Desiran angin semakin menderu ditelinga Theo. Dia tak tahu sudah berapa lama dia berada dalam posisi jatuh di dalam jurang, namun belum juga terhempas di dasarnya.
"Betapa dalamnya!"
Gumam Theo ketika dia mulai membuka matanya untuk memeriksa sekeliling, namun yang bisa dia lihat hanya kegelapan total.
Setelah beberapa saat masih dalam posisi terjun bebas. Theo mulai merasakan sesuatu yang aneh, entah kenapa dia merasa daya tarik gravitasi semakin berat, tubuhnya semakin berat. Semakin dalam dia jatuh, tarikan gravitasi terasa semakin aneh, seolah menghisapnya dengan keras.
Bahkan sebelum dia jatuh terhempas di dasar jurang, dia bisa merasakan tulang-tulangnya mulai berdecit. Hisapan gravitasi yang semakin kuat seolah seperti tangan raksasa yang meremas-remas tubuhnya, Theo merasakan sensasi yang hampir sama seperti ketika Raging Ape mulai meremasnya.
Dibawah tekanan tarikan gravitasi yang semakin kuat, Theo sama sekali tak bisa menggerakkan tubuhnya.
'Sialan, apakah aku begitu lemah, bahkan aku akan mati dalam posisi terjatuh sebelum menyentuh dasar jurang. Tubuh lemah macam apa ini?' gumam Theo mengutuk kondisi tubuhnya.
Ditengah pikiran Theo yang sedang mengutuk dirinya sendiri, tiba-tiba dia bisa mendengar suara erangan dari posisi tepat di bawahnya.
Theo segera menyadari bahwa suara erangan tersebut berasal dari Raging Ape yang memang jatuh tepat di bawahnya.
"Hahahhahaha kera busuukkk!!!, kau masih hidup ternyata." Teriak Theo dengan lantang.
Entah kenapa Theo merasa senang mendengar erangan dari Raging Ape. Dia merasa mendapatkan kawan ditengah keheningan dan kegelapan total yang sangat menakutkan ini.
"Rrrroooaarrrrrrrrr!!!!!!"
Seperti ingin menjawab teriakan Theo, Raging Ape berteriak dengan liar. Namun bukan seperti teriakan Theo yang menunjukkan kegembiraan, teriakan Raging Ape adalah teriakan kemarahan.
"Hahahhahhahahhahha.."
Theo malah tertawa lebih keras mendengar teriakan liar tersebut. Dia merasa sangat puas, merasa menang melawan Raging Ape yang seperti iblis tersebut.
Namun setelah itu, Theo mulai bisa merasakan hembusan aliran angin yang ada di bawahnya. Kadang berada tepat di sampingnya. Dia kini sadar Raging Ape sedang mengayunkan tangannya dengan liar, mencoba meraih Theo dengan tangannya di dalam kegelapan total kedalaman Jurang.
Hal ini membuat tubuh Theo yabg awalnya jatuh lurus, terus bergoyang mengikuti aliran angin dari gerakan-gerakan tangan Raging Ape.
Teriakan Raging Ape juga terus bergema. Namun semakin lama terdengar agak menjauh. Dengan tubuh raksasanya, dan dengan tarikan gravitasi yang semakin kencang, tubuh Raging Ape jatuh lebih cepat kedasar jurang. Menciptakan jarak yang mulai menjauh dengan posisi Theo.
Namun di detik-detik terakhir sebelum dia mulai menjauh dari posisi Theo, Raging Ape yang masih mengayunkan tangannya dengan liar dan putus asa. Berharap bisa meraih Theo dan meremasnya sampai mati, merasakan ujung-ujung jarinya menyentuh tubuh Theo.
Merasa tak akan bisa meraih Theo dengan posisinya yang semakin menjauh, dia mengayunkan ujung jari-jarinya yang menyentuh tubuh Theo dengan keras. Menghempaskan Theo dengan keras.
Theo yang mendapat hempasan tersebut segera merasa tubuhnya menegang. Dia merasakan kesakitan yang teramat sangat, karena posisi ujung jari Raging Ape yang menghempaskannya tepat pada lengannya yang patah.
Hempasan tersebut segera melempar Theo kesamping, keluar dari jalur jatuhnya pada awal ketika ia jatuh.
Sambil berteriak kesakitan tubuh Theo terhempas kesamping. Semakin menjauh dari posisi awal dia jatuh dengan cepat.
Namun ketika dia keluar dari jalur awal posisi dia jatuh, keanehan terjadi. Tidak seperti posisi awal jatuhnya Theo, yang memiliki daya tarik gravitasi sangat kencang, semakin kencang ketika semakin jauh jatuh kedalam jurang. Posisi dia terlempar memiliki daya hisap gravitasi yang lebih ringan.
Dia masih jatuh kedalam jurang, namun anehnya, semakin dalam dia jatuh, daya tarik gravitasi bukannya semakin kencang, tapi malah semakin ringan.
Sampai akhirnya semakin dalam dia jatuh kedalam jurang, gravitasi semakin ringan dan ringan, hingga akhirnya gravitasi terasa lenyap seketika. Theo berakhir dalam posisi ganjil yang aneh, dia melayang diudara.
"Apa yang sebenarnya terjadi??" Theo merasa bingung tak bisa memahami situasi yang tengah dihadapinya.
Dia masih bisa merasakan tekanan dari tarikan gravitasi di posisi awal dia jatuh sebelumnya. Secara reflek, dengan posisi seperti orang sedang berenang, dia bergerak menjauh dari posisi awal tersebut.
Tak lama ketika dia bergerak menjauh, dia bisa mendengar suara bedebum sangat keras dari kejauhan bawah jurang, tempat posisi awal dia jatuh.
Dia segera bisa menangkap apa yang terjadi. Raging Ape telah mencapai dasar jurang. Jatuh dengan sangat keras karena daya tarik gravitasi yang teramat kuat.
Theo segera merasa dingin di punggungnya, sekaligus merasa sedikit beruntung. Terlepas dari keanehan situasi yang dia hadapi, namun setidaknya dia masih bisa selamat untuk saat ini.
"Hahaha kera brengsek, terima kasih! disaat-saat terakhirmu dengan gerakan putus asa ingin membunuhku, kau malah berakhir menyelamatkanku" gumam Theo.
Theo kemudian segera melihat sekeliling, kemudian melihat kearah di bawahnya. Dia tahu dasar jurang berada tak terlalu jauh di bawah nya, karena dia bisa mendengar suara jatuhnya Raging Ape.
Setelah melihat sekeliling dengan teliti, dia bisa melihat titik-titik cahaya di bawahnya. Dia segera kembali melakukan gerakan seperti orang berenang untuk menyelam lebih dalam ditengah udara.
Beberapa saat bergerak seperti orang sedang menyelam dikedalam air, gerakan berenang Theo tiba-tiba terhenti. Dia bisa merasakan arus gravitasi yang menekannya berkebalikan arah, mendorongnya keatas. Tak bisa terus menyelam kedasar jurang.
Setelah berhenti beberapa saat, Theo memutuskan bergerak kesamping, tidak menyelam turun. Semakin menjauhi posisi awal dia jatuh.
Theo terus bergerak berenang di udara, menjauh dari posisi awal dia jatuh. Semakin lama, gerakan berenang di udaranya semakin cepat, hatinya mulai berdebar. Terjebak diruangan kosong, gelap, dan tanpa gravitasi ini lama kelamaan membuatnya menjadi takut.
Setelah beberapa lama bergerak dengan cepat menjauh. Dia tiba-tiba merasakan seperti keluar dari suatu ruang tak kasat mata. Tekanan tarikan gravitasi kembali dia rasakan, tubuhnya mulai terjatuh lagi.
Hati Theo segera tenggelam merasakan perubahan situasi yang tiba-tiba tersebut.
"Sialan! apa lagi sekarang?" Theo mengutuk.
Dia mulai menutup matanya, ketakutan ketika tubuhnya mulai jatuh lagi. Namun beberapa saat kemudian, tak lama setelah posisi dia jatuh lagi, dia merasa tubuhnya terhempas ketanah.
Ternyata dia tak jatuh terlalu lama karena dia sudah sampai di dasar jurang. Berbagai kondisi aneh dan ajaib yang secara kebetulan dia alami ternyata berakhir dengan dia mendarat dengan selamat di dasar jurang.
Theo kemudian membuka matanya dan berusaha duduk. Seketika ketika dia dalam posisi duduk, rasa sakit mulai menyerang di sekujur tubuhnya, terutama didaerah lengan kirinya yang patah.
Dia kemudian jatuh pingsan karena rasa sakit yang teramat sangat tersebut.
**
Theo kembali siuman setelah beberapa jam berlalu, pertama dia membuka matanya, dia masih melihat kegelapan total. Sesaat kemudian rasa sakit kembali menyerang tubuhnya. Ketika dia merasa akan kehilangan kesadaran sekali lagi, dia tahu, bila dia kehilangan kesadaran lagi, nyawanya mungkin bisa terancam di tempat tak jelas ini.
Dia kemudian teringat sesuatu, dengan cepat dia megambil sisa biji pohon oak es yang ada di dalam bajunya. Segera meremas memecahkan biji tersebut tepat didepan mukanya, aliran mana es dingin yang lebat segera menyembur keluar, Theo dengan panik segera menghisapnya.
Setelah menghisap aliran mana es dari biji pohon oak es. Theo segera tersedak, terbatuk, kemudian seketika aliran adrenalin mengalir dengan cepat memompa darahnya. Membuat Theo membuka mata dengan lebar, rasa sakit yang awalnya ia rasakan segera mereda sedikit demi sedikit sampai dengan skala yang sanggup dia tahan, meskipun tetap masih terasa sakit.
"Hahhhhh, hahhhh, hahhh" Theo segera terduduk dengan nafas terengah-engah.
Nafasnya memburu, entah karena aliran adrenalin, atau karena rasa tegang dari pergantian peristiwa yang terus menerus dia alami, tak tau yang mana.
Setelah menenangkan dirinya untuk beberapa saat, dia memutuskan untuk berdiri dan mulai bergerak. Berdiam diri di tempat aneh ini untuk waktu lama bukan lah hal yang baik, begitu pikirnya. Dia tak tahu bahaya apa yang mungkin akan mengintainya.
Dia berdiri dan melihat kedepan, dia bisa merasakan di depannya ada suatu ruang yang tak terlihat sebelumnya. Meskipun tak bisa melihatnya, dia masih bisa merasakan aura berbeda dari tempat yang ada tepat di depannya berdiri.
Theo kemudian memutuskan berjalan menyisir mengikuti ruang tak kasat mata yang ada di depannya sebagai acuan, namun tak berani masuk kedalamnya. Dia hanya menyisir mengikuti ruang tersebut.
Theo berjalan sambil lengan kanannya menggenggam lengan kirinya yang patah, berusaha menahan rasa sakit.
Dia berjalan dan terus berjalan dengan pelan, menyusuri garis batas antara ruang tak kasat mata dan dirinya.
Setelah lama berjalan dalam kegelapan total, dengan panduan tekanan dari ruang tak kasat mata yang ada di sampingnya, Theo akhirnya bisa melihat setitik cahaya ada di depannya.
Langkah Theo semakin cepat ketika melihat titik cahaya tersebut. Semakin mendekat titik-titik cahaya tersebut semakin terang terlihat. Theo akhirnya sampai pada tempat di sisi ujung dasar jurang. Kali ini dia bisa melihat sekelilingnya dengan jelas. Titik-titik cahaya tersebut ternyata berasal dari sejenis tanaman merambat yang memiliki buah-buah yang terus memancarkan cahaya.
Buah-buah tersebut di kelilingi oleh sejenis Spirit beast berbentuk kunang-kunang besar seukuran telapak tangan pria dewasa. Cahaya dari kunang-kunang tersebut membuat pencahayaan di area ini semakin bagus.
Kunang-kunang tersebut terbang dengan tenang berkeliling diantara buah-buahan bercahaya yang tumbuh merambat mengelilingi dinding jurang. Mereka seolah tak menghiraukan kehadiran Theo, merasa tak terganggu sama sekali.
Dengan pencahayaan yang dia dapat dari makhluk-makhluk tersebut, Theo memperhatikan dengan seksama lingkungan yang ada di sekitarnya.
Dia akhirnya bisa melihat dengan jelas ruangan tak kasat mata yang sebelumnya ia susuri sebagai pedoman jalan. Didepannya, ada dua buah ruang yang tak kasat mata. Sekarang posisinya ada di tengah antara dua ruangan tak kasat mata tersebut. Di dalam ruang tak kasat mata, dia bisa melihat pemandangan yang manakjubkan.
Ruangan tak kasat mata terbagi menjadi dua wilayah, satu wilayah di penuhi dengan spirit beast melata seperti kadal, ular dan lainnya, dengan aneh mereka terbang berputar-putar meskipun tak mempunyai sayap. Sementara wilayah yang lain tak memiliki kehidupan sama sekali dan memberi Theo yang posisinya berada agak jauh dari ruangan tersebut tekanan yang kuat.
Disalah satu sudut ruangan tak kasat mata tanpa kehidupan tersebut, Theo bisa melihat sosok kuning raksasa tergeletak dengan retakan-retakan tanah besar di dibawah tubuhnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 500 Episodes
Comments
Bai Xiochun
/Smile/
2024-11-09
0
M Yusuf
a
2024-04-28
0
Xmolt
c
2023-12-11
1