NovelToon NovelToon
Murid Dewi Alkemis

Murid Dewi Alkemis

Status: tamat
Genre:Kebangkitan pecundang / Murid Genius / Mengubah Takdir / Romansa / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.5
Nama Author: Wanto Trisno 2

Mendapatkan batu roh ungu dan bertemu dengan seorang Dewi. Wan Tian yang tidak memiliki akar spiritual pun menjalani pelatihan keras dari Yang Yue, Dewi Alkemis dari batu roh ungu.

Menjadi kuat bukanlah masalah, ketika menghadapi kejamnya dunia. Bukankah ada guru seorang Dewi membantunya? Ketika mendapatkan kekuatan dan mengalahkan musuh kuat, para wanita cantik di dunia juga datang sendiri memperebutkannya.

Menjadi kultivator maupun alkemis hebat, semua dilaluinya dengan kerja keras. Jalan menuju abadi dan menjadi dewa, menginjak orang jahat, melindungi jalan kebenaran.


Tingkatan Ranah Kultivasi: Manusia Pejuang, Manusia Sakti, Manusia Luar Biasa, Tubuh Emas, Tubuh Berlian, Manusia Suci dan Manusia Tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanto Trisno 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Batu Roh Ungu

"Yoo, Wan Tian. Kamu sangat jelek hari ini, bahkan lebih jelek daripada kemarin dan lusa. Aku heran denganmu, mengapa kamu masih hidup?" Anak gemuk itu memukul seorang anak desa yang lemah.

"Wan Tian, kamu sungguh hina berada di desa ini. Melihat wajahmu saja membuatku jijik." Begitu juga dengan seorang gadis muda yang memperlakukan Wan Tian dengan buruk. Ia juga turut memukul dan menendang dengan keras.

"Sebagai anak seusiamu, kamu sungguh menjadi aib bagi desa kita. Bukan hanya tidak bisa membangkitkan energi spiritual, kamu juga tidak bisa bela diri, hahaha!" Lontar seorang anak lelaki berwajah tampan. Namun tidak untuk hatinya.

"Wan Tian, kamu memang bodoh." Kembali si anak gemuk itu menakuti anak malang. Ia mengayunkan pedang kayunya untuk menakut-nakuti Wan Tian.

Dengan wajah menyeringai, mereka bertiga menghina Wan Tian dengan tatapan meremehkan. Meskipun demikian, mereka juga anak-anak dari desa yang makmur dan banyak melahirkan praktisi hebat yang menjanjikan. Meski tidak dapat dibandingkan dengan kota besar lainnya, mereka memiliki kebanggaan tersendiri karena memiliki kekuatan yang lebih daripada Wan Tian, seorang anak muda yang terbaring lesu dengan banyak luka di tubuhnya.

Dua anak lelaki dan satu gadis yang berumur hampir sama, menyiksa anak yang tak berbakat dan tak bisa berkultivasi dengan senang hati. Tindakan semena-mena tersebut menunjukkan perbedaan status di antara mereka.

Wan Tian hanya bisa meratap tanpa suara. Ia menatap tiga anak yang berusia lima belas tahun itu. Meski mereka berada di umur yang sama, soal kekuatan mereka berbeda. Apalagi ketiga anak itu telah mendapatkan pengakuan dari kepala desa sebagai praktisi muda dalam bidang kultivasi dan bela diri.

Meski mendapatkan siksaan, tidak dapat membuat Wan Tian berputus asa. Ia memang menyadari bahwa dirinya tidak seperti anak-anak lain. Ia hanyalah anak biasa tanpa kekuatan spiritual dan merupakan aib bagi keluarganya. Bahkan keluarga Wan Tian selalu merendahkan dan memperlakukannya dengan buruk. Apalagi kematian kedua orang tuanya akibat serangan binatang magis.

Desa Yanshi, sebuah desa yang terletak di tepi gunung dengan nama yang sama, yaitu sebuah gunung batu menjulang tinggi yang mengelilingi desa tersebut yang berada di sebuah lembah yang merupakan rumah bagi penduduknya. Jumlah penduduk di desa Yanshi tidak lebih dari lima ratus orang. Tempat yang jauh dari kota membuat mereka tertinggal, kendati demikian mereka memiliki kekuatan spiritual yang dapat digunakan untuk tetap hidup.

Gunung Yanshi menjadi tempat yang sangat aman bagi penduduknya karena terdapat sumber api yang terus muncul mengelilingi desa. Konon, terdapat praktisi hebat yang memiliki kekuatan sihir luar biasa sehingga dapat melindungi penduduk desa yang terpencil tersebut.

Perlahan Wan Tian merangkak untuk mencari sumber air sungai untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaganya. Karena ia sudah mendapatkan banyak luka di tubuhnya, ia sudah tidak kuat lagi namun masih mendapatkan siksaan.

"Air ... air ... tolong," ucap Wan Tian lirih. Ia sangat kehausan dan merasa sangat lapar hari ini karena sejak kemarin belum mendapatkan jatah makannya. Ia terlalu sibuk dan jarang sekali mendapatkan makanan yang layak.

"Mau ke mana, hey? Apakah kamu butuh air? Hehehe, sepertinya kamu sangat lapar juga? Sebaiknya kamu makan batu dan pasir di sana, yahh!"

"Sampah sepertimu memang pantasnya dibuang saja. Ayo, pergi sana!" Gadis kecil itu pun menendang Wan Tian dengan keras.

Wan Tian terhempas dan terguling di pasir dan bebatuan keras. Tubuhnya dipenuhi dengan luka dan darahnya semakin terkuras karena siksaan yang berlanjut, membuatnya tak sadarkan diri.

"Mati? Apakah sampah itu sudah mati? Bagaimana kalau bibi Wan tahu?" Anak gemuk itu panik setelah melihat darah dari tubuh Wan Tian semakin banyak dan mengira sudah mati.

"Jangan, kita tidak mungkin membunuhnya, kan?" Gadis yang menendang Wan Tian pun panik. Ia tidak ingin membuat masalah karena dirinya yang telah melakukan kekerasan fisik.

"Sebaiknya kita pergi saja! Ini sudah sore, mungkin tidak akan ada yang tahu juga, kan?"

Setelah menyakiti Wan Tian, mereka melarikan diri. Ketiganya tidak ingin bermasalah karena telah membunuh anak yang tidak berdaya.

Penduduk desa Yanshi memanfaatkan kekuatannya untuk memecah batu dan membuat pasir. Ada juga yang bisa membuat patung dan barang-barang dari batu dengan teknik yang dipelajari turun temurun.

Tubuh Wan Tian tepat berada di bebatuan bekas galian batu. Ia menyeret tubuhnya yang tidak bisa berdiri lagi, hingga batu-batu tajam telah mengoyak tubuhnya sehingga kini ia sudah mandi dengan darahnya sendiri. Kegelapan malam membuat matanya tak bisa melihat sekeliling.

"Darah? Apakah ada bau darah manusia di sini? Aku harap bisa membantuku." Sosok seorang Dewi membuka matanya. Ia merasakan sesuatu yang telah lama ditunggu.

Seorang Dewi yang kehilangan kekuatannya secara drastis. Ia tidak bisa berbuat apapun dan hanya bisa menunggu dan menunggu sampai ada yang menolongnya. Merasakan ada darah manusia membuatnya terbangun di dalam sebuah batu ungu berbentuk bola kecil.

Hanya dengan satu tetes darah, membuat kekuatan Dewi tersebut mendapatkan sedikit kekuatan. Wan Tian yang melihat cahaya ungu yang terpancar di batu tersebut, membuatnya tertarik.

Hari telah gelap dan mengandalkan batu bercahaya, membuat Wan Tian bangkit secara perlahan. Ia mengambil batu roh berwarna ungu tersebut, digenggamnya batu roh ungu dan dibawanya untuk perjalanan pulang.

Dalam tertatih, Wan Tian terus berusaha berjalan, berpegang pada dinding batu yang terlihat jelas. Dewi yang berada di dalam batu roh menyaksikan perjuangan anak muda itu dengan iba. Bagaimana mungkin ia tega melihat anak itu mengalami kejadian naas tersebut?

"Apa yang kamu alami, bocah? Aku tidak bisa menolongmu saat ini. Kekuatanku juga tidak cukup untuk membantumu."

Yang Yue adalah nama Dewi yang berada di dalam batu roh ungu. Ia sudah sepenuhnya sadar dan melihat apa yang dilakukan oleh anak lelaki itu, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa saat ini. Ia seperti sosok tak terlihat dan suaranya pun tidak akan terdengar oleh manusia biasa seperti Wan Tian.

"Seandainya kamu memiliki sedikit kekuatan spiritual, mungkin aku bisa membantumu. Namun sayang sekali, nasibmu kurang beruntung. Aku akan memantau dan semoga keberuntunganmu akan segera tiba," ujar Yang Yue.

Sambil memperhatikan anak lelaki yang penuh dengan luka dan darah yang masih mengalir, Yan Yue mengobrol, "Bahkan tanpa keluhan, bocah. Apa yang kamu alami hingga seperti ini? Orang biasa mungkin sudah tidak sanggup lagi, tapi aku melihat keteguhan di hatimu." Yan Yue merasa sedih melihat anak yang masih sangat muda sedang menderita.

Dengan pakaian compang-camping, Wan Tian memegang erat batu roh ungu. Darahnya masih terus menetes dan meresap masuk ke dalam batu itu, membuat cahaya ungu dari batu semakin terang daripada sebelumnya.

Meskipun khawatir akan dimarahi oleh paman dan bibinya yang memberikan tempat berlindung dari hujan, Wan Tian tidak ingin pulang karena ia masih merasa belum sempurna. Walaupun tidak layak, ia menganggap dirinya masih beruntung dengan memiliki tempat bernaung.

1
ashri afiefah
ok
Arie Chaniago70
kapan di upload lagi Thor,,,,udah lama kami kami menunggu kelanjutan nya nich,,,
Dewa Adi Putra
bolak balik di sekitar itu saja, malassss MC terlalu guoblloookkkk
Dewa Adi Putra
terlalu berputar putar ,MC nya terlalu lugu dan mudah dimanfaatkan.kapan bisa MC naik kultivasinya,hanya seputaran rumah bordir saja
ORS
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ORS
wah wah waoww 😄
Arie Chaniago70
good good 👍👍👍💪💪💪🌹🌹🌹♥️♥️♥️ 🙂🙂🙂 tingkat terus kekuatan kalian,,,masak bisa merosot begitu🙂🙂🙂🙂
Arie Chaniago70
goooooood mantul Bangettt hancurkan semua ambil harta mereka dan istana mereka😃😃😃😃😃
Arie Chaniago70
goooooood mantul Bangettt semangat tingkatkan terus kekuatan kalian berdua🙂🙂🙂🌹🌹🌹
Arie Chaniago70
good good mantap semangat 🙂🙂🙂🌹🌹🌹
Arie Chaniago70
goooooood mantul Bangettt semangat up Thor gasssss pooooolllll 😃😃😃😃
Arie Chaniago70
goooooood mantul 👍👍👍 tingkat kan terus kekuatan mu wan🙂🙂🙂
Arie Chaniago70
udah 2 orang naik ke alam atas,,,kamu harus fokus untuk meningkatkan kekuatan mu wan,,,🙂🙂🙂💪💪💪
Arie Chaniago70
👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪 hanya ada 1 wanita dihati nya yaitu gurunya,,,🙂🙂🙂🙂🙂🌹🌹🌹🌹
Arie Chaniago70
gimana caramu bisa naikkan kekuatan mu,,,wan,,,🤪🤪🤪🤪🤪
Arie Chaniago70
goooooood mantul Bangettt semangat gaaaaaaaaassssss pooooolllll Thor 😃😃😃😃
Arie Chaniago70
good good seharusnya kamu tingkatkan kekuatan mu wan,,,,dan pondasimu ,,umurmu udah 50 THN seharusnya kamu udah tingkat immortal,,,,,menuju abadi dengan tubuh berlian puncak,,,🙂🙂🙂🙂
Arie Chaniago70
up Thor mantap tingkat kan terus kekuatan mu wan.
Arie Chaniago70
goooooood mantul Bangettt semangat 💪💪💪🌹🌹🌹
tingkatkan kan terus kekuatan mu wan tian
Arie Chaniago70
goooooood mantul Bangettt,,itu aja kamu udah kewalahan,,maka itu tingkatkan terus kekuatan mu,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!