Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.
"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.
"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"
"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.
Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29 - Robert dan Nadia berbaikan
...Chapter 29...
...----------------...
Clarissa tersenyum, Padahal jika ia tidak menyabotase gaun milik nona Joana. Joana akan menjadi teman baik Nadia.
Di dalam alur cerita, Tepatnya hari ini. Joana sangat mengagumi gaun milik Nadia, Gaun pilihan Axion yang kini sedang ia pakai, Gadis itu mengobrol banyak dengan Nadia, Hingga semua orang melihat itu dan berusaha mendekati Nadia. Tetapi lagi-lagi Clarissa berhasil memanipulasi alur.
"Aku ingin gaun ini di lepas sekarang juga!" Teriak Joana, Beberapa pelayan langsung memegang kedua tangan Nadia.
"Nona...maafkan aku..."
Nadia menangis, Sekarang tidak ada yang bisa menolongnya. Bahkan Claudia yang biasanya membela dan juga menolongnya. Kini hanya menonton penderitaannya dengan wajah sombong.
"Claudia, Tolong aku."Ucap Nadia menangis tak berdaya.
"Untuk apa? Ini salahmu...Sudah tahu hanya seorang pelayan, Beraninya kau membodohi ku selama ini dengan menempel pada tuan muda Axion seperti seorang putri."Ucap Claudia dengan sarkas, Gadis itu berbalik badan dengan angkuh.
Nola menatapnya dengan senyuman tipis, Ia yang sudah tahu dari awal tidak merasa kaget dengan identitas Nadia. Sekarang Nadia sudah tidak ada gunanya, Dia bukan pion yang bagus.
"Nola, Ayo."Ucap Claudia, Nola mengangguk dan ikut pergi bersama Claudia menjauh dari situasi itu. Nadia menatapnya dengan putus asa, Teman yang ia anggap berguna itu tidak lagi bersikap manis.
Robert menatap Nadia yang sedang bersimpuh ketakutan, Bahkan pemuda itu tak bisa melakukan apapun.
"Nona Joana?!" Clarissa mendatangi Joana yang kini menatap kesal Nadia.
Joana menoleh, Tanpa menyebutkan nama. Ia sudah tahu siapa gadis di hadapannya. Gadis tercantik seibu kota. Clarissa Veronica bellen. Joana menatap gaun Clarissa, Sangat cantik dan anggun.
"Nona Clarissa, Anda menyapa saya?" Nada bicara Joana berubah, Gadis itu menatap gaun yang di pakai Clarissa dengan kagum.
"Tentu saja, Senang bertemu dengan anda nona Joana, Sang singa perbatasan."Ucap Clarissa tertawa kecil.
Singa perbatasan, Itu adalah julukan milik Joana yang ahli dalam memainkan senjata api, Gadis itu sudah memiliki banyak jasa dalam menangkap para teroris. Ia juga terkenal sebagai ahli penembak nomor satu di kota.
"Anda mengenal saya rupanya, Tetapi maafkan saya nona Clarissa, Hari ini saya tidak bisa meladeni anda. Saya sedang punya masalah dengan gadis ini."Ucap Joana menunjuk Nadia dengan kilatan amarah.
"Nona Joana, Untuk apa anda melebarkan masalah menjadi cukup panjang. Anda hanya akan membuang waktu anda. Apalagi gadis ini hanya seorang pelayan."Ucap Clarissa tersenyum, Melirik Nadia yang kini menatapnya tajam.
"Aku sangat kesal, Karna kain yang aku bawa dari luar negeri itu hanya ada satu gulungan, Jika memesan lagi, Itu perlu waktu yang cukup lama. Sedangkan waktu-ku untuk acara pertunangan tidaklah banyak."Ucap Joana kesal.
"Baiklah, Aku mengerti kekesalan nona. Tetapi Nadia mungkin tidak sengaja. Ini juga melibatkan calon tunanganku. Jadi aku akan membantu sedikit." Ucap Clarissa, Gadis itu memanggil sera untuk mendekat.
Sera datang dan memberikan sebuah kotak berwarna putih, Clarissa membukanya dan memberikannya pada Joana.
"Nona Joana, Gaun ini mungkin tidak sebanding dengan gaun anda yang hilang, Tetapi saya mohon anda terima hadiah ini dari saya, Saya tulus memberikannya."Ucap Clarissa memberikan gaun berwarna putih dengan corak berwarna merah. Terlihat anggun dan berkelas.
Joana menatap gaun itu, Bahan gaun itu begitu licin dan nyaman. Hampir sama dengan jenis kain yang ia bawa dari luar negeri, Ia menatap Clarissa dan tersenyum senang.
"Aku sangat menyukai ini, Terima kasih nona Clarissa. Anda secantik rupa anda."Puji Joana tersenyum senang. Amarah gadis itu seakan menghilang tertiup angin.
Nadia mengepalkan kedua tangannya, Gadis itu bangkit, Ini pasti ulah Clarissa. Gadis itu pasti sengaja menjebaknya untuk mengambil keuntungan.
Axion tersenyum tipis, Ia sudah tahu bahwa hari ini akan datang, Ia dan Clarissa sengaja membelikan Nadia gaun milik Joana. Bukan karna kelalaian seorang pelayan, Tetapi ia memang menyogok seorang pelayan di butik itu untuk melakukan transaksi membeli gaun itu.
Sebelum para desainer itu membuat gaun dengan gulungan itu, Ia juga sudah menukar bahan dari gaun itu, Gulungan kain milik Joana jelas di pakai untuk membuat gaun yang Clarissa hadiahkan, Sedangkan gaun yang di pakai Nadia, Itu hanya terbuat dari kain biasa, Kain yang di buat semirip mungkin dengan milik nona Joana.
"Kau ku maafkan, Berterima kasih-lah pada nona clarissa. Karna dia aku bisa memaafkan-mu."Ucap Joana menatap Nadia dengan jutek.
"Terima kasih nona Clarissa, Nona Joana."Ucap Nadia, Ia berjalan pergi. Dendam ini akan ia balas, Clarissa pasti akan ia balas.
"Nona Clarissa sangat cantik!"
"Tuan muda Axion pasti buta, Nona Clarissa mana mungkin bisa di bandingkan dengan anak pelayan."
"Nona Clarissa, benar-benar seorang peri."
Beberapa orang mulai membicarakan kejadian hari ini, Clarissa banyak menuai pujian. Diam-diam Clarissa tersenyum saat menyadari, Bahwa Robert tak ada di tempatnya.
"Nona Clarissa, Boleh aku duduk bersama-mu?" Tanya Joana.
"Tentu, Mari."
Clarissa duduk bersama Joana, Mia yang melihat dari jauh segera mendatangi sahabatnya.
"Ini Mia Kenny, Sahabatku."Ucap Clarissa memperkenalkan Mia.
"Saya Joana roxsiana, Saya banyak mendengar kepintaran nona Mia, Senang bertemu dengan anda."Ucap Joana tersenyum formal.
"Saya juga senang bertemu anda, Singa perbatasan."Ucap Mia, Clarissa terkekeh.
"Singa perbatasan, Haish kalian sepertinya suka sekali meledek-ku."Ucap Joana cemberut,
"Hahahaa...lucu saja, Anda terkenal seperti itu, Tapi setelah dekat dengan anda, Saya rasa anda seperti kucing."Ucap Mia terkekeh.
"Sudahlah, Ayo duduk dan makan jamuan bersama."Ucap clarissa, Mia dan Joana mengangguk.
...--------------------------------...
Nadia berjalan sendirian ke toilet, Gadis itu menatap kaca dengan tatapan tajam. Citranya, Prianya, Kepopulerannya, Dan sifatnya yang terlihat lembut hilang. Semuanya berlari ke arah Clarissa.
"Kenapa? Bukankah selama ini aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan?" Gumam gadis itu, Air matanya menetes pelan. Ia menatap gaun pemberian Axion, Apa Axion sengaja memberikannya gaun ini, Gaun ini membuatnya di permalukan.
"Nadia."
Seseorang memanggil namanya, Ia mengenal sekali siapa pemilik suara tersebut, Ia keluar dari toilet khusus perempuan. Tepat di ambang pintu, Ia melihat Robert menatapnya dengan iba, Tiba-tiba saja hati gadis itu sakit.
Tanpa kata-kata, Nadia langsung berlari dan memeluk Robert, Air matanya tumpah dengan sendirinya. Ia melupakan amarahnya pada Robert, Kini ia hanya butuh di kuatkan dan di yakinkan.
"Kau baik-baik saja?"Tanya Robert khawatir, Nadia menggeleng pelan.
"Aku takut Robert, Tatapan semua orang seakan mengulitiku hidup-hidup. Tidak ada yang menggenggam tanganku."Ucap Nadia menangis di pelukan Robert.
"Aku selalu di sini bersama-mu Nadia, Bahkan saat kemarin kau melukaiku dengan tangan-mu."Ucap Robert, Nadia menatap manik mata pemuda itu. Benar, Sejak kapan ia mulai meragukan Robert, Pria yang ia sukai.
"Maafkan aku, Aku tertipu oleh nola. Dan tidak percaya padamu."Ucap Nadia menangis.
"Aku tidak apa-apa, Aku senang kau sudah tidak marah lagi padaku."Robert menghapus sisa air mata Nadia. Gadis itu menenggelamkan seluruh wajahnya pada dada bidang Robert.
"Robert, Sedekat apapun aku dengan Axion, Aku hanya mencintaimu."Ucap Nadia, Robert menatap kedua manik mata gadis itu, Mencari celah kebohongan.
"Aku juga mencintaimu, Aku mendekati Clarissa hanya untuk tujuan kita."Ucap Robert, Nadia tersenyum.
"Aku senang kau bicara jujur, Jika tujuan kita tercapai. Berikan Clarissa padaku ya."Ucap Nadia cemberut.
"Tentu saja, Apapun akan aku berikan. Asal kau tetap menurut padaku."Ucap Robert tersenyum.
Setelah puas berpelukan, Robert tersenyum dan memberikan sebuah gaun pada Nadia, Gadis itu berbinar senang. Gaun berwarna cream itu, Terlihat cantik dan mahal.
"Ganti baju-mu dengan ini, Jika kau terus memakai gaun ini, Kau akan di hina banyak orang."Ucap Robert, Nadia mengangguk.
Gadis itu masuk ke dalam toilet untuk mengganti gaunnya. Sedangkan Robert, Ia tersenyum senang karna kini berhasil mengambil hati Nadia lagi.
"Sebentar lagi, Aku akan menyuruhnya mengambil stempel perusahaan utama keluarga William."Batin Robert tersenyum licik.
TBC
like dan komen.