NovelToon NovelToon
Cinta Mayra

Cinta Mayra

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:149.7k
Nilai: 5
Nama Author: teteh lia

Mayra memilih meredam sendiri perasaan cintanya pada seorang pemuda tampan yang merupakan teman satu sekolahnya, sekaligus putra bungsu dari sebuah keluarga baik hati yang sudah begitu banyak membantunya.
Mayra sadar, perasaannya tidak mungkin berhasil, terlebih pemuda tersebut telah memiliki seorang gadis sebagai tambatan hatinya.

Lalu, apakah cinta Mayra benar-benar tidak akan mungkin terwujud?
Yuk, ikuti ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

"Kenapa masih di sini?" tanya Mayra dengan nafas yang terdengar masih ngos-ngosan, setelah berlari cukup jauh untuk menghampiri seorang pemuda tampan yang tengah duduk tenang di atas motor sport berwarna merah.

Pemuda tampan yang Mayra hampiri menatap sekilas kearah Mayra, kemudian menghela nafasnya sebelum lanjut memasukkan ponsel yang sedari tadi setia menemaninya ke dalam saku celana seragam yang dikenakannya.

Pemuda tampan itu lantas naik menunggangi motornya, memakai helm kesayangannya, sementara Mayra masih berdiri dengan rasa canggung, merasa tidak enak hati karena sudah membuat pemuda di hadapannya menunggunya terlalu lama.

"Ayo naik!" ajak pemuda itu yang sudah siap membawa Mayra pulang ke rumah bersamanya.

Dengan wajah yang tertunduk, Mayra lantas naik ke atas boncengan motor. Pemuda tersebut lantas melajukan motor yang dikendarainya setelah memastikan Mayra duduk dengan nyaman di belakangnya.

Motor sport berwarna merah yang Mayra tunggangi bersama pemuda tampan yang merupakan teman satu kelasnya melaju cepat di tengah jalanan yang terlihat cukup sepi. Cuaca siang hari yang cukup terik membuat pemuda berusia 18 tahun itu sengaja melajukan kendaraannya dengan begitu cepat, terlebih pemuda itu sudah merasa cukup lapar karena sudah lewat dari waktu makan siangnya.

Sampai di halaman sebuah rumah mewah berlantai 3, motor yang membawa Mayra pun berhenti. Mayra lantas segera turun dari atas motor lantas bergegas masuk ke dalam hunian mewah tersebut melalui pintu yang berada di samping rumah. Sementara pemuda yang membonceng Mayra kembali melajukan motornya menuju garasi besar yang terletak di samping pintu yang Mayra masuki tadi.

Mayra bergegas masuk ke dalam kamar sederhananya untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah ini, ia harus segera menyiapkan makan siang untuk putra bungsu keluarga yang sudah begitu baik padanya selama ini.

"Mayra, ayo cepat, Nak!" panggil seorang wanita paruh baya yang tengah berdiri di depan kamar Mayra. Wanita paruh baya itu berusaha mengingatkan keponakan tersayangnya agar segera melaksanakan tugasnya di rumah itu.

Mayra yang baru selesai berpakaian segera membuka pintu kemudian berjalan mengekori wanita paruh baya itu yang sudah berjalan lebih dulu menuju dapur.

Di dapur, Mayra bergegas menghidangkan menu makan siang yang sudah dimasak oleh koki rumah. Salah satu tugas Mayra memang menghidangkan menu makan siang yang sudah koki rumah masak.

"Kenapa sampai terlambat pulang? kamu kan tahu, Den Agam itu tidak boleh sampai terlambat makan," gerutu wanita paruh baya itu sembari membantu Mayra menyiapkan hidangan yang akan Mayra bawa ke meja makan.

"Maaf, Bu' De ... tadi Mayra ada latihan nari," jawab Mayra dengan penuh sesal. Meski sebenarnya, Mayra tidak terlalu bersalah dalam hal ini. Karena sebelumya, Mayra sudah mengirim pesan agar pemuda tampan yang merupakan putra bungsu rumah itu tidak perlu menunggunya pulang sekolah untuk pulang bersama. Namun, pemuda itu malah tetap menunggunya di tempat biasa hingga lebih dari satu jam lamanya.

"Ya sudah, sekarang Mayra panggil Den Agam saja, biar Bu' De saja yang membawa nampan ini ke meja makan!" ujar Bu 'De Darmi.

Mayra mengangguk, lantas bergegas berjalan menuju kamar sang putra bungsu yang terletak di lantai 2 rumah mewah itu.

Di depan pintu kamar yang sedikit terbuka, Mayra berusaha mengetuk pintu besar itu berkali-kali, namun tidak juga mendapat jawaban Padahal biasanya, Agam akan langsung membuka pintu setelah Mayra mengetuknya pada ketukan ketiga.

Mayra menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menahannya sebentar sebelum menghembuskannya perlahan. Gadis cantik itu berusaha menenangkan dirinya sebelum masuk ke dalam kamar mewah Agam. Sebenarnya, Mayra merasa segan jika harus masuk ke dalam kamar milik Agam, namun Mayra terpaksa harus masuk untuk mengingatkan Agam agar segera menyantap makan siangnya yang sudah terlambat.

Perlahan, Mayra membuka pintu yang tidak tertutup rapat itu. Mayra lantas berjalan perlahan masuk ke dalam kamar mewah bernuansa coklat muda yang mendominasi ruangan. Kedua mata Mayra memandang ke sekeliling ruangan untuk mencari si pemilik, namun Mayra tidak menemukan keberadaan Agam di dalam ruangan mewah itu.

"Apa mungkin lagi mandi ya?" gumam Mayra yang berpikir jika Agam sedang berada di kamar mandi. Merasa tidak enak jika harus menunggu di dalam kamar, Mayra memutuskan untuk segera keluar dari dalam dan menunggunya di luar kamar saja.

Mayra membalikkan tubuhnya untuk menuju kearah pintu keluar, namun saat Mayra membalikkan tubuhnya bertepatan dengan Agam yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.

"Aghhhh!" teriak Mayra yang bergegas menutup wajahnya dengan kedua tangannya saat tidak sengaja melihat tubuh setengah telanjang Agam yang baru keluar dari dalam kamar mandi.

Agam yang baru keluar dari Kamar mandi tentu saja terkejut mendengar teriakkan Mayra. Namun selanjutnya, pemuda tersebut malah tampak terlihat tersenyum tipis kearah Mayra.

Agam berjalan santai menuju sebuah sofa untuk mengambil pakaian yang lupa ia bawa saat hendak berendam tadi. Sementara Mayra, gadis itu masih menutup kedua mata dan wajahnya dengan kedua tangannya. Gadis itu tidak ingin kedua matanya sampai terkontaminasi tubuh indah Agam yang sebenarnya sudah sempat ia lihat tadi.

"Ke-kenapa ngga pakai baju?" ujar Mayra dengan wajah yang masih tertutup kedua tangannya.

Tak berniat menjawab Mayra, Agam malah langsung kembali masuk ke dalam kamar mandi dengan lebih dulu menutup pintu kamar mandi dengan cukup keras, agar Mayra paham jika ia sudah tidak berasa di dalam ruangan itu.

Mayra yang mendengar suara keras pintu yang di tutup, lantas membuka kedua telapak tangan yang ia gunakan untuk menutup wajahnya. Begitu kedua matanya terbuka, gadis itu bergegas setengah berlari keluar dari dalam kamar Agam.

Malu dan entah perasaan apa lagi yang Mayra rasakan. Namun bayangan tubuh Agam yang hanya mengenakan selembar handuk untuk menutupi bagian bawah tubuh Agam tentu masih menjadi bayang-bayang Mayra. Apalagi tubuh bagian atas Agam yang terlihat berwarna putih mulus dengan dihiasi otot perut yang hampir sempurna membuat pikiran Mayra benar-benar terkontaminasi. Gadis itu sampai terus menggeleng-gelengkan kepalanya sembari berjalan menuju ruang makan.

"Mana Den Agamnya?" tanya Bu De' Darmi saat melihat Mayra berjalan sendirian menuju ruang makan sambil masih terus menggeleng-gelengkan kepalanya.

Mayra yang tengah tidak fokus, tentu mengabaikan sapaan Bu' De Darmi dan terus berjalan menuju ruang makan.

Di ruang makan, Mayra kembali berusaha untuk fokus dengan menyiapkan piring dan menuangkan air mineral ke dalam gelas untuk Agam minum meski pikirannya masih belum benar-benar fokus.

"Apa menu makan makan siang hari ini?" tanya Agam yang tiba-tiba sudah berdiri tepat di samping Mayra. Kehadiran tiba-tiba pemuda berusia 18 tahun itu tentu saja membuat Mayra yang tidak fokus menjadi terkejut.

Mayra menatap wajah Agam sekilas, terlihat pemuda itu tengah menyugar rambutnya yang masih basah. Mayra pun kembali menggelengkan kepalanya, untuk menghalau jangan sampai bayangan itu terlintas kembali dipikirannya.

"Makanlah!" ujar Mayra sambil meletakkan teko berisi air mineral yang dibawanya ke atas meja.

Agam tampak mengangguk sekilas, pemuda itu lantas menarik kursi yang biasa ia gunakan. Sementara Mayra, gadis itu pun mengikuti apa yang Agam lakukan, menarik sebuah kursi yang biasa gadis itu gunakan untuk duduk saat berada di meja makan. Keduanya lantas mulai menyantap makan siang mereka dengan suasana hening.

Bersambung ...

Ada yang masih berkenan membaca ceritaku nda ya?

1
helena
sad banget cinta dalam diam mayra. Apalagi doi udh crush sm cw lain hufft
Miu.Nuha
dn pasti itu bukan agam, tapi calon suami Mayra 😘😘❤
Miu.Nuha
itu emang hargany udh disatuin kali, hehe...
anggp aja itu harga dibagi dua 😜
Miu.Nuha
emang harus diturutin ya si paduka Agam ini, hm hmmmm /Gosh//Gosh/
Miu.Nuha
telat nih ak hadirny 😁
,, aku berasa mengalami lompat waktu, menilik masa lalu si cassanova arogan 😌
walau baru sedikit bayangan agam hilang di hati mayra, tapi udah cukup membuat perjuangan ridho ga sia2. mudah2an agam tetep disana sama bisnisnya karna cerita ini udah tamat. jujur aja, feel cerita ini dapet menurut saya, setiap tokoh terasa pas
itu mayra hamil kah?

pelan2 mayra udah bisa nerima ridho. tapi ya gitu sih. kalo dipikir2 hidup mayra udah enak sebetulnya
ini semua gara2 agam! mayra yg harusnya bahagia sama ridho malah begitu. susah sih kalo udah cinta banget mah. tapi ya kalo cinta ga ada rintangan kurang seru juga, apalagi di novel
malah baru berefek obatnya, mungkin efek obat ini sama kayak insto yg ditetes di minuman. adegannya lumayan nih, sayangnya banyak kata2 yg disensor (mungkin dari noveltoon nya), jadi ga gitu kebayang adegannya
Teteh Lia: yang nulis memang sengaja nda terlalu detail. puyeng bayangin na 🤭
total 1 replies
iya sih, mayra mau jelasin gimana ya.. bingung kalo ridho udah nyangkanya begitu walau itu cuma salah paham dan kebetulan disana ada arsene

serbuk apa tuh yg ditaburin ridho ke mayra? obat nganu kah?
hal yg didapat mayra setelah menjadi istri ridho adalah hal yg diidam2kan cewek jaman sekarang. kira2 isi kartunya mayra berapa tuh? apakah 10 milyar? masalahnya ridho beli mobil aja kayak semudah beli kacang


mungkin ridho kayak gitu karna ridho berpikir mayra masih blm bisa berpaling dari agam

arsene di beberapa part ini dapet porsi yg cukup banyak
ridho kenapa begitu ya? cinta sih cinta, istri sih istri, tapi koq gitu? wajar sih cemburu tapi ga harus ngerusak ponsel segala. saya paham gimana rasanya kehilangan data2 di ponsel, apalagi kalo blm di backup atau punya sd card yg ukurannya besar.

gimana ya agam kalo tau mayra udah nikah?
emang mayra ini setia banget, tapi ya setia sama pilihannya, meski ridho jauh lebih baik. tapi apapun yg ridho lakukan seolah ga bisa meruntuhkan rasa cinta mayra ke agam

nana hyun jadi inget kekoreaan
kalo maennya udah perasaan udah sulit. tipe cewek kayak mayra ini setianya bukan main, ridho aja dia tolak karena agam. agam udah tau blm kalo mayra cinta banget sama dia? udah agak lupa juga saya.

agam juga tipe yg setia sih walau begitu anaknya
ridho begitu sih, tapi agam ga jauh lebih baik.

saya kalo di posisinya ridho kalo ngelakuin itu udah dibentak2 habis, mungkin bisa aja dicoret dari kartu keluarga. beruntung banget jadi ridho. mayra juga beruntung, tapi biasanya yg kayak ini ujungnya bikin galau terus
ini si ridho koq jadi kayak agam begini? tapi mendingan ridho sih, lebih sempurna dari agam. ngeliat adegan begitu yg beberapa persen lebih eksplisit jadi pengen bikin begitu juga
ridho sampe segitunya, saya jadi terharu bacanya. kalo mayra tau mungkin mayra udah nangis karna terharu sama apa yg dilakuin ridho untuk mayra. kalo agam sih saya salutnya dia bener2 gigih luluhin hati mayra walau sering berlaku kasar
kayaknya banyak hal yg kelewat atau emang saya yg lupa ya? tapi kalo gak salah saya udah baca part 92, terus lanjutannya part 93, bener apa ga ya? tapi terlepas dari itu tensi ceritanya bagus, apalagi pas mayra cuma pake tanktop dan digendong ridho, padahal kalo keliatan juga paling yg liat arsene
saya kira arsene betulan pacaran sama mayra, ternyata cuma buat ngelindungin mayra. tapi cocok juga sih mereka kalo dipikir2.

felicya sepertinya perempuan ga bener sampe jadiin kevin temen ranjangnya.

agam ini dia betul2 cinta sama mayra. sejauh yg saya baca (walau lupa2 inget karna udah lama banget ga baca lagi) agam cuma bersikeras sama mayra. cewe lain ga diperlakuin sespesial itu sama agam, kayaknya agam ini ga buaya2 banget deh, perlakuan dia ke cewe lain sama ke mayra rasanya cukup berbeda
arsene kekasihnya mayra?? bentar2, ini saya yg lupa atau emang baru di part ini aja terjadinya? awalnya saya kira arsene ini cuma semacem perhatian biasa, ternyata kekasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!