NovelToon NovelToon
Aku Pulang Mas...

Aku Pulang Mas...

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Thriller / Tamat
Popularitas:763.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: cilamici

Meninggal setelah ia melahirkan, membuat arwahnya tak tenang karena terpaksa meninggalkan dua anak yang masih kecil dan bahkan juga bayi.


Berkali-kali warga melihat penampakannya, bahkan juga di dalam rumah keluarga.

Tapi...

Benarkah sosoknya kembali hanya karena ingin bersama anak-anaknya saja?

Atau justeru karena ada sesuatu yang lain yang ingin ia selesaikan ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Mirna...

Yanto tampak memeluk nisan isterinya yang kini telah beristirahat dengan tenang, dengan tangis yang terus tercurah, Yanto sesekali masih membisikan nama sang Isteri.

"Mirna... Mirna..."

Lirih suara Yanto seolah enggan ditinggalkan sang isteri untuk selama-lamanya.

Tapi apa mau dikata, takdir nyatanya telah berkata lain. Mirna, isterinya mengalami pendarahan hebat saat berjuang melahirkan anak mereka.

Ya, anak kedua mereka, yang harusnya menjadi pelengkap kebahagiaan keluarga kecil Yanto.

"Wis To, ayok pulang, sebentar lagi Maghrib."

Kata Ibu Yanto mengajak Yanto pulang.

Mata Ibunya juga sembab, karena Mirna, meskipun menantu namun baik sekali macam anak sendiri.

Tentu saja, Ibunya Yanto merasa begitu kehilangan sosok menantunya yang cantik dan baik itu, apalagi bertambah-tambah pula kesedihannya karena Mirna meninggal dalam keadaan meninggalkan dua anaknya yang masih kecil.

Anak sulungnya masih berusia sepuluh tahun, sedangkan yang kedua adalah bayi yang baru dilahirkannya.

"Aku ingin di sini dulu Bu, biar aku sendiri saja di sini, tidak apa-apa, tinggalkan saja aku."

Kata Yanto.

Para pelayat satu persatu memang telah meninggalkan area pemakaman Mirna.

Ibunya Yanto mengusap kepala anaknya, iba sekali rasanya ia melihat sang anak yang begitu terpukul atas kepergian isterinya yang bisa dibilang begitu cepat.

"Sabar nak, ini ujian, kamu harus kuat, demi kedua anakmu."

Ujar Ibu menguatkan.

Yanto menyandarkan kepalanya ke nisan sang isteri, air matanya tak kunjung berhenti, seolah ingin terus mengalir, menandakan betapa Yanto sungguh mencintai isterinya itu.

"Tidak ada perempuan seperti Mirna, tidak ada lagi."

Begitulah kata Yanto saat pertama kali mendapati kenyataan Mirna meninggal.

Ibunya Yanto menatap langit yang kini pelahan mulai gelap karena matahari mulai terbenam di sebelah barat.

Angin berhembus pelahan, aroma bunga untuk makam tercium semerbak. Beberapa bunga kamboja berjatuhan dan tampak berserakan di atas tanah.

Ibunya Yanto menghela nafas, ia menoleh ke arah Lukman adik Yanto yang masih SMA dan kini tampak menunggu Ibunya untuk segera pulang.

"Wisan Bu, pulang dulu saja, biar Mas Yanto di sini sampai tenang."

Kata Lukman akhirnya tak sabar lagi.

"Lagipula kasihan Tita dan Adik bayi di rumah,"

Kata Lukman pula mengingatkan, yang tentu saja langsung membuat Ibu tersadar bahwa di rumah ada bayi yang harus mereka rawat.

Ya, bayi yang baru dilahirkan Mirna, yang demi bayi inilah, Mirna meregang nyawa.

Sungguh pengorbanan seorang Ibu, tak akan pernah bisa digantikan oleh apapun, yang setelah lelah dan teramat berat melewati masa-masa kehamilan, para ibu masih diharuskan berjuang bertaruh nyawa demi buah hatinya.

"Baiklah, ayo kita pulang Man."

Kata Ibu.

Lukman mengangguk, ia lantas membantu Ibu untuk berjalan melewati bekas galian tanah makam yang sedikit licin karena tanahnya merupakan tanah liat.

Yanto sendiri masih menangis di sisi makam Mirna, tak perduli jika hari sebentar lagi akan masuk waktu maghrib, dan tak lama kemudian akan menjadi gelap.

"Apa tidak apa-apa, kang mas mu ditinggal begitu? Kalau nanti ada apa-apa bagaimana Man?"

Tanya Ibu sembari sesekali masih menoleh ke arah Mirna di makamkan dan Yanto tampak terduduk lemas di samping makam sambil memeluk nisan Mirna.

"Tidak akan ada apa-apa Bu, tenang saja, paling-paling kalau toh ada apa-apa, Kang Mas Yanto diajak kenalan kuntilanak yang ada di pohon kamboja dekat makam Mbak Mirna."

Ujar Lukman membuat Ibu terpaksa menabok lengannya.

**-------------**

1
Yayah
kayanya d balik kematian Mirna ada campur tangan Winda ya
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
𝚊𝚔𝚞 𝚋𝚊𝚛𝚞 𝚡 𝚒𝚗𝚒 𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚗𝚘𝚟𝚎𝚕 𝚑𝚘𝚛𝚘𝚛
Didin Wahidin
maaf ya Mirna jangan tatap pembaca please. ✌️✌️✌️
Nina Puspitawati
haduhhhh....ini ngeri ya ceritanya
Nina Puspitawati
nyambangi keluarga ne
Nina Puspitawati
suara Mirna
Zainuri Zaira
suami bdoh ngk pp di ikuti kunti biar kapok
Mirabel
makanya bikin kacang hijau sangrai dan bicara kepada si mayit .km jangan bangun sebelum kacang ini tumbuh .maka si mayit akan menunggu sampai kacang ini tumbuh .ga bakal gentayangan
"flow": serius ka
total 2 replies
Mirabel
dulu ibu pas melahirkan saya juga meninggal .allfatihah buat ibu dasilah
Bijak Sana
jadi suami kok gk ngertiin istri sih
Vergenha Cardoso
kalimatnya nggak jelas bngt
Bijak Sana
menurut aku sih nya
Bijak Sana
kok jadi takutnya
Dewi
mirna kyk ny mninggal kcelkaan ya mgkin akhrny si marni buat gnti in mirna dan akhrny menikah.. skrng knpa jdi hntu jg stlah marni mninggl
Dewi
Ealah knpa ssok hntu ny bru nongol ya slah marni mati
Dewi
Wah ini si mirna kembar psti nya yg nikah sm yanto mirna yg baik mandiri sedg kembr ny mirna manja dan mgkn mati jdi hantu krna kecelkaan
Dewi
Ini si yanto kyke playboy cap kdl bntung deh sblm sm winda dan mirna kyke da yg lain
Dewi
Kyk nya da korban lain deh dr yanto ini
Dewi
Emng brengsrk si yanti.. dan psti meninggl ny mirna ya da sebab ny winda pa lg brhugn lg sm yanto
Dewi
Ksian bgt mirna loh thor..
uda jdi hantu pun di bkin tk berdaya kasian stdkny biar mirna tenang ya bkin da yg jaga anak nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!