Disepanjang jalan menuju wilayah tengah hutan, kelompok Theo beberapa kali bertemu dengan kelompok-kelompok lain. Mereka beberapa kali berhenti karena Theo ingin melihat pertempuran yang dilakukan oleh kelompok berburu yang lain.
Selain bertemu kelompok berburu, Theo dan kedua saudaranya beberapa kali bertemu dengan kawanan spirit beast. Issabela meninta Gregoric menghadapi kawanan tersebut, meskipun bukan target utama perburuan, Issabela menganggap itu penting untuk menambah pengalaman bertempurnya.
Selain menambah pengalaman tempur, mereka juga perlu mengumpulkan sumber daya. Karena setiap kelompok selain berburu untuk kepentingan sendiri, juga di beri misi oleh House untuk mengumpulkan sumber daya dalam jumlah tertentu. Misi ini harus selesai bersamaan dengan ketika mereka keluar dari hutan untuk mengakhiri perburuan.
Akan ada sanksi tertentu bagi kelompok yang lalai dan tak berhasil memenuhi target sumber daya yang telah di tetapkan untuk kelompok mereka. Setiap kelompok memiliki target pengumpulan sumber daya yang berbeda-beda, karena House memberi target sesuai dengan kualitas anggota kelompok yang mereka bawa. Hal ini juga berlaku bagi kelompok Theo.
"Kakak Sumber daya apa saja sebenarnya yang diminta house dari kelompok kita untuk penuhi?" Tanya Gregoric.
Yang menerima list catatan sumber daya yang harus di penuhi adalah ketua kelompok, dan tentu saja ketua kelompok di kelompok ini adalah Issabela sebagai kakak tertua.
"Dengarkan saja perintahku, dan jangan banyak mengeluh" Jawab Issabela.
Sebenarnya karena kelompok mereka hanya terdiri dari tiga orang, itupun terhitung Theo yang tidak bisa dianggap bahkan sebagai pemula yang ada di kelompok mereka, list sumber daya yang harus mereka kumpulkan untuk House tidak lah terlalu banyak. Namun Issabela sengaja tidak menyampaikan kepada Gregoric agar dia tidak terlalu santai.
"Setelah kita melewati areal sekitar sini, kita tak terlalu jauh dari wilayah tengah. Kalau tidak salah, di depan akan ada sungai yang merupakan pembatas antara wilayah luar dengan wilayah tengah. Setelah menyebrangi sungai tersebut, kita secara resmi akan masuk ke wilayah tengah hutan pinus beku." Issabela menjelaskan posisi mereka saat ini.
Issabela kemudian melanjutkan. "Namun sebelum menyebrangi sungai, aku ingin kau menyelam kedalam sungai untuk mencari tanaman Ganggang air dingin. Tanaman ini merupakan salah satu sumber daya yang ada di list kelompok kita."
Mata Gregoric segera menyala bersemangat. Ganggang air dingin adalah jenis sumber daya yang berguna untuk meningkatkan kualitas tulang dari seorang Knight. Gregoric yang seorang calon Meridian Knight tentu menjadi bersemangat karena tanaman ini juga sangat berguna untuknya.
Theo sepanjang perjalanan hanya melakukan pengamatan dan memperhatikan setiap pertempuran Gregoric. Selain memperhatikan pertempuran, dia juga diam-diam berusaha mengingat semua Spirit Beast serta sumber daya yang mereka temui beserta kegunaanya masing-masing. Dia menganggap ini semua informasi penting yang jarang dia dapatkan, yang mungkin akan berguna bagi nya suatu saat nanti. Meskipun harapannya menjadi seorang Knight sangat tipis, karena kondisi Element seed nya yang bermasalah.
Setelah berjalan beberapa saat, kelompok Theo akhirnya mendengar suara aliran air yang deras, menandakan sungai yang di maksud oleh Issabela tadi sudah semakin dekat.
Gregoric yang mulai tak sabar memutuskan berlari meninggalkan kelompok agar lebih cepat sampai ke sungai. Theo yang tak mau kalah akhirnya mengikuti berlari di belakang Gregoric.
"Dua bocah ini, ini lah kenapa aku tak suka satu kelompok dengan para lelaki, mereka selalu saja terlalu eksplosif." dengus Issabela kesal, kemudian segera berlari mengikuti kedua adiknya dari belakang.
Setelah berlari beberapa saat, kelompok mereka akhirnya sampai di tepian sungai. Issabela bisa melihat Gregoric yang sudah mulai melepas pakaiannya. Bersiap untuk segera terjun kedalam sungai untuk mencari ganggang air dingin. Sementara Theo terlihat bermain di tepi sungai dengan mecelupkan sebatang kayu.
"Adik ingat, ini juga salah satu latihan untukmu, aliran air di sungai ini sangat deras, sungai ini juga sangat dalam, dan yang paling berbahaya adalah aliran air di dasar sungai. Karena aliran di dasar sungai bahkan lebih deras dari yang bisa kau lihat di permukaannya." Issabela mengingatkan Gregoric yang tengah bersiap terjun tanpa berfikir.
"Hahh?? Terus bagaimana aku harus mengambil ganggang di dasar sungai kak?" Tanya Gregoric.
"Hahhh, bagaimana jadinya bila tak ada aku tadi, kau akan hilang hanyut di dasar sungai seperti orang bodoh." dengus Issabela kesal.
"Hahhaha, jangan marah-marah terus dong!" Gregoric tertawa canggung.
"Pertama aku akan membuka jalan untukmu. Aku akan menggunakan teknik pedang es untuk memotong aliran arus deras sungai."
"Setelah itu, fokuskan teknik otot es mu kedalam otot tangan dan kaki, bagi secara berimbang. Setelah cukup berimbang dengan baik, segera gunakan tenaga **** hutanmu yang besar itu untuk menerjang masuk kedalam sungai."
"Ambil ganggang air sebanyak yang kau bisa dalam sekali jalan. Dan segera tendang dasar sungai untuk kembali keatas sebelum arus deras sungai kembali terbentuk." Issabela memberi intruksi.
"Ingat, hanya ada waktu beberapa detik saja, ambil sebanyak yang kau bisa. Karena aku cuma akan membantu sekali ini saja. Target sumber daya adalah dua ganggang air, jadi kalau kau cuma bisa mengambil dua ganggang, maka kau tidak mendapat jatah untuk dirimu sendiri." Issabela tersenyum menutup penjelasannya.
"Kenapa hanya memberiku satu kesempatan saja?" Protes Gregoric
"Jangan cerewet, ini pelatihannmu, jadi sudah baik aku mau membantu, bahkan andai saja ganggang ini bukan salah satu target sumber daya dalam list, aku tak akan membantumu sama sekali." Issabela mejawab dengan acuh tak acuh.
Gregoric hanya bisa menelan semua keluhannya, dia tau percuma terus protes. Kakaknya ini sangat keras kepala, tak akan mudah mengubah pemikirannya.
"Theo segera kesini, jangan terlalu jauh!" teriak Issabela.
Theo segera mendekat. Tak lama setelah itu, persiapan keduanya selesai. Issabela segera meloncat dan membentuk pedang Es di tangannya. Melancarkan serangan pedang kearah permukaan sungai.
Gelombang tajam mana segera tercipta dari gerakan membelah yang dilakukan oleh Issabela, arus sungai terpecah menjadi arah berlawanan ditekan oleh bilah mana yang di ciptakan Issabela. Tak lama setelah Issabela bergerak, Gregoric dengan sigap masuk kedalam sungai dengan dorongan keras mengikuti bilah tajam mana yang di ciptakan Issabela, masuk kekedalaman dasar sungai.
Hening beberapa saat setelah Gregoric masuk kedalam sungai. Tak lama kemudian Gregoric terlihat kembali melompat dengan tinggi keluar dari dalam sungai dan mendarat dengan mantap di tepian sungai. Namun pendaratan nya yang mantap berlainan dengan ekspresi wajahnya yang terlihat tidak terlalu baik.
Issabela dan Theo segera mendekati Gregoric.
"Bagaimana kak? berapa yang dapat kau ambil?" Tanya Theo
Gregoric kemudian membuka genggaman tangannya dan terlihat tiga ganggang air dalam genggamannya.
"Kakak, bisa kah kita melakukannya lagi? aku mohon kepadamu, di dalam ada setidaknya puluhan bahkan ratusan kelompok ganggang air dingin, bagaimana bisa aku melewatkannya dan hanya bisa mengambil satu untuk diriku sendiri?" Gregoric memohon kepada Issabela.
"Haha, tidak akan ada kesempatan kedua, dengan ini kau setidaknya tak akan bermalas-malasan lagi berlatih kedepannya. Sekarang kau tau betapa lemahnya dirimu, bahkan mengambil ganggang air saja kau tak sanggup sendiri" Issabela tertawa mengejek. Dia puas bisa membuat adiknya memasang wajah jelek.
Gregoric lagi-lagi hanya bisa menelan keluhannya, sekarang dia tau kakaknya sedikit banyak melakukan ini dengan sengaja untuk mengejeknya. Di lain sisi, dia juga tau kakaknya melakukan ini untuk kebaikan dirinya sendiri. Kejadian ini benar-benar membuat dirinya merasa lemah, membuatnya lebih termotivasi untuk berlatih lebih giat.
Setelah mengeringkan baju untuk beberapa saat. Issabela memutuskan melanjutkan perjalanan untuk memasuki wilayah Tengah hutan. Issabela meloncat tinggi dan dengan mudah menyebrang sungai dengan sekali loncat sambil menggendong Theo. Sementara Gregoric harus terima disuruh berenang melawan arus deras sungai untuk sampai di sebrang.
Sambil berenang menyebrang sungai Gregoric makin kesal kepada kakaknya. '******** kejam, jadi kenapa kau menyuruhku mengeringkan bajuku dulu, kalau pada akhirnya menyuruhku masuk lagi kedalam sungai?' Gregoric sangat kesal dengan kelakuan kakaknya, dia benar-benar di kerjai oleh kakaknya kali ini.
Di sebrang sungai Issabela menunggu sambil memasang wajah senyum penuh kemenangan.
Setelah sampai di tepi sungai, Gregoric segera memeras bajunya lagi, dia bisa mendengar langkah kaki Issabela mendekat. Namun dia tak mau menoleh melihat kakaknya itu, dia tau kakaknya hanya akan mengejeknya lagi.
"Itu adalah latihan fisik yang bagus untukmu sebagai calon Meridian Knight." Kata Issabela.
Gregoric hanya bisa melotot sambil mengumpat dalam hatinya 'latihan fisik kepalamu, yang ada itu adalah latihan mental untuk melatih kesabaranku' dia tidak mau berdebat dengan kakaknya lebih lanjut.
Theo yang melihat kejadian itu hanya bisa tertawa mengasihani nasib buruk kakak laki-lakinya. Dilain sisi, dia mengagumi kakak perempuannya yang mampu memebuat lelucon macam itu.
Tak lama setelah mereka sampai di tepi sungai, mereka melihat sesuatu yang membuat setiap orang terdiam. Di tepi sungai yang sama, namun dalam jarak beberapa meter tak jauh di depan mereka, terlihat sesosok Spirit Beast yang sedang berjalan menyisir sungai. Spirit beast ini sepertinya baru saja sampai di tepi sungai untuk meminum air melepas dahaga, Ia terlihat menyadari kehadiran kelompok Theo, namun tak memperdulikan mereka. Menganggap mereka bukan ancaman.
"Itu beruang yang sangat besar!" Theo berkata.
Mata Gregoric segera berbinar, melupakan semua rasa kesal yang sebelumnya dia rasakan.
"Adik kedua, sepertinya keberuntunganmu sangat bagus hari ini, baru saja kita menginjakkan kaki di area Tengah, targetmu malah mendatangimu dengan sendirinya tanpa perlu kita bersusah paya mencarinya." Jawab Issabela.
"Hahahaha, mulai hari ini, panggil aku sebagai putra suci dari dewa keberuntungan!" Gregoric tertawa keras.
Spirit beast yang ada di depan mereka tak lain merupakan Beruang beku yang telah menjadi target dari Gregoric.
"Tapi jangan senang dulu, ini tak akan semudah menghadapi Badak es Tempo hari. Beruang beku merupakan spesial beast yang secara alami lebih kuat dari Badak es yang hanya seekor Normal Beast. Belum lagi, beruang beku yang ada di depanmu memiliki kekuatan yang sama denganmu, mungkin sedikit lebih kuat. Tingkatan beruang ini ada di klas D tahap pertengahan." Issabela memberi peringatan.
Mendengar hal tersebut, Gregoric bukan takut malah makin bersemangat. "Bagus! ini akan lebih menantang, seekor Beruang beku Klas D petengahan." Gregoric tersenyum, merasa tertantang.
Theo yang dari tadi menatap beruang beku dengan takjub segera ikut merasa bersemangat. 'ini dia beruang beku yang memiliki kemampuan hibernasi, anugrah nyata yang diberikan dewa kepada makhluk hidupnya.' Mata Theo berbinar.
"Baik adik, kali ini aku tak akan membantumu sama sekali. Hadapi ini dengan kekuatan penuhmu, aku akan mengambil beberapa langkah dan mengamatimu dari jarak aman bersama Theo." Kata Issabela.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 500 Episodes
Comments
Ilham FM
haha si theo pe'a.. 😁😂
2023-11-29
1
𝚃𝚑𝚎 𝙿𝚛𝚘𝚝𝚊𝚐𝚘𝚗𝚒𝚜𝚝
hit
2021-10-12
0
dian
😊
2021-09-12
0