Mata Issabela dan yang lainnya terbuka lebar. Mereka masih belum bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Master Beric terjatuh, tak mampu atau sempat sedikitpun mengatakan apapun. Dia hanya bisa melihat kearah Gregoric yang posisinya lebih dekat dengannya dengan tatapan seolah berkata "cepat pergi dari sini".
Master Beric, tetua kelima House Alknight, menghembuskan nafas terakhirnya di tangan anggota keluarga Alknight sendiri.
"Apa yang telah kau lakukan?"
Gregoric yang baru tersadar dari lamunannya setelah melihat tatapan master Beric, segera berteriak kearah Knight penjaga hutan yang telah membunuh master Beric.
"Tenang lah tuan muda, itu hal yang perlu dilakukan. Anggaplah itu sebagai hadiah yang kuberikan untuk menghentikan penderitaan pria tua tersebut lebih lama."
Yang memberi jawaban bukannya Knight penjaga hutan yang telah membunuh master Beric, melainkan tetua kesebelas pemimpin penjaga hutan. Master Aruric.
"Master Aruric, apa maksud semua ini?" Issabela kali ini bertanya dengan memasang raut muka buruk.
Issabela dan yang lainnya mulai mengumpulkan pecahan-pecahan informasi untuk menjelaskan kejadian membingungkan di hadapan mereka ini. Mereka adalah kelompok anak yang cerdas, dengan menggabungkan beberapa fakta kejadian, mereka mulai menangkap situasi yang terjadi.
Obrolan antara tetua house Ironhead dengan master Aruric menandakan mereka saling mengenal dan setidaknya mereka pernah berinteraksi sebelumnya. Digabungkan dengan pernyataan master Beric yang mengatakan ada orang dalam yang membantu gerombolan orang luar untuk masuk dan mengganggu jalannya perburuan keluarga kali ini. Serta fakta bagaimana orang-orang dihadapan mereka tanpa ragu sedikitpun membunuh tetua keluarga sendiri dihadapan mereka.
Kesimpulan yang dapat mereka tarik adalah master Aruric dan pasukannya adalah orang dalam yang dimaksud oleh master Beric sebelumnya.
"Ahhh....bagaimana aku harus menjelaskan ini dengan baik? pria tua ini sungguh menyesal harus terjadi seperti ini. Kalian adalah bakat muda berpotensi bagi house kita." Master Aruric mengambil nafas dalam seperti tengah mengambil keputusan yang berat.
"Intinya adalah, kalian harus dikorbankan untuk kebaikan dan masa depan house kita, agar menjadi lebih baik lagi." Master Aruric melanjutkan.
"Omong kosong apa yang ingin kau ucapkan? Jelaskan dengan benar!!"
Gregoric yang menyadari ini akan berkembang tidak baik untuk dia dan saudara-saudaranya. Bertanya untuk berusaha mengulur waktu, berharap ada keajaiban datang. Semakin lama semakin bagus pikirnya.
"Baiklah, mengingat kalian adalah korban tak berdosa yang harus mati demi kebaikan House, aku akan menjelaskan kondisinya. Setidaknya kalian tahu kenapa kalian harus mati." jawab master Aruric.
"Jika kalian harus menyalahkan seseorang, salahkan ayah kalian sendiri. Ayah kalian sebagai lord sungguh tak becus mengurus House, selama ini house kita terbagi menjadi dua faksi. Pertama adalah faksi yang setia kepada lord, kedua adalah faksi yang menginginkan perubahan." Master Aruric menghentikan penjelasannnya sejenak untuk mengambil nafas.
"Kami, faksi yang menginginkan perubahan, menginginkan perubahan mendasar dari sistem yang dianut oleh house kita. Seperti yang kalian ketatahui, house kita telah lama mengalami penurunan. Kekurangan sumber daya dan menderita selama bertahun-tahun."
"Dengan kondisi seperti ini, kenapa kita harus tetap mempertahankan prinsip lama? Kami sudah sering mendorong lord untuk mengubah kebijakan pengelolahan hutan pinus beku ini." Master Aruric berkata sambil melihat sekeliling hutan.
"Lihatlah, hutan pinus beku ini sangat penuh dengan sumber daya dan berbagai macam spirit beast di dalamnya. Sangat disayangkan bila sumber daya ini tak dimanfaatkan secara masif."
"Menunggu setahun sekali untuk mengambil sumber daya secara terbatas, hanya untuk mempertahankan prinsip lama untuk menjaga keseimbangan hutan dan dalam kondisi susah house kita saat ini. Menurutku ini adalah kebijakan yang kurang tepat!" Master Aruric mendengus kesal ketika tiba pada penjelasan ini.
"Bukankah akan lebih baik mengambil sebanyak mungkin sumber daya, untuk meningkatkan kekuatan house kita secepatnya? Dengan cara ini tentu house kita akan berkembang dengan cepat dan segera kembali seperti masa kejayaannya." Kata Master Aruric, kemudian melihat kearah Theo.
"Ditambah lagi, keputusan egois ayah kalian yang menghambur-hamburkan sumber daya kita yang sangat terbatas hanya untuk sampah ini. Sungguh tidak bisa di terima!!!" Master Aruric mendengus kesal sambil menatap Theo.
"Kami sudah menyusun rencana ini dengan matang selama beberapa tahun, karena keputusan-keputusan konyol ayah kalian dalam beberapa tahun belakangan tentang kebijakannya untuk anak ini, faksi yang menginginkan perubahan berkembang semakin banyak. Para tetua yang sebelumnya bersikap netral mulai merapat kearah kita." Master Aruric melanjutkan penjelasannya sambil tetap menatap tajam Theo.
"Aku masih tak mengerti apa hubungan semua ini dengan kita? oke kalian ingin melakukan kudeta kepada ayah, tapi apa hubungannya dengan kami? dengan melakukan ini, kalian sendiri tak akan lolos karena melakukan kejahatan berat." Jawab Issabela.
"Hahhhh…intinya adalah, kalian harus mati hari ini. Masalah kematian kalian, tentu saja kami akan melimpahkan kesalahan kepada para penyusup dari House Ironhead ini." Kali ini master Aruric mulai tersenyum.
"Jadi kalian ingin mengadu domba house kita dengan house Ironhead? dan dengan memanfaatkan kekacauan, kalian ingin mengguncang kedudukan ayah? sungguh naif."
"Kau kira para tetua akan memilihmu menjadi lord selanjutnya begitu saja? Kau adalah ketua penjaga hutan, meskipun kau melimpahkan kesalahan pada para penyusup, kau masih bersalah karena lalai menjaga keamanan." bentak Issabela.
"Hohoho, kau sedikit cerdas, namun ada satu poin yang kau lewatkan. Apa aku pernah bilang bahwa akulah yang mengincar posisi lord?" Master Aruric tersenyum penuh makna.
"Apa yang coba ingin kau katakan? berhenti bersikap misterius tua bangka!!!" kali ini Gregoric yang membentak dengan keras.
"Bocahh, jaga ucapanmu!!!" salah satu knight penjaga hutan bawahan master Aruric membentak balik dan berniat ingin membungkam Gregoric.
"Hentikan! biarkan saja mereka mengatakan apapun yang mereka ingin katakan, sebentar lagi mereka tak akan memiliki kesempatan berkata-kata lagi untuk selamanya." master Aruric menghentikan bawahannya.
"Yang akan mengambil alih posisi ayah kalian sebagai lord, dan orang yang merencanakan semua ini dari balik bayangan, pemimpin sebenarnya dari faksi yang menginginkan perubahan, tak lain adalah tetua kedua. Paman kedua kalian sendiri, Master Ivanovic."
Master Aruric menjelaskan dengan pelan, agar kata-katanya dapat di dengar dengan jelas, masih mempertahankan senyumannya.
"Tidak mungkin!!! Paman kedua?" kali ini Theo yang bersuara.
Didalam ingatan Theo, kedua pamannya adalah sosok yang sangat ia kagumi. Selain Bosweric, paman kedua Theo adalah orang yang paling sering mengunjunginya ketika tahu kondisi Theo.
Dimata Theo, Ivanovic adalah sosok pria yang menjadi pedomannya selain ayahnya dan paman ketiganya Bosweric.
"Tidak mungkin paman Ivanovic!!" Theo menolak percaya.
"Hentikan omong kosongmu, jangan dengarkan tua bangka ini lebih jauh!" Gregoric mulai mengucapkan sumpah serapah, dia juga menolak percaya ucapan dari master Aruric.
Issabela yang dari tadi diam untuk mencerna situasi, mulai menggertakkan giginya, mengepalkan tangannya dengan keras, sampai kuku-kukunya menembus kulit dan mulai berdarah.
"Adik, tak ada alasan bagi tua bangka ini membohongi kita." Jawab Issabela.
"Dari bertiga bersaudara, nampaknya kau adalah yang paling cerdas, memang tak ada alasan bagiku untuk berbohong kepada kalian. Lagipula setelah ini kalian bertiga akan mati, sebenarnya sangat disayangkan generasi berbakat dan cerdas sepertimu harus mati muda." jawab master Aruric.
"Baik sudah cukup basa-basinya, segera selesaikan masalah ini." Master Aruric segera memberi tanda kepada anggotanya untuk mengakhiri situasi.
Yang terdekat dari mereka adalah Issabela yang tengah berbaring penuh luka, tak bisa bergerak sama sekali.
Salah satu anggota penjaga hutan mulai mendekati Issabela.
"Kakakkkk...!! berhenti..!! jangan berani sentuh kakakku." Theo yang dari tadi diam mulai berteriak frustasi.
"Kak Gregor, cepat hentikan mereka!" dia kebingungan harus berbuat apa, dan mulai menangis memohon kepada Gregoric.
"Kalian bedebah! berhenti! jangan sentuh kakakku!" Gregoric yang kakinya patah, tak bisa bergerak hanya bisa mengucapkan sumpah serapah.
Melihat kondisi Gregoric yang juga tak berdaya. Theo menjadi semakin frustasi, dia merasa lemah dan tak berguna, dari mereka bertiga, dia yang kondisinya paling baik, relatif tanpa luka sama sekali. Namun dia bahkan tak bisa berbuat apapun.
'sampah, aku adalah sampah tak berguna!' gumam Theo sambil mulai memegangi kepalanya, menjambak rambutnya.
"Aaaarrggggggghhhhhhhhh...!!!!" Theo mulai berteriak seperti orang gila. Rasa frustasi yang selama ini bisa ia tahan meletus keluar. Dia tak bisa menahannya lagi.
"Hentikan kalian brengsek.....!!!" Sambil berteriak, ia mulai berlari kearah Issabela.
Namun belum setengah jalan, master Aruric menghadangnya kemudian menendang tubuhnya dengan keras. Tubuh Theo terlempar jauh dan jatuh disebelah mayat master Beric.
"Tunggu saja giliranmu dengan tenang, jangan mengacau!" dengus master Aruric.
Dari ketiga bersaudara, Theo adalah yang paling dibenci master Aruric, sampah yang menghabiskan sumber daya keluarga. Ia ingin menghabisi Theo paling akhir.
Ia ingin membuat Theo melihat kematian kedua kakaknya sebelum kematiannya. Master Aruric ingin membuat Theo merasakan bahwa dia adalah sampah nyata yang tak berguna.
"Uhuuukkk... hentikannn..!! hentikann..!! kakaakkk!!!" Theo kembali berteriak setelah mendarat. Tendangan dari master Aruric mematahkan lengan kirinya.
Knight yang bertugas membunuh Issabela sudah menghunus pedangnya, bersiap menebas leher Issabela. Namun ketika dia akan menebas leher Issabela. Bersamaan dengan teriakan parau dari Theo dan Gregoric, tanah mulai bergetar.
Tanah bergetar dengan keras, dan mulai terbelah membentuk sebuah jurang. Getaran dari pergeseran tanah ini membuat semua orang yang tengah berdiri jatuh terduduk, tak mampu menjaga keseimbangan.
Ketika tanah mulai berhenti bergerak, sebuah jurang besar terbentuk di depan semua orang. jurang tersebut terbuka dan mengeluarkan aliran mana dalam jumlah yang sangat besar dan pekat.
Setiap orang bisa merasakan aliran mana ini terasa sangat kuno. Theo yang posisinya berada tak jauh dari terbentuknya jurang ini segera bergulung menjauh dari tepi jurang.
"Jurang kuno yang legendaris!!!" Master Aruric sebagai ketua penjaga hutan, mengenali jurang yang tiba-tiba terbentuk dihadapannya ini.
Dalam legenda House Alknight. Pernah dikatakan bahwa di dalam hutan pinus beku pernah beberapa kali muncul sebuah jurang misterius yang mengeluarkan aliran mana yang luar bisa pekat dan kuno.
Tak ada yang tau tentang kebenaran jurang legendaris ini, karena sudah sangat lama tidak pernah muncul. Hanya catatan-catatan kuno di perpustakaan House yang mencatat keberadaan jurang legendaris ini.
Dikatakan dalam catatan, tak ada yang tau seberapa dalam jurang ini, dan apa yang tersimpan di dalamnya. Beberapa kelompok tetua Knight kelas General keluarga Alknight di masa lalu pernah turun untuk melakukan penjelajahan. Namun tak ada satupun dari mereka terlihat naik ke permukaan lagi. Sampai akhirnya dalam beberapa waktu, jurang ini kembali tertutup dan menghilang dari hutan pinus beku sekali lagi. Menghilang secara misterius seperti cara terbentuknya yang juga misterius. Tak pernah muncul kembali selama beberapa ribu tahun kemudian.
Sekarang setelah ribuan tahun berlalu, jurang ini muncul lagi di hadapan semua orang secara tiba-tiba dengan misterius, terus mengeluarkan aliran mana yang pekat keluar dari dalam jurang.
"Ini gawat! aliran mana ini terlalu menarik perhatian. Segera selesaikan urusan kita!" teriak master Aruric. Memberi perintah kepada anggotanya.
Namun bersamaan dengan teriakan master Aruric, dari dalam hutan tiba-tiba terdengar langkah kaki berat, setiap langkah kaki menggetarkan tanah.
Bersamaan dengan semakin dekatnya suara langkah kaki tersebut, dari dalam hutan pinus yang berbatasan dengan wilayah bagian dalam hutan, melompat keluar sosok raksasa. Sosok tersebut mendarat di tanah lapang dengan bunyi berdebam yang menggetarkan tanah disekitarnya.
Setelah debu-debu bertebaran, setiap orang bisa melihat sosok yang baru saja mendarat tersebut. Sosok itu adalah spirit beast berbentuk kera raksasa berbulu kuning lebat.
Kera raksasa tersebut mengeluarkan aura yang sangat kuat, menekan setiap orang yang ada disekitarnya. Kera tersebut memandang kearah jurang, kemudian berganti memandang kearah setiap kelompok orang yang ada disekitar jurang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 500 Episodes
Comments
abdul kholiq
gokong tibaaaa
2024-11-28
0
oi
2024-11-17
0
M Yusuf
lanjut
2024-04-28
0