Bagian Ahir episode lalu
Asih... kamu gak usah bohongin Aster. Kamu suka sama Andi kan. Kemarin jadi nembak dia gak ? " tanya Aster to the point.
Membuat Asih jadi gelagapan.
" .Diih kok Aster gitu ngomongnya. Masa Asih yg nembak duluan ? " protes Asih.
" wkakaka... gak papa lagi hari gini wajar sih. eeh berarti kamu suka beneran kan sama Andi ? " gurau Aster. Membuat rona wajah Asih jd memerah.
" Ah kamu ni Aster, Asih simpati sama Andi saja kok. " Jawab Asih agak gemetaran.
" Kenapa juga meski begitu, hal yg wajar ada rasa cinta tuh. Aster saja pingin jatuh cinta, tapi sulit jatuh cinta. Aster bahkan gak tahu rasanya jatuh cinta ! " Ucap Aster setengah curhat.
" Serius kamu Aster, kamu belum pernah jatuh cinta ? " Tanya Asih setengah gak percaya.
" Buat apa Aster bohong sama Asih, kita bukan rival yg sedang berebut hati cowok yang sama. " Jawab Aster meyakinkan Asih.
" Kamu kan cantik, pasti banyak cowok yg suka sama kamu Aster ? " Tanya Asih lebih lanjut.
" Ah gak gitu juga, lagian masalahnya bukan ada tidak cowok yg suka sama Aster. Tapi Aster yg gak pernah jatuh cinta sama cowok. Tapi jangan berpikir negatif dulu. Aster masih normal, suka cowok ganteng. Hanya belum bisa jatuh cinta ! " Lanjut Aster menceritakan dirinya.
" Kamu belum pernah punya pacar ? " Tanya Asih pada Aster.
" Pernah sih sekali berstatus pacar. Tapi Aster gak cinta dia sebenarnya. " Aster menceritakan kisah lamanya.
" Kok bisa begitu, gimana ceritanya Aster ? " Tanya Asih penasaran.
Aster kemudian menceritakan kisahnya dengan Gara.
Ada dulu, mahasiswa Indonesia yg menyatakan cinta. Dan Aster pun akhirnya menerima, mungkin lebih tepatnya iba. Cowok yg bernama Tri Hanggara itu tiap hari ngejar Aster.
Tapi saat Tri Hanggara yg dipanggil Gara itu ngajak Aster jln, Aster selalu nolak. Akhirnya Gara mundur mutusin Aster. Diputusin Gara Aster bukanya sedih, justru merasa lepas dari kekangan Gara.
" Nah sejak itulah Aster malas punya pacar. Sampai akhirnya Aster gak bisa merasakan jatuh cinta yg sebenarnya. Meski jujur, suka juga lihat cowok ganteng. Tapi itu hanya sebatas suka, bukan jatuh cinta. " Penjelasan Aster kepada Asih, yg kala itu sampai tercengang mendengar cerita Aster.
" Non eeh nak Aster dan nak Asih, ini Ketopraknya sudah siap ! " Kata bi Inah yg menghentikan obrolan mereka.
" Owh kayak gini yg namanya Ketoprak, mirip gado gado jogja waktu kerumah Nenek dulu. " Seru Aster.
" Mang pernah ke Jogja Aster ? " Tanya Asih.
" Pernah, waktu kakek Aster yg juga Kakek Andi meninggal. Saat aku masih SMA kelas 1 Andi SMP kelas 1 juga kayaknya. itu pertemuanku dengan Andi terakhir sebelum sekarang ini ! " Jelas Aster kepada Asih.
Mereka makan ketoprak sambil makan. Dan tak lama kemudian bi Inah membawa nampan berisi Poci Teh dan air putih.
" Non minumnya, jika mau teh gulanya masukin sendiri. Belum tahu selera non berdua ? " Sapa bi Inah pada Asih dan Aster.
" Non lagi non lagi...! Dibilangin jangan panggil non juga diiih... ! " Gerutu Aster.
" Iya nak maaf lupa, maklum bibi udah tua. " Jawab bi Inah.
Bi inah pun kemudian meninggalkan Aster dan Asih.
Setelah selesai makan, Aster dan Asih melanjutkan obrolan mereka.
" Kok bisa kamu Aster, hidup tanpa pernah jatuh cinta. Sementara kamu cewek normal yg juga suka cowok ? " Tanya Asih.
" Gak tahu juga Sih, padahal pingin juga jatuh cinta. Kayak apa rasanya orang jatuh cinta ? " Kata Aster.
" Kamu pernah ngalami trauma dengan cowok ? " Tanya Asih hati hati pada Aster.
" Gak lah, jatuh hati sama cowok aja gak pernah kok ! " Jawab Aster datar.
" Terus cowok kayak apa yg kamu inginkan ? " Asih makin penasaran dengan Aster.
" Gak tahu juga, gak punya kritreria khusus juga sih. Tapi tiap kali lihat cowok ganteng rasanya juga biasa aja. Gak ada rasa yg aneh, yg bikin hati bergetar atau jadi ingat kebawa mimpi dan lamunan. Sementara kata orang kalo lagi jatuh cinta inget terus. Bahkan tidurpun terbawa mimpi. Bener gitu gak Asih ? " Aster balik bertanya kepada Asih.
" Iya sih, meski tiap orang berbeda beda reaksinya. Tapi kurang lebihnya ya seperti itu. " Jawab Asih agak kebingungan.
" Berarti Asih udah pernah ngalamin juga dong ? " Tanya lanjut Aster.
" Ya pernah lah, namanya juga manusia kok...!" Jawab Asih singkat.
" Sama siapa sih ? " Goda Aster ke Asih.
" Ah udahah ya itu rahasia Asih lah. " Jawab Asih tersipu.
" Ok.. Satu lagi kapan kamu jatuh cinta dan bagaimana rasanya saat jatuh cinta ? " Pertanyaan Aster mendesak Asih.
" Gak inget persisnya kapan, tapi rasanya pingin terus memandang wajahnya. Berada didekatnya, dan memang kadang terbawa mimpi juga. Tapi sudahlah itu masa lalu gak perlu dibahas.
Aster hanya berkata dalam hati. " Aster tahu, kamu jatuh cinta pada Andi. tapi kamu malu mengakui Asih." Batin Aster dalam hatinya.
Sementara Asih pun berkata dalam hati. " Aku mencintai Andi sepupumu Aster. Tapi aku minder, Asih anak orang tak punya. Sementara Andi anak yg berkecukupan. Dan juga lebih muda dan jadi idola gadis gadis muda lainya. " Batin Asih di hatinya.
Cukup lama kedua gadis itu merenung sendiri sendiri. Hinggasuasana jadi hening.
" Eh kita istirahat dulu yuk, kamu udah disiain kamar sama bi Inah. Istirahat dikamarmu saja. Kalo pingin ngobrol ya ke kamarku aja nanti sesudah istirahat. " Kata Aster menjelaskan Asih.
" Makasih ya Aster, jadi ngrepotin kamu ! " Kata Asih.
" Gak usah bilang gitu, kamu sahabat pertamaku diIndonesia. Dan sudahku anggap keluarga. " Seru Aster yg gak suka dengan basa basi.
Mereka berdua masuk kamar masing masing. Aster langsung tertidur. Sementara Asih masih sibuk dengan buku buku puisinya.
"Apa yg dikatakan Aster ada benarnya. Aku bersukur dianugerahi rasa cinta, meski tak mampu menggapainya. Tapi setidaknya mampu merasakan pahit dan getirnya jatuh cinta. Karena memang cinta itu tak selalu berakhir indah. Seperti cintaku pada Andi, yg tak pernah terungkap. Tapi setidknya aku bisa merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta. Kasihan Aster, yg bahkan tidak bisa merasakan jatuh cinta. " Bisik Asih dalam hati.
" Aku ingin tuangkan ini dalam Puisi sebagai ungkapan hati atas rasa sukurku pada-Nya. " Batin Asih.
Kemudian Asih mulai menggoreskan pena diatas kertas.
Jari jari lentiknya mulai menari nari diatas kertas. Menggoreskan ujung penanya, merangkai huruf demi huruf. Kata demi kata hingga menjadi kalimat berbait bait yg tersusun jadi sebuah puisi.
Kemudian dibacanya untaian kata yg dia tulis itu, dalam hati.
Asih membaca sambil tiduran, begitulah kebiasaan Asih tiap harinya. Sehingga wajah cantiknya harus dihiasi dengan kaca mata minus yg cukup tebal. Namun tidak mengurangi kecantikan nya.
...Anugerah Cinta...
Cinta terkadang Indah...
Namun lebih sering menyakitkan.
Banyak yg terbuai cinta,
Sehingga lupa segalanya.
Yang muda terbuai karena cinta.
Yang tuapun terlena oleh cinta.
Tak sedikit,
yang menjadi korban cinta.
Namun ada juga yg berkorban karena cinta.
Cinta yg dihatiku,
terasa bagai duri yg menusuk ulu hatiku.
Perih bagai disayat sembilu.
Menahan rindu yg tak bertepi.
Namun dibalik itu,
kutemukan sebuah hikmah.
Dari Anugerah cinta yg Engkau beri.
Yaa Muqolibal qolbi...
Engkaulah yg mampu,
membolak balikan hati hamba-Mu.
Kau Anugerahkan rasa itu...!
Kurasakan itu sebagai nikmat-Mu
Meski saat ini tak mampu ku gapai.
Namun Anugerah cinta itu,
tetap aku sukuri karena-Mu.
Jika memang dia jodohku,
pertemukan kami di saatnya nanti.
Namun jika,
dia bukanlah jodohku.
Jauhkanlah bayangan dia dari fikiranku.
Dan pertemukan aku dengan jodohku.
Yang telah Engkau tuliskan dengan ketetapan-Mu.
Aku ikhlash dan menerima apapun yg Engkau tetapkan untukku.
Asih pun terlelap dan terbuai mimpi, setelah beberapa kali membaca ulang puisinya.
Dan terbangun disaat Kumandang Adzan Ashar.
" Aahhm... nyenyak sekali aku tidurnya. " Bisik Asih seperti bicara dengan diri sendiri.
Asih bangkit untuk mandi dan sholat Ashar. Dilihat kamar Aster masih tertutup, mau membangunkan. Tapi diurungkan, ingat jika Aster masih libur belum sholat.
" Biar bangun sendiri nanti." Bisij Asih dalam hati.
Kemudian Asih menyiapkan segala sesuatu yg diperlukan untuk Interview besuk pagi.
Tak lama kemudian Aster keluar kamar.
" Gak tidur kamu Sih ? " Tanya Aster pada Asih.
" Tidur tadi, udah bangun mandi dan solat Asar ! " Jawab asih.
" Bentar amat tidurnya, yaudah aku mau mandi dulu. Nanti kita keluar jalan jalan ya Asih ?!? " Ajak Aster pada Asih.
" Iya boleh, mau kemana mang ? " Tanya balik Asih.
" Ya belanja lah, Aster kan pulang gak bawa apa apa. Cuma bawa baju ganti doang ! " Jawab Aster datar.
" Boleh Aster, sekalian pingin lihat keadaan kota ini secara langsung. Biar bisa paham situsai dan keadaan. " Jawab Asih semangat.
Sesudah Aster mandi dan ganti baju, Aster mendatangi Asih.
" Udah siap belum, Aster mau pesan Grab ? " Tanya Aster ke Asih.
" Sudah, ayuk berangka. eeehh kamu cantik banget Aster. Gak kira kamu tampak Anggun banget pakai pakaian itu ! " Ucap Asih.
" Ah dari kemarin kali udah cantik Aster, kenapa baru sekarang komen ? " Goda Aster .
" Iih Aster mah, hayuk kita jalan. " Seru Asih.
...Dan merekapun shoping, dengan tanpa disadari. Sepasang matأ mengasiy mengamat mereka....
Dan tak lama kemudian orng itu mendekati Asih dan Aster.
Dengan tiba tiba merebut tas Asih.
" jambreeet....! " Teriak Asih.
...bersambung...
...Jangan lupa...
...like...
...komen...
...dan vote nya ya...
...Biar aku bisa berkunjungbali....
...Terimakasih...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 138 Episodes
Comments
Rini Sarmilah
done like❤ ditunggu ya feedbacknya ok terima kasih🥰👍🙏🏼
2021-08-08
0
Bintang kejora
Diawasi..., trnyata jambret.
Kasian Asih kena jambret.
2021-08-01
1
Widyawati
Thor kirain yg ngawasin cowok ganteng gx tahunya jambret 🤦🏼♀️🤦🏼♀️🤦🏼♀️ capcai deh next Thor lanjut 😘😘😘
2021-07-01
1