episode 3

"maaf nyonya lebih baik saya duduk di sini saja karena tempat itu merupakan tempat duduk ANAK anda."kata Alena datar dan terkesan begitu santai.

jdarr

rasanya ribuan panah mengenai tepat di jantung sang ibu saat anak nya sendiri manggilnya dengan sebutan nyonya.

sakit sakit sekali mendengar ucapan dari sang anak yang berbicara seolah olah ia adalah orang lain baginya.

tidak sang ibu saja sang ayah pun tak kalah terkejut melihat perubahan dari sang anak.

rasa yang ia rasakan tidak jauh berbeda dari sang istri,ia pun merasa sakit mendengar kata kata dari anaknya itu

"apa yang kau katakan nak?kau itu anak ibu dan ayah,dan juga itu adalah tempat duduk yang biasa kau duduki."kata ibu nara pura pura tidak mengerti.

Alena malah tertawa kecil mendengar ucapan dari ibu nara itu.

"kau jangan pura pura lupa nyonya frananda."kata Alena dan terkekeh geli .

"kalau kau ingin bertanya tanyakan saja pada suami tercinta mu itu."kata alena menunjuk ke arah ayah Bayu.

"jaga ucapan mu Alena dia itu ibumu ,berkata yang baik lah padanya."kata ayah Bayu mulai membuka suara dengan begitu dingin.

bukannya takut dengan suara dingin ayahnya Alena malah tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dari ayah Bayu.

"hahahah hei tuan frananda apakah kepala anda terbentur kemarin sehingga anda bilang 'jaga ucapan mu alena dia itu ibumu' "kata Alena menirukan suara ayah Bayu .

"jangan pura pura lupa dengan ucapan anda tuan Bayu."kata Alena tidak lagi bertele tele.

"dan mengenai perubahan ku ini aku hanya berusaha untuk menjadi anak dari tuan frananda saja,aku ingin merasakan menjadi anak yang disayang oleh tuan frananda sendiri."kata Alena tegas tanpa ada ketakutan atau rasa sakit diwajahnya .

mungkin selama satu hari kemarin berhasil membuat emosi alena menjadi hilang begitu saja .

jlebb

ayah Bayu tidak menyangkan kalau kata kata yang ia katakan begitu membuat luka yang begitu besar di hati sang anak.

'apakah aku terlalu keras mengajarinya?apakah sakit yang aku berikan terlalu besar sehingga ia begitu berubah sekarang?' kata ayah Bayu dalam hati.

ayah Bayu memandang Alena dengan pandangan yang sulit di artikan sedangkan Alena hanya santai saja .

Alena memakan roti bakar yang biasa menjadi sarapannya itu dengan santai tanpa menghiraukan tatapan dari ayah dan ibunya.

ayah Bayu dan ibu nara pun itu

ikut melangsungkan sarapannya juga.

selesai sarapan Alena langsung berdiri dari duduknya ia pun berjalan ke arah ayah Bayu dan juga ibu nara.

ibu nara melihat itu pun merasa bahagia ia pikir Alena akan memberikan ciuman sebelum pergi ke kampus yang seperti biasa alena lakukan senyuman manis pun terbit di wajah ibu itu.

"maaf tuan dan nyonya sepertinya aku harus segera pergi karena mata kuliah ku sekarang adalah pagi."kata Alena saat sampai didekat ayah Bayu dan ibu nara.

"kalau begitu aku pergi dulu."kata Alena ia pun membungkuk sedikit sebelum pergi meninggalkan rumah.

senyuman yang manis dari sang ibu tadi langsung turun kebawah dengan air mata yang sudah menggenang dan tak tahan ingin terjatuh dari pelupuk matanya.

sang ayah pun merasakan sakit yang begitu dalam melihat perubahan sang anak.

.

.

.

.

bersambung

JANGAN LUPA LIKE AND VOTE 😅😅

SALAM HANGAT DARI AUTHOR 😘😘

Terpopuler

Comments

Aisya Nur Asyfa Suparjo

Aisya Nur Asyfa Suparjo

Alena.....kog aku merasa devaju dengan dirimu😭😭😭😭

2021-10-12

1

Wati Simangunsong

Wati Simangunsong

😂😂😂😂😂

2021-07-30

0

Wulandari

Wulandari

sifat anak itu beda² jangan egois dong pak, hanya karna jabatan dan menduduki posisi 1 apa² harus menjadi yg terbaik dan harus mengikuti keinginan anda.
jadi nya kek gini kan

2021-07-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!