Berdua, saudara kandung!!!
Indah, gadis mandiri dengan disiplin yang tinggi membuatnya lebih sering sendiri, dingin dan tak banyak bicara. Pecinta warna biru. Wanita terlalu cengeng dan lebih banyak menggunakan perasaan daripada logika dalam memutuskan dan berbuat sesuatu. Untuk itu dia lebih suka bermain dengan laki - laki daripada teman perempuannya, kecuali cewek yang sepemikiran dengannya.
Ibnu, Pria tampan yang tak mau menyakiti perasaan wanita karena tak ingin adik perempuannya tersakiti.
Indah dan Ibnu terpisah sejak Indah dilahirkan ke dunia.
Konflik batin terjadi saat Indah mengetahui tentang jati dirinya dan berakhir saat ia sadar bahwa dirinya membutuhkan saudara laki - laki dan Indah memilikinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Norma Indah Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluargaku
Saat itu usiaku masih sangat kecil untuk bisa memahami dan menghadapi masalah orang dewasa.
akupun bisa dibilang anak yang tertutup dilingkungan sekitar.
"Bermainlah kerumah tetangga sebelah!"
Itulah kalimat yang sering diucapkan Ayah saat menyuruhku bermain.
Ayah sangat menyayangiku,mungkin karena aku adalah anak semata wayangnya.
Ayah tak pernah memarahiku,kecuali saat beliau sedang panik atau khawatir dengan keadaanku. Begitupun bukan aku yang dimarahi,melainkan ibu.
Namun dibalik kasih sayang Ayah,ibu sering memarahiku.
Mungkin begitulah karakter seorang ibu yg terlalu mengkhawatirkan anak - anaknya.
Kembali tentang Ayah:
Beliau adalah orang yang sangat tegas,namun sangat pandai memilah setiap masalah yang dihadapinya.
Hal itu terlihat saat aku mengikuti ibu menghadiri rapat di sekolah Ayah yang seorang guru *****
Semua murid menundukkan kepala saat Ayah memandang mereka,walau tidak dalam keadaan bersalah. Entah karena apa aku memiliki sifat yang sama seperti Ayah.
Karena didikannya atau karena aku mentauladani sifat n tingkah laku Ayah.
Ibu :
Ibu adalah seorang penjahit baju wanita, tapi beliaupun bisa menjahit baju pria.
Bisa dikatakan hasil jahitannya begitu bagus. Hal itu ditandai dengan banyaknya pelanggan yang datang kerumah menjahitkan kainnya untuk dijadikan pakaian sesuai yang mereka inginkan.
Ibu suka sekali shopping tapi bukan sekedar berbelanja,melainkan mecari model pakaian keluaran terbaru.
Begitulah keluargaku ditambah dengan nenek,orang tua dari ibu yang tidak menetap dirumah bersama aku, ibu dan ayah.
Serta keluarga lain yang tak bisa kusebut satu per satu.