NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Patahhati / Tamat
Popularitas:291.7k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa

Halo ha.. ini karya othor yang ke 4, semoga kalian suka ya..


Ira Sarasvati gadis cantik keturunan Melayu Aceh, harus menikah di umur yang sangat muda karena suatu kejadian dan juga perjodohan dari orang tuanya.


Menikah pada umur yang sangat muda, terlebih lagi mereka berdua tidak ingin mengenal calon masing masing. Karena mereka berdua telah memiliki cinta lain.


Setelah dinikahi mereka terpaksa dipisahkan karena mereka masih dalam proses menuntut ilmu yang belum selesai. Mereka terpaksa dipisahkan hingga pada waktunya.


Tepat pada 9 tahun pernikahan mereka, Ira dikejutkan dengan sang suami membawa pulang gadis lain ke rumah mereka.


Mampukah Ira bertahan dalam rumah tangga yang penuh dengan kesedihan atau kah Ira memilih mundur?


Inilah kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjodohan

''Raga!!!'' panggil Umi Hani.

''Iya Umi... ada apa sih teriak-teriak? Nggak tau apa anaknya masih tidur ngantuk juga hoaammm...'' sahut Raga.

''Ih ini anak ya, kerjaan nya cuma molor aja! Bangun! Mandi! sarapan! Setelah nya ikut Umi dan Abi ke tempat Tante Alisa. Ada yang ingin kami bahas disana! kamu harus ikut! nggak ada bantahan!'' tegas umi Hani, membuat Raga mulutnya jadi mengap-mengap karena tidak bisa berbicara apa yang diinginkan nya.

''Kenapa harus ikut sih Mi?? Kan yang rapat, kalian berdua? Bukannya Raga??'' protes Raga.

''Umi nggak mau tau! kamu harus ikut! jika tidak? Maka umi sunat semua uang jajan serta uang bonus dari Oma kamu! Bagaimana? pilih ikut atau disunat??'' ucap umi Hani sembari memainkan alis matanya dan tersenyum menyeringai.

''Ck! Iya-iya! Raga ikut kalian! puas?!'' sahutnya dengan kesal.

''Sangat puas! Umi tunggu di bawah! cepat turun! Lima belas menit dari sekarang!'' imbuhnya, kemudian umi Hani berlalu meninggalkan Raga yang menggerutu kesal disana.

''Apa sih Umi?! Masa' mau ketemu Tante Alisa aja harus bawa aku segala?! Bisa batal dong aku lihat dia?? Ck! Umi....'' gerutunya di dalam kamar mandi.

Umi Hani yang mendengar gerutuan Raga cekikikan.

''Umi tau Nak.. siapa yang kau sukai.. dan kebetulan sekali pilihan mu ini sangat tepat dan tidak salah lagi! Semoga kalian berjodoh Nak.. ini adalah janji Abi mu kepada Tante Alisa dulu nya. Jika kami memiliki anak, baik itu laki-laki ataupun perempuan maka kami akan menjodohkan kalian berdua.. dan beruntung nya, gadis itu adalah putri Alisa. Ya Allah.. sungguh besar kuasa mu.. hingga Engkau menyatukan kedua anak kami dengan cara Mu.. Terimakasih ya Robb..'' lirih Umi Hani masih didalam kamar Raga.

Terdengar gemericik air didalam kamar mandi menandakan Raga kini sudah akan siap sebentar lagi.

Umi Hani turun dan menemui Abi Hendra.

''Gimana dengan putra mu itu? Apakah dia bersedia ikut dengan kita??'' tanya Abi Hendra.

''Tenang saja By.. dia pasti akan ikut! jika tidak uang dari Mama akan Umi sunat!'' imbuhnya santai, membuat Abi Hendra tergelak.

''Dasar! kamu dari dulu tidak berubah Hani.. terimakasih karena mau menerima ku dan juga bersedia menjodohkan putra kita dengan putri Alisa..'' ucapnya sembari memeluk umi Hani dari belakang.

''Sama-sama By.. awas ih! ntar anaknya turun loh.. nggak malu apa?!'' sewot umi Hani.

''Nggak akan! Buat apa malu? Toh, kita berdua memang halal? Jadi siapa yang mau melarang kita berdua seperti ini, hem?'' sahut Abi Hendra.

Ia sesekali mengendus ceruk leher umi Hani yang tertutup hijab.

''Mi.. kangen..'' bisik Abi Hendra.

Umi Hani melototkan matanya. ''Abi!! Ini udah pagi loh.. kan udah tadi malam? Masa' nggak habis-habis sih kangen nya? Awas ih! engap Umi, Abi...'' gerutu umi Hani.

Terdengar seperti rengekan manja di telinga Abi Hendra. Abi Hendra semakin gencar mengecup tengkuk leher umi Hani yang tertutup hijab. Sesekali umi Hani menggerutu, tapi tak di dengarkan oleh Abi Hendra.

Sedangkan seseorang diatas tangga sana, berdecak sebal. Ia menatap dua pasang paruh baya itu dengan memutar bola mata jengah.

Bukan sekali atau dua kali, tapi sudah sering kali. Membuat matanya ternoda karena pemandangan absurd dari kedua orang tua nya itu.

Karena tidak tahan akhirnya Raga turun ke bawah, untuk sarapan.

''Ehemmm.. enak ya.. di depan anak sendiri bermesraan?! Cih! tadi aja ngajak Raga buru-buru! lah sekarang? ck, cK, ck! sungguh ter la.. lu! huh!'' tegur nya pada kedua orang tua itu.

Membuat Umi Hani spontan melepaskan tangan Abi Hendra yang merangkul nya begitu erat.

''Abi! Awas ih!''

''Biarain aja! Wong ini istrinya Abi!'' ucapnya penuh penekanan pada sang putra.

Raga memutar bola mata malas. ''Serah Abi dah.. Abang mah apa atuh... cuma anak saja atuh..'' sahutnya sambil menyanyikan lirik lagu cita citata.

Membuat umi Hani dan Abi Hendra tergelak.

Setelah selesai sarapan, kini mereka berangkat menuju kerumah Alisa yang tidak jauh dari kediaman mereka. Hanya berjarak empat puluh lima menit perjalanan saja.

Sesampainya disana, Raga melihat seseorang yang begitu di kenalnya. Gadis itu keluar dengan menggendong seorang anak kecil dan menuju ke arah mesjid di komplek perumahan itu.

Melihat itu Raga begitu antusias. Bibirnya Tidak berhenti menyunggingkan senyum manis.

Abi Hendra yang melihatnya keheranan. Sedangkan umi Hani terkekeh.

''Ada apa Mi??''

''Eh? tidak ada apa-apa! Ayo kita turun! tuh, Alisa udah nunggu kita! kayaknya sahabatku yang satu ini sangat antusias ya dengan kedatangan kita??'' kekeh nya pada Abi Hendra.

Disambut gelak tawa oleh Abi Hendra.

''Betul sekali! Ayo kita turun! Raga!''

''Abi sama Umi duluan aja! Raga mau kesana sebentar! Penting!'' sahutnya sembari membuka pintu mobil dan berlari mengejar seseorang yang telah hilang dari pandangan matanya.

Abi Hendra yang melihatnya melongo. Sedangkan umi Hani terkekeh.

''Lihatlah putra mu Abi! jika menyangkut tentang gadis incaran nya, dia langsung melesat pergi tanpa mendengar apa yang akan kita bahas! Padahal mah.. gadis itu adalah jodohnya!'' Ucap umi Hani masih dengan terkekeh.

''Maksudnya??''

''Udah ah! ayo kita masuk!'' ajak umi Hani dengan turun dari mobilnya dan mendekati Alisa.

''Assalamualaikum sayangku...'' sapa umi Hani.

''Waalaikum salam Hani... apa kabar? Masya Allah.. cantik banget sih! Kangen banget...'' ucap Alisa sembari memeluk Hani begitu erat, dan menggoyang kan tubuh mereka berdua.

Hani yang merasa senang dengan pujian Alisa tertawa.

''Ehemmm.. aku di cuekin nih ceritanya?!'' tegur Abi Hendra.

Membuat kedua sahabat itu terkekeh geli melihat Abi Hendra mencebik kan bibirnya.

''Apa kabar Ndra.. udah lama ya nggak ketemu! kamu makin tampan deh!'' seloroh Alisa sembari mengedip kan matanya.

Membuat Hendra melotot kan matanya. Sedangkan Hani tertawa ngakak.

''Ihh.. kok melotot gitu sih mata nya? Ayo ah! masuk!'' ajak Alisa pada kedua sahabat nya itu.

''Dasar perempuan! Udah di puji malah nggak tanggung jawab! heh!'' gerutu Abi Hendra.

Membuat Alisa dan Hani tertawa.

''Ayo Hani.. silahkan duduk! Aku kebelakang sebentar ya?'' imbuhnya, kemudian meninggalkan kedua sahabatnya itu disana.

Hendra menatap ke seluruh penjuru rumah Alisa. Di dinding depan matanya terpampang foto Alisa dan anak-anak beserta foto seseorang yang begitu familiar Dimata Hendra.

Lama Hendra mematung melihat foto itu. Hani yang menyadari menegurnya.

''Abi.. nggak sopan ah! sini duduk!'' tegur umi Hani.

''Ini... orang ini begitu aku kenal, tapi dimana ya??'' ucap Hendra tanpa melihat Alisa yang sudah berjalan kearah mereka.

Alisa yang melihatnya tersenyum. ''Itu Papinya anak-anak. Sekarang dia sedang di Amerika melanjutkan studi nya. Ayo Ndra, Hani silahkan di minum! Raga mana??'' tanya Alisa karena ia tidak melihat keberadaan putra sahabat nya itu.

''Putraku sedang mengejar gadis incaran nya!''

''Ha??''

''Ya! gadis incaran nya sedang berjalan menggendong adiknya menuju kemesjid memakai gamis merah maron dan hijab berwarna hitam!'' sahut Hani sembari terkekeh.

''Jadi???''

''Ya, putra ku itu tidak tau bahwa gadis incaran nya itu adalah putri mu Lis..''

''Apa?!''

Sedangkan dua pasang anak manusia sedang duduk bersama di beranda mesjid.

''Assalamualaikum...''

''Eh??!''

💕

TBC

1
Wati Dombu
ya Allah thor tolong donk jang terlalu menyiksa ragata deng Ira buat mereka bahagia dan jangan buat mereka berpisah,dan jangan ada pelakor di rumah tangga mereka,nyesak banget thor didada rasanya 😭😭😭
Wati Dombu
apakah ragata menduakan ira kah nanti thor,,,jang sampe itu terjadi ya thor 🙏🙏😭😭
Wati Dombu
Syahrul Gunawan dengan Agnes mo tor🙏😀
Inarairlan 0811
ko jd zafa sm zidan bkn dokter salim yaaa
Oktavia
hahahah ngomel dan marah setelah orng lain itu di bawa pergi…. pdhal dari tdi bisa menyuruhnya turun. yg punya mobil siapa yg kuasa siapa😀😀
Oktavia
merugikan sendiri tingkahnya
Oktavia
nih ceritanya ngaco ya…. mending berhenti turunin tuh orng. ngapain membahayakan diri sendiri. bodoh bgt sih
Oktavia
ankanya kan lana dan annisa ya ? ini siapa lagi
Melisa Author: Terima kasih udah mampir neng 🙏🙏
total 1 replies
Oktavia
kan adiknya annisa ya, trs rayyan ini siapa ? cepat bgt punya anak lagi…. ini ceritanya aku ga mudeng
Melisa Author: Kamu bacanya bukan dari wala Neng. Biar othor jelaskan ye?

1. Aku bukan pembawa sial ( Cerita tentang Alisa )

2. Pelabuhan terakhirku ( Kamu bukan pembawa sial ) dis sini othor sudah menjelaskan siapa itu rayyan, jadi, biar kamu mudeng, mampir kesini ye? Nggak bagus sih, tetapi di sini semua othor ceritakan.

3 Cinta dalam nestapa itu ceritanya Kak Ira putri sulung mak Alisa yang ada di karya pertama dna kedua othor. Kuy, mampir! Othor tunggu! kalau kamu nggak sudka vceritanya, jangn hujat othor ye?Othor punya hati setipis tisu😭😭😭😭😭
total 1 replies
Evahasan
boleh tau ga dokter raga praktek dimana? sy sudah 11 tahun blum punya anak krna ada plengketan setelah operasi kista
Melisa Author: Tempatnya hanya ada di sini Kakak. Di tempat akunya dulu ada. Tapi udah meninggal orangnya. Cerita di atas aku ankgkat dari kisah nyata kakak. Walau sedikit ,sih. Terima kasih udah mampir Kakak 🥰🥰🙏🙏
total 1 replies
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
keren
WaTea Sp
bagussss
WaTea Sp
jempollll
uhuuyyyyyy
Selamat dokter Ragata n bu Ira
uhuuyyyyyy
hamidun si Ira..yg nyidam abang Raga🤭
uhuuyyyyyy
emang lapis legit😂😂😂
uhuuyyyyyy
semoga bahagia selalu Nak
uhuuyyyyyy
true love
uhuuyyyyyy
hmmm hancur sdh kamu Arumi
uhuuyyyyyy
krn di usia ira memang masih belum bisa memantap kan n menata hati jadi masih awut awutan hati nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!