Issabela terus berlari sambil sesekali menghindar, mengarahkan sang badak kearah padang lapang yang telah disepakati seperti rencana.
Tak lama kemudian, Issabela semakin mendekati padang lapang, dan bersiap memberi tanda untuk berganti posisi dengan Gregoric.
"Itu datang, mereka datang!!!!" Theo yang melihat dari atas bukit menjadi bersemangat.
"Haha..adik, bersiap melihat pertunjukan yang menarik. Lihat dengan baik kemampuan kakakmu ini!" Gregor tak kalah bersemangat, dia kemudian berdiri dan bersiap menunggu tanda dari Issabela.
Tak lama kemudian Issabela telah sampai di tengah padang lapang. Dia kemudian memberi tendangan kepada Badak Es agar mendapat jarak yang cukup antara keduanya. Ketika jarak keduanya melebar, dia segera memberi tanda kearah Gregoric.
Gregoric yang menerima tanda dari kakaknya segera melompat keluar dan menerjang badak es dengan pukulan kepalan tangan.
Booommmmm.....!!!
Gregoric tak menahan kekuatannya sama sekali. Pukulan kepalan tangan sekuat tenaga tersebut membuat badak es yang tengah maju dengan kecepatan tinggi untuk menyeruduk Issabela kembali terlempar.
Gregoric kemudian maju untuk menghadang badak es yang kini terlihat semakin marah.
"Baik adik, kuserahkan padamu, aku akan ketempat Theo."
"Serahkan padaku kak." Gregoric memberi jempol.
Badak es segera mengalihkan pandangannya dari Issabela, kini fokusnya kepada Gregoric. Badak es bersiap untuk menyeruduk sekali lagi, kakinya menggaruk-nggaruk tanah. Tanah menderu ketika badak tersebut mulai berlari kearah Gregoric.
Sementara Gregoric yang melihat hal tersebut, segera mengambil kuda-kuda bertahan. Dia berniat bentrok secara langsung dengan sang badak, tak berniat menghindar sama sekali. Gregoric terlihat yakin dengan kekuatan fisiknya, karena memang sudah berniat menjadi Meridian Knight sejak lama. Oleh karena itu, selama ini dia memfokuskan diri dengan penempaan tubuh.
Booommmm.....!!!
Badak es menabrak Gregoric. Tapi Gregoric yang telah bersiap, berhasil menahan tabrakan tersebut dengan memegang cula badak es.
Meskipun berhasil menahan, bentrokan ini membuat Gregoric terdorong kebelakang sambil tetap memegang cula badak tersebut cukup jauh. Menyisakan bekas garis lurus di tanah, sesuai arah terjangan sang badak. Setelah beberapa saat, dorongan badak es melemah sampai akhirnya berhenti. Gregoric yang masih memegang cula badak tersebut kemudian mulai tersenyum jahat.
Theo yang melihat bentrokan pertama tersebut membuat ekspresi bentuk mulut O besar, dia terpukau kakak nya berhasil menahan serangan itu. Namun, dia kemudian melihat senyum jahat kakaknya.
"Ahhh lagi! senyum penjahat jalanan itu lagi! jadi memang itu adalah senyum turunan keluarga. Sialan! keluargaku benar-benar keluarga Psikopat." Gumam Theo.
"Kau mengatakan sesuatu?" Issabela yang dari tadi fokus melihat aksi Gregoric, bertanya.
"Haha.. lupakan, aku tak mengatakan apa-apa" jawab Theo canggung.
"Hmmmm" Issabela melirik Theo sebentar kemudian kembali fokus kepertarungan Gregoric.
"Baik, sekarang giliranku" kata Gregoric yang masih memasang senyum penjahat, seolah badak tersebut memahami kata-katanya.
Setelah berkata, Gregoric terlihat berkonsentrasi, kemudian menghirup udara dalam-dalam lewat mulutnya dan mengeluarkan udara tersebut lewat hidungnya. Udara yang keluar dari hidung Gregoric terlihat memiliki warna biru. Setelah udara biru dihembuskan, hawa dingin menyebar di sekitarnya. Dia mencengkram cula badak es dengan kuat, kemudian otot-otot lengannya terlihat mulai membesar.
Badak es yang merasa terancam, mulai berusaha melepaskan cula nya dari cengkraman tangan Gregoric. Namun apapun yang dilakukan badak tersebut, dia gagal melepaskan cengraman tersebut, malah cengkraman Gregoric semakin menguat.
Gregoric tak melepaskan momentum yang telah ia dapat dari awal, dengan dua tangan dan otot lengan semakin membesar, dia mulai mengangkat sang badak sedikit demi sedikit sampai akhirnya badak tersebut terangkat sepenuhnya.
Pemandangan tersebut mebuat mata Theo kembali melotot dan mulutnya membentuk huruf O. Tak setiap hari dia melihat ada manusia mampu mengangkat seekor badak yang berukuran lebih dari 3 kali ukuran tubuhnya.
"Wowww...!" seru Theo.
Setelah Gregoric mengangkat tinggi-tinggi tubuh badak es, dia membanting badak tersebut dengan keras ketanah. Menimbulkan suara tumpul yang memekakkan telinga.
"Hmmm tidak buruk, teknik otot es." Issabela yang dari tadi mengamati memberikan komentar.
Teknik otot es adalah teknik turun-temurun dari House Alknight. Di masa lampau, banyak Meridian Knight dari house Alknight yang melatih teknik ini di awal proses mereka menjadi Knight.
Teknik ini memanfaatkan mana es yang mengalir diudara untuk dialirkan ke dalam otot. Dengan cara ini massa otot akan bertambah, kemudian memberi kekuatan kepada pengguna beberapa kali lipat kekuatan fisiknya yang asli. Namun karena sudah lama tak muncul calon Knight dengan Elemen seed ganda beratribut Es di dalam House, teknik ini sudah lama tak ada yang memakai.
Badak es kali ini terlihat kesakitan, namun tubuhnya masih terlihat tanpa luka, dan bersiap bangkit kembali. Namun, Gregoric tidak mau melepaskan momentum yang telah dia dapat begitu saja. Sebelum sang badak bangkit, dia kembali menggenggam cula badak sambil menekannya ketanah agar tidak dapat berdiri.
Gregoric kembali menghirup udara dalam-dalam lewat mulutnya, bersiap menggunakan teknik otot es sekali lagi. Setelah otot-ototnya membesar, kali ini Gregoric tidak mengangkat tinggi-tinggi badak tersebut, tapi mulai memutar tubuhnya. Gregoric mulai berputar-putar seperti gasing, setelah putarannya cukup cepat, dia kemudian melempar badak es tersebut.
Badak es terlempar keudara cukup tinggi dan kemudian jatuh dengan suara berdebam keras. Menciptakan retakan di tanah.
Tak ingin memberi sang badak momentum sama sekali, Gregoric berlari kearah tempat jatuh nya sang badak, kemudian ia meloncat tinggi keatas, merapatkan kedua tangannya dengan posisi menggenggam satu sama lain. Ia mengalirkan mana es menyelubungi kedua tangannya, dan menghantamkan kepalan dua tangan berlapis es kearah kepala sang badak.
"Ice Impact!" teriak Gregoric.
Boooommmmmmmmm...!!!
Pukulannya tepat mengenai kepala sang badak. Mendapat tekanan tambahan yang lebih keras, retakan di tanah semakin melebar kemudian hancur dan menciptakan kawah kecil.
Mendapatkan pukulan di kepala dengan keras, tubuh sang badak mengejang beberapa kali sampai akhirnya berhenti bergerak tak berdiri lagi. Meskipun kulitnya sangat keras, benturan tersebut mengguncang organ dalam sang badak. Apalagi pukulan tersebut tepat di kepala, kepala merupakan kelemahan terbesar setiap makhluk hidup.
Melihat pertempuran yang telah berakhir dengan cepat, Issabela membawa Theo mendekat.
"Bagus, perburuan pertama kita berjalan lancar. Segera akhiri penderitaan badak muda ini, dan ambil Kristal Beast nya!" Issabela memberi perintah.
"Anu kak, kulitnya begitu keras, bagaimana cara kita membelah kepalanya dan mengambil Kristal Beastnya? Sudah kupukul sekuat tenaga pun kepala bagian luarnya seperti tak tergores sama sekali" Jawab Gregor.
"Hmm… dasar tak berpengalaman" jawab Issabela.
Ia kemudian mengangkat tangannya. Es membeku menyelimuti tangannya, namun berbeda dengan es yang menyelimuti tangan Gregoric sebelumnya yang membentuk bongkahan es besar, es yang menyelimuti tangan Issabela berbentuk dengan cantik memanjang dan terlihat tajam. Dia membentuk es menjadi pedang.
Setelah pedang es terbentuk, Issabela menancapkan pedang tersebut kekepala badak es. Badak es kembali mengejang beberap saat, kemudian benar-benar berhenti, kali ini untuk selamanya. Pedang es menancap dengan lancar seperti memotong tahu, menggali kedalam kemudian dengan cara mencongkel, Issabela mengeluarkan sebuah kristal dari dalam kepala badak es tersebut.
"Bila kau berhadapan dengan musuh sejenis ini, jangan mengeraskan es mu, tapi coba pertajam mana es mu. Lebih efisien memotongnya dari pada memukulnya, tapi tentu tak sesederhana itu, semua tergantung perkembangan kualitas mana yang dihasilkan Element seed mu."
"Jadi terus berlatih mengembangkan kualitas mana, jangan cuma fokus pada penempaan tubuh saja" Issabela memberi saran kelada Gregoric dengan tak terburu-buru.
"Berikan padaku! berikan padaku! aku ingin melihat nya." Theo bersemangat ingin melihat Kristal Beast untuk pertama kalinya.
Issabela melemparkan kristal tersebut kepada Theo. Theo dengan sigap menangkapnya kemudian mengamati Kristal tersebut.
Kristal Beast itu berwarna biru muda, berhawa dingin dan memiliki bentuk bulat. Didalam kristal Theo bisa melihat samar-samar bayangan badak es. Theo mengamatinya dengan antusias.
"Hehe adik, bagaimana kakakmu ini, keren kan?" Gregoric mendekati Theo yang sedang mengamati Kristal Beast.
"Ya kau terlihat lebih badak dari pada badak ini sendiri, aku tak sabar untuk melihatmu menyerap Kristal ini dan berubah menjadi manusia badak sepenuhnya hahahhaha.." Theo tertawa.
"Hehh, kenapa itu terkesan lebih ke ejekan dari pada pujian.." jawab Gregor kesal.
"Baiklah, segera simpan Kristal pertama tersebut dengan baik, sesuai rencana awal, itu sebagai cadangan." Issabela memberi perintah, kemudian melanjutkan.
"Ada beberapa Spirit Beast dengan atribut es yang memiliki kualitas tubuh fisik yang baik untuk calon Meridian Knight sepertimu di Area luar ini. Tapi kualitas mereka tak berbeda jauh dengan badak es ini, jadi akan lebih baik bila kita masuk lebih kedalam ke area tengah hutan. Kuharap kita bisa menemukan spirit beast kualitas Spesial yang cocok."
"Kakak, setelah membaca katalog kemarin, sebenarnya ada 2 spirit beast yang kujadikan target. Mereka adalah Harimau putih dan Beruang beku, keduanya adalah spirit beast dengan tingkat pertumbuhan spesial." Jawab Gregoric
"Hmm, keduanya tidak terlalu sulit untuk di hadapi, namun menemukan mereka adalah kasus yang berbeda. Keduanya adalah jenis spirit beast yang tidak suka berkelompok, jadi kita harus menemukan sarang mereka terlebih dahulu." Issabela memberi pendapatnya.
"Baiklah yang pertama kita lakukan tetap sesuai rencana awal, masuk lebih kedalam wilayah hutan, ke areal tengah, meskipun nantinya tak menemukan targetmu, setidaknya disana ada beberapa spirit Beast yang cocok"
Ketika kata beruang di sebutkan, kuping Theo segera berkedut. "Kak Gregor, kusarankan lebih baik kau mencari beruang beku saja, itu terlihat lebih keren." sahut Theo.
"Ohh begitu kah menurutmu? Tak kusangka kau juga punya wawasan yang lumayan di umur kecilmu. Memang bentuk Beruang beku sangat keren, terlihat garang, jadi perubahan fisikku akan terlihat keren juga." Jawab Gregor.
"Terlihat keren, terlihat keren, kau ini berfikir apa? yang penting adalah manfaatnya, bentuk tidaklah begitu penting" jawab issabela
"Hahh, lalu kenapa dulu ketika kau melakukan perburuan pertamamu, kau bersikeras cuma ingin Rubah es yang cantik? Waktu itu ayah benar-benar dipusingkan oleh rengekanmu." jawab Gregor ketus.
Bletakkkkkk.....!
"Auchhhh kakkkkk, sakit sekali! lagian dari mana tongkat kayu itu tiba-tiba muncul?" Gregoric memegang kepalanya.
"Sudah diam!"
Issabela memasang senyum penjahat yang membuat Gregoric terdiam, menelan kembali kalimat yang akan dia ucapkan. Dia hanya memelototi Issabela sambil menggosok-gosok kepalanya.
'Diberkatilah calon suamimu kelak' gumam Gregoric pelan.
"Apa katamu?" Tanya Issabela masih tersenyum.
"Tidak bukan apa-apa" jawab Gregor sambil melangkah mundur.
Sebenarnya bila Gregoric ataupun Issabela tahu apa yang dipikirkan Theo, mereka mungkin akan muntah darah. Theo sebenarnya dari tadi tak berfikir manfaat maupun penampilan keren dari beruang beku. Dia cuma masih penasaran dengan teknik 'hibernasi', teknik tidur setahun penuh. Dari pertama kali mendengarnya, Theo sudah memutuskan untuk menjadikan beruang beku sebagai idolanya.
Setelah istrahat beberapa saat, kelompok 3 orang ini melanjutkan perjalanan menyusuri jalan setapak. Menuju area hutan bagian tengah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 500 Episodes
Comments
AG Wira
wkwkwkw
2023-01-29
1
Firdaus Daus
super ngakak
2022-08-02
0
Mift
MC OP tapi konyol 🤣🤣
2021-12-17
0