Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Groaaaaaa!!!!!!!"
Gregoric berteriak garang seperti seekor beruang. Beberapa jam yang lalu ia telah dengan sukses melakukan asimilasi kristal beast dari beruang beku. Kini dia telah resmi menjadi seorang Meridian Knight.
Ini adalah untuk pertama kalinya dia mencoba berubah bentuk setelah berasimilasi dengan beruang beku. Kini bentuk Meridian Knight yang dia dapatkan ketika sedang berubah bentuk adalah manusia setengah beruang. Mengikuti bentuk Beruang beku yang telah ia serap kristal beast nya.
Tubuhnya tumbuh beberapa kali lebih besar, bulu-bulu putih tumbuh disekitar lengan tangannya lengkap dengan cakar beruang beku. Bentuk wajahnya berubah menjadi lebih garang, taring-taring tajam akan terlihat ketika dia membuka mulutnya ataupun tersenyum.
"Woaaaahhh, kak kau sangat kereennnnn!"
Theo yang dari tadi diam mengamati perubahan bentuk pertama yang dilakukan Gregoric memberi komentarnya. Matanya menyala karena kekaguman.
"Bagus, sukses besar, bisa di katakan perburuan keluarga kali ini berakhir sangat memuaskan untuk kelompok kita. Semua target yang kita inginkan sudah tercapai." Issabela yang berdiri di samping Theo ikut memberikan komentarnya.
"Kak cepat katakan, kemampuan baru apa saja yang kau dapatkan setelah sukses melakukan asimilasi"
Theo yang sudah tak sabar ingin mengetahui kemampuan legendaris 'Hibernasi' segera mendesak Gregoric.
"Benar, cepat tunjukkan pada kami kemampuan yang kau dapatkan" Issabela yang tentu saja juga penasaran dengan kemampuan Gregoric ikut mendesak.
"Hahhahhaa, lihat baik-baik kekerenanku ini!" Gregoric yang dari tadi juga tak sabar ingin pamer segera bersiap untuk beraksi.
Gregoric kemudian melompat tinggi, menggenggam kedua tangannya, mengalirkan mana elemen es dan membentuk bongkahan es di kepalan tangannya. Dia kemudian menghempaskan tangannya kebawah.
"Super Ice Impact..!!"
Gregoric berteriak keras, dan segera ledakan besar terdengar bersamaan dengan jatuhnya serangan kepalan tangan ketanah di bawahnya. Pukulan ini menghasilkan daya dekstruktif yang sangat besar, membentuk kawah berukuran cukup besar disertai dengan gumpalan debu yang bertebaran.
Setelah gumpalan debu menyebar, sosok Gregoric yang garang bisa terlihat di tengah kawah. Dia melihat keatas kepada Issabela dan Theo dengan tatapan bangga, bersiap menerima pujian mereka.
"Woooahhhh kereeennnn..!!" Theo berteriak antusias dengan mata menyala. Reaksi yang diharapan Gregoric.
"Hmmmmppp.." Gregoric membusungkan dadanya sambil memberi jempol kearah Theo.
"Apa-apaan, bukannya itu teknik Ice Impact biasa yang cuma dikombinasikan dengan tenaga yang lebih besar?" berbeda dengan Theo, Issabela malah mencibir Gregoric.
Issabela kemudian melanjutakan. "Serius sedikit, kemampuan baru apa yang kau dapatkan? jangan sok keren di depanku, aku bukan seorang pemula!"
"Ahhh kakak, kau membosankan sekali, dasar wanita." Gregoric mendengus kesal melihat kakaknya yang ternyata sama sekali tak terkesan dengan tekniknya.
"Yahhhh...itu tadi sangat keren, dan apa-apaan sikap sok senior itu? kau seakan membuatku seperti anak-anak pemula yang tak tau apapun " Theo ikut kesal dengan komentar kakaknya yang seakan sangat meremehkan sikapnya yang terkesan kepada Gregoric.
"Apa yang salah dengan yang kukatakan? bukankah itu tadi memang cuma Ice impact biasa yang diberi lebih banyak tenaga otot tambahan?" Issabela melotot kepada kedua adiknya.
Ditengah debat mereka bertiga, tiba-tiba terdengar langkah kaki dari hutan pinus dibelakang mereka. Issabela yang tengah bersiap memberikan pukulan dikepala kedua adiknya segera menghentikan langkahnya untuk melihat kearah suara langkah kali tersebut.
Dikejauhan, dari dalam hutan pinus beku. Terlihat seorang pria dengan pakaian compang camping dan tubuh penuh luka keluar dari hutan. Langkah pria tersebut sangat lambat, dia menyeret kakinya, terlihat kesakitan setiap kali dia melangkah.
Issabela segera secara reflek menarik Theo untuk mendekat kepadanya, kemudian memberi tanda kepada Gregoric untuk naik keatas. Tak tahu kenapa dia merasakan bahaya akan datang.
Setelah pria tersebut berjalan lebih dekat, dia kemudian jatuh ketanah sambil mengangkat tangannya memberi tanda agar kelompok Theo mendekat kearahnya.
Wajah pria tersebut penuh luka, sulit untuk dikenali. Butuh waktu beberapa saat sebelum akhirnya Issabela yang memicingkan matanya untuk mengenali pria tersebut, akhirnya sadar siapa pria yang ada tak jauh di depannya tersebut.
"Master Beric!!!" Issabela berteriak kaget dan segera bergegas untuk maju kearah pria tersebut.
Pria tersebut tak lain adalah Master Beric, tetua kelima House Alknight yang di tugaskan untuk menjaga kelompok Theo selama perburuan keluarga ini.
Issabela segera menopang master Beric dan memeriksa luka-lukanya. Sementara Theo dan Gregoric bergegas mengikuti di belakang Issabela.
"Master Beric, apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kau bisa ada dalam kondisi seperti ini?" Issabela bertanya panik.
Setelah memeriksa luka-luka master Beric, dari kondisinya Issabela tau bila master Beric tidak segera menadapat perawatan dengan benar, nyawanya akan terancam. Hal seperti apa yang telah dialami master Beric hingga jatuh dalam kondisi seperti ini, Issabela tidak bisa untuk tidak menjadi penasaran sekaligus khawatir.
"Dengarkan aku baik-baik." nafas master Beric terputus-putus ketika mencoba untuk berbicara, dia kemudian beberapa kali batuk darah.
"Jangan bicara dulu! sekarang lebih baik kita membawamu ketempat yang lebih baik untuk mendapat perawatan." Gregoric memberi saran terlihat sangat khawatir.
Dia kemudian melanjutkan, "kakak, cepat nyalakan suar cahaya untuk meminta bantuan!"
Issabela tersadar dari lamunannya. Kemudian bersiap untuk segera menyalakan suar cahaya. Namun sebelum dia berhasil menyalakan suar cahaya, tangan master Beric menghentikannya.
"Jangan nyalakan suar itu! dengarkan aku baik-baik!" master Beric kembali batuk darah setelah mengatakan hal tersebut.
Issabela yang terlihat bingung menghentikkan untuk berusaha menyalakan suar cahaya.
"Bantu aku duduk!" Master beric kembali berbicara dengan suara serak.
Dalam keadaan bingung, Issabela menuruti perintah master Beric, menopangnya untuk bisa duduk.
Setelah duduk bersila, dan mengumpulkan mana disekitar tubuhnya, nafas master Beric mulai teratur meskipun raut mukanya masih sangat pucat.
"Nona dan tuan muda, dengarkan aku baik-baik! waktuku tidak banyak lagi, uhukkk..." Master beric kembali batuk, dia terlihat sangat tersiksa.
Melihat master Beric seperti itu, kelompok Theo hanya bisa terdiam. Mereka berusaha tenang agar master Beric bisa mengakatakan apa yang ingin dia katakan. Mereka tau, pasti ada suatu yang sangat mendesak dan penting agar master Beric bersikap keras kepala seperti ini meskipun nyawanya sedang terancam.
"Ada kelompok penyusup yang masuk kedalam acara perburuan keluarga kali ini, mereka berasal dari House Ironhead" master Beric menghentikan kalimatnya sejenak untuk mengambil nafas.
"Target mereka adalah kalian, aku tak tau apa yang mereka inginkan dari kalian, namun kalian harus segera keluar dari hutan ini dan melaporkan hal ini kepada Lord. Uhukkkk..." Master Beric batuk darah sekali lagi.
Raut wajah Issabela segera menjadi buruk. House Ironhead adalah salah satu House yang sering berselisih dengan House Alknight, hal ini disebabkan karena wilayah kedua house saling bersebelahan.
Sudah beberapa kali House Ironhead berusaha untuk mengambil alih wilayah hutan pinus beku ini dari tangan house Alknight. s
Sumber daya dari Hutan Pinus Beku yang melimpah memang membuat beberapa House disekitar wilayah House Alknight ingin merebutnya. Menjadikan Hutan pinus beku sebagai wilayah mereka.
Namun sebelumnya tak pernah ada kasus seperti ini, ini adalah langkah ekstrim pertama yang dilakukan oleh House lawan kepada House Alknight. Dimana mereka berani masuk kedalam wilayah House Alknight dan menyerang seorang tetua dan mencoba menargetkan kelompok tuan muda.
Kebanyakan House-house ini lebih sering bertindak secara hati-hati karena mereka tahu, house Alknight yang memang tengah mengalami penurunan, masihlah mantan House peringkat Gold satu-satunya di Glaire Empire. Tentu mereka memiliki sumber daya yang dalam serta beberapa langkah pencegahan untuk melindungi House mereka.
Setelah hening beberapa saat, master Beric kemudian melanjutkan. "Ingat untuk keluar secara sembunyi-sembunyi dari hutan sesegera mungkin, jangan percaya kepada siapapun! sudah kupastikan ada orang dalam yang membantu House Ironhead untuk masuk dan mengacau di acara perburuan ini."
"Laporkan kejadian ini hanya kepada Lord! jangan percaya siapapun! uhukkkk...." raut muka master Beric semakin melemah.
Namun, saat master Beric mencoba menjelaskan lebih lanjut...
"******** sialan! akhirnya aku menemukan kalian!!!" tiba-tiba terdengar suara dari arah kedatangan master Beric.
Semua orang segera melihat kearah datangnya suara tersebut. Dikejauhan, terlihat seorang pria tua dengan pakaian compang camping berjalan kearah mereka. Meskipun terlihat berpakaian compang camping dan memiliki beberapa bekas luka di tubuhnya, kondisi pria tersebut telihat masih baik.
"Mencoba mengeksekusi teknik terlarang dengan taruhan mengorbankan nyawamu sendiri, kuakui Knight dari keluarga Alknight memang selalu mengesankan. Kalian punya nyali yang besar!" kata pria tersebut melanjutkan.
Raut muka master Beric semakin memburuk setelah melihat kedatangan pria tua tersebut. Pria tua tersebut tak lain adalah tetua dari House Ironhead yang sebelumnya dihadapi Master Beric.
Dia tak menyangkah, setelah membayar harga mahal dan mempertaruhkan nyawanya untuk mengeksekusi teknik terlarang. Dia masih membiarkan pria tua ini lolos, terlebih lagi pria tua ini masih terlihat dalam kondisi yang baik.
"Aku harus mengorbankan semua anggota kelompokku untuk berhasil lolos dari teknik sialanmu...!!" dengus pria tua tersebut.
Selepas berbicara, pria tua tersebut merilis aura yang sangat kuat. Aura tersebut segera menekan kelompok Theo yang tak jauh dari posisi pria tersebut.
"Aku tak akan membiarkan satupun dari kalian lolos..!!!" pria tersebut melanjutkan.
Hati master Beric dan kelompok Theo segera tenggelam. Mereka tau dengan kondisi Master Beric yang telah setengah langkah meninggalkan dunia ini, meskipun Issabela dan Gregoric bekerja sama sekaligus. Mereka masih bukan tandingan pria tua tersebut.
Masih merilis aura seorang Knight Immortal tahap buminya, pria tua tersebut berjalan mendekat kearah kelompok Theo.
"Sialan apakah kita akan berakhir seperti ini? Berakhir mati ditangan pria tua tak jelas ini?" Issabela menggertakkan giginya. Menarik Theo yang dari tadi terdiam kepelukannya.
"Arrrggggg....!!! aku tak akan mati tanpa perlawanan" Gregoric berteriak.
Dia berubah menjadi bentuk Meridian Knight nya, merilis auranya yang tak seberapa bila dibandingkan dengan aura pria tua tersebut dan segera melompat maju menerjang kearah pria tua.
"Adikkk..!! jangan bertindak gegabah!!!!" Issabela yang terlambat menyadari segera berteriak putus asa melihat tindakan Gregoric.
"Hmmm, sungguh gegabah, kau mencoba mencari kematian!!" Pria tua mendengus melihat Gregoric maju menerjang kearahnya.
Gregoric mengepalkan tangannya, mengeksekusi teknik otot es, berniat melancarkan serangan tenaga besar dengan merilis Ice Impact yang dikombinasikan dengan otot es.
Namun sebelum Gregoric berhasil mendaratkan pukulan, sosok pria tua dari House Ironhead berkelebat menghilang dari posisi nya semula dan tiba-tiba muncul di hadapan Gregoric.
Dia kemudian meluncurkan pukulan telak diwajah Gregoric, perbedaan kekuatan yang sangat jauh membuat Gregoric yang menerima pukulan telak terbang berlawanan arah dari rute terjangan awalnya. Gregoric tepental cukup jauh sebelum menabrak deretan pohon pinus dan langsung kehilangan kesadaran.
"Hmmm... masih terlalu cepat 10 tahun bagi bocah ingusan sepertimu untuk mencoba melawanku!" dengus pria tua dari House Ironhead.
"Adikkkkk....!! ******** tua...!! Beraninya kauuuu...!!" Issabela yang melihat kondisi Gregoric menjadi sangat marah.
Tanpa berfikir panjang dia segera berubah bentuk kedalam mode Soul Knightnya. Aliran mana es menyelimutinya, membentuk sosok Rubah es. Puluhan pedang es terbentuk melayang di sekitar Issabela setelah dia berubah bentuk. Dengan ayunan tangan, Issabela melempar puluhan pedang es tersebut kearah pria tua dari House Ironhead.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 500 Episodes
Comments
Literature In
mantab
2024-07-07
0
Fjkt48
a
2024-06-21
0
M Yusuf
bagus
2024-04-28
0