“Maaf tuan ... aku lancang, tapi aku tak ingin besok pagi akan ada berita ditemukan mayat seorang pria tampan di depan tempat tinggalku.” Ia berucap sembari membuka pakaian yang dikenakan Davis.
Ia mulai menurunkan jok mobil hingga mentok dan memiringkan tubuh Davis sekuat tenaga. Tubuhnya yang sudah mulai kaku membuat semakin berat. Penghangat suhu dalam mobil, jaket, dan selimut tebal sepertinya kurang mencairkan darah tubuh Davis yang sudah mulai membeku.
“Maaf tuan ... aku hanya ingin menolong nyawamu saja,” ijinnya. Lalu ia membaringkan tubuhnya menghadap ke Davis dan masuk ke dalam satu selimut. Ia peluk tubuh Davis, panas alami mulai tersalur dari pertemuan kedua kulit. Wajah pucat dan bibir biru Davis perlahan memudar.
“Gwen ... kau kah itu?” igau Davis. Ia semakin mengeratkan pelukan hangat itu. Seperti mimpi baginya, setelah sekian lama akhirnya ada seseorang yang memeluk dirinya dengan hangat.
“Aku bukan Gwen, aku Diora,” sahut Diora. Ia mendongakkan kepalanya melihat Davis apakah sudah mulai membuka mata atau belum. Ternyata tadi hanyalah sebuah igauan belaka, mata Davis masih tetap terpejam.
Diora Doris Dawson, wanita berumur dua puluh tahun. Tinggal sendiri dan hidup mandiri di Finlandia, nenek yang merawatnya sedari umurnya sepuluh tahun sudah meninggal. Bukan wanita yatim piatu, namun papanya tak pernah memperlakukan dan menerimanya dengan baik. Hingga akhirnya ia harus dibawa oleh sang nenek ke Finlandia. Sedangkan mamanya, ia tak pernah bertemu sedari kecil. Apakah mamanya hidup atau mati, sehat ataupun sakit Diora tak tahu.
Sepertinya pria ini sedang patah hati dan menjadi gila hingga ia ingin bunuh diri melawan badai salju malam ini. Tebak Diora.
Apakah keputusanku salah menolongnya? Jika dia ingin bunuh diri setidaknya aku tak perlu menolongnya. Kenapa aku harus susah payah menolongnya jika tujuannya ingin mati.
Ah masa bodoh, jika ingin mati di lain tempat saja jangan di depan tempat tinggalku. Aku tak ingin di interogasi oleh pihak berwajib jika ada mayat ditemukan disini. Urusan bunuh diri fikirkan belakangan saja.
Diora pun memejamkan matanya hendak tidur, ia akan langsung pergi meninggalkan Davis setelah badai salju reda.
“Gwen ... kembalilah kepadaku, sekarang aku sudah tak lemah seperti dulu lagi,” igau Davis lagi.
Sepertinya dia ditinggalkan oleh kekasihnya, oh sungguh malangnya dirimu tuan. Ternyata ada juga wanita yang menolak pesona ketampananmu. Tapi aku juga akan menolak, tidak mungkin aku akan menduakan kekasihku hanya demi pria tampan yang gila karena cinta sepertinya.
Cukup lama mereka berpelukan skin to skin. Hingga Diora sudah mulai terbuai ke alam mimpi. Sedangkan Davis sudah mulai kembali kesadarannya dan darahnya sudah mulai mengalir kembali dengan normal.
Lamat-lamat Davis membuka matanya, ia benar-benar merasakan ada tangan yang melingkar di tubuhnya. “Ternyata aku tak bermimpi, sungguh ada seseorang yang memelukku saat ini.” Hatinya mulai menghangat mendapatkan perlakuan hangat yang sudah hampir satu dekade tak ia dapatkan. Terakhir kali ada seseorang yang memeluknya ketika mantan kekasihnya memberikan salam perpisahan dengannya.
“Siapapun kau, terima kasih telah menyelamatkanku.” Davis mencium puncak kepala Diora yang sudah terlelap, bahkan tak merasakan jika Davis mencium puncak kepalanya.
Davis pun melanjutkan tidurnya lagi. Ia benar-benar tak ingin moment seperti saat ini cepat berakhir. Ia sangat merindukan pelukan hangat dari seseorang.
...........
Cahaya mentari mulai menembus kaca mobil, Diora pun mulai membuka matanya karena silau. Buru-buru ia melepaskan pelukannya dan membenarkan pakaiannya. Sebelum ia keluar dari mobil, ia menuliskan sebuah pesan kepada Davis. Beruntungnya di dalam mobil ada buku dan pena, sehingga dia bisa meninggalkan sebuah pesan.
“Tuan, seberat apapun masalah hidupmu, jangan pernah berfikiran untuk bunuh diri,” ucap Diora. Lalu ia keluar meninggalkan Davis sendirian yang masih bermimpi dipeluk oleh seseorang.
Diora tak sadar jika di dalam mobil ada black box yang merekam semua kejadian semalam hingga pagi ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Astri
oo bgini to asal crtx meraka bisa jd mantan
2024-05-04
0
Meriana Erna
waduh🤭🤭
2023-10-05
2
Kebaya Ettha
kira2 rekaman kejadiannya yg ada dalam box ya
2023-06-30
0