"selamat malam nyonya."kata Alena sopan sambil membungkukkan sedikit tubuhnya.
"mal…lam."kata ibu nara dengan canggung.
"baiklah tuan dan nyonya frananda saya mau pulang dulu karena ada urusan mendadak."kata Alex karena merasakan kecanggungan yang begitu besar disana.
"oh silahkan tuan,semoga kita bertemu lagi."kata ayah Bayu dengan senyuman nya.
"iya tuan kami permisi dulu."kata Alex.
Alex dan Alena membungkuk kan badannya tanda hormat dan setelah itu berlalu pergi.
sepasang suami istri itu hanya menyaksikan anaknya pergi sampai bayangan sang anak itu hilang .
.
.
.
"apa yang sebenarnya terjadi Alena ? kenapa kau melakukan semua ini?apa yang tuan Bayu itu katakan padamu?pasti kata katanya tidak seperti biasa?katakan Alena jangan memendam semuanya sendiri?"tanya Alex setelah tiba di rumahnya.
"aku baik baik saja,dan itu hanya masalah biasa."kata Alena santai lalu berjalan kearah kamarnya mengambil kunci mobilnya.
Alex terus mengikuti Alena dari samping.
"katakan yang jujur alena?"kata Alex terus memaksa.
"tidak ada Alex,ini hanya hal yang biasa."kata Alena lalu berjalan keluar rumah meninggalkan Alex.
"AKU PULANG DULU."teriak Alena diluar rumah.
Alena pun memasuki mobilnya memacu meninggalkan rumah Alex menuju ke kediaman frananda.
.
.
.
citt
mobil itu berhenti tepat didepan rumah alena.
alena memasuki rumah dengan santai masih memakai pakaian pesta tadi.
"Alena."panggil ayah Bayu yang sudah duduk di sofa menunggu kepulangan sang anak.
"iya."kata Alena datar.
"jangan memiliki hubungan dengan si sialan itu."kata ayah Bayu to the poin.
"kamu taukan siapa dia ,dia itu yang pernah menyebabkan perusahaan kita bangkrut dan dia juga pernah membuat pamanmu hampir meregang nyawa."kata ayah Bayu .
"maaf saya tidak bisa,dia kekasih saya dan anda tidak usah ikut campur dalam urusan saya tuan Bayu."kata Alena datar.
suhu diruangan itu tiba tiba turun drastis.
ibu nara hanya diam saja tanpa mau berkomentar apapun.
"apa kau tidak bisa menghargai keputusan ayah alena?"kata ayah Bayu dengan nada suara yang mulai meninggi.
"hahahaha."Alena malah tertawa mendengar kata kata tuan Bayu itu.
"jangan membuat harga diri anda jatuh tuan karena mengatakan hal itu."kata Alena sambil tertawa kecil.
"apakah tuan Bayu yang terhormat ini susah lupa kalimat yang anda katakan pada malam itu."kata Alena begitu dingin.
"kau tau dengan satu kalimat yang kau ucapkan itu sudah membuat ini…"kata Alena menunjukkan dada krinya.
"…hati ini menjadi seperti ini."kata Alena mengambil vas bunga yang ada di dekatnya dan ia lempar kelantai sehingga membuat vas bunga itu tercerai berai.
deggg
segitu besarkah rasa sakitnya? batin ayah Bayu.
"seperti itulah hati ini saat kau mengatakan kalimat sialan itu."kata Alena mengeluarkan unek uneknya.
"maafkan ayah nak."kata ayah Bayu sangat lirih sambil menunduk.
"hahahhahahhahha."Alena tertawa kembali tetapi sekarang tawanya seperti mengiris hati kedua orang tua itu.
"maaf anda bilang,anda pikir vas yang hancur ini akan menjadi baik baik saja saat saya bilang maaf."kata alena dengan air mata yang sudah mulai berjatuhan .
"tidak papa tuan itu hak mu bukan aku tidak masalah ."kata Alena sambil menghapus air matanya yang mengalir tanpa diminta.
"sudah lupakan saja anggap saja malam ini tidak pernah terjadi."
.
.
.
.
BERSAMBUNG
salam hangat dari author 😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Aisya Nur Asyfa Suparjo
sakit memang Alena .....maaf tidak akan mengalihkan semuanya
2021-10-12
1
Wati Simangunsong
benar sx ap yg d blng alena itu
2021-07-30
0
Wulandari
setuju yg dibilang smaa alen.
walaupun kejadian nya udah lama bahkan sangat lama yg namanya Hati dan perasaan ketika sudah di sakiti masih tetep membekas
2021-07-09
1