NovelToon NovelToon
Rosmalia

Rosmalia

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis
Popularitas:70.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: gafiqih

Bercerita tentang Diaz seorang arsitek fresh graduate yang baru saja tiba di Jakarta dan bertemu pelukis ternama yang cantik dan dingin (Rosmalia).

Sampai suatu insiden terjadi, Rosmalia kehilangan tangan kanan nya dan itu membuat nya frustasi lalu berhenti untuk melukis.

"Hujan tak sengaja mempertemukan kita untuk suatu alasan. Salah satu nya mungkin aku bisa menjadi tangan kanan mu!"
-Diaz-

Mampukah Diaz membuat Rosmalia kembali merangkai mimpi-mimpi nya, dan membuat nya melukis lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gafiqih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu

Diaz pria berwajah manis dengan kulit putih bersih, yang baru saja 2 bulan lalu mendapatkan gelar sarjana Arsitektur. Atau biasa di sebut S.Ars.

Hari ini adalah hari pertama nya bekerja, Diaz masih belum tahu banyak tentang daerah ini. Maklum saja, Diaz asli Bandung dan sekarang bekerja di Jakarta. Perusahaan Diaz memberikan fasilitas apartemen yang dekat dengan kantor nya.

Hari ini Diaz sengaja berangkat lebih awal, harusnya masuk jam 09:00 tapi jam 07:15 dia sudah berangkat. Sebenarnya ada dua alasan kenapa Diaz berangkat lebih awal, pertama karena Diaz belum tahu jalan, dan yang kedua untuk membangun image bagus di kantor baru nya itu.

"Seru juga ya, pagi-pagi gini jalan kaki di pinggir trotar," Ucap Diaz menggerutu dalam hati sambil sesekali melihat GPS dari smartphone nya.

Tiba-tiba rintik hujan pun turun dan mengenai layar smartphone nya.

"Loh hujan?" Diaz bingung, "gue kira ini gelap karena masih pagi ternyata mendung," Ucap Diaz menggumam.

Diaz terlihat mempercepat langkah nya dan hujan semakin deras, Diaz berlari sekuat tenaga sambil mencari tempat untuk berteduh. Sampai akhirnya dia melihat taman kota yang di tengah nya ada bangunan seperti saung, tapi ini lebih kokoh dari saung yang biasanya. Di sana Diaz melihat ada seorang wanita yang duduk membelakangi jalan, "mungkin sedang berteduh juga" fikir nya sambil berlari.

***

"Permisi, gue boleh berteduh di sini," Ucap Diaz sambil mengatur nafas nya.

Wanita itu menoleh ke arah Diaz dan memperhatikan Diaz dari ujung kaki sampai ujung kepala, lalu dia tersenyum kepada Diaz dan menganggukan kepala.

Diaz melihat ke layar smartphone nya, dan dia memastikan jarak ke kantor nya melalui GPS, kira-kira 200m lagi dari sini. Tapi hujan semakin deras membuat wanita itu berbalik badan dan berdiri sejajar dengan Diaz, wanita itu terlihat sibuk dengan buku nya.

Suara gesekan pensil wanita itu ke buku pun terdengar sayup, kalah besar dengan suara hujan yang nampak tidak mau mengalah.

"Tunggu dulu, itu seperti sketch book? Apa dia sedang membuat sketsa?" Ucap Diaz dalam hati

Diaz yang penasaran pun mundur satu langkah untuk melihat apa yang sedang dia buat. Setelah melihat nya, Diaz langsung terkejut.

Ternyata benar wanita itu sedang membuat sketsa, sketsa apartemen tempat Diaz tinggal. Sketsa nya pun rapih, seperti nya dia sudah biasa melakukan itu. Kemudian wanita itu menoleh ke arah Diaz, dan menutup bukunya.

"Kenapa berhenti? Gue cuma mau lihat aja kok," Tanya Diaz sambil maju satu langkah agar sejajar lagi dengan nya.

Wanita itu menunduk dan mendekap buku nya, seolah tidak ingin memperlihatkan nya kepada Diaz.

"Gambar lo bagus kok, gue bisa ngerasaian emosi dari coretan lo itu," Cetus Diaz dengan nada pelan.

Wanita itu pun menatap Diaz dengan tatapan yang sinis. Kemudian wanita itu melihat ke langit untuk memastikan apakah hujan masih turun, di ikuti dengan tangan kiri menjulur melewati atap saung, untuk memastikan.

Tiba-tiba wanita itu pergi tanpa mengucapkan satu kata pun.

"Hujan pun baru saja mempertemukan ku dengan paras cantik, dengan senyuman manis yang berasal dari bibir tipis, dan aku yakin itu hanya milik dia seorang," Ucap Diaz dalam hati, sambil tersenyum di bawah hujan yang saat itu turun perlahan.

Tatapan tajam nya membuat Diaz jadi penasaran, dan membuat Diaz memikirkan nya sepanjang perjalanan menuju ke kantor baru nya.

"Semakin Diaz berusaha untuk tidak memikirkan nya, semakin jelas wajah cantik dengan rambut coklat panjang dan sedikit bergelombang itu menghantui fikiran Diaz"

Kejadian itu membuat Diaz jadi senyum-senyum sendiri.

•••

1
Nindira
Aku hadir thor, ditunggu up nya
Lenkzher Thea
Semangat thor, ku juga mampir disini membawa 25 like , karyamu keren, sukses selalu
PanggilsajaKanjengRatu
💕💕
YouTrie
Hadir kak author
🤍
Semangat
Reaksa Genta
Ceritanya mantap, semangat thor..
Dah aku like semua, sama fav dan rete ya..
Salam dari “Eradicate”
syafridawati
8 like mampir
triana 13
mamapir
Diah Fiana
semangat kkak
Diah Fiana
aku mampir kesini kak
Violetta Edith
Semangat Thor 💪
Violetta mampir
syafridawati
7 like mampir
Pe_na
Mampir kk... semangat update nya... 😘😘🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Ria Diana Santi
Hai, Diaz! Salken...🙏🏻🙏🏻
syafridawati
5 like dan fav mampir semangat
anggita
👍like 👌ae lah👏
anggita
visul jihan,, ghea👏
Mommy Gyo
2 like hadir thor salam cantik tapi berbahaya
Hiatus
like, fave dan rate hadir.
semangat thor^^
Pe_na
Hai kk...
Salam kenal dari "Wanita Di Hidupku" 😍😍😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!