"Sama-sama. Kamu kenapa El" Tanya Rayhan melihat wajah Eliza yang mulai pucat.
"Tidak apa-apa kak" jawab Eliza yang sudah membuka pintu mobil. Eliza berjalan meninggalkan mobil Rayhan dan membuka pagar depan rumah kontrakan nya. Rayhan pun tidak segera pulang tapi terus memperhatikan Eliza karena merasa khawatir melihat Eliza yang seperti menahan sakit dan terlihat menggaruk-garuk tubuhnya. Sampai depan pintu kontrakan, Eliza merasa pandangan nya mulai samar-samar. Selang berapa detik, ia pun sudah ambruk tak sadarkan diri sebelum membuka pintu rumah.
Melihat Eliza yang jatuh pingsan seketika Rayhan panik dan berlari memghampiri Eliza.
"El, kamu kenapa?" Rayhan menepuk pipi Eliza berusaha menyadarkan tapi melihat wajah Eliza yang semakin pucat dan di kulit putihnya mulai terlihat ruam merah seketika Rayhan merasa khawatir dan bergegas menggendong tubuh Eliza masuk ke dalam mobilnya. Rayhan segera mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit, ia takut terjadi apa-apa pada Eliza.
Malam semakin larut, jalanan yang mulai sepi memudahkan mobil Rayhan menelusuri jalan tanpa terjebak macet. Selang berapa menit mobil Rayhan sudah berada di parkiran rumah sakit. Rayhan segera menggendong Eliza menuju ruang IGD. "Dok tolong teman saya" Ucap Rayhan yang terlihat jelas semburat kecemasan di wajahnya. Rayhan merebahkan tubuh Eliza secara perlahan di ranjang IGD.
"Baik tuan Rayhan, Silahkan anda menunggu di luar kami akan memeriksa nya" Ucap seorang dokter yang mengenali Rayhan sebagai pemilik rumah sakit yang sama ketika Rayhan di rawat pasca kecelakaan.
Rayhan pun keluar dari ruangan. Terlihat dokter di bantu perawat sedang sibuk memeriksa Eliza.
" Bagaimana keadaan nya dok? Dia kenapa?" Tanya Rayhan ketika dokter keluar ruangan IGD.
"Pasien mengalami alergi sejenis makanan tertentu dan alergi yang di alami pasien termasuk dalam gejala berat yang bisa membahayakan nyawa pasien. Untung anda segera membawa pasien tepat waktu sehingga kami bisa segera memberikan pertolongan" jelas dokter pada Rayhan yang masih terlihat panik.
" Tapi sekarang gadis itu tidak apa-apa kan dok"
"Pasien sudah tidak apa-apa tuan, hanya saja pasien harus di rawat inap karena beberapa pengobatan yang harus kami lakukan"
"Baiklah dok lakukan yang terbaik dan terima kasih dok"
" Sama-sama tuan"
Atas perintah Rayhan, Eliza yang belum sadarkan diri di pindahkan ke ruang VIP. Rayhan duduk di samping ranjang Eliza, Pandangannya tak lepas menatap gadis yang masih terpejam belum sadarkan diri karena pengaruh obat yang di berikan dokter.
Jantungku rasanya seperti berhenti berdegup saat melihatmu pingsan tadi El. Aku tidak ingin terjadi apa-apa pada dirimu, Aku sungguh tulus sangat menyanyangi dan mencintaimu El. Aku harus bagaimana agar bisa mendapatkan hatimu?
Rayhan masih terus menatap wajah manis Eliza yang terlihat masih pucat sampai tak sadar ia pun ikut terlelap di samping Eliza.
Suara Adzan subuh berkumandang menyadarkan Rayhan dari tidurnya. Sejenak ia menatap Eliza yang masih tertidur, kemudian ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai mandi Rayhan keluar ruangan menuju mushola yang berada di rumah sakit untuk menunaikan sholat subuh. Setelah sholat subuh Rayhan kembali ke ruangan Eliza.
"Kamu sudah gak apa-apa El?" Tanya Rayhan melihat Eliza yang mulai membuka mata indahnya.
"Ini di mana Kak, Apa yang terjadi?" Eliza mengedarkan pandangannya melihat sekitar.
"Di rumah sakit. Kemarin kamu pingsan jadi saya membawa kamu ke sini"
"Hah, pingsan!" Guman Eliza pelan sambil mengingat-ingat kejadian kemarin.
Aaaa.....
teriak Eliza kaget melihat tangannya sudah terpasang jarum infus.
"Ada apa El, apanya yang sakit?" Panik Rayhan.
"Ini yang sakit kak" Ucap Eliza sambil mengangkat tangannya yang terpasang infus. " Kita pulang ya kak, Eliza sudah gak apa-apa" Rengek Eliza.
Rayhan yang tadinya panik pun tertawa, melihat tingkah konyol Eliza. Ia pun teringat kata dokter Danu kalau Eliza takut jarum suntik.
"Tidak boleh, kamu harus di rawat sampai sembuh di sini" Rayhan masih tertawa.
" Apanya yang lucu sih kak, dari tadi tertawa" Eliza mulai cemberut.
" Kamu yang lucu, seperti anak kecil takut jarum suntik" Rayhan masih tersenyum melihat wajah kesal Eliza yang menggemaskan.
tok.... tok....
"Permisi" Seorang perawat masuk membawakan nampan sarapan untuk Eliza.
" Terima kasih sus" Ucap Rayhan memerima nampan tersebut.
" Kamu kenapa tidak bilang kalau punya alergi seafood?" Tanya Rayhan pada Eliza ketika suster itu sudah pergi meninggalkan mereka.
"Eliza alergi sama kerang kak, Tapi kemarin kan kita gak makan kerang"
"Kamu itu, makanya jangan banyak melamun sampe makan tumis kerang aja gak sadar" Gemas Rayhan secara gak sadar mencubit hidung Eliza.
"Hidung Eliza sudah mancung kak, jangan di cubit ntar malah tambah kayak pinokio" Ucap Eliza sambil mengusap-usap hidungnya." Kak, terima kasih ya udah nolongin dan juga udah nungguin Eliza di sini"
"Sama-sama, Ya udah kamu makan dulu" Rayhan memberikan napan yang berisi makanan dan minuman untuk Eliza.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Eka 'aina
di suapin donk bang Rey Dede El nya😀
2024-07-25
3
Inez
Pepet thor terus babang Ray
2022-03-07
2
Yusni Ali
hmmm... Rayhan bucin
2022-01-25
2