Theo yang dari tadi mendengarkan dalam diam penjelasan dari masternya, sekarang sudah mulai memahami kondisi Element Seednya.
Dia segera mengambil gelang putih yang dimaksud oleh masternya.
"Gelang tersebut adalah pusaka yang secara pribadi kutempa sendiri, kau bisa menyebutnya sebagai gelang ruang-waktu."
"Apakah kau pernah mendengar tentang cincin ruang penyimpanan?" Tanya Tiankong kepada Theo.
Theo secara alami mengetahui tentang cincin penyimpanan, atau biasa di sebut sebagai spacial ring. Spacial ring adalah item yang biasanya digunakan untuk menyimpan barang-barang berharga. Ayahnya dan beberapa tetua dari House juga memilikinya.
Theo menganggukkan kepalanya, tanda dia tahu apa itu Spacial ring.
Melihat anggukan Theo, Tiankong kemudian melanjutkan penjelasannya.
"Gelang ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan spacial ring, di dalamnya ada ruang yang dapat digunakan untuk menyimpan barang. Namun gelang ini sedikit spesial"
"Aku menempanya secara pribadi dengan menggunakan kemampuan pengendalian ruang dan waktu yang kumiliki, sehingga ruang di dalam gelang ini lebih luas dari pada spacial ring. Selain itu, waktu yang ada di dalam ruang gelang ini berjalan lebih lambat beberapa kali lipat dari waktu normal diluar gelang."
"Hal tersebut membuat kita bisa menyimpan lebih banyak barang di dalamnya, serta sumber daya yang tersimpan didalamnya juga bisa bertahan lebih lama." Tiankong mulai menjelaskan fungsi dari gelang putih yang ada di tangan Theo.
"Selain itu, aku juga menyegel rohku pada gelang tersebut, bisa dibilang aku adalah item roh dari gelang ini. Akan selamanya terhubung dengan gelang."
"Kau sekarang adalah pemilik gelang tersebut, karena ketika kau menyentuhnya diawal tadi, kau secara tak sengaja mengaktifkan mekanisme pengakuan darah dari gelang tersebut." Tiankong menghentikan penjelasannya untuk menatap Theo sejenak.
"Baiklah, aku akan memotong semua basa basi. Sekarang dengan pikiran, periksa barang-barang yang ada di didalam gelang. Aku menyimpan sumber daya yang bisa membantu masalah Element Seedmu di dalam gelang."
Setelah Tiankong mengatakan hal tersebut, Theo segera menjadi bersemangat, ingin tau harta macam apa saja yang tersimpan di dalamnya. Mendengar fungsi gelang ruang-waktu sendiri, Theo merasa bahwa gelang ini sudah sangat luar biasa, pusaka kelas tinggi.
Namun setelah sempat bersemangat untuk sementara waktu, Theo memasang wajah bingung, dan suasana hening tiba-tiba tercipta.
"Kenapa kau diam saja? Bukankah kubilang cepat periksa item yang ada di dalamnya? aku akan memandumu dari dalam!" Tiankong yang melihat Theo diam saja, menjadi heran dan segera bertanya.
Theo segera melirik masternya dengan agak malu-malu, kemudian bertanya. "Master, bagaimana caraku memeriksa item yang ada di dalamnya? Hehe.."
"Idiot..!!! bukannya tadi kau bilang tahu tentang Spacial Ring?" Tiankong menjadi kesal dan menghardik Theo.
"Aku tau, tapi aku belum pernah sekalipun memakainya, aku cuma pernah mendengar penjelasan dan fungsinya dari ceramah para tetua, serta melihatnya beberapa kali di tangan ayahku dan beberapa tetua. hehe.." Theo tertawa canggung menjelaskan kondisinya.
Tiankong segera memijat keningnya keningnya. "Bukankah kau bilang kau adalah anak lord? kenapa kau bahkan tak memiliki Spacial Ringmu sendiri? Apakah housemu begitu miskin?" Dia kembali menghardik Theo.
Theo segera merasa tertekan dalam hati mendengar pertanyaan masternya. Spacial Ring adalah item yang berharga dan langka, bahkan di house-house lebih besar, kondisinya akan tetap sama, dimana hanya lord house dan beberapa tetua tinggi house yang memilikinya.
Jadi bagaimana anak lord yang tidak bisa menjadi Knight seperti dirinya memiliki Spacial ring? kedua kakaknya yang merupakan bakat muda paling menonjol di dalam house bahkan belum di beri Spacial Ring pribadi.
Mendengar keluhan dalam hati Theo, Tiankong segera memahami yang terjadi. "Oh jadi seperti itu. Aku lupa bahwa di era kekacauan ini, Spacial ring masih tergolong item yang langka."
Tiankong segera menyadari fakta bahwa di era ini, teknik penempaan masih terlalu dangkal, belum banyak penempa yang mampu membuat spacial ring. Oleh karena itu, spacial ring masih tergolong item langka.
Di tempat dia berasal, atau tepatnya 10.000 tahun yang akan datang, teknik penempaan telah banyak berkembang, spacial ring di produksi secara masal, sehingga hampir semua orang memiliki spacial ring untuk menyimpan barang-barang keperluan pribadi mereka.
"Kau telah mengaktifkan segel kepemilikan dari gelang ini, gelang ini sudah menjadi seperti bagian dari dirimu. Cuma dengan pikiran kau bisa masuk dan memeriksa isinya! hanya seperti itu! coba saja dulu kau akan mengerti dengan sendirinya!" Tiankong mejelaskan.
Meskipun masih sedikit bingung, Theo tak berani bertanya kepada masternya. Dia segera memakai gelang ruang-waktu pada pergelangan lengan kirinya, kemudian memejamkan matanya, mencoba berfikir untuk memeriksa isi dalam gelang.
Secara ajaib, dalam sekejap kesadarannya berganti, kesadarannya masuk kedalam ruang di dalam gelang, yang pertama dia rasakan adalah dia berada di suatu ruang yang gelap.
"Coba berfikir untuk menjadi terang!"
Tiba-tiba suara masternya terdengar di sebelah Theo.
Theo segera berfikir untuk menjadi terang. Dan dalam sekejap, ruangan gelap disekitarnya menjadi terang.
Setelah bisa melihat sekeliling, Theo merasa takjub. Dia tertegun sejenak, tak menyangka bisa ada ruang yang sangat luas di dalam sebuah gelang kecil. Ini adalah hal ajaib menurut Theo, terlebih lagi di hadapannya ada sebuah kastil yang sangat besar, Kastil tersebut bahkan lebih besar dari kastil utama housenya.
"Segera masuk kedalam kastil! aku akan memandumu." Tiankong yang terlihat berada di sisi Theo memberi petunjuk.
Theo segera melangkahkan kakinya menuju gerbang utama kastil, gerbang utama kastil terbuka dengan sendirinya ketika Theo sampai di depannya.
Theo melangkah masuk kedalam, ketika sampai di aula utama, dia melihat banyak perabotan yang terlihat sangat tua dan usang. Meskipun terlihat tua dan usang, Theo masih bisa merasakan sisa-sisa kemewahan perabotan-perabotan tersebut ketika masih terlihat bagus pada masanya.
"Semua barang di dalam kastil ini dulunya adalah barang-barang pribadiku. Meskipun waktu di dalam ruang ini berjalan lebih lambat dari waktu diluar, sudah lebih dari 10.000 tahun berlalu ketika aku melakukan penjelajahan waktu kembali ke era kekosongan sampai sekarang. Sehingga sudah banyak yang menjadi barang tua dan usang. Ketika ada waktu luang kelak, pilah-pilah barang yang masih bisa kau gunakan dan bersihkan isi dalam kastil." Tiankong menjelaskan.
"Sekarang ikut aku kelantai dua, aku akan memandumu untuk melihat-lihat sekitar." Tiankong melanjutkan.
Theo berjalan ketangga yang mengarah kelantai dua sesuai dengan intruksi masternya, sambil berjalan Theo terus mengamati lingkungan sekelilingnya. Dia sangat tertarik dengan benda-benda di sekelilingnya yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
"Lihat ke sisi kirimu! disana adalah ruang baca. Didalamnya ada berbagai macam buku, manual latihan, dan catatan yang kukumpulkan sepanjang hidupku."
Theo yang kembali mendengar suara masternya ketika sedang asik melihat sekeliling segera menghantikan langkah nya, dengan pikiran dia membuka pintu ruangan yang disebut masternya.
Ketika pintu ruangan terbuka, Theo bisa melihat deretan buku berjejer tersimpan rapi di rak-rak buku. Masternya mungkin dengan santai menyebut ini sebagai ruang baca, namun di hadapan Theo adalah sebuah perpustakaan besar. Ada lebih dari ratusan atau ribuan buku yang bisa dilihat dengan mata telanjang, perpustakaan ini bahkan lebih besar dari perpustakaan housenya.
Ketika sedang mengamati deretan buku tersebut dengan mata takjub, suara masternya kembali terdengar disisi Theo.
"Seperti barang-barang yang ada diluar, buku-buku dalam ruangan ini juga sudah mulai lapuk. Tapi kondisinya masih lebih baik, karena setiap buku menggunakan kertas khusus yang memang dirancang untuk bisa bertahan lama."
"Meskipun begitu, untuk berjaga-jaga, kedepan kau harus menyalin semua buku-buku ini agar tidak rusak. Jika ada tulisan yang mulai tak jelas di dalam buku, kau bisa bertanya padaku." Tiankong memberi perintah dengan santai.
Theo yang mendengar hal tersebut segera menoleh kearah masternya dan menatapnya dengan tak percaya. 'Menyalin semua buku ini?' gumamnya.
Hanya membayangkan saja sudah membuat Theo menjadi stres. Dia tak bisa membayangkan bagaimana harus menyalin ribuan buku yang ada di hadapannya, masternya pasti bercanda.
"Aku sama sekali tak bercanda, apa ada masalah?" Tiankong yang mendengar keluhan di hati Theo segera menatapnya dan bertanya.
"Haha, tidak ada masalah, sama sekali bukan masalah master!" Theo tertawa canggung dan segera menjawab masternya, merasa tertekan dalam hati.
"Bagus! Segera pergi keruang selanjutnya!" Jawab Tiankong singkat.
Theo segera melanjutkan tur nya di dalam kastil, dalam perjalanan Theo mendengar semua penjelasan dari masternya tentang semua ruangan yang ada di dalam kastil. Kebanyakan adalah item atau hal-hal tak berguna yang merupakan simpanan pribadi masternya yang sudah usang.
Ditengah perjalanan, Theo sampai di ruangan yang cukup besar, di dalam ruangan, dia bisa melihat sebuah gerbang hitam yang sangat besar. Gerbang tersebut terlihat sangat kuno, ada tulisan yang tak dapat dimengerti Theo di bagian atasnya. Dibagian bawah gerbang, ada 7 gerbang yang lebih kecil yang juga memiliki tulisan kuno yang tak di mengerti Theo.
"Itu adalah gerbang dosa, belum waktunya kau ada disini, sebaiknya kita segera melanjutkan keruangan selanjutnya." Tiankong segera memberi penjelasan.
Mengikuti intruksi dari masternya, Theo melanjutkan perjalanan setelah melihat sekilas kearah gerbang tersebut sekali lagi.
Setelah beberapa saat berjalan, Theo sampai ke ruangan selanjutnya, Theo masih mengagumi betapa luasnya kastil tersebut.
"Dihadapanmu adalah ruang sumber daya, meskipun aku adalah pemimpin umat manusia di masa depan, pada masa-masa akhir hidupku aku lebih suka hidup menyendiri, mencari ketenangan."
"Aku menyerahkan sebagian besar harta dan hal-hal berbau politis untuk diurus oleh keturunanku. Karena itu, sumber daya yang kubawah tidak lah terlalu banyak."
Setelah mendengar penjelasan masternya, dengan pikiran Theo membuka pintu ruang sumber daya tersebut.
Ketika pintu ruangan terbuka, Theo segera membuka mulutnya, sangat terkejut oleh pemandangan yang ada di hadapannya.
Dia bisa melihat tumpukan mutiara mana yang sangat banyak, Mutiara mana adalah sumber daya yang digunakan dalam proses budidaya knight. Di dalamnya tersimpan gumpalan mana yang dapat di gunakan untuk meningkatkan Element seed seorang Knight. Mutiara mana juga digunakan sebagai alat tukar untuk membeli sesuatu seperti sumber daya atau alat-alat lainnya dikalangan Knight.
Mutiara mana dibagi menjadi tiga jenis dan bisa dilihat dari warnanya, kelas rendah berwarna perunggu, kelas menengah berwarna perak, dan kelas tinggi berwarna emas.
Satu mutiara mana kelas menengah sebanding dengan seratus mutiara mana kelas rendah, sementara satu mutiara mana kelas tinggi, sama dengan seribu mutiara mana kelas menengah.
Pembagian perbandingan ini tak terlepas dari kandungan gumpalan mana yang tersimpan di dalam setiap mutiara mana yang berbeda jauh pada setiap kelasnya. Selain itu, semakin tinggi kelas mutiara mana semakin langka juga mutiara mana tersebut.
Tak akan ada yang cukup bodoh untuk menukar mutiara mana ke kelas yang lebih rendah. Para Knight biasanya akan menggunakan mutiara mana kelas menengah keatas untuk kebutuhan budidaya mereka, kebutuhan untuk jual beli biasanya hanya menggunakan mutiara mana kelas rendah.
Dihadapan Theo sekarang dia bisa melihat tumpukan mutiara mana yang sangat banyak. Dalam hitungan kasar, dia bisa tahu ada lebih dari satu juta mutiara mana perunggu, lebih dari seribu mutiara mana perak, dan ada beberapa mutiara mana emas.
Bisa dikatakan ini bahkan lebih banyak dari seluruh penghasilan housenya dalam beberapa tahun.
Mata Theo segera menyala. 'Aku kaya! aku kaya!' gumam nya dalam hati bersemangat. Dia hampir melompat karena kegirangan.
Seketika Tiankong segera melirik kearah Theo dengan tatapan aneh.
Theo yang menyadari tatapan masternya, segera memperbaiki sikapnya menjadi lebih tenang. Dia masih belum terbiasa dengan masternya ini yang bisa membaca pikirannya.
"Betapa miskinnya dirimu!!" Kata Tiankong singkat setelah melihat sikap Theo.
Theo hanya bisa tertawa canggung menanggapi komentar masternya.
"Mutiara mana ini hanya simpanan harianku, aku biasa menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari. Namun aku juga jarang menggunakan mutiara mana untuk kebutuhanku, karena semuanya sudah terpenuhi. Oleh sebab itu, bahkan biasanya aku tak membawa mutiara mana sama sekali, aku membawa ini hanya untuk berjaga-jaga." Tiankong menjelaskan sambil menatap Theo aneh.
Mendengar hal itu, Theo hanya bisa bengong untuk beberapa saat, dia tak habis pikir seberapa kaya masternya ini, menganggap tumpukan mutiara mana dihadapannya ini bahkan cuma sebagai uang jajan harian.
"Lupakan masalah mutiara mana, kau bisa menggunakannya sesukamu, setidaknya mutiara-mutiara mana ini akan cukup untuk memenuhi kebutuhan budidayamu selama beberapa tahun kedepan."
"Namun dengan catatan, itu setelah kau sudah bisa menumbuhkan cabang-cabang pertama Element seedmu dan telah resmi menjadi Knight untuk memulai budidaya."
Tiankong memberi penjelasan singkat dan kemudian kembali memberi intruksi.
"Sekarang periksa sudut di sebelah sana! seharusnya ada sebuah tanaman seperti cabai berwarna ungu, kita membutuhkannya untuk Element seedmu."
Theo segera memeriksa sudut yang dimaksud oleh masternya, dia bisa melihat tumpukan sumber daya yang telah busuk dan tidak bisa dipakai lagi, melihat hal tersebut hatinya segera merasa sakit. 'betapa sayangnya!' dia menyayangkan tumpukan sumber daya yang membusuk tak bisa dipakai lagi.
Setelah memeriksa beberapa saat, Theo bisa melihat cabe yang di maksud oleh masternya. Cabe tersebut berwarna ungu dan beberapa kali terlihat seperti dialiri listrik disekitarnya. Menyala secara mencolok diantara tumpukan sumber daya yang busuk.
Theo segera mengambil cabe tersebut untuk mengamatinya lebih jelas. Sebelum suara masternya kembali terdengar di sampingnya.
"Itu adalah Cabe Petir Ilahi. Salah satu tanaman kelas abadi tingkat rendah!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 500 Episodes
Comments
Usman Syarifuddin Mahmud
nice
2024-11-01
0
M Yusuf
go go
2024-04-28
0
KӨPI SΛ-SΣTΛП
0p-bo
2023-11-04
1