NovelToon NovelToon
°

°

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Poligami
Popularitas:139.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ollane

Adli Aplosso suami dari Almara memutuskan menikah lagi karena nyaris lima tahun pernikahan mereka tidak dikaruniakan anak.

Saat frustrasi tidak disentuh lebih dari tiga bulan oleh suaminya sendiri yang sibuk dengan istri keduanya Alma tidak sengaja memiliki hubungan skandal dengan sepupu suaminya.

Sean Aplosso, yang selalu menganggap dirinya sebagai pemerkosa karena sudah menodai Alma.

Seharusnya itu menjadi hal yang buruk. Saat Sean menawarkan penjara, hukum, polisi dan jaksa kepada Alma, agar Sean dipenjara, Alma menolak karena berpikir ini bukan salah Sean, tapi kesalahan di kedua pihak jadi saya tidak perlu menjebloskan diri sendiri ke penjara. Alma tidak mau berurusan dengan hukum apalagi suaminya. Toh tak ada bayi yang akan dikandung karena dia mandul.

Tapi saat terbukti sebagai perempuan sempurna yang tidak mandul, Alma ternyata hamil. Dan Sean memaksa untuk bertanggungjawab untuk menikahi Alma, suami dari Alma dan Ayah dari bayi itu. Meskipun Sean akan menjadi Ayah dan Suami dari penjara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ollane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1: Dari Dalam Lemari

1

Alma tidak berniat menyelinap. Hanya saja, ada sedikit keperluan untuknya memasuki kamar Adli suaminya dengan Yura, istri keduanya. Alma ingin mengambil sesuatu di kemeja Adli yang dia tinggalkan di kamar Yura. Ponselnya, yang tadi pagi Adli ambil tanpa izin. Mungkin Adli menyitanya agar saat Adli jalan-jalan bersama Yura, Alma tidak akan menganggunya dengan terus menghubungi.

Namun, ketika mendengar derap langkah seseorang Alma mendadak menjadi panik. Tidak mau disangka buruk oleh suami dan madunya karena menyelinap tanpa izin ke dalam kamar mereka, mengingat kepercayaan Adli kepada Alma semenjak setahun terakhir sudah menurun Alma masuk ke dalam lemari dan bersembunyi di sana. Dia mengintip di cela-cela garis pintu, mendadak peluh dingin membasahi sekujur tubuhnya. Wajah Alma datar saat mendapati suaminya dan Yura tengah saling berpaut, merengkuh satu sama lain dengan gerak tangan menuntut, mereka saling mendorong ke peraduan, kasur lengang di sana tengah menanti.

Yura yang terhempaskan lebih dulu, disusul Adli yang menindihnya. Alma menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan, napasnya mulai tidak beraturan, dadanya sesak, hingga hembusan napasnya berubah menjadi tangis tertahan. Dia tidak kuat, tidak tahan ...

Setahun yang lalu, Adli memutuskan menikah lagi karena Alma terbukti tidak bisa memiliki anak. Semenjak kehadiran madu berusia 25 tahun di kediaman mereka, Alma merasa begitu tua dan tidak menarik. Padahal dia masih berusia 31 tahun, tapi entah mengapa terasa begitu tua. Selama ini, Alma merasa rasa cinta suaminya kepadanya sudah memudar, seperti tidak membutuhkannya lagi dan jika disuruh memilih antara ranjang Alma atau ranjang Yura, Adli lebih memilih untuk menetap di kamar Yura. Kejadian itu sudah terulang beberapa kali. Sudah tiga bulan ini, Alma tidak disentuh oleh suaminya sendiri. Namun Yura selalu mendapatkan haknya ... apalagi, sekarang Yura tengah hamil dua minggu. Berita baik tersebut membuat Alma semakin merasa cemburu.

Alma bertahan di sana. Menangis tanpa suara, menenggelamkan kepala di antara dua lutut. Andai Adli mendapati kehadirannya, Alma ingin menjerit. Jika kamu tidak mencintaiku lagi ... SETIDAKNYA BERIKAN AKU KEADILAN!

>><<

Dua jam Alma tertidur di dalam lemari pakaian Yura. Wanita itu kembali mengintip di sela-sela lemari, Yura dan Adli sudah tertidur setelah melakukan percintaan mereka. Perlahan, Alma yang gerah di dalam sana mendorong pintu lemari hingga terbuka, meminimalisirkan setiap bunyi, Alma kembali menutupnya. Didekatinya ranjang itu, ada Yura dan Adli yang saling merengkuh. Alma iri ... dia ingin kembali disayangi seperti ini. Setidaknya, jika memang takdirnya untuk diduakan karena kemandulannya, Adli harus memberikannya keadilan. Jika memang cinta Adli yang pudar tidak bisa dibantah, Alma ingin Adli tetap mendatanginya, bukan mengabaikan kewajibannya.

Alma mencari kemeja Adli, kemeja kotak-kotak berwarna tosca. Alma langsung mengambil ponselnya yang disembunyikan lelaki itu di sana. Benar saja, Alma tidak mungkin salah menuduh. Setelah itu Alma pergi. Dia meratapi sekitar rumah, dulu dia pernah bilang ke Adli ... ingin tinggal terpisah dengan madunya. Meskipun di rumah yang lebih sederhana tapi entah mengapa Adli menolaknya. Dia bilang, dia butuh Alma jika Yura mengandung anaknya untuk mengurus mereka.

Alma melangkah keluar dari rumah, hanya berjalan-jalan. Di setiap tapak langkah yang dia lewati, Alma hanya fokus pada layar ponselnya. Ternyata, banyak pesan dari Aldo. Semenjak bertemu kembali dengan Aldo mantan kekasihnya tiga bulan yang lalu secara tidak sengaja, Aldo selalu mengirimi Alma pesan dan sekali-kali menghubunginya. Kadang Alma meresponnya dengan baik, tapi kali ini dia mengabaikannya. Entah kenapa, dia pikir Aldo ada maksud lain.

Dari pantulan layar ponselnya, Alma menyadari seseorang menggunakan sebuah kendaraan mengikutinya dari belakang. Alma langsung membalik tubuh, lalu terkejut. Dia Aldo, tersenyum sambil menancap gas, melajukan mobilnya agar terparkir pas di sebelah Alma. Diturunkannya kaca mobil, Aldo menongolkan kepala. "Hai, Alma ... mau kemana?"

Alma diam, melirik Aldo dingin. Aldo hanya tersenyum tipis.

"Perlu kuantar, jika kamu benar-benar ingin pergi ke suatu tempat."

Alma berpikir sejenak. Ah, mendadak dia ingin pergi jauh dari sini. Kepalanya mengangguk, "kalau begitu antar aku ke sebuah tempat." Aldo tersenyum, menurunkan diri dari mobil. Dibukakannya pintu mobil sebelah untuk Alma, Alma menerima perlakuan manis itu seadanya lalu menjatuhkan diri di samping Aldo.

Aldo bersiap hendak melajukan kembali mobilnya, "apa kabarmu, Alma? Setelah 10 tahun kita berpisah."

Alma hanya mengangguk, "baik."

"Tiga bulan yang lalu kita bertemu kembali, sakit rasanya saat tahu posisiku sudah tergantikan. Selama ini aku selalu merindukanmu, Alma."

Alma diam. Rasanya tidak pantas Aldo berkata seperti setelah 10 tahun yang lalu Aldo sendiri yang meninggalkannya.

"Kamu mau kemana?" Aldo bertanya lembut.

Alma diam lama, lalu bersuara lirih. "Kemana saja."

Aldo tersenyum tipis, "aku tahu Alma, kamu tidak bahagia dengan pernikahanmu sekarang. Aku sangat tahu."

"Bersama kamu aku juga belum tentu bahagia ...."

Perkataan Alma membuat cekraman Aldo di setir mengerat. Lelaki itu memaksakan senyum, "boleh aku menanyakan sesuatu ...?"

"Silahkan ...."

"Selama pernikahan kalian, berapa kali kamu tidur dengan suamimu?" Sembari bertanya Aldo melajukan mobilnya, menjauh sejauh mungkin dari rumah Alma tanpa wanita itu sadari.

"Kenapa kamu bertanya begitu?" Alma terlihat kurang senang.

"Sebenarnya ada harapan konyol dalam diriku yang berharap, kalian tidak pernah berhubungan sama sekali tapi aku tahu itu tidak mungkin."

Alma diam. Selain pertanyaan itu terlalu sensitive, Alma juga tidak mungkin menghitungnya.

"Kamu tahu Alma, apa penyesalan terbesarku ...?"

"Apa?"

"Kenapa sewaktu kita pacaran sebelumnya, aku tidak menyentuhmu sama sekali. Setidaknya, ciuman di bibir. Aku menyesal karena terlalu menjagamu."

Alma hanya diam. Mendengarkan semua perkataan Aldo. "Aku ingin merasakannya sekali saja tapi aku tidak bisa ... seperti sekarang, aku sangat ingin melakukannya tapi aku tidak bisa ... entah mengapa kamu itu terlalu berharga ... sangat berharga ...." Mata Aldo memerah. "Sampai-sampai menyentuh tanganmu seperti ini saja ...." Aldo menyambar tangan Alma setelah memberhentikan mobilnya. Lelaki itu sesegukan, membawa tangan Alma ke pipinya, "aku merasa bersalah." Aldo menciumi telapak tangan Alma, tapi lelaki itu menangis. Merasa bersalah, merasa tak berhak. Apalagi saat tubuh Aldo menghimpit, lelaki itu semakin meraung, berusaha menarik diri tapi dipaksakannya untuk tetap mendekat. Alma bisa merasakan pelukan Aldo yang kuat, menjerat dan terkesan posesif.

Mendadak dia merindukan kasih-sayang dan pelukan Adli. Hingga tanpa disangka, Aldo mencekik Alma. "Aku tidak bisa, Alma ...." Lelaki itu seperti mengalami gangguan mental, menangis sesegukan. "Aku tidak bisa menodaimu, menyentuhmu, sekalipun aku ingin ... sangat ingin ... tapi aku tidak bisa ... seperti ada yang mengawasiku ...."

Napas Alma mulai sempit, Aldo bersuara lirih. "Aku tidak bisa Alma ...."

"Aldo, lepaskan ...." Alma merintih sakit.

"Aku tidak bisa ...." Aldo melirik bibir Alma yang ranum, "padahal aku begitu mendambakan bibirmu."

"Aldo ...!"

1
katerina
lanjutkan karya bagus ini
Eka Pengestu
padahal bgus loh...knpa slalu buat cerita yg gantung gini sih thor kek di PHP in..😫
cinta pertama
ditunggu updatenya Thor
cinta pertama
yah... penasaran deh? lanjutkan Thor
cinta pertama
benar-benar menguras emosi dan bikin penasaran. semangat kak ollane... author favoritq
NandhiniAnak Babeh
author kemana ya.. sudah 2 bulan ga ada kabarnya lagi nih 🤔🤔🤔
Rika Jhon
ahaha sean bnr2 udh gila bkn stres lg..tpi aq suka n mendukung itu😀
Rika Jhon
ahaha sean stres🤣
Rika Jhon
ahaha ngakak bgt sm kelakuan ny sean
Rika Jhon
ahaha sean menghayal alma hamil dan dy akn memiliki anak dr alma
Rika Jhon
do'a mu aq dukung sean..dan akan di kabulkan olh otor ny😁
Rika Jhon
wuih sean udh mulai fall in love sm alma tpi dy tdk menyadarinya
NandhiniAnak Babeh
author where are you
NandhiniAnak Babeh
author Cepat bangun dan up lagi.. aku begitu setia dengan Karyamu sampai² slalu mengintip ke lapak mu di setiap waktu nya
NandhiniAnak Babeh
author dimanakah dirimu.. jangan bikin reader jadi tergantung seperti ini 😩😩😩😩😩
Vinna_hot mommy
wew....msh blom up jga c othor....
sampe lumutan akoh...
sampe2 ai selingkuh sama tetangga sebelah,eh ..pas ngintip ksni msh blom2 jga ..
ande
up up up up😊😊😊😊
Lenabid Daeng Lumang
udh gk up lg y Thor😁SDH terlalu lama diriku menunggu🤭
Lenabid Daeng Lumang
kadang geram jg sma si Alma,,kan jadi kasihan sma Sean

semangat y Sean aku ad d pihakmu kok💪😊
Indah Tuk Di Kenang
up dong thorrr...semangat💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻ada aku yang menunggu😭😭walau berat😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!