NovelToon NovelToon
Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:532.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: teh ijo

follow ig : teh_hijaau

Jangan lupa setelah baca tekan LIkE dan KOMEN

Selamat membaca..

Sebuah pernikahan yang terjadi begitu saja. Bukan atas dasar cinta namun kehendak orang tua.
Terlebih saat ini suamiku memiliki wanita lain dalam status pernikahan kami. Aku akan bertahan jika akulah satu satunya wanita dalam hidupnya namun, aku akan mundur jika suamiku memilih wanita itu ( Bianca )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teh ijo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Menikah dan bahagia bersama orang yang benar benar mencintaiku adalah impianku terbesar dalam hidupku. ( Bia )

Menjadi anak tunggal dalam keluarganya menjadikan Bia, gadis yang sudah berusia dua puluh tahun itu harus terjun ke perusahaan. Siapa lagi yang akan mewarisi perusahaan jika bukan dirinya. Apalagi Wijaya, ayah Bia yang saat ini sudah sakit sakitan membuat Bia semakin iba.

Dalam empat tahun terakhir, semenjak Bia mengurus perusahaan sang ayah, banyak kemajuan pesat. Hingga perusahan Wijaya berhasil duduk di peringkat ke-5 besar dalam perusahan terbaik se-Indonesia.

Meski masih muda, Bia sering memenangkan tender. Semakin menggeluti pekerjaan, Bia semakin lupa akan kehidupan pribadinya.

Seluruh waktu hanya ia gunakan untuk bekerja.

Wijaya menatap putri semata wayangnya yang baru saja turun dari tangga untuk menghampirinya.

"Pagi, Pa," sapanya.

Wijaya tersenyum. "Pagi juga. Ayo sarapan," ucap Wijaya.

Tanpa menunggu lama, Bia segera mengambil piring untuk diisi nasi dan lauk.

"Papa gak sarapan?" tanya Bia heran saat Wijaya hanya mengamatinya.

Tersenyum tipis, Wijaya menggeleng.

"Papa belum lapar, Bi," elaknya.

Mendengar jawaban Wijaya, Bia menghentikan sendok di udara lalu menatap Wijaya dengan tajam.

"Apa Papa sakit?" tanya Bia cepat.

Lagi lagi Wijaya hanya menggeleng.

"Papa tidak apa apa. Hanya belum lapar saja. Sudahlah kamu makan yang banyak," ucap Wijaya.

Bia mengangguk menuruti ucapan ayahnya. Namun, Bia yakin saat ini ayahnya sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

Setelah selesai, Bia segera berpamitan kepada Wijaya. 

Di depan, sopir sudah menunggu.

"Pa, Bia berangkat ya! Kalau ada apa apa segera hubungi Bia!"

Wijaya hanya mengangguk sambil melambaikan tangannya kepada sang anak. Entah mengapa air mata Wijaya menetes setelah kepergian mobil Bia.

"Mari, Tuan." Mbak Lia, asisten rumah tangga menuntun Wijaya masuk kedalam.

"Tuan belum makan?" tanya Mbak Lia.

"Tuan harus makan dan setelah itu minum obat." Dengan telaten Mbak Lia mengambilkan nasi untuk majikannya.

Namun, kali ini Wijaya menolaknya.

"Li, aku lelah bergantung pada obat," lirihnya.

Mbak Lia menatap sang majikan dengan penuh rasa iba.

"Tuan ingin melihat nona Bia berada di atas pelaminan lalu menggendong cucu kan?" 

Wijaya hanya mengangguk pasrah. Karena memang itu yang ia harapkan di sisa umurnya.

"Kalau begitu, Tuan semangat. Demi nona Bia," bujuk Mbak Lia.

Dengan patuh, Wijaya mulai menyendokkan makanan kedalam mulutnya.

Sudah setahun ini Wijaya menyembunyikan penyakitnya dari sang anak. Alasannya ia tak ingin membuat Bia semakin terbebani oleh penyakit yang ia derita saat ini.  Apalagi tanggung jawab yang ia berikan kepada sang anak sudah sangat berat.

Mobil telah berhenti di depan sebuah gedung pencakar langit.

Bia berjalan dengan anggun, sambil menjinjing tas bermerek. Semua yang berpapasan dengannya langsung menyapa lalu menundukkan badannya.

"Maaf Bu Dir, pagi ini jadwal meeting di majukan satu jam lebih awal," tutur Nathan, asisten Bia.

"Ada lagi?" tanya Bia.

"Setelah itu, pukul dua siang ada kunjungan dari PT AIA untuk meninjau langsung lokasi."

Bia mengangguk sambil menandatangi kertas yang Nathan berikan.

"Ada lagi?" tanya Bia kembali.

"Sudah itu saja Bu Dir," pungkas Nathan

Nathan pun mengambil kertas yang telah di tanda tangani oleh Bia lalu beranjak pergi.

Meeting berjalan dengan lancar. 

Bia membuang nafas beratnya. Beberapa kali ia memijit keningnya.

"Nath, suruh OB buatkan kopi!" titahnya pada Nathan.

"Baik, Bu." Dengan segera Nathan menuruti perintah atasannya. 

"Kalau sakit, mending pulang. Biar saya yang mengurus pertemuan nanti." 

Segelas kopi susu di sodorkan dihadapan Bia.

Bia segera mengambil lalu menatap Nathan, orang pilihan ayahnya yang di telah dipercayakan sebagai asisten pribadinya.

"Ini pertemuan penting. Aku tidak boleh gagal untuk meyakinkan mereka," ungkap Bia sambil menyesap kopinya.

"Kalau anda sakit siapa yang repot?" keluh Nathan.

Bia menatap tajam kearah Nathan seketika lelaki itu diam membungkam mulut sadar akan ucapannya.

Nathan lupa jika Bia tipe wanita sedikit kaku dan tidak suka bercanda.

Ketukan pintu menjadi alasan Nathan untuk menghindari dan segera menyambar pintu.

"Terimakasih," ucapnya lalu menutup pintu kembali.

"Bu Dir, pesanan anda." Nathan menyodorkan paper bag yang berisi orderan makan siang.

Meski seorang lelaki, Nathan tak kalah cekatan seperti seorang wanita pada umumnya.

Ia telah lama mengabdi kepada keluarga Wijaya. Meski usinya sudah memasuki kepala tiga namun, sampai detik ini belum terbesit dalam hatinya untuk mencari pendamping hidup.

Baginya saat ini yang terpenting dalam hidupnya adalah mengabdi kepada keluarga Wijaya yang telah menyelamatkan hidupnya kala itu.

.

.

.

Tap Like dan komen

1
asya yussi
Luar biasa
guntur 1609
dasar natja omesnya tingkat dewa
guntur 1609
pasti ulah aneyér yg gak sadar diri dan gak tàhu dri
guntur 1609
dasar gak tahu diri. diabyang buat kesalahan. malah nyalahkan org
guntur 1609
lha apa kabar anyer. masa gak ada thor. anyet hilang begitu sj dari cerita
guntur 1609
matilah kau siska. secara gak langsung kau menghancurkan anakmu. bagaimana kalau anyer tahu kalau yg mengjancurkan rumah tangga anaknya amamnya
guntur 1609
aku setujy sama sikap tegasmu bia. jangan dikasih ampun pecundang dan penghianat
guntur 1609
gak usah kasih kesempatan anyer ya bia. dia akan berulah lagi. dia sj sdh jadi barng brkas
guntur 1609
dasar anyer anjing
guntur 1609
anyer emang gak bisa berubah. hati2 kau anyer kau akan menyesal. kau malah memperhatikan jalang mela
guntur 1609
banyak typo thor. seharusnya nathan kok jadi anyer
guntur 1609
hati2 kau anyer. jangan sanapai pacar kau yg namanya lisa yg kau puja2. menghianatimu. sementara istrimu yg setia kai sia2kan. jangan smpai menyesal
guntur 1609
jangan sampaj kau sakiyi hatinya bia ya anyer
Zaidah Abd Hamid
outhor satukan bia dgn Nathan..biar siska happy🤣🤣
Anonim
gak seru ah hubungn yg d gantung, lebih baik jelas ....
Anonim
thor jngn sampai bia sama anyer balik lg,,, pokoknya harus sma nathan udah baik dan tulus ok
Anonim
jijik aku sama anyer udah tau buat kesalahan eh malah keterusan, dlu msih pacaran sm lisa so baik menjaga sekarang dah nikah tambah bejat,,,
Anonim
maaf thorr bukan lisa, tp lia
Restianti Dewi
bianca lbh baik dgn anyer...
Vivin Yulistian Pradesti
suka cerita biar pun singkat , klw bisa cerita nya di tambah lg nya ka
trm ksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!