NovelToon NovelToon
Jiwa Pembunuh Di Tubuh Gadis SMA

Jiwa Pembunuh Di Tubuh Gadis SMA

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:152k
Nilai: 5
Nama Author: eka zeya257

Aurelia adalah tentara bayaran yang hidup di dunia penuh darah dan pengkhianatan. Dalam sebuah misi terakhir, dia mati setelah dikhianati oleh orang yang paling dia percaya.

Namun kematian bukanlah akhir.

Ketika membuka mata, Aurelia justru terbangun di tubuh seorang gadis SMA lemah bernama Aria, seorang tunangan dari pria paling berbahaya di dunia bawah tanah.

Sayangnya, pertunangan itu hanyalah perjanjian tanpa perasaan. Ravian bersikap dingin, acuh, dan sama sekali tidak peduli pada gadis yang seharusnya menjadi calon istrinya.

Namun mereka tidak tahu satu hal. Gadis lemah itu sudah tidak ada lagi. Di dalam tubuhnya kini hidup jiwa seorang pembunuh yang terbiasa menghadapi peluru, pengkhianatan, dan kematian.

Saat musuh mulai datang dari segala arah, rahasia masa lalu terbongkar, dan perang dunia bawah tanah tak terhindarkan…

Akankah seorang gadis SMA yang dihina mampu bertahan di sisi sang raja dunia gelap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Langit malam tampak pekat tanpa bintang. Hanya suara angin yang menyapu reruntuhan gudang tua di pinggiran kota. Lampu-lampu jalan yang redup menciptakan bayangan panjang di tanah yang retak.

Di atas sebuah gedung beton yang setengah runtuh, seorang wanita berdiri dengan tenang dia Aurelia. Sang Leader One, organisasi pembunuh bayaran yang paling terkenal.

Rambut hitamnya yang panjang diikat tinggi, memperlihatkan wajah dingin yang nyaris tanpa emosi. Mata tajamnya menatap ke arah kompleks gudang yang dijaga ketat oleh puluhan pria bersenjata. Mereka adalah kelompok tentara bayaran yang selama dua tahun terakhir menjadi musuh utama organisasinya.

Kelompok itu dikenal kejam. Mereka menyerang markas, mencuri jalur senjata, bahkan membantai anggota yang tertangkap tanpa ampun.

Namun malam ini... semuanya akan berakhir.

Aurelia mengangkat tangan, memberi isyarat pada pasukan kecil yang bersembunyi di balik bayangan. Dua belas orang, semua adalah prajurit terbaik yang dia pilih sendiri. Di telinganya terpasang alat komunikasi kecil.

"Posisi semua unit," ucap Aurelia pelan.

Suara pria terdengar dari alat komunikasi.

"Tim dua siap."

"Tim tiga siap."

"Penembak jitu sudah mengunci target."

Aurelia mengamati area itu sekali lagi melalui teropong malam. Para penjaga berpatroli tanpa menyadari bahwa kematian sedang mengawasi mereka dari berbagai arah.

Dia menarik napas perlahan. "Mulai."

Satu kata itu seperti membuka gerbang neraka, detik itu juga suara tembakan senyap langsung terdengar.

Salah satu penjaga di gerbang depan roboh tanpa sempat berteriak. Peluru dari penembak jitu menembus kepalanya dengan presisi.

"Bergerak."

Aurelia melompat turun dari atap gedung dengan lincah setelah memberi komando, mendarat tanpa suara. Sepatu tempurnya menyentuh tanah dengan ringan sebelum dia berlari menuju pintu belakang gudang.

Dua orang penjaga berjaga di sana. Sebelum mereka sempat bereaksi, Aurelia sudah berada di depan mereka. Pisau tempur di tangannya bergerak cepat.

Srat!

Jleb!

Satu tebasan, dan satu tusukan. Dua tubuh langsung jatuh bersamaan. Darah mengalir di lantai beton yang dingin. Aurelia mendorong pintu gudang perlahan.

Di dalamnya, suara tembakan mulai terdengar. Anak buahnya sudah menyerbu dari sisi lain, dia melangkah masuk dengan tenang. Seorang pria bersenjata muncul dari balik peti kayu, mengarahkan senapannya.

DOR!

Aurelia menghindar, berguling ke samping lalu menendang tangan pria itu hingga senjatanya terlepas, lalu memutar tubuh dan menembakkan pistol yang dia pegang.

DOR!

Pria itu jatuh. Di sekelilingnya, pertempuran berlangsung cepat dan brutal. Tim Aurelia bergerak dengan koordinasi sempurna. Mereka menembak, berlindung, dan menyerang seperti mesin perang yang terlatih.

Dalam waktu kurang dari lima belas menit, sebagian besar musuh sudah terkapar.

Seorang pria tinggi dengan bekas luka di wajah keluar dari ruangan dalam gudang. Dia membawa senapan otomatis dan menatap Aurelia dengan mata penuh kebencian.

"Jadi akhirnya kau datang juga," katanya dingin.

Aurelia mengenal pria itu. Victor.

Pemimpin kelompok tentara bayaran yang selama ini meneror organisasinya. Aurelia mengangkat pistolnya.

"Permainanmu berakhir malam ini."

Victor tertawa kecil. "Benarkah?"

Dia tiba-tiba melempar granat asap ke lantai. Ledakan kecil terdengar dan asap tebal langsung memenuhi gudang. Aurelia melompat ke samping, menghindari rentetan peluru yang ditembakkan Victor secara membabi buta.

DOR! DOR!

RATATA!

DOR!

Suara tembakan menggema di dalam ruangan. Aurelia berlari menerobos asap.

Insting tempurnya membimbing setiap langkah. Dia melihat bayangan Victor bergerak di balik asap.

Aurelia mengangkat senjatanya dan menembak dua kali.

DOR! DOR!

Suara tubuh jatuh terdengar. Ketika asap mulai menipis, sosok Victor terlihat tergeletak di lantai dengan darah mengalir dari dadanya.

Sunyi. Pertempuran baru saja selesai. Aurelia menurunkan senjatanya, dia menghela napas pelan.

"Akhirnya selesai." Gumam Aurelia.

Kelompok yang selama ini mengganggu mereka akhirnya dihancurkan. Di belakangnya, beberapa anggota tim mulai keluar dari posisi masing-masing.

Salah satunya adalah pria bernama Leon, orang yang sudah bertarung bersamanya selama bertahun-tahun.

"Kerja bagus, Leader," kata Leon sambil tersenyum tipis.

Aurelia mengangguk singkat. "Periksa area. Pastikan tidak ada yang tersisa."

"Baik."

Para anggota tim mulai menyebar. Namun sesuatu terasa... aneh, suasana terasa begitu hening. Aurelia mengerutkan kening.

Instingnya yang tajam tiba-tiba berteriak memberi peringatan. Sebelum dia sempat bereaksi...

DOR!

Suara tembakan menggema, tubuh Aurelia tersentak. Rasa panas menjalar dari punggungnya. Dia perlahan menoleh ke belakang, matanya membelalak. Leon berdiri di sana, bersama pistol yang masih terangkat di tangannya.

Beberapa anggota tim lain juga mengarahkan senjata ke arahnya. Aurelia menatap mereka satu per satu.

"...Apa ini?" suaranya rendah.

Leon tertawa kecil. "Maaf, Leader."

Darah mulai mengalir dari luka di punggung Aurelia, meresap ke seragam hitamnya. Dia menggenggam pistolnya lebih erat.

"Pengkhianatan?"

"Anggap saja begitu," jawab Leon santai.

"Kenapa?"

Leon mengangkat bahu. "Karena kami sudah muak berada di bawah bayanganmu."

Aurelia menatapnya tajam. Leon melanjutkan dengan senyum sinis.

"Selain itu... seseorang membayar kami jauh lebih mahal untuk kepalamu."

"Sia–"

DOR!

Peluru kedua melesat dari arah samping dan mengenai kepalanya, tanpa sempat Aurelia menyelesaikan pertanyaannya. Serangan malam ini sejak awal memang dirancang untuk membunuhnya.

Tubuh Aurelia jatuh tergeletak ke lantai beton yang dingin, Leon berjalan mendekat lalu menendang tubuh Aurelia yang sudah tidak bernyawa.

"Ayo pergi, dia sudah mati." Kata Leon.

"Baik."

Leon menatap tubuh Aurelia sekali lagi lalu terkekeh. "Harusnya kau tidak mempercayai siapa pun, Leader."

1
mable☆
ak kasi aplus buat author nya🙆
Qaisaa Nazarudin
Kapan Aurelia membalaskan DENDAM kematiannya ke para pengkhianat ini?? kelamaan..
Qaisaa Nazarudin
Sayang banget sudah dihujung2 bab baru nyerang ke Inti nya,kalau gitu kapan bahagianya? kayak tergantung gitu alurnya, Padahal ceritanya tipe aku banget..
Qaisaa Nazarudin
SEJAUH BAB INI, KAPAN ALETA/AURELIA BALAS DENDAM KE ORANG2 YANG SUDAH MENGKHIANATI DULU?? kenapa harus NYANGKUT dengan kisah ALETA & RAVIAN doang sih..Kan judulnya BALAS DENDAM..Terus kapan balas dendamnya??🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Yah kamu benar,Karena dia BUKAN ALETA TUNANGAN MU yg kamu ABAIKAN,Aleta sudah GAK ADA LAGI,Moga aja kamu/Jacob gak Nyesel saat tau kebenarannya suatu saat nanti..
Qaisaa Nazarudin
Udah NGAKU2 sekarang,Dulu aja Gak di ANGGAP..
Qaisaa Nazarudin
Aku curiga kalau mereka ini orang suruhan Fia mamanya Ravian..
Qaisaa Nazarudin
Udah gak perlu PENASARAN lagi kamu ke Aleta..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Kalian gak tau aja siapa dia,Dia emang petarung handal dan pembunuh upahan, apa reaksi kalian saat tau siapa Aleta?
Qaisaa Nazarudin
Tega banget kakek Jacob menjodohkan Aleta dengan Ravian,Seolah Kakek Jacob sengaja menyodorkan Aleta cucu nya kemalaikat maut setiap saat, Kenapa gak diJODOHIN je lelaki lain aja,Udah tau Ravian banyak MUSUH,Aneh nih kakek Jacob..
Qaisaa Nazarudin
SKAKMAT..Aku suka Aleta yg selalu membalikkan KATA2 dan keadaan je Ravian 👏👏👏👍👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Apakah kalau Bukan Aurelia dlm tubuh Aleta yg sekarang, Ravian akan memperlakukan Aleta seperti sekarang? gak kan?
Karena sudah setahun juga berlalu kenapa baru sekarang Ravian penasaran/ngejar2 Aletta? bukan dari dulu?? Berarti yang Ravian sukai sekarang BUKAN Aleta TAPI Aurelia..
Qaisaa Nazarudin
Aku pada mu Aleta..Jangan mau mengalah dengan orang-orang siapa pun itu..
Qaisaa Nazarudin
Lha itulah kebodohan mu,Siapa juga yang mau Nikah sama CEWEK MURAHAN kayak kamu..
Qaisaa Nazarudin
Kasian deh kamu Clara,Aletta/Aurelia yang membunuhnya,malah kamu yg kena tuduh..
Qaisaa Nazarudin
Noh itu pasti Clara,baru juga dicari Viktor 😅
Qaisaa Nazarudin
Itu orang yg mmg buat salah tapi Coba untuk menyangkalnya,Lha ini kalau kita gak berbuat apa-apa terus ngapain marah2..
Qaisaa Nazarudin
hoooo hooo apakah Fia ini ibu TIRI??
Qaisaa Nazarudin
Gosip MURAHAN, Abaikan aja Aleta toh kamu gak lakuin semua itu,Anggap aja Itu semua kerjaan musuh2 mu yg lagi Caper..😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!