“Jika kau tahu siapa kekasih Diora, mungkin kau tidak akan berfikir bisa merebutnya,” ejek George. Ia mendudukkan dirinya ke sofa dan memasang mode sahabat bukan lagi sebagai bawahan.
“Kekasihnya pasti teman satu perguruan tingginya, sama seperti aku dan Gwen dulu, bocah ingusan sangat mudah aku singkirkan dari sisi Diora,” ucap Davis penuh percaya diri. Kini dia sudah duduk di sofa berhadapan dengan George.
“Kau terlalu percaya diri, apa kau tak penasaran siapa kekasihnya? Mulutku sudah gatal ingin memberitahukan kepadamu,” cibir George dengan memperagakan menggaruk bibirnya sendiri.
“Katakanlah, untuk apa kau sembunyikan juga tidak ada gunanya,” sahut Davis enteng.
“Aku hanya takut kau terkejut jika tahu siapa kekasih Diora.” George menyodorkan kepada Davis satu gelas kecil berisi cappuccino dengan asap yang masih mengepul, baru saja ia membuatnya dengan coffee maker yang ada di ruangan Davis.
“Thanks.” Davis menerima cappuccino panas itu. “Katakan saja, tidak mungkin dia memiliki kekasih seseorang yang berkuasa.”
“Kekasihnya adalah Danzel Pattinson berumur dua puluh lima tahun, sepuluh tahun lebih muda daripada kau. Pewaris tunggal Pattinson Group, orang terkaya dan berkuasa ketiga di Eropa,” ungkap George.
Byurrrr
Cappuccino panas yang berada di mulut Davis menyembur sempurna di wajah George. Minuman yang seharusnya nikmat itu mendadak ditolak mentah-mentah oleh kerongkongan Davis. Ungkapan George baru saja sangat mengejutkan dirinya. Lagi-lagi dia harus berhadapan dengan orang yang lebih berkuasa daripada dirinya.
“Sial! Kau fikir wajah tampanku ini wastafel, seenaknya kau sembur!” kesal Geroge. Ia berdiri lalu menuju kamar mandi di ruang kerja Davis untuk membersihkan wajahnya.
“Kau yakin dengan apa yang kau sampaikan?” tanya Davis setelah sahabatnya kembali memposisikan diri di sofa.
“Tentu saja yakin, cyber crime sudah makananku sehari-hari. Bagimana? Apa kau masih percaya diri seperti tadi? Setelah kau mengetahui siapa kekasih Diora,” tanya George dengan nada penuh mengejek.
“Tentu saja, lagi pula kita hanya selisih dua peringkat saja,” jawab Davis.
“Tetap saja, kau masih berada di peringkat lima dan dia peringkat tiga,” cibir George.
“Tidak perduli siapa yang lebih unggul, yang jelas Diora harus menjadi milikku, aku hanya memerlukan ini.” Davis menunjuk kepalanya dengan arti yang ia butuhkan adalah otaknya untuk berfikir menyusun cara yang jitu. “Bukankah kau ingin aku bahagia dan melupakan Gwen? Sekarang aku sudah menemukan pengganti Gwen dan kau harus membantuku.”
Aku memang sudah berjanji dalam hatiku untuk memastikannya akan berada disisimu, tapi setelah mengetahui kekasihnya jauh lebih berkuasa, sepertinya aku tidak yakin. Gumam George dalam hati.
“Kenapa kau diam saja? Apa kau tak bersedia membantuku?” tanya Davis membuyarkan lamunan Sahabatnya.
“Tentu saja aku akan membantumu,” celetuk George. Meskipun sedikit tidak yakin apakah dia bisa membantu atau tidak.
“Bagus, kau hanya menjalankan aksinya saja, aku yang akan memikirkan caranya.” Tepukan sahabat mendarat di bahu kokoh George.
“Apa kau yakin? kau akan bahagia bersama dengan Diora?”
“Tentu saja, apa kau tidak melihatku? Hanya dengan membayangkan dirinya saja aku sudah tersenyum tersihir dengan kecantikannya, bahkan aku sudah seperti orang gila.” Benar, bahkan saat ini Davis sedang tersenyum sembari memeluk tubuh kekar sahabatnya.
“Sadarlah kau.” Cap lima jari pun mendarat sempurna dengan keras di kepala Davis.
“Berani kau memukulku untuk yang kedua kalinya ... jika yang ketiga kali, akan kupastikan kau jadi santapan hiu,” gertak Davis. Ia usap kepalanya yang keras seperti batu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Astri
🤣🤣🤣🤣🤣
2024-05-04
0
Astri
ooo jd bgini toh kisah mereka d masa mudah papa danzel lebih kaya
2024-05-04
0
Bebby_Q'noy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2024-02-19
0