sudah tiga hari berlalu dan sikap Alena sama sekali belum berubah sama sekali.
hubungan orang tua dan anak itu masih saja renggang.
adik adik dan kakak Alena masih menasihati Alena agar bisa seperti dulu lagi.
tapi mau bagaimana lagi hati Alena sudah terlanjur pecah karena malam itu.
hari ini seperti biasa Alena bangun pagi dan membersihkan diri setelah itu mempersiapkan diri untuk ke kampus.
"sepertinya sekarang dia akan bermain ke inti."kata Alena pada dirinya sendiri di depan cermin.
setelah selesai bersiap siap Alena langsung mengambil tas dan bukunya lalu keluar dari kamarnya.
dan benar saja diluar kamar Alena langsung melihat Rizka yang juga ada di depan kamarnya menatap sinis kearah nya.
Alena hanya acuh dan berjalan menuju tangga .
ternyata rizka juga mengikuti Alena dari belakang.
Rizka menarik tangan Alena sehingga Alena tidak jadi menurunkan tangga yang pertama.
Alena memandang Rizka dengan datar.
"mari bermain."kata Rizka di telinga Alena .
"ayo."jawab Alena santai.
Rizka menarik tangan Alena dan menggunakan tangan Alena seakan akan mendorong nya ke tangga.
Rizka langsung menjatuhkan tubuhnya dari atas sehingga tubuhnya berguling guling ditangga itu.
Rizka memang menjatuhkan dirinya bukan rekayasa saja .
Alena hanya membiarkan saja tanpa berniat membantu atau pun berteriak minta tolong dia hanya diam berdiri di atas sambil melihat adegan itu .
brukkk
tubuh Rizka berhenti tepat di dekat kaki ibu nara.
dahi Rizka penuh dengan darah dan kakinya dipastikan patah dan tangannya yang memar memar.
"RIZKAAAA."teriak ibu nara melihat keadaan Rizka.
teriakkan ibu nara mengundang semua orang berdatangan ke asal suara.
ayah Bayu yang datang pertama,ia melihat Rizka yang berada di pangkuan ibu nara dengan dahi yang masih berdarah.
'ternyata sakit juga .'kata Rizka dalam hati.
ayah Bayu melihat kearah atas dan ia terkejut melihat Alena diatas sana yang diam berdiri.
tak lama anela dan Aleta pun datang.
"cepatt telepon dokter."kata ibu nara sambil menangis .
Aleta langsung menelpon dokter keluarga.
wajah ayah Bayu memerah melihat itu semua.
"Dasar anak sia*an ,apa yang kau lakukan hahh?apa kau ingin mencelakai sepupumu sendiri."kata ayah Bayu dengan amarah yang meledak ledak.
Alena hanya memandang datar kearah bawah sana melihat ayah nya yang kembali mengatakan kata kata yang mengoyak hati nya kembali.
walaupun wajah nya datar jangan salah hatinya sekarang sedang terasa sangat sakit seperti luka yang belum sembuh lalu disiram alkohol,PEDIH.
"Hai turun kau ,apa yang kau lakukan diatas sana , lihatlah apa yang sudah kau perbuat ,apa pernah aku mengajarimu berbuat seperti ini."kata ayah Bayu masih dengan kata kata tajamnya.
sedangkan Rizka mencoba tetap sadar mendengar kemarahan ayah Bayu kepada Alena.
Alena hanya diam tidak mengiyakan atau membela diri.
"ku pikir kau telah berubah ternyata tidak, kau sama saja ,sama sama tidak berguna."kalimat tajam itu terus keluar dari mulut ayah Bayu.
"kamu pikir kamu pantas menjadi anakku hah?"bentak ayah Bayu dengan amarah semakin tinggi.
"TIDAK, TIDAK SAMA SEKALI ,KAU DENGARKAN KAU ITU SAMA SEKALI TIDAK PANTAS MENJADI ANAKKU."teriak ayah Bayu dengan lantang didengar oleh orang yang ada dirumah itu.
Alena hanya diam tak ada lagi air mata yang keluar saat ayahnya mengatakan itu.
.
.
.
.
bersambung
jangan lupa like and vote ya 😉😉
salam hangat dari author 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Ri
Walau sudah baca ulang2, masih tetep emosi dibagian cerita ini/Panic//Panic/ Dan juga saat Galaksi ngusir Alena. Tetaplah kuat Alena/Whimper//Whimper/
2024-01-20
1
Uswatun Fidiyanti
duuuuh masih greget kalau baca bagian ini😡😡
2021-12-18
1
Aisya Nur Asyfa Suparjo
astaga tuan Bayu bisa nggak anda beryanya dulu ini mah langsung tancep gas aja
sakit dech si Alena plus....plus....Uda hancur
2021-10-12
0