episode 15

Alena kembali kekamar nya karena drama keluarga itu sudah selesai.

seperti biasa Alena ke kamarnya untuk membersihkan diri dan berkemas untuk pergi ke kampus , sekarang ia harus ke kampus tiap hari karena banyaknya tugas yang tidak ia kerjakan kemarin.

setelah selesai Alena berkemas ,Alena lalu turun ke bawah menuju meja makan untuk sarapan bersama.

"selamat pagi."kata Alena pada orang yang ada di meja makan itu.

Di meja makan sudah ada ibu nara ,ayah Bayu ditempat biasa dan juga ada Rizka yang duduk di kursi yang dulu sering Alena duduki.

"pagi."jawab Rizka dan ibu nara sedangkan ayah Bayu hanya diam saja.

Alena pun duduk di kursi yang kemarin ia duduki.

mereka pun sarapan dengan diam tak ada suara kecuali suara dentingan sendok.

"baiklah tuan dan nyonya ,saya mau pergi ke kampus dulu."kata Alena setelah menyelesaikan sarapannya.

seperti biasa alena agak membungkuk baru berlalu pergi.

Rizka tersenyum licik saat melihat apa yang dilakukan Alena.

'ini akan lebih mudah.'kata Rizka dalam hati.

Alena pun menjalankan mobilnya ke arah kampus .

.

.

.

setelah selesai menguras otak dan juga energi alena pun meninggalkan ruang yang begitu sesak itu .

Alena memilih untuk langsung pergi meninggalkan kampus .

ia pergi ke mansionnya atau markas mafianya untuk melihat latihan hujan.

sekitar satu jam akhirnya mobil Alena memasuki mansion besar itu.

Alena disambut oleh para mafioso dengan begitu hormat.

"dimana andre?"tanya Alena pada salah satu Mafioso.

"mereka ada diruang latihan queen dengan nona hujan."kata salah seorang Mafioso dengan hormat.

tanpa banyak bicara Alena langsung berjalan menuju ke ruang latihan .

Alena pun duduk di kursi yang ada di ruangan itu sambil memperhatikan hujan yang sedang berlatih.

Alena pastikan kalau hujan sama sekali belum pernah belajar beladiri karena melihat gerakan hujan yang masih lemah.

Alena hanya membiarkan saja mereka latihan karena ia sedang malas kesana lagi pula sekarang ia masih memakai gaun selutut yang membuatnya susah bergerak lincah.

setelah tiga puluh menit akhirnya latihan hujan dihentikan sejenak.hujan dan Andre terkejut melihat Alena yang duduk memperhatikan mereka sedari tadi.

"maafkan saya queen saya tidak mengetahui kedatangan anda."kata Andre sambil membungkukkan badannya.

"tidak papa, sekarang kau pergilah ada yang mau aku bicarakan."kata alena mengusir Andre.

Andre menunduk hormat lalu meninggalkan Alena dan hujan di ruangan itu.

"ada apa alena?"tanya hujan.

"apa kau mau menjadi sahabat ku?"kata Alena serius.

"tentu saja."kata hujan sumringah.

"tapi aku mau kau mempercayai ku ,dan mengikuti kemana aku pergi."kata Alena

"kemungkinan kita akan pindah ke luar negeri dalam waktu dekat ,apa kau bisa meninggalkan ibumu disini ? tenang saja aku pasti memberikan keamanan yang paling bagus untuk menjaga ibumu."kata Alena.

"tentu saja aku mau,tapi bisakah aku menemui ibuku sekali sebulan?"tanya hujan .

"tentu saja ."kata Alena lalu ia berdiri dari duduknya.

"berlatih lah yang kuat selama sebulan ini karena aku hanya memberi waktu sebulan untuk mu berlatih."kata Alena sambil menepuk pundak hujan dan setelah itu meninggalkan hujan sendiri di ruangan itu.

Alena pun pergi meninggalkan mansion itu.

.

.

.

.

.

bersambung

jangan lupa like and vote ya 😉😉

salam hangat dari author 😘😘

Terpopuler

Comments

Uswatun Fidiyanti

Uswatun Fidiyanti

aq da baca 2kali sampek si gak bosen sama cerita nya ❤️❤️❤️

2021-12-18

1

Wati Simangunsong

Wati Simangunsong

tp alena bs z y mnutupi ksedihannya

2021-07-30

0

Wulandari

Wulandari

kalo aku berasa si Rizka tuh sangat dimanjakan sama emak banya si Alen. tapi Alen yg jadi anak kandung berasa di abaikan

2021-07-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!