NovelToon NovelToon
Memoar Patah Hati

Memoar Patah Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Romansa-Teen school
Popularitas:95.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Olive Sparkly

Namanya Ainun, seorang gadis berwajah elok. Ia seorang mahasiswi di perguruan tinggi terfavorit dikotanya. Hidupnya yang terlampau monoton, menjadikannya sosok yang cuek dan cenderung galak, terutama pada lawan jenis.

Siapa sangka, pertemuannya dengan Reza yang berawal dari pertengkaran dan permusuhan, malah membuat hari-harinya berwarna. Di selingi dengan permasalahan keluarga di masa lalu yang selalu menghantuinya.

Cinta keduanya tumbuh membuat lengah Sang Ayah dalam penjagaanya. Ada banyak pelajaran yang Ainun dapatkan saat-saat Tuhan menguji cintanya. Terlebih bayang- bayang masa lalu yang terus saja menguntitnya.

Ini adalah Novel perdana Author, semoga readers suka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olive Sparkly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(Prolog) Salah Naik

Happy reading...

Namanya Ainun Mudrikah Kusuma. Gadis cantik berambut ikal, sang pemilik lesung pipi di setiap senyumnya yang terukir. Nama unik, yang diberikan Ayah dan Ibunya. Ridho Kusuma dan Sarah Rahayu.

Ainun, begitulah orang memanggilnya, memiliki wajah teduh dan ayu, tapi tidak sesuai dengan karakternya yang cenderung cuek dan sedikit galak. Namun, tetap saja dirinya menjadi perhatian para pemuda sebayanya.

Baru beberapa bulan yang lalu menyelesaikan Pendidikan SMA nya, kini, ia sudah terdaftar di salah satu universitas favorit di kota kecilnya. Berbekal kecerdasan dan keterampilan dalam berhitung. Ia pun memilih jurusan Management Bisnis, dalam karier pendidikan nya.

Cita citanya tidaklah rumit, Ia hanya ingin memperbaiki perekonomian keluarga serta para tetangganya dari keterpurukan ekonomi. Ia berharap bisa menciptakan lapangan pekerjaan, demi membantu meminimalisir tingkat pengangguran yang semakin hati kian melonjak grafisnya.

Tinggal dikampung tidak serta merta menjadikannya haus akan kebebasan masa muda untuk berkarir di kota kota besar. Justru membuat tekadnya bulat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki kota kecilnya.

Ayahnya adalah seorang peternak domba. Ia memiliki sekitar 100 domba, dan terkadang domba betina nya pun diperah untuk diambil air susunya. Katanya, air susu domba lebih sehat dari pada susu sapi. Terbukti dari banyaknya pesanan dari berbagai kalangan, tua muda menikmati khasiatnya.

Sedangkan ibunya, hanyalah seorang IRT biasa, dan hanya sesekali membuat rajutan tas atau dompet kecil pesanan teman-teman dan tetangganya, itu pun jika ada waktu. Hari-harinya penuh dengan kesibukan rumah tangga yang entah sampai kapan tiada habisnya

Ainun memiliki 2 adik, Refan Rifaldy Kusuma, yang masih duduk dikelas 2 SMP. Dan Dalia Raihanah Kusuma, yang masih kelas 5 SD. Adik beradik ini, selalu menghangatkan suasana dikala malam yang dingin menyerap dalam tubuh. Tak ayal, kedua orang tua mereka dibuat pusing tujuh keliling. Apalagi saat ketiganya berlarian mengejar dan menggelitik satu sama lain, pemandangan yang sangat manis dalam sebuah keluarga. Keluarga harmonis.

.

Pagi itu...

"Nak, tolong bantu Adik mengikat rambutnya ya, nduk." Ibu Sarah yang sedang kerepotan menyiapkan sarapan untuk seluruh isi rumah meminta tolong pada Nun. "Iya, Bu!" Sahut Ainun antusias, langsung menghampiri adik bungsunya.

"Adek, rambutnya mau diikat seperti apa?" tanya Ainun yang tengah mempersiapkan sisir dan ikat rambut.

"Rambut adik kan panjang, diapain juga bisa mbak, terserah mbak Nun deh! aku mah nurut aja!" Dalia bersiap duduk didepan meja riasnya.

Tanpa pikir panjang Nun langsung mengepang dua rambut Dalia, dan memberinya pita di setiap ujungnya.

"Sudah selesai!" Nun yang ekspresif mempersembahkan maha karyanya pagi ini dipantulan cermin milik Dalia layaknya para penata rambut sungguhan. Dalia hanya melengkungkan bibirnya keatas dan tersenyum puas. "Terima kasih, mbak." ujarnya kemudian memeluk Ainun.

"Ya sudah yuuk, ibu sudah memanggil untuk sarapan lho, nanti keburu dingin." Ainun langsung menggaet lengan adik bungsu tercintanya itu dan menggiringnya ke meja makan.

Semua orang sudah berkumpul dan siap menyantap sarapan pagi hari ini, yang diawali dengan bedoa bersama.

"Setelah antar adik adik sekolah, ayah jadi antar Ainun ke kampus buat ambil tugas dari pak Herman kan, yah? " tanya Nun selepas membereskan meja makan.

"Bisa, tapi nanti sepulang ayah kontrol si gembol dulu ya." jawab sang ayah yang segera meraih kunci mobil lawas miliknya.

Si Gembol... Panggilan kesayangan untuk para domba-domba Ayah.

"Oke deh..." Nun memberikan dua jempolnya sekaligus dengan senyum yang mengembang.

.

Sebuah mobil van Daihatsu Zebra keluaran jadoel Berhenti diparkiran kampus terfavorit di kota ini.

"Ayah tunggu sebentar tidak apa apa kan, Ainun cuma mau ambil tugas dari pak Herman? " pinta Nun dengan sedikit senyum khas wajah ayunya.

"Ya sudah, Ayah tunggu disini!" Ayahnya yang tau watak anak gadisnya itu menurut saja.

Sebenarnya Ainun malu, sebab sering diantar jemput ayahnya ke kampus, karena teman sejawatnya mereka biasa membawa kendaraan sendiri. Hanya Ainun yang masih Antar jemput. Membuatnya dijuluki 'Anak Papi'.

Sampai pernah suatu hari, temannya ingin mengantar pulang pun tak jadi karena wajah tak bersahabat ayahnya, yang sudah lebih dulu menjemput. Entah kenapa itu membuat risih Nun, tapi Ia tak berani membantah.

drrrrt drrrt ddrrrrrrtt...

Bunyi getar ponsel Ridho mengagetkan lamunannya.

"Iya nak, dengan siapa? dimana?" Tanya Ridho pada suara Ainun diseberang telepon.

"Ya sudah nanti kalau sudah selesai telepon ayah ya, sekarang ayah pulang dulu. Ingat jangan ngawur kemana mana ya, nduk!" panggilan pun terputus.

Tak jauh dari tempat parkir disebuah lorong pinggir, "Yesss...!!" pekik Ainun dalam hati.

"Gimana? jadi gak nih, aku udah pesen taksi online loh, buat kita!" suara Gita memecahkan keheningan lorong kampus.

"Jadi kok.. nih, baru dapet izin" sahut Ainun.

"Yang lainnya mana niiih?" Ainun mencari teman yang lainnya.

"Lagi pada foto foto tuh di taman depan, norak banget deh!" seloroh Gita menggelengkan kepalanya perlahan.

Sebenarnya Ainun Tidak berniat pergi dengan teman-temannya, hanya saja dia merasa tidak enak setiap ada perkumpulan, dia jarang sekali ikut dengan sahabat sahabatnya. Bukan tidak mau, lagi-lagi karena ayahnya sangat over protective.

Ainun, Gita, Ross, Mytha dan Reza sudah siap pergi ke kafe yang sedang hits dikota kecil ini. Mereka berlima adalah sahabat sejak Masuk SMA, dan mereka janjian untuk masuk di universitas yang sama dengan jurusan yang sama. Sungguh sahabat sejati. Jangan tanya Reza ini cewek atau cowok, Dia juga cewek sama seperti yang lainnya, namanya Rena Zahira, tapi selalu dipanggil Reza oleh teman-temannya, mungkin karena penampilannya yang sedikit boyish.

tiiin tiiiiiiin...

"Sepertinya itu taxinya sudah datang, mana nih yang lainnya?" tunjuk Nun pada salah satu taksi online.

"Oke aku panggil dulu!" Gita sedikit berlari memanggil ketiga temannya ditaman dekat parkiran.

Semua sudah masuk dan siap jalan, driver sudah mulai menginjak gas nya perlahan namun pasti.

"Gaspoll pak...!!!" Ross sedikit berteriak. semua melirik kepadanya, kecuali sang driver. uffffh.... Diantara mereka berlima Memang Ross lah yang paling rame.

"Siap Non!" ujar sang supir dan mobil pun meluncur.

Di tengah perjalanan pak supir melirik ponselnya memastikan arah tujuannya, ia melirik sekilas kepada penumpangnya lewat kaca spion dan bertanya "Emmm.. maaf nona-nona, tujuan kita ke Kafe Boundon, kan?" mereka menjawab srempak "Iya pak!".

"Apa yang memesan atas nama Reza?" tanya nya lagi.

"Saya yang pesan, pak."

"Oh oke..." sebentar lagi kita sampai.

Dikampus, seorang pria tinggi bertubuh atletis sedari tadi mondar mandir menanti sesuatu, sudah lebih dari 30 menit tapi taksi online yang di tunggu tak kunjung datang.

Tak lama, sebuah Taksi Online berhenti dan segera bertanya, "apa ada yang memesan taxi online atas nama Gita Pratiwi?" tanya driver online yg baru datang, semua yang ada di halaman parkir tertegun sejenak.

"Di telpon aja pak!" sahut seseorang yang sedari tadi duduk di pinggir jalan.

Driver online itu pun segera meraih ponselnya menelpon si pemesan taxi.

"Hallo... Apa benar ini dengan nona Gita Pratiwi? Saya sudah sampai didepan parkiran!". Sambil sesekali tengok kanan kiri, siapa tahu ada diantara beberapa orang yang hilir mudik.

"......."

"Wah... ga bisa gitu donk mbak, saya udah sampe gini masa dicancel, sekarang susah cari penumpang mbak!" kesal si pak supir, memang sudah jauh jauh menjemput tapi di cancel.

"........."

"Oke, saya tunggu!"Sergahnya

tut tut tut

Gita memperhatikan ponselnya, dan langsung memeriksa aplikasi taksi online. Benar saja! Taksi yang dipesannya masih di kampus. Ia kemudian meminta pak supir untuk berhenti sebentar, dan menanyakan benarkah mobil ini taksi yang dia pesan? saat tahu yang memesan adalah Reza Ferdian Syah, semua cewek yang ada didalam mobil memekik bersamaan "Apaaa!!"

"Waduh.. jadi ini salah naik yaa?" tanya pak supir.

"Sepertinya iya pak, emmm.. Berarti tujuannya sama-sama di Kafe Boundon juga donk yaa?" tiba tiba Reza bersuara.

"Gimana klo yang pesan ke bapak, ditlpon aja suruh naik taksi yg kami pesan pak, kasian juga bapak yang disana klo harus dicancel, tarifnya kan sama juga." lanjut si Gadis tomboy, memang benar.

Pak supir menelpon pemesan atas nama Reza Ferdian Syah. Dan sepertinya disetujui, terlihat dari raut wajahnya yang cerah.

"Jadi kita lanjut jalan ya pak?"

"Ya non.."

Mobil pun bergerak maju kembali, menelusuri jalan raya. Tak henti hentinya yang ada di dalam mobil, terkekeh-kekeh karena kejadian salah naik taksi online ini, untung saja tempat jemput dan tujuannya sama, jadi argonya pun pasti sama.

Tak butuh waktu terlalu lama, untuk sampai di kafe yang dituju. Mereka pun keluar satu persatu, Gita segera mengeluarkan uang beberapa lembar untuk membayar tagihan argo taksi.

"Pak, bisa tunggu sebentar, kita tunggu sampai taxy yang satunya datang, biar semua makin jelas." Ainun yang sedari tadi tak bersuara pun akhirnya kini membuka suaranya. dijawab beberapa anggukan oleh pak supir.

To be continue...

Thankyou for reading my first novel.

Jangan lupa like dan vote nya ya...

Muah... Love you all...

1
💞 lentik🥀💋
biasanya mata setajam elang lah ini setajam ular wkwkwk
anna
wah udah sah 😀😀😀
Fitri Hariani
ternyata ganti judul
Dian Anggraeni
Kupu kupu mampir dong di hatiku juga wkkk 😊👏👏👍👍👍
[AIANA]
di bab ini aku curiga kalau dika bukan anak angkat tp beneran anaknya rekha.
ada kalimat hamil dan kehilangan anaknya . yg di suruh ambil ngerawat si bibi sebelumnya itu yg mengenali dika. tp dia taruh di panti.
g mungkin dika muncul segini banyak partnya kalau bukan penting. entah saingannya si reza atau malah jd benar kakaknya
[AIANA]
di dua bab ini kejanggalannya adalah.

Ainun punya hape nih skg. tapi jika dia sangat terluka oleh apa yg diprbuat Bara pada Ridho. kenapa Ainun pas ngelihat nggak ada papinya malah menghubungi Reza?
bukannya dia mengkhawatirkan papinya? tp kok malah minta tolong sama Reza yg notabene jauh (5 jam perjalanan) dalam kondsi sakit, dan bukan bagian dr carut marut keluarganya.

pdhl papinya paling dkt jaraknya. misalpun di usir masih ada di sekitar situ. dan dia papinya bukan orang lain.

biar bagaimanapun yg bisa menyelesaikan masalahnya kan ttp aiunan dan keluarganya.

dia hnya menarik reza dlm bahaya.
papinya masih dibelain sma rekha
ainun sndr jls g bkl diapa2in
tp reza??
[AIANA]
karakter reza terlalu gegabah dsn.
mlh jd ngeri.
Panah Aksara🌼
wah... happy ending.. salut pokoknya...👏👏kakak berhasil🖒

hangat hangat, makan kolak
selalu semangat, kakak...

pantunku gak nyambung🙈tapi semoga itu bisa menambah semangat kakak dalam berkarya❤
Panah Aksara🌼
aku terkejut... kok gak nampak kak, ijab kabulnya... kan aku pengen lihat gimana ekspresi sang penganten... hehe
tapi bahagia aku bacanya, ikut prok prok aja deh👏👏❤
Panah Aksara🌼
mama Rekha sudah mulai memberikan lampu hijau, sepertinya🍃🍃
Panah Aksara🌼
part ini aku merinding kak.. Cinta mereka...❤❤ aduhai...
kakak memang the best merangkai kata..😍🍃
Zahra
plg suka kata" a 😁👻👻👻👻
Zahra
koq jdul nya gnti
aq smpe bingung cari 🥴🥴
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
Wah... Alhamdulillah...
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
ad typo mengganggu, perahan.

terus paragraf terakhir coba d baca lagi, ad yang janggal g???

sorry sedikit bawel, soalnya aq baca isi ceritamu, bukan baca komen mu😎😎😎
Never Home: sdh ku lepisi mbkyu....
hatur nuhun koreksinya...😚😚😚🙏
total 1 replies
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
"ucap seseorang di kini yang ...."
kurang enk d baca
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
akankah alangkah indahnya jikah hati saling terbukah tanpa mengingat lukah
[AIANA]
curhat jujur. aku baru sadar kalau judulnya ganti.

aku nyacroll kok teman kondangan nggak update tapi malah ilang.
aku smp buka profilmu buat nyariin judul.
[AIANA]
ini aku mau komen dikit.
CMIIW ya readers semua.

sebenarnya semua orang yg punya luka benturan di kepala, (entah apapun penyebabnya) tidak disarankan untuk diguncang2kan, digoyangkan, dipindahkan posisinya. efeknya fatal. dari memperparah keadaan sampai dengan meninggal. karena kepala itu identik dengan saraf dan pembuluh darah.
tapi kita bicara di Indonesia. cederung semua kecelakaan yg terjadi akan dipindahkan dl. entah karena ditengah jalan, panik, atau dianggap harus segra sadar. tanpa tahu proses yg kita berikan justru memperbesar resikonya..

saya pernah lihat kecelakaan dan menyarankan untuk menunggu petugas medis datang sebelum dipindahkan. tp malah saya yg kena omelan. buru2 mereka ingin bawa kr rs.
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
bukan inginku bukan Pintamu
namun keadaan yang enggan Qt bertemu
seoalah tk ingin Qt bersatu
memecahkan rindu yg membatu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!