“Dior, bisakah kita berbicara berdua?” pinta Eliana. Ia menatap ke arah Gabby dengan isyarat agar Gabby meninggalkannya dengan Diora. Eliana tak ingin pembicaraannya didengar oleh Gabby, sebab manusia satu itu akan menghalangi jalannya untuk meminta tolong kepada Diora.
“Apa? Jika ingin bicara langsung saja, kau anggap saja aku tak ada,” ketus Gabby yang merasa dirinya diusir oleh Eliana.
“Mmm ... bukan seperti itu, hanya saja aku ingin membicarakan ini berdua dengan Diora,” ujar Eliana dengan nada yang memelas dan menundukkan kepala, berharap belas kasih dari Diora.
“Memangnya sangat penting yang akan kau bicarakan denganku?” tanya Diora. Melihat ekspresi Eliana yang memelas membuat dia tak enak hati jika benar-benar sangat penting dan rahasia yang akan dikatakan.
“Sangat penting,” jawab Eliana mantap dengan menatap ke arah Diora memberikan tatapan serius.
“Gab, bisa tinggalkan kita berdua?” pinta Diora. Menatap manik mata Gabby seraya memohon.
“Tidak, kau tidak lihat makananku belum habis.” Gabby menunjuk nampan kayu berisi mangkuk dan piring kecil dengan berbagai macam makanan yang masih banyak. “Kalian anggap saja aku seperti kentutnya Ariana Grande, tak terlihat namun bisa memabukkan.” Gabby terkekeh geli dengan apa yang ia ucapkan barusan.
“Tapi ... aku tak bisa mengatakan ini di depan orang lain Dior, aku malu.” Eliana masih dengan mode memelasnya.
“Kenapa harus malu? Kau kan pakai baju, kecuali kau aku suruh tak berbusana di depan sana barulah kau malu. Bukannya kau memang tidak pernah punya malu? Apa lagi ketika ingin meminjam sesuatu dengan orang lain,” sinis Gabby. Ia ingat betul kejadian bulan lalu dimana Eliana dengan entengnya memohon kepada Diora meminjam kekasih Diora untuk mendampingi Eliana dipesta pernikahan salah satu saudara Eliana. Dengan memelas seperti yang dilakukan Eliana saat ini. Padahal saat itu kekasih Diora tak mau dan Diora pun juga tak mengijinkan, tapi dengan beribu tipu muslihat dan drama yang dilakukan Eliana, akhirnya Diora pun mengijinkan dan membujuk kekasih Diora agar mau membantu Eliana.
“Biarkan kami menghabiskan makanan kami dulu ... kau juga habiskanlah makananmu,” tutur Diora.
“Baiklah.”
Mereka pun menghabiskan makan siang dengan tidak suka cita seperti saat sebelum rubah betina datang. Gabby sengaja melambankan makannya agar ia tetap bisa mendengarkan maksud dan tujuan Eliana. Ia tak ingin sahabatnya Diora yang terlalu baik hati dan selalu mau membantu orang lain akan ditipu oleh rubah betina di depannya.
“Mmm ... Diora, maukah kau mengantarkanku ke toilet?” pinta Eliana ketika dia dan Diora sudah menghabiskan makan. Ia mencari cara lain untuk berbicara empat mata dengan Diora, karena Gabby pasti tidak mau meninggalkan mereka berdua.
“Kau takut ke toilet? biar ku antarkan dengan senang hati,” sambar Gabby.
“Sudah ... sudah ... kau habiskan saja dulu makanmu Gab, aku akan mengantarkan Eliana ke toilet. Kau bisa menyusul setelah selesai menghabiskannya,” pungkas Diora agar perdebatan Gabby dan Eliana tak berujung baku hantam dan makanan Gabby tak akan terbuang sia-sia nantinya.
Diora dan Eliana pun bangkit dari duduk, lalu berjalan menuju toilet. Sebelumnya, Eliana menengok ke arah Gabby yang tengah menatap mereka dengan emosi. Eliana memberikan senyuman sinis dan menjulurkan lidahnya seraya mengejek.
“Sial! Rubah betina itu harus ku hentikan sebelum Diora terkena tipu muslihatnya.” Gabby menggebrak meja, lalu segera menghabiskan makanannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂😂👻👻👻👻
2024-07-02
0
Bebby_Q'noy
🤭🤣🤣🤣🤣
2024-02-19
0
Pisces97
emang jangan lah jadi orang yang terlalu baik karena akan banyak orang yang ingin menghancurkan
2023-06-26
2