Hutan pinus beku sepanjang tahun membeku, berisi pohon-pohon pinus raksasa beku. Namun, ketika musim semi tiba, es mencair di beberapa bagian dan menunjukkan beberapa batang pohon berwarna coklat. Meskipun begitu, hawa di sekitar hutan masih dingin.
Saat ini kelompok Theo berjalan dengan santai, tak seperti kelompok lain yang begerak dengan cara bergegas melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Mereka hanya menyusuri jalan setapak.
"Kakak, apakah kau punya saran Spirit Beast apa yang sebaiknya ku ambil untuk asimilasi pertamaku?" Gregoric bertanya kepada Issabela.
Issabela yang sedang memperhatikan sekeliling kemudian menoleh kepada adiknya dengan tatapan aneh
"Adik, bukannya kemarin malam kau sudah menghabiskan waktumu di perpustakaan keluarga untuk membaca catatan katalog tentang spirit beast? Kenapa kau belum mengambil keputusan sendiri? bukankan dirimu sendiri yang lebih paham akan kebutuhanmu?" Issabela bertanya balik.
Gregoric tersenyum canggung. "Sebenarnya aku sudah punya beberapa target, namun seperti yang kau ketahui, aku ingin menjadi Meridian Knight."
"Sebagai Meridian Knight, ketika aku berubah wujud, bentuk fisikku akan mengikuti perubahan bentuk dari Spirit Beast yang aku serap bukan?"
"Nahh aku pernah melihat beberapa teman yang telah berasimilasi dengan Spirit Beast. Ketika mereka melakukan perubahan wujud, mereka menjadi amat buruk rupa."
"Jadi, aku mau spirit beast yang selain kuat dan cocok untukku, juga berbentuk agak keren sedikit. Karena aku tak mau para gadis memandangku dengan tatapan aneh ketika aku berubah bentuk. Itulah sebabnya aku menanyakan pendapatmu, dari sudut pandang sebagai seorang gadis. hhahahha…."
Issabela berhenti, kemudian melotot menatap adiknya, "Belum apa-apa, dan dalam otakmu hanya ada para gadis? berhenti bermain-main seperti itu, kau adalah seorang tuan muda." bentak Issabela kesal.
Gregoric memonyongkan bibirnya "Bukan begitu maksudku kak."
"Bukan begitu apa???" Bentak Issabela lagi.
"Kakak, kalau kau seperti itu terus, kau mengingatkanku kepada paman ketiga. Dia selalu mengomeliku dengan kata-kata yang nyaris sama, apakah ini sebuah kata tradisi keluarga?" Theo memberi komentar setelah mendengarkan dari tadi.
"Ya ya ya, Theo benar! kau terlihat seperti paman ketiga. Hahaha.." Gregoric segera menghampiri Theo dan merangkul pundaknya. Kemudian memberi jempol padanya. 'Persatuan korban omelan keluarga' gumam gregoric pelan.
"Ya dan jangan sering-sering seperti itu, kau terlihat semakin tua!" merasa mendapat angin dan dukungan dari 'persatuan omelan keluarga' Theo menambahkan.
Mendengar kata "tua" keluar dari mulut Theo, sudut mata Gregoric berkedut, dia memandang Issabela sejenak, kemudian segera melepaskan rangkulannya di pundak sang adik dan mencoba menjauh dari nya.
"Ehh kak.." Theo merasa ada yang aneh.
"Siapa kakakmu? Kita tidak saling kenal." Jawab Gregoric semakin menjauh.
"TUA??" Issabela yang dari tadi diam tiba-tiba bersaura.
"Bagus, bagus, jadi menurutmu aku terlihat TUA huh?" Issabela menatap Theo sambil memasang senyum, senyum aneh yang terlihat seperti penjahat jalanan.
'Glek' Theo menelan ludah dan memandang ngeri kepada kakaknya. Kini dia sadar telah mengucap sebuah kata yang seharusnya tidak boleh dia ucap di depan kakak perempuannya ini.
Dia kemudian menoleh kepada Gregoric sambil memasang wajah memelas untuk meminta pertolongan. Namun Gregoric yang menerima tatapan Theo segera melangkah semakin menjauh.
'******** ini, persatuan korban omelan keluarga apanya?' gumam Theo frustasi, dia kemudian kembali melihat kakak perempuannya yang masih tersenyum.
'Dan senyuman itu, kenapa semua anggota keluarga mempunyai senyuman ******** penjahat jalanan seperti itu?'
Bletakkkk...!! bletakkkk..!! bletakkkkk...!!! bletakkkk...!!!
Issabela memukul kepala Theo menggunakan batang kayu yang entah dia mendapatkannya dari mana.
"Auhhhhhhhh...kak, apakah kau ingin membunuhku?" Teriak Theo sambil memegangi kepalanya.
Dia kemudian melihat kakak perempuan di depannya. Kakaknya masih memasang senyuman penjahat sambil mengernyitkan dahinya seolah memberi isyarat 'Masih berani menjawab?'
Punggung Theo terasa dingin, dia segera menutup mulutnya dan tidak berani protes lebih lanjut. Dia cuma bisa mengeluh dalam hati.
'Sialan, aku dilahirkan dalam keluarga psikopat!'
Kakaknya kemudian menghilang dan tiba-tiba muncul di depan Gregoric yang segera terkejut.
Bletakkkkkk..!! bletakkkkk..!! bletakkkk..!!
"Auchhhh, kakk, kenapa kau juga memukulku?" protes Gregoric sambil memegang kepalanya.
"Diam kalian berdua ******** kecil!" bentak Issabela dan masih memasang wajah tersenyum jahat.
'Aku merasa prihatin kepada lelaki yang akan menikahimu kelak' gumam Gregoric pelan.
"Apa katamu?"
"Bu…bukan apa-apa hehehe"
Ditengah obrolan santai tersebut tanah tiba-tiba bergetar hebat. Dikejauhan kelompok Theo bisa melihat kepulan debu yang berjalan mendekat kearah mereka, ini jelas kawanan Spirit Beast yang tengah bergerak.
Issabela segera melombat naik keatas salah satu batang pohon pinus terdekat untuk melihat lebih jelas. Setelah mengamati beberapa saat, dia kemudian turun dan menjelaskan situasi.
"Sepertinya keberuntunganmu agak baik." Issabela berkata sambil melihat ke Gregoric.
"Ini masih hari pertama dan kita juga masih belum terlalu jauh memasuki areal hutan bagian luar, namun di depan ada kawanan Badak Es yang sedang datang kearah kita."
"Badak Es adalah spirit beast dengan tingkat pertumbuhan Normal yang memiliki tubuh kuat, kukira mereka akan cocok untukmu yang memiliki atribut es dan juga sekaligus ingin menjadi Meridian Knight."
Di dunia ini, Spirit beast dibagi menjadi beberapa tingkatan kekuatan, hampir sama seperti Knight, kelas E sampai Kelas S. namun bedanya bila knight punya 8 tingkatan di tiap kelasnya, Spirit Beast hanya memiliki 3 tingkatan di dalam kelasnya, yakni tingkat awal, menengah, dan puncak.
Selain kelas dan tingkatannya, mereka juga punya jenis tingkat pertumbuhan yang berbeda-beda. Tingkat pertumbuhan ini mempengaruhi seberapa jauh spirit beast bisa tumbuh.
Tingkat pertumbuhan di bagi menjadi tiga, yakni tingkat pertumbuhan Normal atau biasa disebut Normal beast, Normal Beast maksimal cuma akan bisa tumbuh menjadi Spirit Beast kelas B puncak.
Kemudian di atas Normal Beast, ada Spesial Beast yang mampu tumbuh sampai menjadi beast kelas A puncak. Diatas Spesial Beast, ada Ancient Beast yang mampu tumbuh menjadi Spirit Beast Klas S yang melegenda. Tingkat pertumbuhan ini merupakan garis keturunan yang tidak bisa dirubah.
"Huhhh, hanya normal Beast? Aku ingin mencari Ancient Beast, atau setidak nya Special Beast saja kak." Jawab Gregoric.
"Banyak protes! ini masih di wilayah luar. kalau kau mau mendapat special beast, kita harus masuk lebih dalam ke wilayah tengah. kita simpan saja dulu satu kristal beast dari badak es ini untuk opsi cadangan."
"Setidaknya kita sudah mendapat kristal Beast yang atribut dan juga kondisi fisiknya memenuhi kebutuhanmu." jawab Issabela.
"Baiklah, ngomong-ngomong kak, kemana master Beric menghilang? aku tak melihatnya semenjak kita memasuki hutan." Tanya Gregoric.
Gregoric berpikir jika dia dan kakaknya akan melakukan perburuan, setidaknya mereka tidak mau meninggalkan Theo sendirian.
"Master Beric hanya bertugas sebagai pengawas, tidak beda jauh denganku. dia hanya akan mengawasi dari kejauhan, kalau tidak benar-benar di perlukan, dia tidak akan menampakkan dirinya."
"Jadi tenang saja, biar aku yang menjaga Theo, kau melakukan perburuan sendiri, aku akan mengawasimu dari jauh dengan Theo. Jangan bilang kau takut berburu sendiri?" Tanya Issabela sambil menaikkan alisnya.
"Kak kalau cuma satu tidak masalah, itukan kawanan Spirit Beast, kukira Kak gregor akan butuh bantuanmu dalam perburuan. Jangan terlalu memikirkan aku, aku akan mengamati dari jauh!" Jawab Theo, dia tak mau dan tak ingin merasa menjadi beban.
"Begini saja, kalian berpindah tempat agak jauh dari sini. Sementara aku akan menunggu kawanan ini datang kesini."
"Nanti akan ku pancing dan pisahkan salah satu badak es dalam kawanan untuk kearah kalian. Dan ketika sudah dekat, Gregor akan datang menghadang dan menghadapinya. Sementara aku akan menggantikan menjaga Theo dan bersikap pasif mengamati." Issabela memberi intruksi.
"Tidak buruk, begitu lebih baik." Jawab Gregoric.
"Oke, kalau begitu segera mencari posisi yang baik dan beri tanda kalau kau siap!" Jawab Issabela.
"Uhuuuu, ini semakin menyenangkan, aku merasa berdebar-debar." Theo memasang senyum bahagia.
Gregoric kemudian membawa Theo ke daerah padang kosong yang tak jauh dari area mereka sebelumnya. Karena menurut Issabela, padang tersebut cocok digunakan sebagai area pertempuran untuk Gregoric.
Sesampai di padang kosong tersebut, Gregoric membawa Theo naik keatas bukit kecil yang bisa digunakan untuk mengawasi seluruh areal padang kosong. Dari atas bukit Gregoric memberi tanda kepada Issabela bahwa mereka telah siap di posisi.
Issabela yang melihat semua telah berada di posisi yang telah di sepakati, segera mencari tempat bersembunyi untuk menunggu kawanan badak es tiba di lokasi nya saat ini.
Setelah menunggu beberapa saat, getaran tanah semakin menderu, menandakan kawanan badak es semakin dekat. Issabela kemudian bisa melihat gerombolan badak es yang terdiri dari sekitar 50 ekor badak es mendekati posisinya.
Badak es memiliki bentuk fisik yang sangat cantik. Sama seperti namanya, badak es memiliki tubuh yang terlihat seperti es, berwarnah putih.
Tubuh cantik Badak es terlihat sangat rapuh dan terkesan bisa pecah kapan saja. Namun, berbeda dengan penampilannya yang terlihat cantik dan sangat rapuh, pada kenyataannya badak es ini sangat liar bila terpancing.
Mereka mudah tersinggung, dan lebih lagi tubuh mereka sangat keras. Manusia biasa akan mati dalam sekali seruduk, senjata prajurit manusia biasa akan patah bila digunakan menyerang tubuh mereka.
Kelemahan badak es adalah, meskipun mereka hidup dalam kelompok dan selalu berpindah dalam kawanan, sebenarnya mereka tidak terlalu peduli dengan kawanan mereka.
Bila satu terlepas dari kawanan, yang lain tak akan peduli dan tetap melakukan perjalanan. Hanya mementingkan keselamatan hidupnya sendiri. Oleh karena hal ini lah Issabela mengajukan saran strategi memisahkan satu dari kawanan tadi.
Issabela mengamati setiap badak es yang lewat di hadapannya dari balik pohon pinus tempat dia bersembunyi. Setelah mengamati beberapa saat, dia akhirnya memilih salah satu badak es yang terlihat masih muda karena berukuran lebih kecil dari kawananan yang lain.
Setelah memutuskan, Issabela keluar dari persembunyiannya. Dia melompat dan segera meluncurkan tendangan kearah badak es tersebut.
Boommm...!!
Badak es terbang beberapa meter kemudian jatuh ketanah dengan bunyi agak keras.
Meskipun badak es tersebut terlihat tak terluka, karena memang badannya yang keras dan juga Issabela yang tidak mengeluarkan semua kekuatannya, sebagi Knight kelas D puncak tentu saja tak menjadi masalah bagi Issabela untuk mengalahkan Badak es muda kelas E ini. Namun dia sengaja mengurangi kekuatannya karena memang bukan dia yang harus menghadapinya, melainkan Gregoric.
Badak es yang tak terlihat terluka kemudian berdiri lagi. Badak ini melihat kearah Issabela dengan marah.
Sementara itu kawanannya semakin cepat berlari karena mendengar keributan, badak muda yang mendapat tendangan terlihat marah dan mulai terpancing berlari menerjang kearah Issabela.
Tendangan pertama Issabela sudah membuat badak muda tersebut keluar dari kawanannya, dan ketika dia berlari untuk menerjang Issabela, dia semakin meninggalkan kawanannya. Badak muda ini dibutakan oleh kemarahannya.
"Bagus! terpancing dengan mudah!" Issabela tersenyum puas, segera berlari untuk memancing sang badak muda lebih jauh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 500 Episodes
Comments
omTe
badak
2021-08-20
1
Edwin Keitaro
Yes
2021-06-01
1
valmira alknight
bang theo kurasa aku juga bakalan bergabung dengan persatuan omelan keluarga:v
2021-05-26
2