Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
Boommmm...!!!
Boommmm..!!!
booommmm....!!!
Deretan suara ledakan terdengar setelah Issabela merilis pedang es nya kearah pria tua tersebut.
Ledakan es ini bukan ledakan biasa. Karena setelah mendarat ke musuh, teknik pedang es Issabela akan meledak dan berubah bentuk mengubah lingkungannya menjadi es beku. Ini adalah teknik terkuat milik Issabela, berbeda dengan Meridian Knight yang lebih mengutamakan serangan fisik, Issabela sebagai Soul Knight ahli dalam manipulasi mana.
"Hahhh,,, hahhh,, hahhh,, apakah aku berhasil?"
Nafas Issabela menjadi berat, dalam kondisi marah dia merilis teknik terkuatnya. Hal ini menyebabkan fluktuasi mana nya menjadi tidak beraturan dan membebani tubuh fisiknya.
Issabela menatap area gumpalan es tempat dia merilis serangan, berharap tak akan ada gerakan lagi yang muncul dari sana.
"Nona muda, cepat bawa kedua tuan muda pergi dari sini! dia adalah Immortal bumi. Seranganmu tak akan mampu menahannya terlalu lama" master Beric yang dari tadi hanya mengamati apa yang terjadi segera memberi arahan.
Dia sangat yakin tetua dari house Ironhead itu tak akan terluka oleh serangan Issabela. Bagaimana bisa pria tersebut terluka oleh serangan dari seorang Soul Knight muda klas D biasa, ketika dia bahkan bisa lolos dari teknik terlarang yang dieksekusi master Beric sendiri.
Issabela segera menatap master Beric. Ia ragu harus bertindak apa, bila dia meninggalkan master Beric disini. Itu sama dengan meninggalkan master Beric dalam kematian.
"Nona muda tolong jangan pedulikan tentang pria tua ini, tatapan iba mu sungguh membuat hatiku sakit, menjaga generasi muda adalah tugas para tetua sepertiku." Master Beric memberi dorongan kepada Issabela.
Master Beric yang ada dihadapan Issabela saat ini sangat berbeda jauh dengan master Beric beberapa hari yang lalu, dimana dia bersikap arogan seolah malas menjaga rombongan Theo dalam perburuan keluarga.
Bagaimanapun, master Beric tetaplah salah satu tetua dari House Alknight. Beberapa hari yang lalu dia bahkan tak terpikirkan akan ada situasi dimana keselamatan para tuan muda House nya akan terancam dalam perburuan keluarga rutin yang dilakukan setiap tahun ini.
Namun ketika benar-benar dihadapkan pada bencana seperti ini, master Beric sebagai salah satu tetua house menunjukkan kepeduliannya kepada para generasi muda. Tatapan matanya sangat tulus ketika berusaha meyakinkan Issabela.
Hal ini membuat hati Issabela menjadi hangat. Siapapun akan merasakan hangat dihatinya bila ada yang dengan tulus mencoba melindunginya. Membuat Issabela semakin ragu meninggalkan master Beric di hadapannya ini.
"Nona muda, dengarkan aku, kau adalah saudara tertua, kau harus melindungi adik-adikmu! prioritas saat ini adalah keselamatanmu dan mereka, tolong jangan ragu!" melihat keraguan di wajah Issabela. Master Beric kembali memberi dorongan dengan kata-katanya.
Issabela kemudian mengalihkan tatapannya kearah Theo yang dari tadi diam membeku. tak tahu harus berbuat apa, setelah itu dia melihat kearah Gregoric yang kehilangan kesadaran dengan kondisi sangat menyedihkan.
Raut muka Issabela kemudian menegang, terlihat telah membuat keputusan, meskipun dengan hati berat.
"Master Beric, kupastikan kau akan mendapat keadilan. House Ironhead dan siapapun yang bekerja sama dengan mereka, kupastikan akan menerima bayarannya!" Issabela menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya dengan keras.
Issabela sangat marah, ia merasa sangat marah karena merasa sangat lemah. Sangat tak berdaya dan hanya bisa mengambil keputusan untuk melarikan diri dengan kondisi saat ini.
'Berbakat apanya, aku masih sangat lemah' gumam Issabela pada dirinya sendiri.
Kratakkk....!!,
Namun bersamaan dengan Issabela yang telah mengambil sikap dan bersiap untuk segera melarikan diri, terdengar suara retakan.
Issabela dan yang lainnya segera melihat kearah suara retakan. Suara tersebut berasal dari area yang telah dibekukan oleh Issabela.
Hati semua orang segera tenggelam, ternyata bahkan mereka tak bisa membeli waktu lebih lama lagi.
Booommmmm....!!!!
Suara ledakan terdengar bersamaan dengan pecahnya bongkahan es.
Pria tua dari House Ironhead terlihat meloncat keluar dari dalam pecahan-pecahan es. Dia sudah dalam bentuk Asimilasi spirit beast nya.
Pria tua tersebut di selimuti aliran mana yang membentuk semacam spirit beast bertipe kelelawar. Dia terbang diatas langit sementara waktu, mengepakkan sayap kelelawarnya yang terbentuk dari aliran mana, kemudian perlahan turun ketanah.
"Tidak buruk, tidak buruk! seorang Knight kelas D mampu membuatku harus berubah kedalam bentuk Soul Knightku."
"Dari lubuk hatiku yabg terdalam, pria tua ini memuji kemampuan bakat muda dari House Alknight." Pria tua tersebut berkata setelah mendarat.
Ia kemudian melanjutkan. "Seperti yang kau lihat, aku adalah seorang Soul Knight dengan kelelawar buas sebagai asimilasi Spirit beastku."
Hati issabela semakin tenggelam, ia dapat mengamati pria tua dihadapannya adalah seorang knight dengan tipe mana angin. Dengan kemampuan pengendalian terhadap mana angin yang baik karena dia seorang Soul Knight, ditambah dengan asimilasi nya yang berupa spirit beast tipe terbang, akan sangat sulit untuk melarikan diri dari pria tua ini.
"Theo..!!! aku akan menahannya untuk sementara waktu. Kau pergi dan berusaha bangunkan Gregoric, cepat..!"
Issabela berteriak putus asa. Dia tahu tak akan mungkin melarikan diri dengan cara normal, apalagi harus membawa Theo dan Gregoric yang tak sadarkan diri sekaligus.
Theo yang membeku dari tadi tersadar dari lamunannya setelah teriakan Issabela, dia segera berlari kearah Gregoric.
"Masih berusaha melarikan diri? jangan harap!" Pria tua tersebut mendengus dan maju menerjang kearah Issabela.
Issabela yang melihat hal tersebut segera membentuk dinding es di depannya. 'Icewall', dinding es ini memanjang menutup semua area kedatangan pria tua tersebut.
"Hmmm trik murahan..!!" dengus pria tua.
Dia kemudian memanfaatkan mana angin untuk melompat tinggi, mengepakkan sayapnya beberapa kali, dengan beberapa kepakan sayap, dia berhasil meloncat melewati dinding es yang dibuat Issabela.
Namun sebelum pria tersebut mendapatkan visi yang jelas apa yang ada dibalik tembok es, kelompok pedang es datang menerjang kearahnya.
Ternyata Issabela memanfaatkan dinding es nya bukan untuk berusaha kabur atau memblokir gerakan pria tua tersebut. Berkebalikan dari apa yang dipikirkan pria tersebut, Issabela justru menyiapkan serangan mendadak untuk menyambut kedatangan pria tua tersebut.
Pria tua dari House Ironhead terlihat takjub dan terkejut untuk sementara waktu, sebelum dengan sekejab membentuk mana angin berupa bola untuk menyelimuti dirinya.
Boommm...!!!
Booommm...!!
Booooommmm...!!!
Rentetan suara ledakan terdengar keras bersamaan dengan mendaratnya serangan pedang es Issabela.
Serangan ini segera menutupi pria tua tersbut menjadi bongkahan es dan jatuh dengan suara berdebam cukup keras ketanah.
Disisi lain, Theo segera sampai ke lokasi Gregoric yang sedang tak sadarkan diri. Dia dengan panik menampar-nampar wajah kakaknya.
"Ini gawat, ini gawat, kakak cepat bangun! atau kita semua akan mati disini!" teriak Theo dengan keras kearah Gregoric.
Namun seberapa keraspun Theo berteriak, tak ada reaksi dari Gregoric. Theo semakin panik tak tau apa yang harus dia lakukan.
"Tuan muda ketiga, pecahkan bola ini tepat didepan wajah tuan muda kedua!" Master Beric berteriak dan melemparkan sesuatu kearah Theo.
Theo segera menangkap sesuatu seperti bola yang dilempar oleh master Beric. Sesuatu berbentuk bola tersebut tak lain adalah biji pohon Oak es, biji tersebut memiliki mana es yang sangat kental di dalamnya. Bila di pecahkan dan dihirup oleh sesorang, itu kan menimbulkan aliran andrenalin yang menyedak orang yang menghirupnya.
Sumber daya ini biasanya digunakan oleh orang yang tengah melakukan latihan tertutup. Berguna untuk terus menjaga kesadaran ketika dalam kondisi kritis saat akan terjadi terobosan, kondisi yang menuntut orang tersebut tidak kehilangan kesadaran.
Master Beric yang sebelumnya tengah melakukan latihan tertutup dan sedang dalam usaha melakukan terobosan, tentu saja memiliki simpanan sumber daya ini.
Theo segera melaksanakan intruksi yang diberikan master Beric. Ia mengarahkan biji oak es kearah wajah Gregoric dan memecahkannya. Segera aliran mana dingin menyeruak keluar dari dalam biji yang pecah.
"Uhukkk, uhukkk, uhuuukkkk..!!" Gregoric yang menghirup gumpalan mana dingin segera tersedak, dia terbatuk dan tersadar.
Yang pertama dia lihat setelah tersadar adalah wajah Theo yang panik. Gregoric terlihat kebingungan untuk mengingat apa yang terjadi.
"Bagus kakak, kau sudah sadar, sudah tidak ada waktu lagi, kita harus segera pergi dari tempat ini..!!" Theo segera berbicara dengan cepat kepada Gregoric.
Boooommmmm....!!!!
Ketika Theo sedang berbicara kepada Gregoric yang baru saja sadar dengan panik, terdengar suara ledakan keras dari arah pertempuran Issabela.
Theo dan Gregoric secara reflek melihat kearah lokasi ledakan. Setelah asap debu mulai memudar, pandangan mereka menjadi jelas. Yang pertama mereka lihat adalah pemandangan pria tua yang tengah mengangkat Issabela dengan cara mencekik lehernya tinggi keudara.
"Kakaaaaakkkkkkk.....!!!!" Theo dan Gregoric secara bersamaan berteriak.
"Lepaskan kakakku tua bangka!!!!" Gregoric berteriak emosi.
Pria tua tersebut melihat kearah Gregoric dan Theo kemudian dengan santai melempar Issabela kearah pepohonan tak jauh dari lokasi mereka.
"Uhukkk, uhukkk.." Issabela batuk darah kemudian kembali kewujud manusianya.
"Hahahha... tenang saja, tujuanku bukanlah untuk membunuh kalian, bila aku ingin melakukannya, kalian sudah tak akan bernyawa untuk saat ini." pria tua tersebut tertawa lantang.
"Kalian lebih berguna ketika hidup dari pada menjadi mayat. Sekarang dengan patuh ikut denganku kembali ke House Ironhead!" pria tua tersebut melanjutkan.
Dia kemudian berjalan mendekat kearah Theo dan Gregoric.
"Uhuukkk... jangan sentuh adik-adikku kau brengsek!!!" Issabela berteriak parau.
"Dengan kemampuanmu? apa yang bisa kau lakukan?" Tanya pria tua sambil menatap sebentar kearah Issabela.
"Aku hanya akan mematahkan beberapa tulang mereka. Agar tidak terlalu melakukan banyak perlawanan. Kau tunggu saja disana, sebentar lagi bagianmu juga!! Hahahaha..." Pria tua tersebut kembali berjalan kearah Theo dan Gregoric sambil tertawa lantang.
Issabela hanya bisa menggertakkan giginya dan berteriak keras, dia tidak bisa bergerak karena tubuhnya penuh luka, dia sangat frustasi karena merasa sangat lemah.
"Jangan dekati kedua adikku kau brengsek, berhenti, berhenti...." Issabela terus berteriak parau.
Sementara Theo yang mendengar teriakan parau Issabela menjadi sangat sakit hatinya. Kenapa dia harus terlahir sangat lemah, di saat kedua kakaknya berjuang untuk melindungi dirinya, dia hanya bisa menonton.
Hatinya terasa sangat sakit, bahkan mungkin lebih sakit dari hati Issabela. Sebagai saudara laki-laki, dia seharunya yang melindungi kakak perempuannya.
Theo mulai menutup telinganya dengan kedua tangan, teriakan Issabela membuatnya sangat tertekan. Dia tak mau mendengar teriakan tersebut, teriakan tersebut membuatnya merasa menjadi semakin sampah, sangat tak berguna, sampah tak berguna.
"Dasar tak tahu malu! apa kau tak punya harga diri? pria tua sepertimu mengganggu kelompok para junior!" Master Beric ikut berteriak mencela. Dia tak bisa bergerak, tak bisa melakukan apapun selain meneriakkan sumpah serapah.
Pria tua tersebut terus berjalan, menganggap teriakan-teriakan yang diteriakkan kepadanya sangat lucu.
'kumpulan anjing yang menggonggong.' gumamnya kemudian tertawa keras.
Dia terus berjalan sampai kemudian berdiri dihadapan Gregoric dan Theo.
Gregoric hanya diam sambil menatap pria tua dihapadannya dengan tatapan benci. Sementara Theo masih menutup telinganya dengan kedua tangannya.
"Hmmm tatapan yang bagus!" kata pria tua tersebut.
Dia kemudian menginjak kaki Gregoric, mematahkannya.
Gregoric hanya menggertakkan giginya, menahan sekuat tenaga untuk tidak berteriak kesakitan. Harga dirinya tak memperbolehkannya berteriak.
Setelah mematahkan kaki Gregoric, pria tua mulai mendekati Theo. Melihat hal ini, Gregoric segera berteriak.
"Sudah cukup! jangan sentuh adikku! kami akan ikut denganmu!" Teriaknya sambil menahan rasa sakit di kakinya.
"Hahahhahaha...." Pria Tua hanya tertawa mendengar teriakan Gregoric.
"Hentikaannnn!!!"
Pria tua tersebut tak memperdulikan teriakan-teriakan disekitarnya, bersiap mematahkan kaki Theo juga.
Namun, sebelum pria tua tersebut mematahkan kaki Theo. Seseorang tiba-tiba muncul dibelakangnya, dan memegang pundaknya.
Pria tersebut meloncat mundur kemudian menoleh waspada. Melihat siapa orang yang bisa dengan mudah menyelinap di belakangnya.
"Ohhh.... master Aruric, kau membuatku kaget, apakah orang-orangku yang menunggu diluar sudah bersiap? Aku sudah membereskan situasi disini." kata pria tua tersebut.
Pria yang baru datang adalah Master Aruric, tetua kesebelas House Alknight yang memiliki tugas untuk menjaga keamanan dari hutan pinus beku.
"Orang-orangmu sudah kuatur dengan baik, kau akan bisa bertemu dengan mereka beberapa saat lagi." jawab master Aruric sambil tersenyum penuh makna.
Setelah master Aruric berkata demikian, terlihat beberapa orang dengan pakain penjaga hutan melompat turun dan keluar dari berbagai arah dari dalam hutan. Mereka adalah para satuan Knight penjaga hutan pinus beku house Alknight.
Pria tua tersebut mengernyitkan keningnya. "Master Aruric, apa maksud semua ini?" Tanya nya.
"Kau sudah melaksanakan tugas dan peranmu dengan baik, sekarang beristirahatlah dengan tenang bersama semua anggotamu." Setelah berkata demikian, sosok master Aruric menghilang.
Dalam sekejap, dia muncul di hadapan pria tua tersebut yang tengah lengah, kemudian menusuk tepat dijantungnya dengan pedang kecil di tagannya.
"Kau bisa bertemu dengan anggotamu yang lain, di alam baka." bisik master Aruric ditelinga pria tua dari House Ironhead yang terlihat masih bingung dan tak tau apa yang terjadi. Dia kemudian mati dengan mata terbuka.
Sebelum kelompok Theo bisa mengambil nafas lega. Master Aruric memberi tanda kepada anak buahnya, salah satu Knight penjaga hutan kemudian berjalan kearah master Beric. Dan dalam sekejap kemudian menusuk master Beric dengan pisau tepat dijantungnya. Tak memberi kesempatan master Beric untuk mengatakan apapun.
Perkembangan ini mengejutkan Theo dan yang lainnya, mereka tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 500 Episodes
Comments
Bai Xiochun
/Smile/
2024-11-09
0
Hengki Irawan
mantap
2024-07-02
0
M Yusuf
makin seru
2024-04-28
0