Sementara itu, seorang wanita tengah menikmati salju di balkon tempat tinggalnya. Ia sangat senang dengan musim dingin karena tak akan ada yang menganggapnya aneh ketika menggunakan pakaian tertutup seperti saat musim panas.
Ia memandangi jalanan yang sepi tak ada kendaraan yang lewat dan tak ada orang berjalan kaki disekitar jalan. Semua orang seakan enggan menantang maut keluar ketika akan ada badai salju yang diperkirakan malam ini.
Ia bermain-main dengan salju yang menumpuk di balkonnya, menengadahkan tangannya agar salju menumpuk di tangannya. Ketika salju datang mulai deras, ia mengambil air panas dan ingin ia siramkan di udara agar menjadi es.
Ketika ia hendak menyiramkan air panas ke udara, matanya terbelalak melihat sebuah mobil yang berhenti di tengah jalan.
“Sejak kapan ada mobil disana?” gumamnya. Ia heran karena sedari tadi memang tak melihat ada kendaraan satu pun, bahkan mobil itu menjadi satu-satunya yang ada disana.
Ia tak memperdulikan keberadaan mobil itu, asyik bermain dengan salju. Dia tak tahu jika di dalam kendaraan roda empat tersebut ada sebuah nyawa yang sedang mengharapkan adanya malaikat baik yang mau menolong.
Cukup lama ia bermain salju, hingga merasa puas dan ingin masuk kedalam kediamannya. Sebelum melangkahkan kaki, manik indahnya mengamati mobil yang berada di jalan itu. Matanya menangkap cahaya dari dalam mobil yang artinya ada orang di sana.
Jiwa keingintahuannya membuncah. Ia ingin melihat siapakah orang gila yang berani keluar ketika badai salju sudah diperkirakan.
Ia keluar menuju jalanan, mendekati mobil itu. Betapa kagetnya wanita itu ketika mengintip dari kaca mobil, ternyata ada seorang pria yang tengah terlelap meringkuk. Jiwa kemanusiaannya langsung keluar ketika melihat hal tersebut. Ia mencoba membuka pintu mobil. Ternyata tak dikunci dari dalam.
“Tuan ... tuan ... apakah bisa mendengar saya?” Ia menggoyang-goyangkan tubuh pria yang sudah tak sadarkan diri itu. Dilihatnya wajah pria tampan di hadapannya, sudah pucat dengan bibir yang membiru.
“Astaga ... dia terkena hipotermia, sudah berapa lama terjebak badai salju? Kenapa ada orang gila seperti dia di dunia ini! Sudah tahu perkiraan cuaca malam ini buruk, tapi nekat keluar.” Ia berdialog dengan dirinya sendiri. Mencoba memegang nadi di tangan dan leher pria yang sedang berada diantara hidup dan mati itu, ternyata masih hidup.
“Tuan ... aku akan menolongmu tapi tolong bangun, aku tak kuat mengangkat tubuhmu yang sangat berat seperti patung batu,” pintanya dengan menggerutu. Ia sudah mencoba ingin mengangkat tubuh pria itu yang tak lain adalah Davis, namun ia tak kuat.
Tak ada respon apapun yang ditunjukkan dari Davis. “Oh astaga ... aku akan menjadi pembunuh jika membiarkan dirinya terkena hipotermia di sini,” gumamnya.
Ia masuk kembali ke tempat tinggalnya yang tak lain adalah sebuah ruko yang sudah disulap sebagai kantor dan tempat tinggal. Dia mengambil jaket yang sangat tebal dan selimut yang hangat.
Ia masuk ke dalam mobil Davis. Dengan telaten menyelimuti dan memakaikan jaket tebal ke tubuh Davis. Namun tak ada perubahan, tubuh pria itu tetap dingin seperti es.
“Tak ada cara lain selain skin to skin, aku tidak mungkin meninggalkan pria ini sendirian meregang nyawa karena hipotermia.” Meskipun sedikit ragu untuk menyalurkan kehangatan langsung dari tubuhnya, tapi dia tak ada cara lain untuk menyelamatkan nyawa pria di hadapannya itu. Hanya dengan saling bersentuhan kulit yang menghantarkan panas alami akan mengurangi rasa dingin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
aden imam
jika ada seseorang yg terkena hipotermia langkah pertama yg dilakukan adalah melakukan skin to skin apalagi klo yg ngelakuinnya cwe auto cepet sembuhnya😂
2023-03-08
3
Fajar Ayu Kurniawati
.
2023-02-07
1
Itha Fitra
apaan tuh,skinto skin
2023-01-18
1