Theo dengan nafas tertahan secara reflek mundur beberapa langkah ketika melihat sosok tersebut. Sosok tersebut tak lain adalah Raging Ape yang menariknya ikut jatuh kedalam jurang.
Dia baru bisa menghela nafas lega ketika melihat sosok tersebut tak bergerak sama sekali.
"Sepertinya dia mati" gumam Theo.
"Sebenarnya ruang tak kasat mata apa ini?" Theo tak bisa untuk tak penasaran.
Setelah berfikir sejenak, dia kemudian mengambil sebongkah batu, kemudian melemparnya kearah sisi ruang tak kasat mata yang penuh dengan kehidupan. Batu tersebut masuk kedalam ruang tak kasat mata kemudian anehnya tak jatuh ketanah di bawahnya, tapi mulai melayang diudara.
Dia kemudian mengambil batu lain dan melempar kesisi yang berlawanan. Ketika batu tersebut masuk ruangan tak kasat mata yang lain, seketika batu tersebut berhenti dari jalur lemparannya, jatuh dengan keras di tanah dengan suara berdebum ringan. Seperti ditarik oleh sesuatu dengan keras.
"Ahhhhhh!!" Theo mengambil suara mengerti.
Sekarang dia tau, entah kenapa dua sisi ini memiliki tingkat gravitasi yang berbeda sangat ekstrem. Yang satu memiliki nol gravitasi, sementara sisi yang lainnya memiliki daya tarik gravitasi yang mengerikan.
Ditengah lamunan Theo, dia melihat disisi dinding ruangan yang memiliki daya tarik gravitasi kuat terdapat sebuah gua. Setelah mengamatinya dengan teliti, Dia bia melihat gua tersebut terus mengeluarkan aliran mana pekat yang terasa sangat kuno. Aliran mana ini seperti tak terpengaruh oleh daya tarik gravitasi, terus menerus berhamburan keluar dari dalam gua.
Sekarang Theo tahu dari mana asal aliran mana pekat yang keluar dipermukaan jurang, aliran mana tersebut berasal dari dalam gua tersebut.
Theo penasaran dengan gua tersebut, apa yang ada di dalamnya. Namun lain sisi, dia sadar diri tak akan mampu melewati ruangan tak kasat mata yang memiliki daya tarik gravitasi amat kuat didepannya.
Dia akan mati tertekan oleh gravitasi seketika begitu melangkahkan kakinya memasuki area ruang tak kasat mata tersebut. Tekanan gaya gravitasi bahkan samar-samar masih bisa dia rasakan meskipun berada diluar wilayah ruang tak kasat mata tersebut.
Setelah berhenti untuk merenung beberapa saat, karena tak ada lagi yang bisa dia lakukan di tempat ini. Theo memutuskan untuk pergi menjelajah area lebih dalam jurang misterius.
Dia kemudian berjalan menyisir sisi dinding jurang misterius yang ditumbuhi oleh tanaman merambat yang buahnya mengeluarkan cahaya.
Dia berjalan dan terus berjalan, entah mengapa dia masih memegang harapan untuk bisa bertahan hidup dan menemukan jalan keluar dari jurang misterius ini.
**
Theo tak tahu sudah berapa hari dia berjalan menyusuri dinding jurang misterius, karena di dalam jurang ini dia tak bisa mengamati pergantian hari. Pencahayaan yang dia dapat cuma berasal dari buah-buahan bercahaya dan spirit beast kunang-kunang yang terbang mengelilinginya.
Beberapa hari yang lalu, karena perut nya terasa sangat lapar, dia memutuskan dengan berani untuk memetik beberapa buah bercahaya dan memakannya.
Rasa buah tersebut begitu hambar bahkan lebih kearah pahit. Buah tersebut juga berair, Theo merasa seperti sedang meminun ramuan obat dari pada harus menyebutnya memakan buah-buahan.
Namun berkebalikan dengan rasanya yang tidak terlalu enak, buah tersebut ternyata memiliki khasiat yang ajaib. Setelah memakan buah tersebut, Theo merasakan tubuhnya kembali bugar, dan luka-lukanya secara bertahap berangsur pulih. Bahkan tangannya yang patah berangsur membaik.
Theo memetik semakin banyak buah bercahaya tersebut dan menyimpannya sebagai bekal makanan.
**
Waktu terus berlalu, Theo hanya menghabiskan waktu berjalan terus menerus menyisir dinding jurang. Beristirahat dan memakan buah bercahaya ketika merasa kelelahan.
Dalam perjalanannya menyisir dinding gua, selain kunang-kunang bercahaya, Theo beberapa kali bertemu Spirit Beast berjenis serangga lainnya. Ada yang berbentuk semut yang hidup berkelompok, ada juga beberapa spirit beast berbentuk kumbang yang juga bercahaya seperti kunang-kunang.
Namun Theo selalu menjaga jarak ketika bertemu dengan makhluk-makhluk tersebut, ia tak mau mencari masalah. Karena selain kunang-kunang bercahaya yang terlihat jinak, Theo tak tau sikap Spirit Beast yang lain.
**
Theo berjalan dan terus berjalan, langkahnya terhenti ketika disalah satu sudut gua dia melihat sebuah kolam air.
Wajah Theo menunjukkan kegembiraan ketika dia melihat kolam air tersebut. Dalam beberapa hari ini dia selalu mengandalkan buah bercahaya yang berair ketika sedang haus ataupun lapar. Meskipun memiliki khasiat yang bagus untuk tubuhnya, tetap saja itu terasa sedikit pahit.
Melihat kolam air di depannya memiliki air yang terlihat sangat segar, Theo tak menunda segera berlari kearah kolam tersebut.
Kolam tersebut tak begitu besar, itu adalah sumber air yang berukuran seukuran bak mandi biasa. Setelah berada disisi kolam, Theo tanpa ragu menangkupkan tangannya untuk mengambil air segar dan segera meminumnya. Rasa segar membanjiri tenggorokan Theo, tak pernah dalam hidupnya dia merasakan air segar senikmat ini. Meskipun dalam kenyataannya ini cuma air biasa, cuma karena Theo yang sudah lama tak meminum air segar, dia terlalu berlebihan merasakannya.
Setelah puas meminum air tersebut, Theo menggunakan tangannya kembali untuk menangkup dan mengabil air kemudian membasuh mukanya.
Theo segera merasakan segar, dia sudah lama tak mandi, mencuci muka tak pernah terasa sesegar ini, pikirnya.
Setelah puas minun dan mencuci muka, Theo terduduk di tepi kolam. Ia memperhatikan kolam lebih seksama, karena sibuk minum dan membasuh muka sebelumnya, Theo tak menyadari ternyata di dasar kolam ada buah bercahaya yang bersinar terang. Ukurannya terlihat lebih besar dari buah bercahaya yang biasanya dia makan.
Buah bercahaya yang biasa dia makan rata-rata seukuran kelereng kecil, sementara buah bercahaya yang ada didalam kolam terlihat seukuran telapak tangan pria dewasa.
Karena penasaran, secara reflek Theo mengulurkan tangan dan memetik buah bercahaya yang ada didasar kolam. Kolam tersebut tak terlalu dalam, karena memang ukurannya tak terlalu besar. Dengan mencelupkan seluruh lengan tangannya, Theo bisa memetik buah bercahaya tersebut dari dasar kolam tanpa kesulitan.
Namun sesaat setelah Theo memetik buah tersebut, tanah tiba-tiba bergetar dengan keras. Dari tanah didasar kolam, tepat di posisi buah yang di petik Theo sebelumnya tumbuh, tiba-tiba muncul seekor spirit beast berbentuk kelabang raksasa.
Theo segera mundur menjauh dari kolam, Sesaat setelah mundurnya Theo, kolam tersebut meledak, membuat air kolam berhamburan kemana-mana.
Hati Theo segera merasa sakit. 'Air segar yang berharga.' dia tak sempat mengambil dan menyimpan sedikitpun air kolam tersebut.
Bersamaan dengan meledaknya kolam, sesosok spirit beast berbentuk kelabang merayap keluar dari sisa-sisa kolam. Kelabang tersebut melihat kearah Theo dengan matanya yang hitam legam, dengan dua taring besar melengkung disekitar area wajahnya. Kelabang berwarna merah tersebut terlihat sangat mengerikan.
Hati Theo langsung tenggelam, dia segera merasakan bahaya yang sedang mengancamnya. Theo kemudian melihat kearah buah bercahaya besar yang ada di tangannya. Sekarang dia sadar apa yang terjadi, sumber daya berharga pasti memiliki Spirit beast yang menjaganya.
Setelah menyadari fakta sederhana dan umum yang harusnya dia sadari dari berbagai ceramah yang selama ini dia dengar. Theo segera merasa bodoh karena bertindak ceroboh dan sembarangan memetik buah yang ada di tangannya.
Spirit beast di hadapannya adalah penjaga dari buah bercahaya di tangannya.
Tanpa berpikir lebih lama, Theo segera mengambil langkah cepat. Berlari dengan cepat meninggalkan lokasi tersebut.
"Kiiieekkkkkkkkk....!!!"
Kelabang raksasa berteriak. Meneriakkan teriakan aneh yang memekakkan telinga. Kemudian puluhan kakinya mulai bergerak, merayap mengejar kearah Theo.
"Sialann, sialannnn!!" Theo berusaha berlari sekuat tenaga, dia bisa merasakan keringat dingin mulai mengalir di punggungnya.
Theo berlari dengan sangat cepat, namun kelabang tersebut berlari lebih cepat dari pada Theo. Jarak keduanya semakin lama semakin dekat.
"Tssssssssaaaaahhhhhhh....!!!"
Tiba-tiba suara desisan disertai dengan suara seperti cairan tersemprot terdengar dari arah belakang Theo.
Secara insting Theo yang mendengar suara tersebut segera melompat bergulung kesamping. Setelah bergulung beberapa saat, Theo bisa melihat cairan asam yang terus menerus mengeluarkan asap putih mengkorosi tanah yang sebelumnya adalah posisi Theo.
Hati Theo berdebar kencang, sedikit saja terlambat, maka dia akan terkena cairan tersebut. Namun rasa lega di hati Theo tak bertahan lama, dia bisa melihat kelabang raksasa dengan cepat merayap kearahnya.
Theo segera berdiri dan berpikir akan kembali berlari. Namun sebelum dia sempat berlari lagi, ruangan di sekitarnya tiba-tiba berdengung hebat.
Dengungan tersebut di sertai dengan retakan-retakan aneh yang kemudian menciptakan riak-riak di ruang kosong tak jauh dihadapan Theo. Riak-riak ini terbentuk dengan aneh dan tak beraturan, seperti lubang hitam aneh yang tak stabil, lubang hitam itu terus bergetar dan terlihat bisa lenyap kapan saja diruang kosong tak jauh dari posisi Theo berada.
Kejadian ini membuat langkah kaki Theo terhenti. Bukan hanya Theo, Kelabang raksasa juga menghentikan rayapannya, memandang ke riak-riak ruang yang tak stabil tersebut.
Namun keheningan tak bertahan lama, setelah berhenti sesaat, kelabang tersebut seperti tak memedulikan fenomena aneh yang ada tak jauh di hadapannya dan mulai kembali merayap menuju kearah Theo.
Theo yang melihat hal ini sebagai jalan buntu tanpa harapan, segera memutuskan dengan cepat untuk mengambil resiko dan berlari kearah riak-riak lubang hitam. Dia dengan putus asa berlari mendekati riak-riak lubang hitam yang terus bergetar tak stabil.
Theo memutuskan melakukan hal gila dengan melompat masuk kedalam lubang hitam misterius tersebut.
Kelabang raksasa yabg melihat Theo melompat masuk kedalam lubang misterius tersebut menghentikan pergerakannya untuk beberapa saat. Kemudian seperti telah mengambil keputusan, kelabang itu kembali merayap dan ikut masuk kedalam lubang hitam.
**
Dibalik lubang hitam, Theo keluar di sisi lubang hitam yang lain, bergulung beberapa saat kemudian berhenti dan dengan nafas memburu segera memeriksa tubuhnya.
"Hahhh, hahhhh, hahhhh, aku selamat, aku selamat, benar-benar tak ada hal aneh yang terjadi" Theo bergumam sambil terus memeriksa tubuhnya.
Theo awalnya khawatir, tubuhnya akan hancur atau meledak ketika memasuki lubang misterius tersebut, karena melihat distorsi ruang yang tercipta disekitar riak-riak lubang hitam terlihat tak stabil dan berbahaya.
Dia baru bisa bernafas lega ketika memastikan tak ada hal aneh yang terjadi pada tubuhnya sama sekali. Namun ketika dia mulai bisa bernafas lega, Theo melihat pergerakan dari dalam lubang hitam misterius, dari dalam lubang hitam dia bisa melihat kelabang raksasa mulai merayap berjalan keluar.
"Sialan! apa buah ini begitu berharga hingga kau terus mengikutiku bahkan sampai sejauh ini?"
Theo mengutuk sambil melihat kearah kelabang, kemudian buah bercahaya yang ada ditangannya.
Ketika dia berpikir untuk melemparkan buah tersebut kearah lubang hitam, agar kelabang tersebut berhenti mengejarnya, nyawa lebih berharga dari sumber daya apapun yang paling berharga pikir Theo.
Tiba-tiba suara berdengung kembali terdengar, distorsi ruang disekitar lubang hitam kembali bergetar bersamaan dengan suara berdengung. Riak-riak lubang hitam kembali bergetar kemudian lubang hitam mulai tertutup dengan cepat, runtuh dan menyisahkan retakan-ratakan diruang kosong seperti awal lubang hitam itu terbentuk. Beberapa saat setelahnya, retakan-retakan tersebut juga mulai menghilang.
Kelabang raksasa dengan ukuran tubuh nya yang besar dan panjang baru separuh jalan masuk kesisi balik lubang hitam ketika lubang hitam tersebut tertutup.
Hal ini menyebabkan ketika lubang hitam sepenuhnya tertutup, tubuh kelabang raksasa segera terpotong. Tubuh bagian depannya jatuh dari udara kosong dengan suara bedebum, kelabang raksasa tersebut menggeliat beberapa saat sebelum berhenti bergerak, mati dengan tubuh terpotong.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 500 Episodes
Comments
Bai Xiochun
/Smile//Smile/
2024-11-09
0
Xmolt
d
2023-12-11
1
Serigala Putih
Ultraman ya?
2023-04-16
0