Keesokan harinya, Diora sudah rapi dengan pakaian casualnya. Tak lupa jaket untuk menghangatkan tubuhnya selalu ia kenakan. Terlihat dirinya sedang menunggu seseorang menjemput.
Tas ransel berisi pakaian ganti dan keranjang rotan berisi berbagai macam masakan khusus dibuat dengan cinta dari tangan telaten Diora, sudah siap untuk segera ia bawa menemani liburan dadakan yang baru direncanakan semalam.
“Kenapa lama sekali,” gerutu Diora. Sudah satu jam ia menunggu, namun kekasihnya Danzel tak kunjung datang. Puluhan pesan sudah ia kirimkan melalui aplikasi whatsapp, hanya menunjukkan centang satu.
“Apa aku telfon saja,” lirihnya. Langsung menelfon kontak bernama My Danzel. Tidak tersambung, hanya suara operator yang menjawab.
Diora sudah mondar mandir seperti setrikaan. Untung saja hanya ada dirinya, jika ada orang lain mungkin bisa mempuat pusing melihatnya seperti itu.
“Semoga tak terjadi hal buruk dengannya,” harapnya. Kuku jarinya tak sengaja ia gigit sendiri karena terlalu khawatir.
Tak berselang lama, ponselnya berbunyi pertanda pesan masuk. Buru-buru ia membuka ponselnya, berharap Danzel mengabarinya.
Ya betul, memang kabar tentang Danzel yang ia terima. Pesan dari seseorang tak tahu siapa, sebab nomornya tak tersimpan di ponsel Diora. Tubuh Diora bergetar hebat membaca pesannya.
Fikirannya sangat kacau sekarang. Liburan dadakan ke Kakslauttanen, Finlandia bagian utara untuk melihat aurora borealis hancur lebur sudah dengan berita yang ia terima pagi hari ini.
Derai air mata Diora tak dapat tertahan dengan kenyataan pahit yang terjadi dengan kekasihnya.
“Aku harus memastikannya langsung.” Diora melenggang keluar kediamannya menuju alamat yang diberitahu oleh orang misterius. Ia memilih menggunakan mobil untuk mempercepat perjalanannya.
Kondisi jalan yang lancar mempermudah dirinya untuk segera sampai. Langsung keluar dari mobilnya setelah memarkirkan kendaraan beroda empat itu.
Buru-buru ia lari menuju ruangan tempat dimana Danzel berada. Masih berurai air mata, seakan enggan untuk berhenti keluar bulir bening itu.
“Diora kau kenapa?” tanya Gabby khawatir. Ia mencekal tangan Diora ketika bertemu di lobby gedung itu. Tak sengaja ia bertemu disana dengan kondisi Diora sudah kacau. Mata sembabnya tak bisa berbohong jika dirinya sedang tak baik-baik saja.
Tak bisa menjawab, mulut Diora seakan enggan untuk membuka suara. Hanya dapat memeluk tubuh body goals milik sahabatnya yang diidamkan banyak wanita itu. Terisak dalam dekapan pelukan hangat seorang sahabat, mungkin bisa mengurangi rasa sedihnya saat ini.
“Danzel,” rintihnya bersama isakan.
Gabby langsung paham apa yang sedang dirasakan oleh sahabatnya itu dan tahu apa kemungkinan peristiwa yang terjadi dengan kekasih wanita yang selalu bersamanya dalam suka cita. Mulai dari lokasi tempat mereka bertemu dan tangisan yang tak kunjung berhenti.
“Tenanglah ... jangan berfikiran hal buruk.” Gabby menenangkan Diora, memberikan usapan ke punggung tertutup jaket hangat.
“Temani aku, aku mohon,” pinta Diora sembari melonggarkan pelukannya. Mungkin ia akan sedikit kuat jika ditemani oleh wanita yang selalu melindunginya.
“Baiklah, tapi kau berhenti menangis ... jangan terlihat lemah menemui Danzel dengan kondisimu yang kacau seperti ini,” kelakar Gabby. Mendapatkan cubitan kecil yang tak terasa sakit dari Diora.
Gabby menggandeng dan mengusap lembut lengan Diora, memberinya kekuatan untuk tegar menghadapi kenyataan yang akan ia lihat beberapa saat lagi. Melenggang bersama menuju ruangan yang disebutkan Diora.
“Ini ruangannya?” tanya Gabby setelah sampai di depan sebuah pintu kayu besar berwarna coklat.
“Sepertinya benar ini,” jawab Diora tak lupa anggukan kepala.
“Diora ...,” sapa seseorang dari arah ia datang tadi. Menghentikan tangan Diora yang hendak membuka pintu itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
good luck thor lanjutkan seruuuu
2022-12-29
0
Widia Aja
Waaaaaaahhh...
2022-12-28
0
Sela Defi
ap jngan2 si danzel lg sma si eliana di dalm hotel karna ulah si daviz🤔🤔 ayo main tebak2n...🙈
2022-11-08
0