Bagian Akhir episode lalu
" Ternyata Aster dan Asih melamar kerja di PT KBI mah !" ucap Astri pada mamahnya.
" Serius kamu Astri ?" tanya mamahnya Astri kaget.
" Iya mah Astri Serius !" tegas Astri
"Kalo begitu kamu harus tahu apa yg harus kamu lakukan besuk kan ?" tanya mamah Astri.
" Iya mah, Astri tahu besuk harus bagaimana. Kan besuk Astri yg akan antar mereka. Sekalian jenguk rumah Aster mah !" sahut Astri.
" Baguslah, semoga semua berjalan lancar. Jangan buka rahasia ini ke Aster dulu ya Astri !" perintah mamah Astri.
" Beres mah, Astri jaga semua rahasia ini. Sampai pada waktunya nanti !" jawab Astri.
" Bagus jangan sampai Aster tahu, jika belum saatnya." ucapan mama Astri.
"Iya mah, Astri akan jaga semoga semua bisa berjalan lancar !" jawab Astri.
Astri meninggalkan kamar mamah nya, kemudian masuk ke kamarnya.
Semua penghuni rumah ituun terlelap.
....................
Pagi menjelang Subuh, Asih bangun tapi bingung mo ngerjain apa.
Semua kerjaan dapur sudah di kerjakan Asisten Rumah Tangga Astri.
Bahkan sekedar mau bikin minum pun dilarang oleh A R T nya Astri.
" Non jangan bikin minum sendiri, bilang saja nanti bibi bikinkan. Kalo non bikin sendiri, kami yg bakal kena marah nanti non !" ucap Asisten Rumah Tangga itu.
" Aduh bi, Asih biasa mandiri jadi risih kalo apapa di sediain !" ucap Asih.
" Aduh non mohon maaf, ini tugas kami semua !" ucap A R T itu.
"Terus Asih ngerjain apa dong bi ?" tanya Asih.
"Non duduk aja, semua tugas dapur adalah kerjaan kami. Jika non Asih butuh sesuatu tinggal bilang saja." Ucap Asisten Rumah Tangga itu.
" Bisa gak sih bi, panggil Asih saja gak usah pakai non. Asih kan bukan tuan rumah disini " seru Asih.
" Maaf non, semua tamu Non Astri dam Nyonya harus kami perlakukan sama. Itu perintah nyonya dan non Astri !" kata bibi itu.
Entah kenapa Asih agak risih diperlakukan begitu. Biasa hidup mandiri sekarang apa apa harus di layani, gak bolleh kerjain sendiri.
Untung terdengar kumandang adzan subuh Asih kemudian ambil air wudhu. Saat hendak balik ke kamar.
"Asih mau sholat subuh ?" tanya Astri yg baru bangun.
"Iya Astri !" jawab Asih pendek.
" Tunggu kita jamaah diruang Sholat. Bangunin Aster dulu gih !" seru Asih.
Asih lantas bangunkan Aster.
"Aster masih libur Asih, besuk baru mulai sholat." jawab Aster.
"Owh iya, maaf Asih lupa. Tapi bangun dong. Kita kan mau pulang pagi Aster." seru Asih.
"Iya, bentar lagi Aster bangun. Asih sholat dulu gih !" jawab Aster.
"Ok Asteria yg cantik dan sexy !" goda Asih sambil berlalu.
Asih lantas nenuju ruang sholat yg ditunjukkan Astri.
Disana Astri dan mamahnya sudah menunggu.
" Mana anakku Aster ?" tanya maahnya Astri.
" Maaf tante, Asternya baru libur !" jawab Asih.
" Panggil mamah jangan tante, Asih sama Aster sudah kuanggap anak mamah semuanya !" sahut mamah Astri.
" Iya mah !" sahut Asih agak kaku.
Biasa panggil ibunya dengan sebutan nyak, jadi butuh adaptasi.
Mereka kemudian melaksanakan jamaah sholat subuh. Setelah selesai mamahnya Astri mengajak keruang keluarga.
Tak lama setelah mereka duduk, Asisten Rumah tangga membawakan minuman pada mereka.
" Makasih ya bi, udah ada subuh belum ?" tanya mamah Astri.
" Sudah nya, tadi di mushola belakang. Maksutnya adalah tempat sholat para Asisten rumah tangga yg ada dibelakang rumah.
" Syukurlah, nanti tolong siapin makan pagi agak awal ya bi. Anak anak ku mau berangkat pagi !" serru mamahnya Astri.
" Baik nya !" jawab A R T itu singkat.
" Minum dulu Asih, mana Aster masih berselimutkah dia ?" tanya Astri.
" Aster sudah bangun woi....!" jawab Aster tiba tiba.
" Pagi mah, pagi Astri, pagi Asih. Maaf Aster sekalian mandi jadi lama ya ?" tanya Aster.
" Nggak kok Aster, kamu dah mandi dah ganti baju sekalian. Mau berangkat jam berapa emang ?" tanya mamah nya Astri.
" Kita mau pulang dulu mah, ambil berkas biar Astri sekaliyan tahu rumah Aster nanti." jawab Aster.
" Gak boleh pergi sebelumsarapan nanti !" seru mamahnya Astri.
" Iya Aster, lagian deket ini. Astri jamin seblum jam 9 dah sampai perusahaan itu deh." kata Astri.
" Iya deh percaya, gak papa kan Asih, gak usah buru buru. Aster juga masih kangen kok sama mamah Risty dan Astri tentunya !" tanya Aster pada Asih.
" Asih ngikutsaja, Astri kan lebih tahu daerah sini." jawab Asih.
Kami mengobrol seputar prubadi kami masing masing. Sampai dengan pertanyaan seputar lamaran kerja.
" Jadi Aster mengajukan lamaran bagian Marketing, sedang Asih di bagian Administrasi ?" tanya mamahnya Astri.
" Iya mah, kebetulan sekali Asih dan Aster dapat panggilan interview awal kemarin dan udah lolos !" jawab Aster.
" Syukurlah, kalian mau sarapan apa ?" tanya mamahnya Aster.
" Roti selai sama susu aja mah !" jawab Astri.
" Susu murni aja ya biar sehat ?" tanya mamah nya Astri atau bu Risty.
" Iya mah, boleh Aster suka tuh. Tapi tambahin gula merah dan jahe biar gak hanyir." jawab Aster.
"Asih apa ?" tanya bu Risty mamah nya Astri.
" Asih samain aja mah !" jawab Asih.
" Yaudah, biar mamah minta tolong siapin susu murni dulu, pakai gula merah dan jahe semua ?" tanya mamahnya Astri.
" Astri gak pakai jahe mah !" sahut Astri.
Mamah Astri langsung memrintahkan manasin susu murni sesuai permintaan.
Setelah sarapan dan berkemas, Aster, Astri dan Asih pun segera berangkat.
Dan sampai dirumah Aster pukul 07..30 WIB.
" Hmm masih ada cukup waktu!" gumam Asih.
" Asih mandi bentar ya, tadi dirumah Astri gak mandi, gak bawa ganti !" kata Asih.
" Ok Asih, gak usah buru buru mandinya !" seru Astri.
Asih langsung menuju kamar mandi.
Selesai Asih mandi dan berkamas, Astri mengajak berangkat menggunakan mobil Astri. Karena Mobil Aster dirumah Astri.
Mereka sampai lokasi perusahaan pukul 08.45' masih ada waktu 15 menit dari jadwal yg ditetapkan.
Sudah berkumpul beberapa orang yg akan mengikuti seleksi.
Astri mengantar Asih dan Aster sampai di depan receptionis kemudian balik keluar. Aster dan Asih bergabung dengan peserta seleksi lainya.
.......................
...Astri Pov On...
Setelah mengantar Aster dan Asih, Astri keluar menuju sebuah kedai kopi.
" Bu kopi creamer sedikit gula ya !" pinta Astri.
Sambil menunggu kopi dihidangkan, Astri menelpon mamahnya.
Telpon berdering.....
..." Assalaamu ' alaikum Astri....
...sudah sampai mana ?" suara mamah ditelpon....
"Wa 'alaikummussalam mamah.
Astri sudah anter Aster dan Asih masuk perusahaan.
Saat ini Astri nunggu diluar !" jawab Astri.
..." Apa semua berjalan lancar sesuai rencana ?" tanya mamah....
" Alhamdulillah mah, sampai saat ini semua lancar." jawab Astri.
..." Biarkan semua terkesan alami biar Aster dan Asih tidak curiga !" ucap mamah....
" Iya mah, tenang saja, tampaknya Aster melupakan sesuatu itu. Dia hanya ingat Astri dan mamah. Tidak dengan yg lain !" jawabku.
..." Baguslah kalo begitu, semoga semua berjalan lancar." ucap mamah....
" Aamiin mah, yaudah nanti Astri kabari perkembanganya ya mah. Assalamu 'alaikum." ucapku mengakhiri Telpon.
..." wa 'alaikummussalam Astri." jawab mamah....
...klick.......
Suara telpon ditutup.
Astri kemudian menikmati kopi pesananya. Sambil sesekali melihat jam.
" Aah kenapa waktu berjalan begitu lambat ?" gumam Astri.
Tak lama kemudian, datang seorang pemuda tampan menghampiri Astri.
" Sudah lama menungguku sayang ?" Tanya pemuda itu.
" Lumayan bang, tapi belum terlambat kok bang !" jawabku.
Soal siapa pemuda itu masih Astri sembunyikan jati dirinya. Sampai nanti pada waktunya baru akan Astri buka.
Yang Pasti, pemuda tampan itu masih single. Dan salah satu pewaris perusahaan KBI, dimana Aster dan Asih sedang wawancara.
" Ada apa panggil abang kemari jam segini Astri ?" tanya pemuda itu, sebut saja namanya Hendra.
" Bang, sampai kapan bang Hendra mau sembunyi terus ? Apa gak sayang perusaan ini nanti gak terurus ?" tanyaku.
" Abang bukanya gak mau urus, hanya belum siap terjun langsung. Minimal sebulan sekali abang melihat progress reportnya" kata bang Hendra.
" Sebulan sekali tu lama bang, dalam sebulan banyak hal yg bisa terjadi di prusahaan !" ucapku pada bang Hendra.
" Ada orang kepercayaan yg bisa abang percaya. Yanng tidak satupun karyawan yg tahu siapa dia !" ucap bang Hendra.
"Abang buka lowongan ?" tanyaku pada bang Hendra.
" Iya butuh tambahan beberapa tenaga kerja, Astri punya rekomendasi ?" tanya bang Hendra.
"Ada sih, tapi aku hanya mau bilang ke personalia langsung. Tidak ke abang, dan orang itu yg akan jadi mata mata para investor bang !" jawabku.
" Lah kok main rahasia gitu sama Abang ?" tanya bang Hendra.
" Selama bang Hendra belum mau Aktif ngantor, semua itu tetap jadi rahasia." jawabku.
" Ok, abang akan segera aktif ngantor. Setelah nanti abang pulang dari Mie Ken japan." ucap bang Hendra.
" Ok, pada saatnya nanti baru Astri buka kartu juga. Saat ini semua masih jadi teka teki rahasia. Kita lihat nanti siapa yg kuat bertahan bang." tantangku pada bang Hendra.
" Siapa takut !" jawab bang Hendra.
" Boleh, apa taruhanya nih ?" tanyaku ke bang Hendra.
" Satu permintaan yg harus dikabulkan !" jawab bang Hendra.
" Maksutnya ?" tanyaku kurang faham.
" Yang menang boleh ngajuin satu permintaan dan yang kalah harus mengabulkan permintaan itu." jawab bang Hendra.
" Owh okey siap, siapa takut. Asal permintaan yg wajar Astri akan kabulkan, jika Astri yg kalah. Sebaiknya abang juga harus gitu nanti, tidak boleh ingkar janji !" ucapku.
" Tenang saja, Astri bisa pegang kata kata Abang. O ya, abang pulang dulu. Ada keprluan lain, yg harus abang kerjakan. Salam buat mamah Risty, maaf abang belum bisa jenguk." kata bang Hendra.
" Iya, tapi tetap ditunggu kedatanganya !" jawabku.
" Iya Pastilah Astri, dah ya makasih traktiranya Astri !" kata bang Hendra sambil melangkah keluar.
" Ya ampun penampilnya, kaos celan dibawah lutut pakai motor gaul. Lebih mirip pembalap liar." gumamku dalam hati.
...Bersambung...
...Jangan lupa beri dukungan...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 138 Episodes
Comments
Sumiati
thor skedar saran episod yg lalunya jngn terlalu panjang dong jdu ngulang bnyk bacanya mksh
2021-08-05
1
coni
Aster, Aster datang bawa 5 like🥰🥰
2021-04-06
3
TK
like semua 👍💃💃💃
2021-03-15
3