NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Kontrak

Terjebak Pernikahan Kontrak

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Nikahkontrak / Duda / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:27.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Clarissa icha

Harap bijak memilih bacaan.
riview bintang ⭐ - ⭐⭐⭐ = langsung BLOK.!


Barra D. Bagaskara, laki-laki berusia 31 tahun itu terpaksa menikah lagi untuk kedua kalinya.
Karena ingin mempertahankan istri pertamanya yang tidak bisa memliki seorang anak, Barra membuat kontrak pernikahan dengan Yuna.
Barra menjadikan Yuna sebagai istri kedua untuk mengandung darah dagingnya.

Akibat kecerobohan Yuna yang tidak membaca keseluruhan poin perjanjian itu, Yuna tidak tau bahwa tujuan Barra menikahinya hanya untuk mendapatkan anak, setelah itu akan menceraikannya dan membawa pergi anak mereka.

Namun karena hadirnya baby twins di dalam rahim Yuna, Barra terjebak dengan permainannya sendiri. Dia mengurungkan niatnya untuk menceraikan Yuna. Tapi disisi lain Yuna yang telah mengetahui niat jahat Barra, bersikeras untuk bercerai setelah melahirkan dan masing-masing akan membawa 1 anak untuk dirawat.

Mampukah Barra menyakinkan Yuna untuk tetap berada di sampingnya.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

"Aku harus gimana Mah,,?" Lirih Yuna dengan nada keputusasaan.

Dia menggenggam tangan Mamanya yang sedang tertidur pulas di ranjang pasien.

Sudah 5 hari di rawat di rumah sakit besar di Jakarta, akibat sakit jantung yang diderita sejak beberapa tahun yang lalu. Tepatnya sejak sang suami bermain perempuan sampai menghabiskan harta benda mereka tanpa sisa. Bahkan sekarang terlilit hutang dengan rentenir yang nilainya hampir 100 juta.

Kini laki-laki biadab itu hilang bak ditelan bumi. Menjadi beban bagi Yuna dan sang Mama karna seluruh hutangnya harus di tanggung oleh mereka.

Sorot mata Yuna dipenuhi kebencian setiap kali mengingat laki-laki yang ditakdirkan menjadi ayah kandungnya.

Kalau saja bisa memilih, Yuna tidak akan sudi memiliki ayah kandung seperti itu.

Laki-laki kejam yang hanya bisa menggoreskan luka di hati anak dan istrinya.

"Sampe kapan kamu mau nangis kayak gini.?!"

"Kamu pikir tangisan kamu bisa buat Mba Rena sembuh dari sakitnya.?!"

Yuna beranjak dari duduknya. Dia menatap Bibinya yang tiba - tiba masuk dan langsung memarahinya.

"Pelanin suaranya Bi, Mama lagi tidur." Tegur Yuna lirih.

Tidak peduli dengan teguran Yuna, Liona justru berdecak kesal. Tatapan matanya pada Yuna penuh dengan kebencian, meski Yuna adalah keponakannya.

Kebencian Liona pada Ayah kandung Yuna, membuat Liona juga ikut membenci Yuna.

Semua itu bermula ketika Ayah Yuna menggadaikan sertifikat rumahnya, juga menggelapkan beberapa harta bendanya yang terbilang cukup mahal.

Dari situlah, Liona membenci keluarga kakaknya.

Bahkan disaat sang kakak sedang membutuhkan uang untuk biaya operasi, Liona enggan mengeluarkan uang sepeserpun.

Dia justru terus mendesak Yuna agar mau menikah dengan rentenir, sebagai pelunas hutang atas nama Ayah kandung Yuna.

"Waktu kamu tinggal 3 hari lagi Yuna.!"

"Kalau kamu mau Mba Rena cepat di operasi, lebih baik terima tawaran Tuan Hutomo."

"Apa salahnya nikah sama dia.? Hari gini nggak perlu mikirin tampang dan umur, yang penting mapan dan bisa bantu kesulitan kamu."

"Hutang Handoko juga akan di anggap lunas.!"

Liona bicara panjang lebar dengan dua manik mata yang membulat sempurna.

Rasa kesalnya pada keluarga sang Kakak sudah di ambang batas kesabaran.

Yuna menggelengkan kepalanya. Tidak habis pikir dengan jalan pikiran Liona.

Satu-satunya orang yang paling mendukung Yuna untuk menikah dengan laki-laki tua yang sudah memiliki 3 istri.

Otak Yuna masih terlampau waras untuk menikah dengan laki-laki tua itu.

Daripada harus menikah dengannya, lebih baik ikut menghilang bak ditelan bumi seperti yang dilakukan oleh Ayahnya.

"Cukup Bi,,! Aku nggak mau denger lagi Bibi sebut nama laki-laki tua itu.!"

"Sampai kapanpun aku nggak akan mau nikah sama dia.!"

"Aku bisa usaha sendiri buat kesembuhan Mama. Masalah hutang, aku akan mencicilnya sampai lunas."

Liona tertawa meledek. Dia tidak yakin dengan kemampuan Yuna untuk mendapatkan banyak uang dalam waktu singkat. Apalagi untuk mencicil hutang Handoko yang nilainya fantastis.

"Yuna,,, Yuna,,," Liona masih menahan tawa. Menatap Yuna dengan tatapan meremehkan.

"Sekalipun kamu jual diri, kamu nggak akan bisa ngumpulin uang sebanyak itu dalam waktu 3 hari."

Cibirnya tanpa perasaan.

"Li,,Lionnaaa,,," Ucap Rena terbata. Dia sudah bangun sejak tadi dan mendengarkan percakapan anak serta adik kandungnya.

"Mama,,,!" Yuna terlihat panik menatap wajah sang Mama.

"Tega sekali kamu bicara seperti itu sama keponakan kamu sendiri,"

"Mba tau, selama ini Mas Handoko sudah menyusahkan kamu. Tapi bukan berarti kamu bisa melampiaskan kekesalan kamu pada Yuna."

"Cukup lampiaskan saja pada Mba,,"

Rena menangis sambil menatap Liona.

Hubungan dia dan adiknya jadi renggang akibat ulah Handoko.

"Ckk..!!" Liona berdecak sinis.

"Kalian berdua sama saja.!"

"Daripada Mba Rena bicara panjang lebar, mendingan bujuk Yuna biar mau nikah sama Tuan Hutomo."

"Itu juga demi kebaikan Mba Rena sendiri, biar Mba Rena bisa di operasi.!"

Liona bergegas keluar dan menutup pintu dengan kasar.

"Maafin Bibi kamu, dia begitu karna kesal sama Papamu."

"Sebenarnya masih sayang dan peduli sama kita."

Rena mengusap tangan Yuna bermaksud untuk menenangkan, karna Yuna masih menatap kepergian Liona dengan tatapan penuh amarah.

"Nggak usah membelanya Mah, Yuna bukan anak kecil lagi."

"Sudah bisa membedakan mana yang benar-benar peduli dan yang memang nggak peduli."

Yuna menarik nafas dalam, kemudian duduk kembali di samping ranjang sang Mama.

Rena mengusap wajah cantik putrinya yang begitu terbebani. Disaat sulit seperti ini, dia tidak bisa berbuat apapun untuk putrinya. Yang ada hanya menambah beban untuk Yuna.

"Maafin Mama, Yuna,,," Ucap Rena penuh rasa bersalah.

Semua kesulitan yang sedang dihadapi oleh putrinya, semata - mata karna ketidak berdayaannya dalam menjalani pernikahan dengan Handoko.

Jika saat itu dia bisa melawan Handoko, atau melepaskan Handoko, mungkin kesulitan ini tidak akan di alami oleh Yuna.

...******...

"Bagaimana Yuna.? Kamu mau kan menikah sama saya.?" Tatapan Tuan Hutomo begitu menelisik. Memperhatikan setiap inci tubuh Yuna dari atas kepala sampai kaki.

Laki-laki tua itu sungguh tidak malu. Dia mengajak menikah seorang gadis berumur 25 tahun yang lebih pantas menjadi cucunya.

Tubuh mungil Yuna bergidik ngeri. Membayangkan menikah dengan Tuan Hutomo membuat Yuna ketakutan sekaligus jijik.

Bagaimana mungkin dia akan hidup dengan laki-laki tua itu seumur hidupnya.

"Maaf, sekali lagi saya menolak."

"Saya sudah janji akan melunasi hutang Papa saya, beri saya waktu 1 bulan lagi."

"Permisi."

Yuna bangkit dari duduknya. Dia bergegas pergi dari kafe rumah sakit.

Sudah ketiga kalinya Tuan Hutomo datang ke rumah sakit. Selalu mendesak Yuna untuk menikah.

Yuna yang tidak ingin permasalahan ini terus menjadi beban untuk Mama Rena. Itu sebabnya Yuna selalu mengajak Tuan Hutomo agar membicarakan hal ini di tempat lain.

"Bagaimana ini.?" Yuna berhenti di taman rumah sakit. Matanya menerawang jauh. Pikirannya benar-benar kacau saat ini.

2 hari lagi batas operasi yang harus dilakukan oleh Mama Rena, tapi Yuna belum menyetorkan uang sepeserpun untuk biaya operasi itu.

Jika operasi itu tidak dilakukan, sudah pasti akan sangat membahayakan nyawa sang Mama.

"Apa aku harus jual diri.?" Pikiran buruk itu tiba-tiba muncul di benak Yuna.

Tapi beberapa detik kemudian, Yuna mengacak-acak rambutnya sendiri. Dia menyesali ucapannya. Karna sesulit apapun kondisinya, dia tidak akan pernah menjual diri.

"Semoga saja aku masih bisa berfikir waras," Yuna kembali merapikan rambutnya. Dia hendak beranjak dari taman, namun seseorang menahan bahunya dari belakang.

"Tunggu,,"

Yuna bisa mendengar dengan Jelas suara besar dan tegas yang terdengar gagah.

Yuna menoleh, menatap tangan berotot yang menempel di bahunya.

Selang beberapa detik, Yuna bisa melihat sosok pemilik tangan itu.

Laki-laki bertubuh tinggi dan tegap, membuat Yuna yang memiliki tubuh 160 cm harus mendongak untuk menatap wajahnya.

Yuna terkesima, mengagumi ketampanan laki-laki di hadapannya.

"Prookk,,,!"

Tepuk tangan laki-laki itu membuat Yuna sadar dari lamunan.

1
Isuhoya Sir
👍
Ruwi Yah
sangat rumit sesuai dengan judulnya
Ruwi Yah
nyesek banget diposisi yuna
Ruwi Yah
cerita poligami yg nggk bikin naik tensi
Rini wit
bacanya aja nyesek
WHATEA SALA
Di bab2 sebelumnya kepikiran dengan sikap yuna,klu yuna akan pergi dengan membawa bayi kembar nya jauh dari bara,ternyata yuna lebih nyaman dengan keadaan sekarang sebagai madu nya cindy🤣🤣🤣🤣 dasarr....sok2an marah dan kecewa karna di tipu sama bara tau nya menikmati jadi yang kedua dan merasa bahagia dengan membeli baju dinas malam.
WHATEA SALA
Mama rena bilang,dia yang paling tau bagaimana yuna tapi hamil sampai 13 minggu gak tau😁
WHATEA SALA
Yuna dan Cindy sama bodoh,mereka di jadikan toilet sama bara.maaf..
WHATEA SALA
Mulaii....mama rena menujukan kebaikan nya,gak tau apa yang terjadi pada yuna agar mama rena bisa di oprasi,apa lagi klu handoko datang,oasti bilang"biar jahat dia tetap papa mu"
WHATEA SALA
Biyuuhh...nyalahin takdir,karna perbuatan bejatnya...hiduplah dengan langgeng bersama cindy tanpa anak di samping kalian dan yuna hidup bahagia bersama anak anak nya,sekalipun di dunia ini hanya tinggal bara yang ada,berharap banget yuna lebih baik sendiri😁😁😁
WHATEA SALA
Bara jadi handoko 2
WHATEA SALA
Maksud barra dari awal sudah jelek sama yuna,tapi nanti ny tidak akan sesuai harapan barra,yuna tidak akan membiarkan semua itu meski harus pisah sama bara
WHATEA SALA
Bagaimana pun rumah tangga yuna dan bara,itu semua demi kamu bu rena,biar bisa oprasi dan sembuh,entar klu dah sembuh trs handoko datang jangan di terima ya..meskipun tadi nya bucin akut sampai rela di sakiti.
WHATEA SALA
Klu hidup Yuna dan mama rena sudah bahagia,pastilah handoko datang dengan segala cerita kesedihannya dan minta di urusi karna merasa berjasa sudah membesarkan yuna dan saat nya untung balas budi,dan dengan senang hati mama rena menerima nya kembali.(pasti begitu lah saking bucin nya rena sama handoko,trs mama rena bilang ke yuna"biar bagaimana pun dia papa mu).
WHATEA SALA
Harusnya jangan tanda tangan dulu....urusin ibu lalu bertemu lagi dengan bara,dan pikir bara sudah selesai karna sudah tanda tangan
WHATEA SALA
Betul Yuna..bila perlu menghilang seperti bbapakmu,ingattt jangan jadi bodoh,biarin rentenir itu yang cari bappakkmu😩😩
Lulu Hilya
aku sih lebih ngdukung keputusan yuna.mending cerai.ngeselin banget sih tu si bara tamak gak mau pilih salah satu.pengen nya poligami.ogah banget poligami .geram jadinya
Suzanne Shine Cha
seharusnya kau buat wanita kuat juga Thorr klo ditampar tampar balik klo gak salah kcuali org tua kandungnya sendiri 😎😎😎💪💪💪
Ibell Karra
plis siapa yg naroh bawang di sini 😭😭😭😭😭😭
Marufah Rufah
😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!