NovelToon NovelToon
Muara Hati

Muara Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:378k
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Tak selamanya menikah karena dijodohkan orangtua membuat hidup rumah tangga jadi terasa berat dijalani.

Meski sebelumnya telah memiliki pasangan masing-masing, namun nyatanya menikah adalah bukan hanya tentang kita ingin dengan siapa, namun juga orangtua merestui atau tidak.

Via dan Rifal mungkin salah satunya, yang belajar banyak hal setelah menikah karena perjodohan. Yuk ikuti kisah manisnya... ❤️

visual Rifal & Via diambil dari drakor im not a robbot ya.. 🙏
author bucin dengan pasangan Yo Seung Ho dan Chae So Bin, jadilah menulis ini. Love Seung Ho.. ❤️❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Frelianavia

Bulan tampak menggantung di langit malam yang cerah hari ini, seolah tersenyum meski balutan cahayanya belum sempurna.

Via duduk di balkon kamarnya sembari memetik gitar, menyanyikan lagu lama dari Peterpan.

Waktu terasa semakin berlalu

tinggalkan cerita tentang kita

Akan tiada lagi kini tawamu

'Tuk hapuskan rasa sepi di hati

Salah satu lagu yang menurut Via paling asik dinyanyikan dengan gitarnya saat diri butuh asupan energi agar bisa lebih bersemangat.

Di dalam kamar, di atas meja belajarnya, laptopnya masih menyala, semula ia memang sedang mengerjakan tugas kuliah, tapi tiba-tiba malas menyerang dan walhasil Via menjadikan gitarnya sebagai pelampiasan.

Gadis manis dengan rambut panjang yang selalu di kuncir kuda itu tampak menikmati setiap petikan gitarnya, menyanyi dengan sepenuh hati seolah tengah disaksikan rimbun daun pohon Mangga yang tepat di depan balkon kamarnya.

"Non... Non Via."

Tiba-tiba terdengar suara Mbok Nah dari luar kamar, Via hanya melongok ke dalam kamar sembari berteriak...

"Engga di kunci Mboook..."

Tak lama pintu kamar dibuka, Mbok Nah muncul dengan nampan berisi sepiring kecil potongan buah apel dan pir.

"Katanya mau belajar."

Kata Mbok Nah sambil meletakkan piring potongan buahnya di atas meja belajar dekat laptop yang masih menyala.

"Otaknya ruwet Mbok, jadi nyari hiburan dulu."

Via nyengir.

"Hmm Non ini, nyari hiburan sambil duduk di balkon malam-malam begini yang ada masuk angin."

Kata Mbok Nah.

"Hihihi..."

Via cekikikan, lalu masuk ke dalam kamar sambil memeluk gitarnya.

"Ayah belum pulang yah Mbok?"

Tanya Via sambil meletakkan gitarnya di atas tempat tidur, lalu mencomot satu potong buah pir dan melahapnya.

"Paling lusa baru pulang, biasanya kalau ke Bali kan agak lama."

Jawab Mbok Nah.

Via mantuk-mantuk.

"Besok Via kuliah siang, Mbok Nah ada jadwal belanja ke pasar ngga? Apa ke mall saja yuk."

Ajak Via.

Mbok Nah menggeleng cepat.

"Malas Non kalau belanja di mall. Enak di pasar bisa nawar. Non mau ikut?"

Mbok Nah iseng bertanya.

Via duduk di kursi belajar dan mencomot satu potong pir lagi.

"Ngg..."

Via seperti mempertimbangkan. Lalu...

"Boleh deh, Via lagi pengen makan nasi Brongkos dekat pasar Mbok, yang biasa Mbok beliin, enak itu."

Kata Via.

Mbok Nah mengangguk.

"Ya sudah, teruskan belajarnya, biar bisa cepat tidur, jadi besok tidak kesiangan ke pasarnya."

Mbok Nah menepuk bahu Via.

Gadis manis itu mengacungkan ibu jarinya.

"Siap Mbok."

Mbok Nah tersenyum.

Tak terasa sudah dua puluh tahun Mbok Nah mendampingi Via, dari pertama ia lahir hingga akhirnya sekarang menjadi gadis yang begitu manis.

Di usianya yang menginjak dua puluh tahun, Via sudah mengalami banyak hal yang tidak mengenakkan. Orangtuanya yang bercerai saat Via berusia lima belas tahun, menjadi rebutan orangtuanya sampai akhirnya di usir dari rumah Ibunya oleh laki-laki yang menikahi sang Ibu.

Via yang semula memilih tinggal dengan Ibunya di Jakarta karena Ayah terlalu sibuk dengan pekerjaannya, akhirnya memutuskan tinggal bersama sang Ayah yang pindah ke Jogja dan tinggal bersama Ayah hingga saat ini.

"Tak apa ngga ada Ibu, yang penting ada Mbok Nah kan?"

Begitu Via menghibur diri sendiri.

**--------**

Pagi jelang jam enam, Via memanaskan motor jadul milik Ayahnya yang sesekali ia suka pakai jika ingin jalan-jalan sekitar Jogja. Motor bebek warna merah yang tanpa variasi tambahan itu masih cukup bagus karena Ayah Via memang pandai merawat kendaraan miliknya.

Bahkan dua mobil di garasi mereka juga adalah mobil keluaran tahun lama, yang satu sedan warna abu-abu yang jika suka nonton film era Bang Rano Karno pasti sering melihat sedan itu dan yang satu lagi mobil jeep yang juga keluaran tahun lama berwarna kuning.

"Mboook... Sudah siap nih."

Via berteriak dari arah halaman.

Mbok Nah tergesa-gesa keluar dari pintu samping pagar lalu mengancing pintu dan segera menghampiri nona mudanya.

Mbok Nah siap dengan tas belanjanya.

Via naik ke atas motor, Mbok Nah duduk menyamping di boncengan.

"Ngebut apa pelan-pelan nih Mbok?"

Tanya Via.

Mbok Nah menepuk punggung nona nya.

"Jangan ngebut Non, nanti Mbok Nah jantungan lagi."

Kata Mbok Nah yang kapok diboncengkan Via saat pergi ke Pasar Beringharjo malam hari karena nona mudanya ingin makan di luar rumah.

Via tertawa kecil, lalu menstarter motornya.

Seorang tetangga rumah yang baru keluar dari pagar rumahnya menyapa Via.

"Lha pagi-pagi sudah motor-motoran to."

"Hehe... Motor beneran kok Bu Jaya, monggo Bu, mau ke pasar dulu."

Kata Via ramah.

Via memang manis. Bukan hanya wajahnya, namun juga kepribadiannya. Ia bukan hanya murah senyum pada semua orang, namun juga santun.

Hanya saja, Via tak begitu senang bergaul di luar rumah, terutama sejak kedua orangtuanya bercerai. Ia lebih senang menikmati hari-harinya di dalam rumah. Bermain gitar atau sekedar membaca buku sambil mendengarkan musik-musik favoritnya.

Hanya sesekali saja Via keluar rumah untuk pergi kuliah dan jalan-jalan. Kadang ke alun-alun, atau ke pasar Beringharjo. Ada kalanya ia juga nonton film ke bioskop, tapi jarang sekali ia melakukannya dengan teman-temannya.

Orang bilang Via itu introver, dan mungkin itu ada benarnya.

Meski Via bukan tipe pemalu dan anti sosial, Via hanyalah penikmat kesendirian.

Ia ramah tapi tak senang terlalu bercampur dengan orang lain. Meskipun sempat ikut band, ia tetap bukan orang yang memiliki teman banyak.

Aneh memang, tapi begitulah adanya. Mungin benar Via adalah satu dari sekian manusia yang memiliki pribadi yang unik. Begitu kira-kira.

Via memarkirkan motornya di parkiran pasar. Lalu mengawal Mbok Nah masuk ke dalam pasar tradisional yang konon sudah berdiri dari tahun 1809 itu.

Dulunya di sana lebih terkenal dengan pasar burung, bahkan turis manca negara sering menyebutnya dengan Bird Market karena sejak tahun 1960 memang hampir semua pedagang Burung kumpul di sana.

Sebagai orang jawa, burung juga termasuk tolak ukur kesuksesan seorang laki-laki, dimana laki-laki Jawa itu harus memiliki lima macam kepemilikan jika ingin dikatakan sukses. Lima hal itu adalah, rumah, isteri, kuda, keris dan yang terakhir burung.

"Non Via mau makan apa nanti siang?"

Tanya Mbok Nah.

"Tumis kangkung saja Mbok, sama tempe goreng dan ayam goreng."

Jawab Via.

Mbok Nah kemudian berjalan ke arah pedagang sayur dimana di sana menyediakan macam-macam sayuran, dari Bayam, Kangkung sampai sawi.

Setelah sibuk memilih beberapa macam sayuran untuk di masak siang nanti dan sampai tiga hari ke depan, Mbok Nah kemudian menuju pedagang tempe.

"Mas Bayu, tumbas tempe."

Kata Mbok Nah.

Seorang pemuda yang wajahnya cukup tampan yang semula sedang sibuk menyusun tong kayu bekas wadah tempe, tampak tersenyum ramah menyambut Mbok Nah.

"Eh Mbok Nah, nggih Mbok, tumbas pinten Mbok?"

Via yang berdiri di sebelah Mbok Nah tampak memperhatikan Bayu yang kemudian memilihkan tempe untuk Mbok Nah.

"Putrine to Mbok?"

Tiba-tiba Bos tempe berperawakan besar namun wajahnya ramah itu muncul dari arah belakang Via dan Mbok Nah.

Sepertinya Bapak itu baru datang dari rumah.

"Eh Pak Dulah,"

Mbok Nah menyapa.

"Kasih imbuhan Yu,"

Kata Pak Dulah kepada Bayu.

Bayu menurut menambahkan satu papan tempe untuk Mbok Nah.

"Ini anak majikan, lagi mau mengantar Mbok belanja."

Mbok Nah memperkenalkan Via pada Pak Dulah yang mengangguk.

"Cah ayu mau pergi ke pasar yo jarang-jarang sekarang."

Pak Dulah dan Mbok Nah terkekeh.

Bayu sejenak mencuri pandang pada Via yang hanya tersenyum tipis saja dibilang ayu.

Hmm... Memang ayu kok. Batin Bayu.

**-----------**

1
Koirul Rahman
aKu baru coba baca satu karya tp kisahnya bagus banget.. alurnya udah kaya kisah nyata.recommended deh pokoknya kakak author kita satu ini.
meris dawati Sihombing
Mengunci pintu thorr bukan mengancing pintu...sekedar koreksi
Hari Yatno
kalo wong jowo bibi jdi bulek lho .wkwkwkwk
falea sezi
g suka deh cium2 terus dih dpet bekas dewi donk nela
novita setya
RIP for dewi
novita setya
ibu mertua yg langka..buuuaaaiikk bgt. smga baik2 trs ya mantu & mertua
novita setya
q mw yg dlm negri aja. produk lokal. pribumi asli💞
novita setya
diskusikan dg pasangan baiknya gmn. krn nikah bukan buat main2 apalagi oper2an pasangan..kek kredit rmh aja. smga via hamil jd bayu mundur & menyadari keadaan
novita setya
rifal dilema ya..baiknya jujur aja krn perasaan bs dtg kpn saja. biar bayu ga berharap. mending skt skrg seblm berjuang drpd nti yakan rifal. via wes tibo tresno marang sliramu lho fal..
novita setya
smga lain waktu lain kisah visual tokoh pakai produk dlm negri yg ga kalah rupawan. cintai produk dlm negeri😁
novita setya
wes sekarepmu wi..sak bahagiyamuuu. nek ra bahagiyaa yoo nasibmuu😁
novita setya
hamboook kono mencolot ko montor mabur sisan..guayaamuu wi wi keduwuren. kesampluk helikopter mawut kw
novita setya
Luar biasa
novita setya
mb dewi sitik2 nesu..nek nesunan cpt isdet ra sido dadi sultanawati
novita setya
waaah bayanganku visual tokoh anak negeri..eeeh tau2 dr sonooo. ywlah terserah othore wae
novita setya
nek isin numpak ojek mbokyo numpak kebo wii..uwong koq ngadi2
novita setya
hooh bu..pekok buangeet
novita setya
😂😂😂😂..bisa aja emaak
Rami Martha
Waaaahhhh
ya jelas to ceritanya masih berhubungan dgn novel mistis yg judulnya Zizi maupun Pandawa
wong emang othor nya sama kok 😅
oh iya Thor di sini banyak bgt foto para tokoh nya
tapi kenapa kok di cerita Pandawa ga ada sh
padahal saya kan pengen liat anaknya Zizi bontot dan kakak nya
pasti unyu unyu banget deh 😅😅😅
Cila Mici: wkwkwk ini novel satu2nya yg aku kasih banyak foto krn halunya memang sama pasangan itu
total 1 replies
Srihayati Yati
Luar biasa
Cila Mici: hehhee terimakasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!