin Huang mengumpat dalam hati. Sialan! Keparat ini benar-benar tahu kapan harus memicu kegilaan!
[Peringatan! Tugas Kematian Kelima telah dipicu!]
[Deskripsi: Tuan Besar Gao telah menghina martabat Anda dan berniat merebut hak milik takdir Anda (Dewi Ye Qingyue).]
[Tugas: Tampar cangkir arak emas dari tangan Tuan Besar Gao, remukkan kesombongannya di depan umum, dan paksa dia menyerahkan 'Peta Rahasia Makam Dewa Kuno'!]
[Waktu Tersisa: 3 Menit.]
[Hukuman: Gagal \= Jantung meledak, jiwa hancur total.]
Tiga menit! Angka digital di kepalanya terus menyusut kejam: ****.
Lin Huang perlahan bangkit dari kursinya, membiarkan energi Ranah Kondensasi Qi Tingkat 9 Sempurna miliknya meledak keluar secara masif.
"Tuan Besar Gao," Lin Huang melangkah maju, pendaran warna perunggu keemasan mulai menyelimuti seluruh kulitnya. "Kau baru saja mengatakan dua hal yang paling membuatku muak di dunia ini. Pertama, kau menyuruhku menyerahkan teknikku. Dan kedua... kau berani menyebut-nyebut tentang wanitaku dengan mulut kotormu itu!"
"Cari mati! Habisi dia!" Tuan Besar Gao meraung.
Kedua pengawal kembar di samping Gao menarik pedang mereka, melepaskan aura Ranah Fondasi Jiwa tingkat tinggi, menerjang ke arah Lin Huang bagai dua kilatan cahaya hitam.
"Minggir dari jalanku, bangsat!" Lin Huang berteriak gila. Tanpa menghindar, dia melayangkan kedua tinju perunggunya ke depan untuk menyambut bilah pedang kedua pengawal tersebut.
PRANG!!!
Dua bilah pedang baja hancur berkeping-keping saat bersentuhan dengan kepalan tangan Lin Huang. Sisa momentum tinjunya menghantam dada kedua pengawal itu dengan telak hingga mereka memuntahkan darah dan terbang menabrak pilar granit utama sampai pingsan.
Seluruh aula perjamuan seketika menjadi sunyi senyap seolah-olah waktu telah berhenti.
Lin Huang melompat menerjang langsung ke arah Tuan Besar Gao. Gao mencoba mengaktifkan pelindung Qi Ranah Inti Emas miliknya, namun di depan keputusasaan Lin Huang, perisai itu tidak ada artinya! Lin Huang memicu Teknik Pedang Pembelah Langit di jarinya.
BOOM!
Perisai Inti Emas hancur berkeping-keping. Sebelum Gao sempat menarik senjata simpanannya, tangan kiri Lin Huang yang berkilau warna perunggu sudah melesat maju.
Plak!!!
Satu tamparan mentah yang luar biasa keras menghantam tangan Tuan Besar Gao hingga cangkir emasnya terbang hancur menabrak langit-langit aula. Lin Huang mencengkeram kerah baju Gao, membanting tubuh raksasa itu ke lantai hingga hancur membentuk kawah kecil, lalu menginjak dadanya.
"Peta Makam Dewa Kuno... serahkan sekarang, atau kepalamu akan menggelinding!" Lin Huang meraung gila.
"D-Di dalam... cincin spasialku... ambil saja!" Gao berteriak histeris, nyalinya menciut total. Lin Huang dengan cepat menarik cincin perak itu dan menemukan gulungan kulit tua di dalamnya.
[Tugas Selesai!]
[Tanda Batas Batil beralih ke mode siaga. Status Nyawa: AMAN.]
Lin Huang mengembuskan napas lega. Namun, sebelum dia sempat berbalik, seluruh Istana Gales tiba-tiba bergetar hebat.
RUMBLEEEE!!!
Sebuah gelombang energi dingin yang teramat masif meledak dari arah sudut barat kota—tepat di mana penginapan tempat Ye Qingyue berada! Langit malam Kota Gales seketika tertutup oleh awan salju raksasa, dan dinding-dinding batu mulai dilapisi es biru.
Melalui Ikatan Jiwa, Lin Huang bisa merasakan inti jiwanya berdenyut kesakitan, tanda bahwa Ye Qingyue sedang menghadapi ancaman besar.
"Sialan! Ada yang tidak beres dengan pembongkaran segelnya!" Lin Huang berteriak panik di dalam hati. Tanpa memedulikan Tuan Besar Gao, dia melompat menerobos jendela kaca aula, melesat kembali ke arah penginapan dengan kecepatan penuh menembus badai es.
jos gandos
Mak nyusss
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
🗿🗿🗿🗿
👻👻👻👻👻
🐉🐉🐉🗿🗿👻👻👻🗿🗿🐉🐉🐉
Sembari nunggu novelnya selesai diperbaiki, yuk bantu amankan posisi novel kita dengan tetap klik LIKE, ramaikan KOMEN, dan klik FOLLOW profilku. Jangan lupa juga buat kasih rating BINTANG 5 di halaman depan, ya! Sampai jumpa di versi novel yang lebih mantap! 🚀"