Setengah bulan kemudian, kabar bahagia hadir kepada dua orang sahabat yang selalu memenangkan tender proyek-proyek besar. Baik di dalam negeri, maupun di luar negeri. Selama itu juga pria yang sedang penuh obsesi cinta itu tak dapat menemui sang bidadari.
Setelah peristiwa di mall yang sangat menguras hatinya, malam itu juga dia harus melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Hingga hari ini mereka pun masih berada di negara German.
“Kapan aku bisa kembali ke Helsinki?” tanya Davis. Baru saja ia memasuki kamar hotel tempatnya beristirahat setelah meeting.
“Besok pagi,” jawab pria yang saat ini asyik memandang iPadnya. Entah apa yang membuatnya sangat fokus.
“Kau sudah dapat jadwal perjalanan bisnis rivalku?” Otak licik pria penuh obsesi itu sudah tak sabar untuk merealisasikan misinya.
“Besok dia juga kembali ke Helsinki.” George berdiri menyodorkan iPadnya memperlihatkan jadwal penerbangan jet pribadi milik rival sahabatnya.
“Bagus! besok kita akan menjalankan misi pertama.” Seringai mengerikan terlihat dari pantulan kaca tempatnya berdiri memandangi jalanan kota.
“Hmmm terserah kau saja, kau sudah berkuasa sekarang. Apapun bisa kau lakukan,” cicit George membuat pria tegap nan gagah memalingkan pandangannya dari luar kamar hotel menatap ke arah lawan bicaranya yang asyik bersender di sofa.
“Sejak kapan?” tanya Davis yang tahu maksud dari ucapan itu. Ia ikut membenamkan dirinya di samping George.
“Hari ini, perusahaanmu menjadi yang terbesar di Eropa setelah berturut-turut memenangkan proyek besar,” jelas George. Ia memperlihatkan berita bisnis yang baru saja dibaca dan sebuah email pemberitahuan.
“Kenapa headline beritanya seperti ini?” berang pertanyaan penuh penasaran lolos dari mulut pria yang tiba-tiba menjadi amnesia dengan keinginannya sendiri. Tidak terima dirinya dikatakan pimpinan misterius dibalik suksesnya perusahaan.
Ingin sekali George membenturkan kepala sahabatnya itu agar kembali mengingat permintaannya sendiri ketika mulai menjalankan bisnis.
“Kau sendiri yang menginginkan untuk merahasiakan identitasmu, apa kau lupa?” tukas George. Ia sudah siap jika harus membenturkan kepala sahabatnya jika sungguh amnesia.
“Ohh,” jawaban singkat mancam apa itu, sungguh membuat sebal.
“Apa kau sudah menginginkan pengakuan dunia sebagai wajah utama perusahaan? Aku dengan senang hati akan melakukan konferensi pers.” Pria berstatus sahabat Davis yang selalu menjadi tumbal sebagai wajah perusahaan demi menutupi rahasia yang membahayakan nyawa sahabatnya akan suka rela pensiun.
“Jangan sekarang, aku masih membutuhkan bantuan dari pihak luar untuk melindungi keselamatan kita. Aku tidak ingin peristiwa yang menimpa keluargaku akan aku alami lagi jika aku tak memiliki koneksi dari dunia bawah yang kuat,” tolak otak cerdasnya yang selalu berfikir ide-ide cemerlang tidak pernah gagal. Terbukti dengan hasil dibalik otak perusahaan yang tak lain adalah Davis bisa dinobatkan sebagai yang terkuat.
“Akan aku atur,” ucap George penuh keyakinan, aura dingin pun mulai terpancar di wajahnya. Kini ia akan menjadi garda terdepan menjalankan misi, dirinya yang tak kalah cerdas dengan Davis pun bisa diandalkan untuk menjalankannya.
“Bagus ... ternyata patah hati membuatmu tak mengenal takut lagi,” ejek Davis. Ya sebelum mereka berangkat melakukan perjalanan bisnis, George mendapat kenyataan pahit. Wanita yang rencananya akan ia lamar malam itu ternyata sedang melakukan pergumulan panas di apartemen pemberian George sebagai hadiah ulang tahun ke tiga puluh. Kedatangannya yang mendadak tanpa kabar menguak kebenaran yang selama ini ditutup rapat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
mrsdohkyungsoo
akuh duluan baca anak2nya baru ke ortunya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2024-05-02
0
💞 RAP💞
yadah george jodoh kan saja sama gaby...🤩🤩
2023-05-14
2
Ernadina 86
oh George patah hati pantes semangat banget kerjanya y 😁
2023-03-27
1